cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2: Juli 2011" : 8 Documents clear
Pemamfaatan Lagu Sebagai Implementasi Model Pakem Pada Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini Dan Sekolah Dasar Bakar, Zulfa
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 2: Juli 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i2.2812

Abstract

ABSTRAK Lagu efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran berbahasa khususnya menyimak karena memiliki dua unsur yaitu musik dan lirik. Musik dapat memfasilitasi kemampuan belajar berbahasa karena ritme musik dan pola kalimat memiliki bentuk serupa serta memiliki keseimbangan secara matematika sementara lirik membantu siswa memahami dan menyimak karena harus didengarkan dengan seksama. Pada implementasinya, Piaget menyarankan agar penggunaan lagu sebagai media belajar haruslah mempertimbangkan kesiapan siswa sesuai tahap perkembangan psikologisnya. Karena itu, pembelajaran melalui musik dalam rentang usia dini sampai sekolah dasar diarahkan pada kesempatan untuk bermusik, siswa mempelajari durasi melalui kegiatan bernyanyi, menggambar dan bergerak. Beberapa metode yang dapat digunakan antara lain memainkan alat musik dan bernyanyi serta membantu mereka menyimak dengan gerakan, potongan lagu atau gambar; membantu siswa membentuk "peta belajar' dengan menggerakkan jari di udara mengikuti alunan musik dan memindahkannya pada sebuah kertas serta menulis pengalaman, cerita atau interpretasi berdasarkan lagu yang meereka dengarkan yang dikombinasikan dengan pengalaman pribadi siswa. Dengan memperhatikan penunjuk dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk lebih banyak "bermusik" daripada mengikuti materi melalui buku – maka orangtua, guru dan murid akan mendapatkan suasana yang menyenangkan saat membangun dasar yang kuat untuk melakukan proses pembelajaran.Kata Kunci: Lagu, PAKEM, PAUD, Pendas
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Sekolah Dasar Mulyati, Tita
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 2: Juli 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i2.2807

Abstract

AbstrakPemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah belajar matematika. Kenyataannya, di SD, pembelajaran matematika yang mengembangkan kemampuan pemecahan masalah belum mendapat banyak perhatian dari guru-guru. Kurangnya perhatian guru terhadap pengembangan kemampuan pemecahan masalah dalam proses pembelajaran matematika mengakibatkan siswa kurang memiliki kemampuan pemecahan masalah. Kekurangan masalah non-rutin dalam buku sumber (teks) menjadi salah satu penyebabnya, selain itu guru terbiasa mengadopsi soal-soal yang terdapat pada buku sumber.Selain itu, pendekatan abstrak dengan metode ceramah dan pemberian tugas sangatlah dominan dari setiap kegiatan pembelajaran matematika di SD. Diperlukan pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan pemikiran yang kreatif serta lebih menekankan pada pengalaman dan keterlibatan siswa secara aktif dalam pemecahan masalah. Salah satu pembelajaran yang bisa dilakukan yaitu dengan menerapkan pendekatan pendidikan matematika realistik.Kata Kunci: Pemecahan Masalah, Matematis, Siswa SD
Pengaruh Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar IPS Terhadap Pemahaman Konsep Dan Pengembangan Sikap Kepedulian Sosial Siswa Sekolah Dasar S, Uus Yusmantara
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 2: Juli 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i2.2808

Abstract

ABSTRAKPembelajaran merupakan bagian integral dalam proses pendidikan, karena itu peran guru menempati posisi sentral dalam melaksanakan pembelajaran secara optimal, sehingga motivasi, aktivitas, dan kreativitas siswa dapat berkembang dalam suasana belajar yang kondusif. Salah satu bentuk implementasi pengelolaan pembelajaran yang diduga mampu mengakomodir kondisi belajar tersebut, antara lain melalui pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar IPS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui “besarnya pengaruh pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar IPS bagi pemahaman konsep dan pengembangan sikap kepedulian sosial siswa terhadap lingkungannya”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menerapkan pendekatan eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain kelompok acak pretest-posttest dengan kelompok kontrol (Control Group Pretest-Posttest Design), dengan melibatkan sampel 100 orang siswa kelas tiga SD Sukahaji, Cimekar Kecamatan Cileunyi, yang terbagi atas dua kelompok/kelas, yaitu 50 orang siswa sebagai kelompok eksperimen dan 50 orang siswa lainnya sebagai kelompok kontrol yang ditetapkan secara acak. Alat pengumpul data dalam penelitian ini menggunakan alat tes obyektif pilihan ganda dengan empat option pilihan jawaban, dengan tujuan untuk mengukur tingkat pemahaman konsep, Angket skala Likert digunakan untuk mengetahui sikap kepedulian sosial siswa terhadap lingkungannya, Panduan observasi serta wawancara, yaitu untuk mengetahui implementasi perilaku konkret atas sikap yang terungkap pada pernyataan jawaban angket. Data yang berhasil dikumpulkan, kemudian diolah dan dianalisis melalui program Anates, SPSS 13 dan excel 2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar IPS, ternyata berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep dan pengembangan sikap kepedulian sosial siswa kelas tiga Sekolah Dasar, sehingga diketahui perbedaan tingkat pemahaman konsep dan pengembangan sikap kepedulian sosial antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Dengan demikian, penerapan model pendekatan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar dapat dijadikan salah satu alternatif pilihan guru dalam membelajarkan materi IPS di Sekolah Dasar khususnya dan proses pembelajaran pada umumnya.Kata Kunci : Lingkungan sebagai Sumber Belajar, Pemahaman Konsep, Sikap Kepedulian Sosial
Pembelajaran Tematik Untuk Meningkatkan Jiwa Kewirausahaan Siswa Kelas 1-3 SD Karli, Hilda
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 2: Juli 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i2.2804

Abstract

ABSTRAKPembelajaran tematik adalah suatu pembelajaran yang melibatkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa dengan mengaitkan dengan sebuah tema. Oleh karena itu siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari itu melalui pengalaman langsung serta menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pahami. Jika dibandingkan dengan pendekatan konvensional, pembelajaran tematik lebih melibatkan siswa aktif secara mental dan fisik di dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Pembelajaran tematik dapat meningkatkan jiwa wirausaha melalui pengintegrasian proses pembelajaran di kelas. Adapun tahap-tahap mengembangkan pembelajaran tematik tersebut dimulai dari penentuan tema yang sesuai dengan jiwa anak selanjutnya menganalisis tema menjadi sub tema dan sub-sub tema dari sub tema sebagai acuan untuk menentukan SK sebuah tema. Kegiatan berikutnya menyusun jaring laba-laba untuk setiap mata pelajaran yang ingin dikaitkan dalam tema tersebut. Kemudian mengembangkan SK menjadi KD dan menentukan indikator pencapaian KD yang memasukan jiwa kewirausahaan untuk setiap indikator, seperti biasa selanjutnya mengembangkan silabus dan RPP pembelajaran tematik. Langkah terakhir adalah menentukan penilaian dan menyusun instrumennya.Kata Kunci: PembelajaranTematik, JiwaKewirausahaan, Siswa SD
Pendidikan Matematika Realistik Indinesia (PMRI) Untuk Meninghkatkan Pemahaman Konsep Geometri Di sekolah Dasar Yuniarti, Yeni
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 2: Juli 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i2.2809

Abstract

ABSTRAKGeometri merupakan sebagian dari ruang lingkup mata pelajaran matematika di sekolah dasar yang sangat aplikatifdalam kehidupan sehari-hari.Seharusnya kondisi ini berpengaruh terhadap proses pembelajaran dan hasil pembelajaran, tetapi kenyataan yang terjadi banyak siswa yang kurang memahami konsep geometri dan geometri sendiri masih dianggap materi yang sulit untuk dikuasai. Salah satu faktor penyebab kesulitan siswa ini adalah proses pembelajaran yang masih menempatkan guru sebagai sumber pengetahuan (teacher center). Guru kurang memperhatikan struktur kemampuan berpikir siswa SD, dimana pada kelas rendah belajar geometri masih dengan berpikir informal; meraba dan mendugaduga. Siswa pada kelas yang lebih tinggi memiliki kemampuan untuk bernalar lebih abstrak, tetapi masih tergantung pada penyajian konkret dari topik geometri yang dipelajarinya.Paradigma ini harus dirubah menjadi suatu kegiatan yang membelajarkan siswa sehingga siswa terlibat dengan aktivitas dan proses matematika dalam proses belajar dengan caramengaitkan pada pengalaman keseharian mereka.Alternatif pembelajaran yang dapat digunakan adalah dengan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Dengan PMRI pembelajaran matematika dibawa ke arah apresiasi dan pengalaman matematika dengan cara belajar matematika secara bermakna.Kata Kunci: Pemahaman konsep Geometri, PMRI
Model Penanaman Ideologi Nasional Dan Semangat Kebangsaan Melalui Pembelajaran Dengan Mengintegrasikan Lagi-Lagu Tanah Air Dan Perjuangan Di Sekolah Dasar Halimah, Lely; Y, Margaretha Sri; Sutini, Ai; Harsono, Nono
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 2: Juli 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i2.2805

Abstract

AbstrakPeran guru dalam pembelajaran adalah sebagai fasilitator dan tugas utamanya adalah menstranformasikan nilai-nilai keilmuan dan nilai-nilai Pancasila terhadap peserta didik lewat lagu-lagu nasional yang dikemas dalam konteks pembelajaran suatu bidang studi atau dalam berbagai bidang studi. Dalam menjalankan peran dan tugas utamanya, guru berusaha untuk menciptakan pembelajaran yang mendidik dengan menerapkan motto Ki Hajar Dewantara. Oleh sebab itu diperlukan sebuah model yang tepat dalam melaksanakan pembelajaran. Salah satu model tersebut adalah Model penanaman ideologi nasional dan semangat kebangsaan melalui pembelajaran dengan mengintegrasikan lagu-lagu cinta tanah air dan perjuangan. Melalui pengembangkan model ini berdasarkan hasil pengembangan dan uji validasi baik yang dilakukan di kelas 1 maupun di kelas 4 terbukti secara signifikan mengalami peningkatan prestasi belajar dilihat dari pengamalan sila-sila Pancasila selama proses pembelajaran baik dalam aktivitas kelas secara individual maupun kolaboratif dengan teman-temannya. Model ini, ditemukan memiliki keunggulan, kelamahan, peluang dan tantangan. Keunggulan atau kekuatan dari model ini di antaranya adalah pembelajaran mampu memberikan multiple effects, di antaranya mampu memberikan dampak psikologis pada peserta didik, mampu menstranformasikan nilai-nilai di antaranya: nilai-nilai ilmu pengetahuan dan sekaligus nilai-nilai Pancasila. Di samping memiliki keunggulan, juga memiliki kelemahan di antaranya memerlukan guru yang sangat peduli terhadap makna lagu-lagu nasional, karena model ini hanya akan terealisasi manakala guru mempunyai kepedulian yang tinggi akan makna lagulagu nasional, juga kreatif dalam mengemas antara materi pembelajaran dengan lagu-lagu nasional, kreatif dalam menentukan strategi pembelajaran, media dan sumber pembelajaran.Kata Kunci: Model Penanaman Ideologi Nasional, Semangat Kebangsaan, Lagu Cinta Tanah Air
Penilaian Otentik Sebagai Sarana Utama Implementasi Pendidikan Karakter Di Sekolah Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 2: Juli 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i2.2810

Abstract

ABSTRAK Upaya untuk meningkatkan kinerja pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter saat ini sedang gencar-gencarnya dilakukan. Salah satu upaya ini adalah dengan mengembangkan satu program pendidikan yang dikenal dengan istilah pendidikan budaya dan karakter bangsa.Pendidikan karakter bertujuan agar siswa mampu menjadi orang yang berkarakter mulia. Usaha pengembangan karakter ini harus dilakukan secara bekesinambungan dalam proses pembelajaran. Secara praktisnya, pembentukan dan pengembangna karakter ini bersifat integratif dengan aktivitas belajar yang dilakukan siswa. Oleh sebab itu, untuk mampu mengukur perkembangan karakter siswa diperlukan sebuah alat yang secara otomatis mampu mengukur aktivitas dan sekaligus menunjukkan karakter siswa. Alat itu adalah penilaian otentik.Penilaian otentik merupakan sebuah bentuk penilaian yang mengukur kinerja nyata yang dimiliki siswa. Kinerja yang dimaksud adalah aktivitas dan hasil aktivitas yang diperoleh siswa selama proses pembelajaran. Berdasarkan pemahaman ini penilaian otentik pada prinsipnya mengukur aktivitas yang dilakukan oleh siswa selama proses pembelajaran berlangsung.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Penilaian Otentik, Penilaian Karakter
Penilaian Portopolio Dalam Lingkup Pembelajaran Berbasis Kompetensi Setiamiharja, Realin
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 2: Juli 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i2.2806

Abstract

ABSTRAKPenilaian portofolio merupakan metode penilaian berkesinambungan dengan berbagai kumpulan informasi atau dokumentasi hasil pekerjaan seseorangyang diambil selama proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu dan disimpan pada suatu bendel secara sistematis dan terorganisir.Penilaian ini dianggap sebagian peneliti pendidikan adalah penilaian alternatif di dunia modern dan jauh lebih reliable dan valid daripada penilaian baku.Model portofolio assessment cocok digunakan untuk mata pelajaran yang bersifat menuntut outputpembelajaran siswa dari segi pengetahuan, keterampilan dan sikap. Aspek yang diukur dalam penilaian portofolio adalah tiga domain perkembangan psikologi anak yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.Komponen penilaian portofolio meliputi: (1) catatan guru, (2) hasil pekerjaan peserta didik, dan (3) profil perkembangan peserta didik.Fungsi penilaian portofolio adalah sebagai alat untuk mengetahui kemajuan kompetensi yang telah dicapai peserta didik dan mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik, memberikan umpan balik untuk kepentingan perbaikan dan penyempurnaan KBM.Kata Kunci: Penilaian, Portofolio, Pembelajaran, Kompetensi

Page 1 of 1 | Total Record : 8