cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal AKP
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ISPA DENGAN PERAWATAN ANAK ISPA 1-5 TAHUN DI RUMAH Susilowati, Susilowati; Anggraeni, Niken
Jurnal AKP Vol 3, No 2 (2012): Jurnal AKP - Desember 2012
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute Upper Tract Infection (ISPA) is a respiratory infection that are anatomically differentiated upper respiratory starting from the nose to the alveoli caused by infecting agents that cause respiratory tract inflammation reactions involved. ISPA is one of the commonest causes of death in children in developing countries. Acute Respiratory Tract Infection is caused four of the 15 million estimated deaths in children under the age of five years each him. Home care is very important in the management of children with respiratory tract infections in the majority of children can be cured by treatment with a good home. The purpose of this research is to know the relationship with the mother knowledge about ISPA levels 1-5 years child care at home in the area of PHC Gampengrejo Pustu Plosorejo Kediri in 2010. This research design is cross sectional analytic, samples taken from mothers who have children ages 1-5 years at ARI Pustu Plosorejo 30 people with large samples of respondents with a simple random sampling technique using questionnaire research instruments. From the results of Spearman correlation test showed significance (p) = 0.000 and α = 0.05 then p <α means that Ho refused and H1 accepted, so we can conclude there is a correlation between knowledge of mothers regarding ARI and ARI level of child care at home 1-5 years. To increase the level of child care at home 1-5 years ARI, can be done by providing health education, and for the parents can better explore the information by various media that exist primarily on ARI in children aged 1-5 years.  Keywords: Knowledge, Treatment of ARI children at home
PENGETAHUAN IBU TENTANG TANDA DAN GEJALA MENOPAUSE Khafidhoh, Astika Tafrikul
Jurnal AKP Vol 7, No 2 (2016): Jurnal AKP - Desember 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMenopause adalah keadaan dimana seseorang telah berhenti haid selama satu tahun. Ada beberapa Tanda dan Gejala yaitu keringat di malam hari, perubahan berat badan, perubahan kulit, perubahan fisik, ketidakteraturan siklus haid, rasa panas, kerutan pada vagina, sembelit, gejala sistem perkemihan, perubahan pada mulut, gangguan psikis dan emosi, penurunan libido, penurunan daya ingat, dan mudah tersinggung, insomnia, jantung berdebar, dan perubahan menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang tanda dan gejala menopause di PKK Dusun Jambu Desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasinya adalah semua ibu-ibu PKK dengan jumlah 30 ibu dengan sampel 30 responden diambil dengan teknik total sampling. Variabel penelitian adalah gambaran pengetahuan ibu tentang tanda dan gejala menopause dikumpulkan dengan menggunakan koesioner dengan jumlah 20 pertanyaan. Data yang dihasilkan diolah dan dianalisis secara prosentase. Data disajikan dalam bentuk diagram pie. Dari hasil penelitian didapatkan sebagian besar ibu-ibu PKK memiliki pengetahuan tentang tanda dan gejala menopause dalam kriteria kurang yaitu 14 responden (47%). Agar ibu-ibu PKK memiliki pengetahuan tentang tanda dan gejala menopause maka perlu adanya peningkatan pengetahuan dengan cara memberikan penyuluhan serta informasi yang aktif kepada ibu-ibu atau responden. Kata Kunci : pengetahuan, ibu, menopause.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KECEMASAN KELUARGA PASIEN DALAM MENGHADAPI PERAWATAN DI RUANG ICU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UNIT SWADANA PARE Astutik, Wahyu Sri; Widodo, Yonathan
Jurnal AKP Vol 2, No 1 (2011): Jurnal AKP - Juni 2011
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intensive Care Unit is a health care unit for patients with a reversible, emergency or intermediate health problem. Because of the separate between patient and family, they need psychosocial supports. Family may experience fear and hopeless while they standing beside the patients. The objective of the research was to identify the relationship between the level of formal education and the level of anxiety of the family when they facing health care on intensive care unit of Pare Public Hospital. The research design was cross sectional. Population of the study was all patient’s family who accompanied the patient on ICU RSUD Pare, sampling was choose by researcher according to the judgment of the researcher with sample size 30 respondents. Variable of the study was formal educational level as independent variable; and the level of family anxiety as dependent variable. Research instrument was Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS).Result of the study showed that according to Gamma test, the correlation of both variable was -0,70 by significance level (p) 0,005 less than 0,05, mean that there was significant correlation between both variable. According to the result of study, it’s suggested for health care institution/health care personals to perform health education by clear and true information for the patient and his family
DAMPAK SERING MENONTON TELEVISI PADA ANAK USIA SEKOLAH Ridwan, Achmad; Prasetya, Trihadi
Jurnal AKP Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Akp - Juni 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh media terhadap anak semakin besar, teknologi semakin canggih dan intensitasnya semakin tinggi. Padahal orang tua tidak punya waktu memperhatikan, mendampingi dan mengawasi anak. Anak lebih banyak menghabiskan waktu menonton televisi ketimbang melakukan hal yang lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan pengetahuan dampak sering menonton televisi pada anak usia sekolah.Desain penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif. Populasi sebanyak 217 responden dan sampelnya sebanyak 30 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling.Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa tingkat pengetahuaan Dampak Sering Menonton Televisi Pada Anak Usia Sekolah meliputi 15 responden (50%) mempunyai pengetahuan baik, 9 responden (30%) mempunyai pengetahuan  yang cukup,  6 responden (20%) yang mempunyai pengetahuan kurang dari total 30 responden.Sudah sepatutnya orang tua menyadari hal ini, mengingat betapa besarnya akibat dari menonton televisi yang berlebihan. Setiap orang tua memiliki tanggungjawab untuk selalu mengawasi anaknya dan selalu memperhatikan perkembangannya, oleh sebab itu hal-hal yang sekecil apapun harus bisa diantisipasi oleh setiap orang tua mengenai dampak positif dan negatif yang akan ditimbulkan oleh hal yang bersangkutan. Kata Kunci : Pengetahuan, Menonton Televisi, Anak Usia Sekolah
HUBUNGAN ANAK YANG MENGALAMI SIBLING RIVALRY TERHADAP PERILAKU TOILET TRAINING Susilowati, Susilowati; Masitotul, Ike Tilam
Jurnal AKP Vol 4, No 2 (2013): Jurnal AKP - Desember 2013
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toilet training merupakan hal yang penting pada masa balita. Pada beberapa anak mungkin melakukan toilet training tanpa menemukan adanya masalah, tetapi beberapa anak lainnya akan mengalami kesulitan, menakutkan atau bahkan tidak perlu.Tujuan penelitian ini untuk membuktikan adanya Hubungan Anak yang yengalami Sibling Rivalry terhadap Perilaku Toilet Training di Posyandu Rambutan Dusun Bumirejo Desa Krecek Kecamatan Badas. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dengan sampel yang diambil adalah seluruh anak di Posyandu Rambutan sebanyak 16 anak dengan menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah anak yang mengalami sibling rivalry, sedangkan variabel dependennya adalah perilaku toilet training. Instrumen yang digunakan adalah dengan menggunakan kuesioner.Dari hasil penelitian setelah dilakukan penghitungan menggunakan crosstab/ tabulasi silang didapat hasil sebagian besar responden mengalami sibling rivalry berat dan perilaku toilet trainingnya ketergantungan sebanyak 14 responden (87,5%).Dari hasil uji statistik dengan menggunakan  Spearmen Rho, dengan nilai a = 0,05 didapat hasil signifikan 0,000 (p < 0,05) karena nilai signifikansi < 0,05 yang berarti ada Hubungan yang nyata dan sangat erat.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan adanya hubungan yang signifikan. Oleh karena itu, dibutuhkan pengenalan kasih sayang oleh orang tuanya terhadap saudara kandungnya sejak saudaranya dalam masa kandungan. Pengetahuan yang cukup akan membuat anak lebih mandiri dan mencegah terjadinya sibling rivalry yang membuat perilaku toilet trainingnya terganggu. Kata kunci : Anak, Sibling Rivalry, Toilet Training.
PENGETAHUAN LANSIA TENTANG GOUT (ASAM URAT) Widodo, Erik Wahyu
Jurnal AKP Vol 6, No 2 (2015): Jurnal AKP - Desember 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Masyarakat seringkali memiliki persepsi yang salah tentang penyakit gout (Asam urat). Bilaseseorang menderita nyeri disendi maka dikatakan mengalami gout (Asam urat). gout (Asam urat) adalah salah satu penyakit arthritis yang disebabkan oleh metabolisme abnormal purin yang ditandaidengan meningkatnya kadar asam urat dalam darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuipengetahuan lansia tentang gout (Asam urat). Desain penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasinya adalah lansiadi Posyandu Pendawa Dusun Suren Desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri sebanyak15 responden. Sampel diambil dengan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesionerdengan jumlah 20 soal dan diolah dengan analisa presentase serta disajikan dalam bentuk diagram pie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan tentang gout (asamurat) dengan kreteria kurang 11 responden (73%), kriteria cukup 4 responden (27% ), dan kriteria baik0 responden (0% ), dari total 15 responden. Faktor penyebab pengetahuan tersebut adalah faktor pendidikan, usia, pekerjaan. Semakintinggi pendidikan semakin mudah menyerap pengetahuan baru. pekerjaan juga dapat mempengaruhitingkat pola pikir responden dalam mendapatkan pengetahuan. Secara teknis peningkatan pengetahuandisini dapat dilaksanakan oleh petugas posyandu melalui program penyuluhan yang secara efektif bisamenambah pengetahuan lansia di Posyandu Pendawa Dusun Suren Desa Jambu Kecamatan KayenKidul Kabupaten Kediri.Kata Kunci : pengetahuan, lansia, asam urat
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU DALAM PERAWATAN GIGI ANAK USIA PRA SEKOLAH Nugroho, Christianto
Jurnal AKP Vol 5, No 1 (2014): Jurnal AKP - Juni 2014
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya perawatan gigi pada anak menyebabkan tidak sedikit anak mengalami pertumbuhan gigi yang tidak sehat (gigis/karies), memasuki usia prasekolah resiko anak mengalami karies cukup tinggi, anak usia 3-5 tahun merupakan anak yang dalam massa pertumbuhan, khususnya dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut oleh karena itu anak sangat membutuhkan pengawasan orang tua terutama seorang ibu, sikap ibu dalam memberikan perawatan gigi anak sangat penting untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut anak, karena pada usia tersebut anak belum dapat menjaga kebersihan gigi dan mulut secara mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan dengan sikap ibu dalam perawatan gigi anak usia prasekolah.Desain penelitian yang digunakan adalah dengan cross sectional. Dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden, tehnik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dan alat ukur menggunakan kuesioner dan cheklit. Analisa data dilakukan dengan menggunakan korelasi atau mencari hubungan ke dua variabel.Hasil penelitian didapat sebagian besar ibu berpengetahuan kurang yaitu sebanyak 15 responden (37,5%) dan sikap negatif  yaitu sebanyak 22 responden (55%)  Dari hasil Uji Statistik Spearman Correlation didapatkan nilai signifikan (ρ = 0,01 ≤ α = 0,05)  yang berarti H1 diterima, artinya ada hubungan pengetahuan dengan sikap ibu dalam perawatan gigi anak usia prasekolah, dimana hasil korelasi adalah 803 menunjukkan tingkat hubungan yang sangat kuat dan positif.Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan antara pengetahua dengan sikap, dan pengetahuan merupakan faktor penting dalam membentuk sikap seseorang sehingga ibu dengan pengetahuan yang baik maka sikap ibu dalam perawatan gigi anak akan positif. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Ibu.
PENGARUH DAUN ALPUKAT TERHADAP HIPERTENSI Tamsuri, Anas; Windarti, Rofik
Jurnal AKP Vol 3, No 2 (2012): Jurnal AKP - Desember 2012
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is a condition which the level of blood pressure is exceed than 140/90 mm Hg, which can be confirmed on different occasions. Hypertension may occur caused by heredity, gender, age, obesity, lack of exercise behavior of smoking, alcohol consumption, salt intake and stress berlabih. Impact of hypertension is that a may cause kidney disease, heart disease and death. The objective of study is to determine the benefits of avocado leaves to hypertension. The research method used was experimental studies with a saturated sampling technique. The a population eight person with hypertension aged 40-60 years who are not currently undergoing treatment at the hamlet village Sumbergambi Sonorejo Grogol Kediri Subdistrict. Data was collected using observation sheets. Data analysis was done by calculating the mean, median, mode and standard deviation manually. From the research results showed that most respondents experienced a decrease from the which the average of blood pressure in pretest was 162,5/98,12 and been 141,2/92,12 after administering of avocado leaves. Median blood pressure decreased from 160/100 been 140/90; and the mode of blood pressure was decreased from 160/100 been 140/90.  From the description above we can conclude that there is a decrease in blood pressure respondents provided stew avocado leaves two times within a period of seven consecutive days. Means avocado leaf can lower blood pressure in hypertensive patients. 
PENGARUH FREKUENSI KEHADIRAN SENAM LANSIA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI Sumirat, Widhi; Widjayanik, Ike
Jurnal AKP Vol 7, No 2 (2016): Jurnal AKP - Desember 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi medis saat seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal. Untuk menurunkan tekanan darah diperlukan keteraturan mengikuti kegiatan senam lansia sebagai penurun tekanan darah. Tetapi masih banyak masyarakat penderita hipertensi belum melakukan senam lansia secara teratur dalam kehidupan sehari-harinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh frekuensi kehadiran senam lansia terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Prospektif Design. Populasi seluruh lansia yang menderita hipertensi di Klub Senam Lansia Desa Banyuanyar Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri sebanyak 25 responden, sampel 25 responden diambil dengan Total sampling. Analisa data dilakukan dengan proses editing, coding, tabulating dan analisis statistik deskriptif. Dari hasil penelitian menunjukkan kecenderungan bahwa ada pengaruh frekuensi kehadiran senam lansia terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Klub Senam Lansia Desa Banyuanyar Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Keteraturan lansia dalam mengikuti kegiatan senam lansia menyebabkan peredaran darah menjadi lancar, sehingga mencegah penggumpalan darah pada pembuluh darah akibatnya terjadi penurunan tekanan darah pada lanisa penderita hipertensi. Maka dari itu lansia disarankan untuk lebih teratur mengikuti kegiatan senam lansia dan menambah wawasan tentang manfaat senam lansia dengan membaca buku dan mengikuti seminar. Kata Kunci : Hipertensi, Frekuensi Kehadiran Senam Lansia
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG OSTEOPOROSIS DENGAN PENCEGAHANOSTEOPOROSISPADA LANJUT USIA DI DUSUN PUHREJO DESA TULUNGREJO KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI Mubaidah, Siti; Hareni, Risti Dwi
Jurnal AKP Vol 1, No 2 (2010): Jurnal AKP - Desember 2010
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoporosis is a chronic disease and attact especially for elderly. Because of the impact of itsdisease, people which affect by this problem may suffer for whole of his or herl life. To avoid from thisdisease, people should perform health life style to prevent or to cure this problem getting worse. Theobjective of this research was to infestigate are there any relationship between the knowledge of the elderlyto their behavior in prevent the osteoporosis at Puhrejo hamlet, Tulungrejo village Pare Subdistrict Kediri.The research design was analytic by crossectional approach. The population of the study was allelderly in Puhrejo Tulungrejo village Pare Subdistrict Kediri Region as many as 39 elderly.The sampleswastaken by simple random sampling and the data collection held by questioner. Then data analyzedwithdescriptive statistic and followed by Contingency coefficient test as inferential statistics.Result of the study was : the level of knowledgeof respondents on osteoporosis are 27 respondent(77,1%) was good, 6 respondent (17,1%) were fair and only 3 persons (5,7%) were poor While thepreventive behavior of the respondents were: 25 (71,4%) perform preventive behavior and the others did notperform preventive behavior. According to Coefficient contingency test to figure the relationship betweenknowledge and osteoporosis prevention-behavior of elderly, the significance value was (2-tailed)0,006<0,005 (α), meant that there was a significant relationship between both variables.Following the result of the study, it’s important to increase the knowledge of elderly to prevent theincidence of osteoporosis by performing osteoporosis preventive behavior.

Page 8 of 16 | Total Record : 155