cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal AKP
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEKAMBUHAN GASTRITIS Kurniyawan, Candra Bagus; Kosasih, Ikhwan
Jurnal AKP Vol 6, No 2 (2015): Jurnal AKP - Desember 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang mengganggu saluran pencernaan yangpaling sering terjadi.Kebanyakan gastritis disebakan pola makan yang salah,menu makanan yang tidakberfariasi,tidak seimbang,stres dan kurang menjaga kebersihan dan minum obat yangsembrangan.Gastritis bisa menyebabkan kematian apabila terjadinya komplikasi pada alat pencernaanyang lain. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui Gambaran faktor-faktor yang mengpengaruikekambuhan gastritis di UPTD puskesmas Plosoklaten Kab.Kediri Tahun 2014. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif.Variabel penelitan ini yaitu gambran faktorfaktoryang mempengaruhi kekambuhan gastritis dengan instrumkent penelitian kuisioner .Populasiberjumlah 55 orang dengan sampel 28 responden. Pengambilan sampel dengan teknik aksidentalsampling. Pengolahan data dalam penelitian ini meliputi Editing,Coding,Skoring,Tabulating dengandiagram batang. Dari hasil penelitian ini faktor stres 78,57% ,faktor makanan 63,39%,faktor obat 53,57% .sehingga disimpulakan faktor paling banyak penyebab kekambuahan gastritis adalah faktor stresdikarenakan. Stres psikologi akan meningkatkan akitifitas saraf simpatik yang dapat merangsangpeningkatan produksi asam lambung. Peningakatan HCL ini dirangsang oleh mediator kimia yangdikeluarkan oleh neuron simpatik seperti epinefin sehingga gastritis bisa kambuh. Untuk mengurangi angka kekambuhan gastritis yang disebabkan faktor makanan,faktor obatdan faktor stres. Peran serta perawat untuk melakukan program salah satu mencegah kekambuhan padagastritis,melalui program yang sudah dilakukan promosi kesehatan yaitu dengan penyuluhan ataupemberian pendidikan kesahatan tentang penyakit gastritis dimasyarakat.Kata Kunci : Faktor, Kekambuhan, Gastritis
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) VARITAS NTT TERHADAP SEKRESI IL-6, TNFΑ DAN AKTIVITAS NF-KB PADA SEL HEPAR TIKUS GALUR WISTAR KURANG ENERGI PROTEIN Susilowati, Susilowati
Jurnal AKP Vol 5, No 1 (2014): Jurnal AKP - Juni 2014
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurang energi dan protein (KEP) masih menjadi masalah di Indonesia dimana penduduk yang mengalami malnutrisi tahun 2006 masih 28% (Susenas, 2006) dan Indonesia berkomitmen mengurangi hingga mencapai 18% pada tahun 2015 (Wiwan 2008). Berbagai penelitian telah dilakukan tentang KEP dan tentang kelor (moringa olievera ) yaitu antara lain Golden dan Ramdath (1997) menyatakan pada kwashiorkor terjadi ketidakseimbangan antara radikal bebas dan enzim antioksidan, dimana produksi enzim antioksidan rendah sedangkan radikal bebas meningkat dan terjadi stres oksidatif. Penelitian Dulger et al 2002 melaporkan bahwa pada KEP terjadi stres oksidatif dan meningkatkan respon inflamasi yaitu terjadi peningkatkan antara lain Interleukin (IL) 6 dan Tumor Necrosis Faktor (TNF)α.Dan Liver sebagai pusat metabolisme pada keadaan KEP peka terhadap stres oksidatif dan akan mensekresi sitokin proinflamasi terutama oleh sel kupffer.Desain  penelitian menggunakan true eksperiment in vivo dengan  posttest only control graup desaign yaitu menguji sejauh mana perbedaan antara sampel grup kontrol negatif, kontrol positif dan sampel perlakuan.Hewan coba menggunakan tikus putih jantan rattus Norvergicus Strain Wistar berusia 2-3 bulan, berat badan 150-200gr. Sampel penelitian ini masing-masing kelompok berjumlah 4 dipilih secara simple random sampling meliputi  tikus  kontrol negatif yaitu tikus diberi diet normalselama 3bulan dan tikus dengan diet non protein selama 3 bulan sebagai  kontrol negatif  serta  P1, P2, P3 dan P4 merupakan kelompok perlakuan masing-masing diberikan diet non protein selama 2 bulan dan diet normal ditambah tepung daun kelor dengan dosis masing-masing 180,360,720, dan 1.440 mg/hari. Pengukuran IL-6,  TNFα dan NF-kB pada sel hepar dengan pemeriksaan imunohistokia dan hasil dilakukan analisa statistik One Way ANOVA.Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh tepung daun kelor terhadap penurunan  sekresi IL-6 secara signifikan  sedang pada penurunan TNFα, dan aktivitas NF-kB tdak signifikan. Penurunan IL 6 sesuai dengan penurunan sel kupffer dimana sekresi utama IL-6 adalah sel kuppfer dan tepung daun kelor yang tinggi protein dan kandungan quersetinnya mampu memperbaiki keadaan glukoneogenesis dan peningkatan peroksida sehigga terjadi penurunan sitokin proinflamasi IL-6.Pengaruh tepung daun kelor varitas NTT terhadap  IL-6  pada tikus KEP mengalami penurunan yang siqnifikan  Sedang pengaruh tepung daun kelor varitas NTT terhadap TNF dan NF-kB tikus KEP penurunannya tidak siqnifikanten. Dengan demikian penentuan dosis optimal pada penelitian ini belum dapat ditentukan karena penurunan yang siqnifikan hanya pada IL-6 saja.  Saran untuk penelitian selanjutnya dilakukan langsung pada sel kupffer. Kata kunci : sel hepar, tepung daun kelor, sekresi IL-6, TNFα, dan aktivitas NF-kB
HUBUNGAN KEAKTIFAN IBU DALAM KEGIATAN POSYANDU DENGAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA sumirat, widhi
Jurnal AKP Vol 3, No 2 (2012): Jurnal AKP - Desember 2012
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IHC is a form of community participation in health sector which is managed by a cadre with the object of the whole community Liveliness of families, especially mothers would have an effect on child health status of children under five. In societies still got an active mother to the neighborhood health center and who is not active, the mother of an active and inactive obtained status and growth and development of children under five are normal and there is also abnormal.The research design used in this study is correlational with the case control approach. The population was all mothers in posyandu, the sample was mothers who came to the neighborhood health center during the study and inclusion criteria with a total 22 peopleThe data analysis was done by connecting the activeness of the mother in a neighborhood health center activities with growth and development of young children, analyzed in a descriptive analysis.             Results showed that mothers who are active to posyandu 18 respondents (81.8%) while the inactive have four respondents (18.2%). Status of growth and development of normal infants of mothers who were active 36.3% and that is not normal is 45.5%. While the status of normal growth and development of infants of mothers are not active are 27.2% and that is not normal is 54.6%.           From the results showed no relationship between activeness of mothers with infant growth and development. 
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG POSYANDU LANSIA DENGAN MOTIVASI BERKUNJUNG KE POSYANDU LANSIA Cahyono, Aris Dwi; Safitri, Hera Dwi
Jurnal AKP Vol 7, No 2 (2016): Jurnal AKP - Desember 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kunjungan lansia ke posyandu lansia hanya sedikit. Padahal posyandu lansia bermanfaat untuk memantau kesehatan lansia. Hal ini kemungkinan disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan rendahnya motivasi lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan tentang posyandu lansia dengan motivasi berkunjung ke posyandu lansia. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi adalah seluruh lansia dengan jumlah 39 orang, sampel penelitian menggunakan total sampling dengan jumlah 39 orang, pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur. Uji statistik menggunakan spearman rho’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang posyandu lansia terbanyak adalah kurang yaitu 15 responden (38,5%). Motivasi berkunjung ke posyandu lansia terbanyak adalah rendah yaitu 16 responden (41,0%). Hasil uji spearman rho’s didapatkan hasil α value = 0,000 < 0,05, korelasi sebesar 0,561 artinya ada hubungan positif antara pengetahuan tentang posyandu lansia dengan motivasi berkunjung ke posyandu lansia yaitu semakin kurang pengetahuan lansia maka semakin rendah pula motivasi berkunjung ke posyandu lansia. Dari hasil menunjukkan bahwa pengetahuan sangat penting untuk meningkatkan motivasi berkunjung ke posyandu lansia. Maka bagi tenaga kesehatan perlu mengadakan penyuluhan tentang posyandu lansia sehingga akan meningkatkan pengetahuan lansia dan motivasi berkunjung ke posyandu lansia. Kata Kunci : Pengetahuan, Posyandu Lansia, Motivasi Berkunjung.
HUBUNGANPENGETAHUAN IBU TENTANG NUTRISI DENGAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA (Di Posyandu Mawar Dusun Kempleng Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri Tahun 2009) Martiningsih, Martiningsih; Linawati, Wening Desy
Jurnal AKP Vol 1, No 2 (2010): Jurnal AKP - Desember 2010
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Important period in growth and development is under five period food or nutrition have important actor ingrowth and development of under five, that nutrition of under five is different with adult people. To fulfillnutrition of under five needs education is status or mother’s knowledge that becomesone of factor of growthand development under five. If the nutrition of underfive is not or less completed, process of growth anddevelopment can be impeded. It becomes the background of this research by the title the connection betweenmother’s know;edge about nutrition and development of under five. (in Posyandu Mawar KemplenghamletPurwoasri subdistric Kediri region). This research intends to know the connection between mother’sknowledge about nutrition and growth and development of inder five. This research design uses analyticcorrelation. Mother’s knowledge about nutrition of underfive becomes free variable. Growth anddevelopment of underfive become suspended sub variable. Population in this research were57 mothers withunderfive in Posyandu Mawar Kempleng orchard. The sampling technique is simple random sampling. It isgot from Gamma correlation for growth of underfive, p value = 0,00 under= 0,05 or p value = 0,000 <= 0,05 and for development of underfive. P value = 0,001<= 0,05 it means that H2 received. So thereis connection between mother’s knowledge about nutrition and and growth development of under five. InPosyandu Mawar Kemplenghamlet.Mother’s knowledge about nutrition of underfive can influence growth and development of underfive so thatgrowth and development aren’t suspended
PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG INFORMED CONSENT PADA PASIEN YANG AKAN DI PASANG INFUS Yektiningsih, Erwin; Puspita, Perdhana Petronila
Jurnal AKP Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Akp - Juni 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informed Consent adalah atas persetujuan yang diberikan pasien atau keluarga atas dasar penjelasan mengenai tindakan medis yang dilakukan terhadap pasien tersebut, artinya hak yang dimiliki oleh setiap pasien untuk memberikan persetujuan atau menolak untuk menjalani prosedur tindakan medik yang dilakukan secara professional dan didasarkan atas informasi yang diberikan oleh dokter atau perawatPemasangan infus harus diberikan informed consent terlebih dahulu sebelum dipasang infus hal ini untuk mencegah terjadinya komplain atau tuntutan setelah dilakukan pemasangan infus. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui gambaran pengetahuan perawat tentang informed consent pada pasien yang akan dipasang infus diruang seruni RSUD Pare Kabupaten Kediri Tahun 2011.Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasinya Semua Perawat yang bertugas di Ruang Seruni RSUD Pare sebanyak 13 responden dengan sampel 13 responden dengan menggunakan teknik sampling quota  sampling. Pengumpulan data pengetahuan menggunakan kuesioner. Analisa data dengan menggunakan uji deskriptif.Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan tentang informed consent didapatkan hasil sebanyak 6 (46,15%) responden dalam kategori baik, 3 (23,08%) responden yang memiliki pengetahuan dalam kategori cukup, 4 (30,77%) responden yang memiliki pengetahuan dalam kategori kurang.Mengingat pentingnya pengetahuan  perawat tentang informed consent pada pasien yang akan dipasang infus maka sebagai solusinya perawat harus diberikan pengarahan tentang informed consent minimal 1 bulan sekali selain itu juga saling mengingatkan antara teman sejawat tentang informed consent dalam setiap tindakan medis. Kata Kunci : Pengetahuan Perawat, Informed Consent, Pasang Infus
PENGARUH DEMONSTRASI PIJAT BAYI TERHADAP MINAT IBU UNTUKMELAKUKAN PIJAT BAYI SECARA MANDIRI Nugroho, Christianto
Jurnal AKP Vol 4, No 1 (2013): Jurnal AKP - Juni 2013
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Massage is the art of infant health care and treatment which is known from the beginning man was created in the world and has been practiced since centuries ago hereditary years by traditional birth attendants. There are still many women who do not know about infant massage, especially the benefits and how to massage baby the right that can be done independently by mothers due to lack of interest. Enthusiasm is the initial impetus that affect attitudes and behavior of mothers in infant massage independently. To increase interest in the mother can be done with counseling by using the method of demonstration. The purpose of this study was to determine the influence of infant massage demonstration against the interest the mother to perform infant massage on their own. Design research is experimental quassy. The population studied were all mothers who had infants aged 0-12 months in the Village posyandu Kencong Surround Kediri subdistrict number of 39 respondents with engineering use samplig random sample of 35 respondents obtained. Data collection using koesioner in interest before and after the demonstration. The results of data collection were analyzed by Wilcoxon matched pairs test.Based on the results of research conducted it appears that an increase in the number of respondents who have high interest. Statistical test results with values obtained using Wilcoxon Test Z=-4,426 and p-value = 0.00 is less than α = 0.05, so that H0 rejected and H1 accepted. This indicates there is a demonstration effect on infant massage to the interest Mother Infant Massage To Perform Self In Posyandu Village District Kencong Surround Kediri Year 2011. Based on the research for the health institutions are expected gets to increase effort any other besides counselling to increase mother  does to massage independent massage baby  Keywords: Demonstration, Infant Massage, Interest.
PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK STIMULASI PERSEPSI TERHADAP GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA (Study Quasy Experiment Di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Lanjut Usia Jombang di Kediri Tahun 2010) Yektiningsih, Erwin
Jurnal AKP Vol 2, No 2 (2011): Jurnal AKP - Desember 2011
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impaired cognitive function is a major mental health problems and confusion in the elderly, which of course has consequences for all daily activities. Impaired cognitive function can be assessed by the Mini Mental State Examination and one of therapies to maintain cognitive function is the Activity Group Therapy: Perception Stimulation, although it must be balanced with the fulfillment of nutritional and environmental orientation. This research uses quasi experiment design with pre and post test design. The population was 90 elderly, and 14 elderly was been the sample which choose with simple random sampling technique, the instrument used to cognitive function is The Mini Mental State Examination by the number of 30 questions to interview technique and observation while The Activity Therapy of Perceptive Stimulation Group is as many as 3 sessions with observation checklist technique. To know The Influence of Activity Therapy of Perceptive Stimulation Group to upset of cognitive function of the advanced ages, it uses Willcoxon statistic test and SPSS 11 For Windows. As the research result of Pre Test Mini Mental State Examination of 42,9 %, some do not undergo cognitive function but some do in middle, and 14,3 % undergo heavy cognitive function. The result of Activity Therapy of Perceptive Stimulation Group, 50 % has evaluation result with enough criteria, while 14,3% has evaluation result with criteria less. And The Post Test of Mental State Examination, 57,1 % do not undergo cognitive function upset, while 42,9% undergo middle cognitive function upset. Willcoxon statistic test has found the result that (ρ= 0,017) > (α=0,05). It means that H0 is refused and H1 is accepted. Automatically, The Influence of Activity Therapy of Perceptive Stimulation Group To Upset of Cognitive Function of The Advanced Ages in Team Work Unit of Social Service Technique Advanced Ages in Jombang in Kediri on 2010 has totally been found. If this therapy goes on routinely and maximally, it will defend the cognitive function of the advanced ages. The roles of the nurse in this therapy are as the leader, co-leader, facilitator, and observer.
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI DENGAN TINGKAT KONSENTRASI BELAJAR PADA ANAK Tamsuri, Anas; Ajeng, Galih
Jurnal AKP Vol 3, No 1 (2012): Jurnal AKP - Juni 2012
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Concentration means the condition of someone who can focus the mind to onething. The ability to concentrate will affect the speed in capturing the materials we need. A student who have good ability to concentrate will easier to capture the material he was supposed to absorb. The purpose of this study is to determine the relationship between the breakfast habits and the level of concentration, in learning of children.Research design in this study was analytic crossectional. The population is all students in grade IV, V, VI. Its population in SDN Sukosari II was 76 children. Samples are most students in grade IV, V, VI in SDN Sukosari II amount to 64 children by using simple random sampling technique. Collection data for breakfast habits and the concentration level for learning in of student use questionnaires, then analyzed using cross tabulations and the correlation test used Spearman correlations. Results of research is obtained the better of breakfast habits, the better the level of concentration in children learning. From the research results from 64 respondents, only 9 children (14.1%) in the habit of breakfast is good category. And of those 8 of  9 children came in good categories and one child came in qiite categories. And it is  proven, indicates that there is relation of  the breakfast habits with the level of concentration in children learn. It can be concluded that breakfast habits affect the concentration level in children study. So, get children to have breakfast before going to school is very important. Because breakfast can improve concentration childrens learning. 
PENGARUH REMINISCENCE THERAPHY TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA LANJUT USIA (LITERATURE REVIEW) Firdausi, Nugrahaeni
Jurnal AKP Vol 7, No 1 (2016): Jurnal AKP - JUNI 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerubahan psikologis pada lanjut usia dianggap memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan pada usia muda, akibatnya penyesuaian pribadi dan sosial pada lansia menjadi jauh lebih sulit. Untukmencegah atau mengurangi beban dari masalah-masalah tersebut salah satu cara yang dapat dilakukanoleh para lanjut usia adalah dengan berusaha mencapai kesejahteraan psikologis (Psychological WellBeing). Psichological Well Being adalah kebahagiaan yang merupakan hasil kesejahteraan psikologisdan merupakan tujuan tertinggi yang ingin dicapai manusia Keinginan untuk memperbaiki keadaanhidup akan membuat Psychological Well Being meningkat, sedangkan perasaan pasrah terhadapkeadaan akan membuat Psychological Well Being menjadi rendah, sehingga akan mengakibatkankondisi mental negatif misalnya ketidakpuasan hidup, kecemasan, kesepian dan sebagainya. Tujuandari studi ini untuk melakukan review pada beberapa literatur yang mengukur keefektifanReminiscence Theraphy dalam meningkatkan Psychological Well Being pada lanjut usia. Pencarian artikel dalam bahasa inggris yang relevan dengan topik dilakukan secara elektronikdengan menggunakan beberapa database, antara lain database Sage, Proquest, Google Scholar, EBSCOdibatasi dari tahun 2004 hingga 2014. Melalui keyword sesuai topik kemudian di review sesuai kriteriainklusi didapatkan didapatkan 4 artikel yang sesuai. Keefektifan Reminiscence Therapy pada lanjut usia merupakan terapi yang paling efektif danefisien untuk meningkatkan Psychological Well Being. Hasil literature review menunjukkanReminiscence Therapy berpengaruh signifikan terhadap Psychological Well Being pada lanjut usia, dandengan follow up beberapa bulan setelah intervensi adalah hasil yang paling efektif karenamenunjukkan gambaran efek jangka panjang dari intervensi. Psychological Well Being dinilai enam dimensi secara keseluruhan, Reminiscence Therapy dengan follow up beberapa bulan setelah intervensi adalah hasil yang paling efektif karenamenunjukkan gambaran efek jangka panjang dari intervensi. Signifikansi hasil pada kelompokperlakuan diperoleh dari penelitian ini dengan p< 0.001. Penerapan Reminiscence Therapy terhadap Psychological Well Being pada lanjut usiamenunjukkan pengaruh yang signifikan, tetapi belum adanya pengukuran tiap dimensi PsychologicalWell Being yang berbeda dan tidak adanya sesi/intesitas waktu dalam pelaksanaan ReminiscenceTherapy dapat menjadi dasar penelitian berikutnya. Penerapan Reminiscence Theraphy pada lanjut usiatanpa gejala mental negatif dan dengan lokasi yang lebih luas, tidak hanya pada suatu lembaga sajajuga disarankan sebagai pertimbangan hasil intervensi

Page 6 of 16 | Total Record : 155