cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. melawi,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek)
ISSN : 22528148     EISSN : 25794604     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2016)" : 12 Documents clear
PENGARUH LATIHAN DIAFRAGMA TERHADAP PENINGKATAN KAPASITAS VITAL PARU SISWA DITINJAU DARI BERAT BADAN (Studi Eksperimen Latihan Diafragma dengan Push Up dan Sit Up pada Siswa Putri Kelas XI Semester 1 SMK Negeri 1 Jatiroto Kabupaten Wonogiri) Anggorowati, Kurnia Dyah
Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.371 KB)

Abstract

Abstract: The study aims (1) to know the difference of influence betweendiaphragm exercises with push up and sit up to increase vital capacity ofstudents lung, (2) to know the difference of normal ideal weight (+) andnormal ideal weight (-) to increase vital capacity of students lung, and (3) toknow the effect of interaction between diaphragm exercises with push ups,sit ups and body weight to increase vital capacity of students lung. Theresearch was conducted at SMK Negeri 1 Jatiroto, Wonogiri. The methodused in this study is an experimental method with 2x2 factorial design, withthe subject of female students of SMK Negeri 1 Jatiroto. Data were obtainedthrough tests and measurements of vital capacity of the lung with spirometerand weight with stadiometer. The results showed that (1) The effect ofdiaphragm exercises with sit ups is better than diaphragm exercises withpush ups. (2) Increased vital capacity of lung in students who have normalweight (+) is better than students who have normal weight (-). (3) There isan interaction between diaphragmatic exercise and body weight to increasevital pulmonary capacity. Students who have normal weight (+) are moresuitable if given diaphragm exercises with sit ups. Students who havenormal weight (-) are more suitable if given diaphragm exercises with pushups.Keywords: diaphragm, vital capacity of the lungs, weightAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui perbedaanpengaruh antara latihan diafragma dengan push up dan sit up terhadappeningkatan kapasitas vital paru siswa, (2) mengetahui perbedaan pengaruhberat badan ideal normal (+) dan berat badan ideal normal (-) terhadappeningkatan kapasitas vital paru siswa, dan (3) mengetahui pengaruhinteraksi antara latihan diafragma dengan push up, sit up dan berat badanterhadap peningkatan kapasitas vital paru siswa. Penelitian dilaksanakan diSMK Negeri 1 Jatiroto, Wonogiri. Metode yang digunakan dalam penelitianini adalah metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2, dengansubjek penelitian siswa putri SMK Negeri 1 Jatiroto. Data diperoleh melaluites dan pengukuran terhadap kapasitas vital paru dengan spirometer danberat badan dengan stadiometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)Pengaruh latihan diafragma dengan sit up lebih baik dari pada latihandiafragma dengan push up. (2) Peningkatan kapasitas vital paru pada siswayang memiliki berat badan normal (+) lebih baik dari pada siswa yangmemiliki berat badan normal (-). (3) Terdapat interaksi antara latihandiafragma dan berat badan terhadap peningkatan kapasitas vital paru. Siswayang memiliki berat badan normal (+) lebih cocok jika diberikan latihandiafragma dengan sit up. Siswa yang memiliki berat badan normal (-) lebihcocok jika diberikan latihan diafragma dengan push up.Kata Kunci :diafragma, kapasitas vital paru, berat badan
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN ATLETIK DENGAN PENDEKATAN PERMAINAN BERBASIS BUDAYA LOKAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS V SEMESTER 1 Siskariyanti, Siskariyanti
Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.018 KB)

Abstract

Abstract: The aim of this research was to develop athletic learning model with local culture-based approach at elementary school class V semester 1 78,33% student of athletic lesson do not use learning with game. Percentage 78.00%. From the aspect of the game equipment is recommended to use equipment that is comfortable and safe to use. Learning Expert obtained percentage of 70,00% so that Model of athletic Learning with game approach is in the form of learning model can be used as learning media Run and Jump with good criteria.Keywords: model learning, athletic, game, local culture. Abtrak: Tujuan Penelitian ini untuk mengembangkan model pembelajaran atletik dengan pendekatan permaianan yang berbasis budaya local pada Sekolah Dasar kelas V semester 1 78,33 % siswa pelajaran atletik tidak menggunakan pembelajaran dengan permainan. peresentase 78,00 %. Dari aspek peralatan permainan disarankan agar menggunakan peralatan yang nyaman dan aman untuk digunakan. Ahli pembelajaran diperoleh perentase 70,00 % sehingga Model Pembelajaran atletik dengan pendekatan permainan adalah berupa Model pembelajran dapat digunakan sebagai media pembelajaran Lari dan Lompat dengan criteria baik.Kata kunci: Model pembelajaran,atletik, permainan, budayalokal.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA TAMAN KANAK-KANAK Suyatmin, Suyatmin
Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.47 KB)

Abstract

Abstract: This research aims to produce a module for the learning of clean and healthy life behaviors that kindergarten teachers can use in health learning and as an additional reference of clean and healthy life behaviors. This study was a research and development conducted in 10 steps by adapting educationalresearch and development according to Gall, Gall, & Borg’s model.This was a research and development study employing the steps of: (1) potentials and problems, (2) data collection, (3) product design, (4) design validation, (5) product revision, (6) product tryout, (7) product revision, (8) product tryout, (9) product revision, and (10) mass production. The result of the study is a module for the learning of clean and healthy life behaviors for Group B of the kindergarten.Keywords: development, clean and healthy life behaviors, kindergarten students Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat digunakan guru TK dalam pembelajaran kesehatan.Modul pembelajaran yang dikembangkan diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan referensi guru TK tentang pembelajaran perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian ini melalui 10 tahapan dengan mengadaptasi penelitian dan pengembangan pendidikan model Borg & Gall. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan sebagai berikut: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi produk, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba produk, (9) revisi produk, (10) produksi masal. Hasil penelitian berupa modul pembelajaran perilaku hidup bersih dan sehat pada TK kelompok B.Kata Kunci: pengembangan, perilaku hidup bersih dan sehat, siswa TK
PENGEMBANGAN PERMAINAN TIBOY UNTUK PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN Qomara, Dwi
Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.664 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to 1) produce a learning model penjasorkes with Tiboy game activity in accordance with the characteristics of learners in elementary school, 2) determine the effectiveness of the model Tiboy in increasing motor activity in the learning process penjasorkes in SD, 3) determine acceptability Tiboy game activity models that can penjasorkes used for learning in primary. The research method used is a development method according to Borg and Gall opinion. Data collection techniques used are product feasibility, effectiveness and acceptability of products products. The subjects were students of class V Beduai SD N 01, N 02 Beduai SD, SD N 05 Muara use values and SD N 06 Pemodis. The results showed: 1) generate forms Tiboy game with motion base material for 5 th grade, 2) research effectively as pulse counting results with the t-test showed that the p = 0.000 <0.05, and the pulse rate increased by 73 , 57%, 3) acceptability of the three aspects in both the categories of the psychomotor aspects of the 60 students, 80% in both categories, the categories were 20%, 0% and less category, cognitive aspects of 60 students, in either category 93.33% , the category was 6.67%, and 0% less category, affective aspects of the 60 students, 85% in both categories, the category was 15%, and 0% less category.Key word: development, tiboy game, elementary school Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghasilkan model pembelajaran penjasorkes dengan aktivitas permainan Tiboy yang sesuai dengan karakteristik peserta didik di SD, 2) mengetahui keefektifan model Tiboy dalam meningkatkan aktivitas gerak dalam proses pembelajaran penjasorkes di SD, 3) mengetahui keterterimaan model aktivitas permainan Tiboy yang dapat digunakan untuk pembelajaran penjasorkes di SD. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan  menurut pendapat Borg dan Gall. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kelayakan produk, keefektifan produk dan keterterimaan produk. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 01 Beduai, SD N 02 Beduai, SD N 05 Muara ilai dan SD N 06 Pemodis. Hasil penelitian menunjukkan: 1) menghasilkan bentuk permainan Tiboy dengan materi gerak dasar untuk kelas 5 SD, 2) hasil penelitian efektif karena  hasil penghitungan denyut nadi dengan uji-t menunjukkan bahwa p = 0,000 < 0,05, dan denyut nadi mengalami peningkatan sebesar 73,57%, 3) keterterimaan dari tiga aspek dalam katagori baik yaitu aspek psikomotorik dari 60 siswa, dalam kategori baik 80%, kategori sedang 20%, dan kategori kurang 0%, aspek kognitif dari 60 siswa, dalam kategori baik 93,33% , kategori sedang 6,67%, dan kategori kurang 0%, aspek afektif dari 60 siswa, dalam kategori baik 85%, kategori sedang 15%, dan kategori kurang 0%.Kata Kunci: pengembangan, permainan tiboy, sekolah dasar 
PENERAPAN MODEL AKTIVITAS SIRKUIT BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PEMBELAJARAN PENJASKESREK TERHADAP HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI DALAM PERMAINAN BOLA VOLI Sukardi, Sukardi; Suyatmin, Suyatmin
Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1584.55 KB)

Abstract

Abstract: One way to improve study result is by using the right learning model in order to improve students motivation. In general, volleyball games can be played by anyone and anywhere, but it is important to use the right method of learning. The correct method which was applied in solving problems of seventh grade students at Public Middle School 7 Nanga Pinoh was the Circuit Activity Model (MAS) that was also applied in the process of playing volleyball. The purpose to be achieved is to know the study result and student’s motivation in learning volleyball by using the model of circuit activity in learning physical education subject.Keywords: circuit activity model, scientific, learning outcomes, otivation, volleyball Abstrak: Salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar adalah dengan menggunkan model pembelajaran yang tepat sehingga dapat meningkatkan motivasi siswa. Pada umumnya permainan bola voli dapat dimainkan oleh siapa saja dan dimana saya, namun penting menggunkan metode pembelajaran yang tepat, metode yang tepat diterapkan dalam mengatasi masalah pada siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Nanga Pinoh adalah Model Aktivitas Sirkuit (MAS) dalam proses pembelajaran bola voli. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui hasil belajar dan motivasi siswa dalam pembelajaran bola voli dengan menggunakan model aktivitas sirkuit pada pembelajaran penjaskes.Kata Kunci: model aktivitas sirkuit, saintifik, hasil belajar, motivasi, bola voli 
PENGEMBANGAN PERMAINAN BOLA TANGAN GAWANG PANTUL UNTUK PEMBELAJARAN PENJASORKESPENGEMBANGAN PERMAINAN BOLA TANGAN GAWANG PANTUL UNTUK PEMBELAJARAN PENJASORKES Yulita, Yulita
Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.136 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to produce a model of the game of handballgoalkeeper used reflective 1) as an alternative big ball game Penjasorkes inaccordance with the characteristics of primary school children, 2) toimprove the quality of learning Penjasorkes. Development procedure usedhad some steps : 1) Product analyzing for development; 2) developing firstproduct of playing; 3) expert validating; 4) small group test; 5) productrevised; 6) big group test; 7) product revised and result product ofdevelopment. Result of the research was a bound gate handball playingproduct that could used as a penjasorkes learning model, based from bigscale test that showed : 1) for Penjasorkes teachers as responden was 1.000(a thousand). It could conclusioned reliabilitation result for Penjasorkesteachers respon, it said reliabel because “r’ calculated bigger than “r” tablewas 0,997 with signification level 5%. 2) Students responden data as lasingin assessment of taken with cognitif indicator was 76,6%; psikomotorindicator was 71,1%; afektif indicator was 87,1%. ammount increasedlearning pulse was 85,31% . The conclusion that development of bound gatehandball playing model for Penjasorkes learning at Elementary School hadbeen resulted an effective product for increased fitness body students.Key Word: development, bound gate of handball playing, big ballAbstrak: Penelitian ini bertujuan menghasilkan model permainan bolatangan gawang pantul yang digunakan 1) sebagai alternativ permainanbola besar penjasorkes yang sesuai dengan karakteristik anak sekolah dasar,2)dapat meningkatkan kualitas pembelajaran penjasorkes. Prosedurpengembangan yang digunakan meliputi beberapa tahapan: 1)menganalisiproduk yang dikembangkan, 2) mengembangkan produk awal permainan, 3)validasi ahli, 4) uji kelompok kecil, 5) revisi produk, 6) uji kelompok besar,7) revisi produk dan hasil produk pengembangan. Hasil penelitian iniberupa produk permainan bola tangan gawang pantul yang dapat digunakansebagai medel pembelajaran penjasorkes, berdasarkan uji skala besarmenunjukkan: 1) untuk guru Penjasorkes sebagai responden yaitu 1.000Dapat disimpulkan hasil reliabilitas untuk respon guru Penjasorkesdikatakan reliabel karena r hitung lebih besar dari r tabel yaitu 0,997 dengantaraf signifikan 5%. 2) Data responden siswa sebagai penguat dalampenilaian yang diambil dengan indikator kognitif sebesar 76,6%, Indikatorpsikomotor sebesar 71,1%,Indikator afektif sebesar 87,1%, 4) kenaikanjumlah denyut nadi pembelajaran 85,31%. Kesimpulan, bahwapengembangan model permainan bola tangan gawang pantul untukpembelajaran Penjasorkes di SD menghasilkan suatu produk yang efektifuntuk meningkatkan kebugaran jasmani siswa.Kata Kunci: Pengembangan, Permainan bola tangan gawang pantul, bolabesar
PENGEMBANGAN PERMAINAN BOLA TANGAN GAWANG PANTUL UNTUK PEMBELAJARAN PENJASORKESPENGEMBANGAN PERMAINAN BOLA TANGAN GAWANG PANTUL UNTUK PEMBELAJARAN PENJASORKES Yulita Yulita
Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.136 KB) | DOI: 10.46368/jpjkr.v3i2.92

Abstract

Abstract: This study aims to produce a model of the game of handballgoalkeeper used reflective 1) as an alternative big ball game Penjasorkes inaccordance with the characteristics of primary school children, 2) toimprove the quality of learning Penjasorkes. Development procedure usedhad some steps : 1) Product analyzing for development; 2) developing firstproduct of playing; 3) expert validating; 4) small group test; 5) productrevised; 6) big group test; 7) product revised and result product ofdevelopment. Result of the research was a bound gate handball playingproduct that could used as a penjasorkes learning model, based from bigscale test that showed : 1) for Penjasorkes teachers as responden was 1.000(a thousand). It could conclusioned reliabilitation result for Penjasorkesteachers respon, it said reliabel because “r’ calculated bigger than “r” tablewas 0,997 with signification level 5%. 2) Students responden data as lasingin assessment of taken with cognitif indicator was 76,6%; psikomotorindicator was 71,1%; afektif indicator was 87,1%. ammount increasedlearning pulse was 85,31% . The conclusion that development of bound gatehandball playing model for Penjasorkes learning at Elementary School hadbeen resulted an effective product for increased fitness body students.Key Word: development, bound gate of handball playing, big ballAbstrak: Penelitian ini bertujuan menghasilkan model permainan bolatangan gawang pantul yang digunakan 1) sebagai alternativ permainanbola besar penjasorkes yang sesuai dengan karakteristik anak sekolah dasar,2)dapat meningkatkan kualitas pembelajaran penjasorkes. Prosedurpengembangan yang digunakan meliputi beberapa tahapan: 1)menganalisiproduk yang dikembangkan, 2) mengembangkan produk awal permainan, 3)validasi ahli, 4) uji kelompok kecil, 5) revisi produk, 6) uji kelompok besar,7) revisi produk dan hasil produk pengembangan. Hasil penelitian iniberupa produk permainan bola tangan gawang pantul yang dapat digunakansebagai medel pembelajaran penjasorkes, berdasarkan uji skala besarmenunjukkan: 1) untuk guru Penjasorkes sebagai responden yaitu 1.000Dapat disimpulkan hasil reliabilitas untuk respon guru Penjasorkesdikatakan reliabel karena r hitung lebih besar dari r tabel yaitu 0,997 dengantaraf signifikan 5%. 2) Data responden siswa sebagai penguat dalampenilaian yang diambil dengan indikator kognitif sebesar 76,6%, Indikatorpsikomotor sebesar 71,1%,Indikator afektif sebesar 87,1%, 4) kenaikanjumlah denyut nadi pembelajaran 85,31%. Kesimpulan, bahwapengembangan model permainan bola tangan gawang pantul untukpembelajaran Penjasorkes di SD menghasilkan suatu produk yang efektifuntuk meningkatkan kebugaran jasmani siswa.Kata Kunci: Pengembangan, Permainan bola tangan gawang pantul, bolabesar
PENGARUH LATIHAN DIAFRAGMA TERHADAP PENINGKATAN KAPASITAS VITAL PARU SISWA DITINJAU DARI BERAT BADAN (Studi Eksperimen Latihan Diafragma dengan Push Up dan Sit Up pada Siswa Putri Kelas XI Semester 1 SMK Negeri 1 Jatiroto Kabupaten Wonogiri) Kurnia Dyah Anggorowati
Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.371 KB) | DOI: 10.46368/jpjkr.v3i2.93

Abstract

Abstract: The study aims (1) to know the difference of influence betweendiaphragm exercises with push up and sit up to increase vital capacity ofstudents' lung, (2) to know the difference of normal ideal weight (+) andnormal ideal weight (-) to increase vital capacity of students 'lung, and (3) toknow the effect of interaction between diaphragm exercises with push ups,sit ups and body weight to increase vital capacity of students' lung. Theresearch was conducted at SMK Negeri 1 Jatiroto, Wonogiri. The methodused in this study is an experimental method with 2x2 factorial design, withthe subject of female students of SMK Negeri 1 Jatiroto. Data were obtainedthrough tests and measurements of vital capacity of the lung with spirometerand weight with stadiometer. The results showed that (1) The effect ofdiaphragm exercises with sit ups is better than diaphragm exercises withpush ups. (2) Increased vital capacity of lung in students who have normalweight (+) is better than students who have normal weight (-). (3) There isan interaction between diaphragmatic exercise and body weight to increasevital pulmonary capacity. Students who have normal weight (+) are moresuitable if given diaphragm exercises with sit ups. Students who havenormal weight (-) are more suitable if given diaphragm exercises with pushups.Keywords: diaphragm, vital capacity of the lungs, weightAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui perbedaanpengaruh antara latihan diafragma dengan push up dan sit up terhadappeningkatan kapasitas vital paru siswa, (2) mengetahui perbedaan pengaruhberat badan ideal normal (+) dan berat badan ideal normal (-) terhadappeningkatan kapasitas vital paru siswa, dan (3) mengetahui pengaruhinteraksi antara latihan diafragma dengan push up, sit up dan berat badanterhadap peningkatan kapasitas vital paru siswa. Penelitian dilaksanakan diSMK Negeri 1 Jatiroto, Wonogiri. Metode yang digunakan dalam penelitianini adalah metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2, dengansubjek penelitian siswa putri SMK Negeri 1 Jatiroto. Data diperoleh melaluites dan pengukuran terhadap kapasitas vital paru dengan spirometer danberat badan dengan stadiometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)Pengaruh latihan diafragma dengan sit up lebih baik dari pada latihandiafragma dengan push up. (2) Peningkatan kapasitas vital paru pada siswayang memiliki berat badan normal (+) lebih baik dari pada siswa yangmemiliki berat badan normal (-). (3) Terdapat interaksi antara latihandiafragma dan berat badan terhadap peningkatan kapasitas vital paru. Siswayang memiliki berat badan normal (+) lebih cocok jika diberikan latihandiafragma dengan sit up. Siswa yang memiliki berat badan normal (-) lebihcocok jika diberikan latihan diafragma dengan push up.Kata Kunci :diafragma, kapasitas vital paru, berat badan
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN ATLETIK DENGAN PENDEKATAN PERMAINAN BERBASIS BUDAYA LOKAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS V SEMESTER 1 Siskariyanti Siskariyanti
Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.018 KB) | DOI: 10.46368/jpjkr.v3i2.94

Abstract

Abstract: The aim of this research was to develop athletic learning model with local culture-based approach at elementary school class V semester 1 78,33% student of athletic lesson do not use learning with game. Percentage 78.00%. From the aspect of the game equipment is recommended to use equipment that is comfortable and safe to use. Learning Expert obtained percentage of 70,00% so that Model of athletic Learning with game approach is in the form of learning model can be used as learning media Run and Jump with good criteria.Keywords: model learning, athletic, game, local culture. Abtrak: Tujuan Penelitian ini untuk mengembangkan model pembelajaran atletik dengan pendekatan permaianan yang berbasis budaya local pada Sekolah Dasar kelas V semester 1 78,33 % siswa pelajaran atletik tidak menggunakan pembelajaran dengan permainan. peresentase 78,00 %. Dari aspek peralatan permainan disarankan agar menggunakan peralatan yang nyaman dan aman untuk digunakan. Ahli pembelajaran diperoleh perentase 70,00 % sehingga Model Pembelajaran atletik dengan pendekatan permainan adalah berupa Model pembelajran dapat digunakan sebagai media pembelajaran Lari dan Lompat dengan criteria baik.Kata kunci: Model pembelajaran,atletik, permainan, budayalokal.
PENGEMBANGAN PERMAINAN TIBOY UNTUK PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN Dwi Qomara
Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.664 KB) | DOI: 10.46368/jpjkr.v3i2.95

Abstract

Abstract: This study aims to 1) produce a learning model penjasorkes with Tiboy game activity in accordance with the characteristics of learners in elementary school, 2) determine the effectiveness of the model Tiboy in increasing motor activity in the learning process penjasorkes in SD, 3) determine acceptability Tiboy game activity models that can penjasorkes used for learning in primary. The research method used is a development method according to Borg and Gall opinion. Data collection techniques used are product feasibility, effectiveness and acceptability of products products. The subjects were students of class V Beduai SD N 01, N 02 Beduai SD, SD N 05 Muara use values and SD N 06 Pemodis. The results showed: 1) generate forms Tiboy game with motion base material for 5 th grade, 2) research effectively as pulse counting results with the t-test showed that the p = 0.000 0.05, and the pulse rate increased by 73 , 57%, 3) acceptability of the three aspects in both the categories of the psychomotor aspects of the 60 students, 80% in both categories, the categories were 20%, 0% and less category, cognitive aspects of 60 students, in either category 93.33% , the category was 6.67%, and 0% less category, affective aspects of the 60 students, 85% in both categories, the category was 15%, and 0% less category.Key word: development, tiboy game, elementary school Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghasilkan model pembelajaran penjasorkes dengan aktivitas permainan Tiboy yang sesuai dengan karakteristik peserta didik di SD, 2) mengetahui keefektifan model Tiboy dalam meningkatkan aktivitas gerak dalam proses pembelajaran penjasorkes di SD, 3) mengetahui keterterimaan model aktivitas permainan Tiboy yang dapat digunakan untuk pembelajaran penjasorkes di SD. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan  menurut pendapat Borg dan Gall. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kelayakan produk, keefektifan produk dan keterterimaan produk. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 01 Beduai, SD N 02 Beduai, SD N 05 Muara ilai dan SD N 06 Pemodis. Hasil penelitian menunjukkan: 1) menghasilkan bentuk permainan Tiboy dengan materi gerak dasar untuk kelas 5 SD, 2) hasil penelitian efektif karena  hasil penghitungan denyut nadi dengan uji-t menunjukkan bahwa p = 0,000 0,05, dan denyut nadi mengalami peningkatan sebesar 73,57%, 3) keterterimaan dari tiga aspek dalam katagori baik yaitu aspek psikomotorik dari 60 siswa, dalam kategori baik 80%, kategori sedang 20%, dan kategori kurang 0%, aspek kognitif dari 60 siswa, dalam kategori baik 93,33% , kategori sedang 6,67%, dan kategori kurang 0%, aspek afektif dari 60 siswa, dalam kategori baik 85%, kategori sedang 15%, dan kategori kurang 0%.Kata Kunci: pengembangan, permainan tiboy, sekolah dasar 

Page 1 of 2 | Total Record : 12