cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Metal Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
Peningkatan Kualitas Dodos dengan Variasi TemperaturAustenisasi dan Media Quenching Martin Doloksaribu; Eva Afrilinda
Jurnal Metal Indonesia Vol 36, No 1 (2014): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.881 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2014.v36.1-7

Abstract

AbstrakUntuk meningkatkan umur pakai dodos dapat dilakukan dengan proses austenisasi pada temperatur yang tertentu dan kemudian pendinginan cepat (quenching) dengan media yang sesuai.Dilakukan proses perlakuan panas perlakuan panas dengan variasi temperatur pemanasan yaitu 700, 800 dan 900oC dengan waktu penahanan (holding time) adalah 60 menit dan kemudian di-quenching dengan media larutan garam, air dan oli. Nilai kekerasan tertinggi yaitu 701,1 HV didapat pada temperatur austenisasi 900oC dengan media larutan garam dengan struktur yang terbentuk adalah martensit dan perlit.Kata Kunci : dodos, perlakuan panas, media quenching, kekerasan
MODIFIKASI BAGIAN RANGKAIAN PENGUMPUL DAN MEJA POTONG PADA MESIN PEMANEN JAGUNG Sony Harbintoro; Purnawan Nugroho; Martin Doloksaribu
Jurnal Metal Indonesia Vol 39, No 1 (2017): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.728 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2017.v39.10-19

Abstract

Rangkaian pengumpul dan rangkaian meja potong pada mesin pemanen jagung dengan kombinasi (Combine Harvester) dilakukan modifikasi. Modifikasi mengacu kepada kinerja mesin pemanen padi dengan kombinasi pada model CCH 7130 yang digunakan untuk memanen jagung. Mesin pemanen untuk padi tidak dapat langsung digunakan untuk melakukan pemanenan jagung sehingga diperlukan modifikasi dan penyesuaian. Karateristik lahan dan tanaman jagung dipelajari untuk mendapatkan modifikasi yang sesuai pada bagian rangkaian meja pengumpul dan meja potong. Modifikasi diimplementasikan pada sub komponen pengarah yang terdapat pada meja potong. Pada rangkaian pengumpul dilakukan penyesuaian ketinggian serta pengaturan arah kuku pengumpul. Uji coba kinerja pada desain rangkaian pengumpul dan meja potong untuk pemanenan jagung dianalisis. Setelah dilakukan modifikasi terjadi peningkatan produktivitas pemanenan jagung, dimana jumlah jagung yang jatuh ke tanah dari rangkaian pengumpul dapat berkurang. Bahasan ini diharapkan dapat menjadi contoh kasus bagi pengembangan atau modifikasi mesin pemanen padi menjadi mesin pemanen jagung untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pada mekanisasi alat pertanian.Kata kunci : mesin pemanen dengan kombinasi, pemanen jagung, modifikasi desain pengarah, modifikasi pengaturan kuku pengumpul.
PEMBUATAN PADUAN NdFeB UNTUK APLIKASI BAHAN BAKU MAGNET PERMANEN Shinta Virdhian
Jurnal Metal Indonesia Vol 38, No 2 (2016): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.18 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2016.v38.42-47

Abstract

Penggunaan magnet NdFeB menjadi semakin luas seiring dengan makin tingginya kesadaran tentang pemanasan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan proses pembuatan paduan logam tanah jarang yang dapat digunakan sebagai bahan baku magnet permanen serta memperoleh serbuk paduan logam tanah jarang dengan sifat magnetik yang baik. Dalam penelitian ini dilakukan metode casting-powder metalurgi. Proses peleburan dengan menggunakan Argon Arc Melting Furnace dapat menghasilkan ingot yang cukup homogen, hanya saja faktor loss dari logam-logam yang dilebur harus diperhitungkan sehingga komposisi yang didapatkan sesuai dengan yang diinginkan.  Persentase fasa magnetik dari paduan yang dihasilkan sudah mendekati paduan komersial (> 80 %). Proses Annealing dapat meningkatkan jumlah fasa magnetik dalam paduan NdFeB.  Penambahan zircon dalam paduan NdFeB dapat meningkatkan kestabilan fasa Nd2Fe14B sehingga tidak diperlukan proses perlakuan panas untuk meningkatkan sifat magnetik. Sifat magnetik yang masih rendah harus ditingkatkan dengan memperbaiki kondisi operasi (vakum atau gas inert).
Front Cover Vol 36 No 1 2014 Admin Jurnal Metal
Jurnal Metal Indonesia Vol 36, No 1 (2014): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2014.v36.%p

Abstract

Alat Uji Ketahanan Pengunci Dan Ketahanan Tekanan Lock Up Untuk Regulator Tekanan Tinggi Tipe Pengunci Tekan hendri siswanto; Hafid -
Jurnal Metal Indonesia Vol 39, No 2 (2017): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.923 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2017.v39.45-55

Abstract

Abstrak            Perkembangan desain regulator tekanan tinggi untuk tabung baja LPG, menuntut perkembangan alat di bidang pengujian produknya. Ketepatan penentuan alat uji beserta komponen pendukungnya, sangat diperlukan agar hasil pengujian sebuah produk lebih akurat, dan presisi. Penggunaan elektropneumatik sebagai sistem penggeraknya, autocounter, dan autostop jika pengujian selesai, memberikan nilai tambah tersendiri agar pengujian sebuah produk regulator dapat lebih optimal. Hasil dari uji coba alat menunjukan hasil yang cukup bagus, alat dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan standar regulator tekanan tinggi. Waktu total tercepat untuk pengujian ketahanan lock up dengan jumlah siklus 50.000 kali sebesar 58,88 jam. Sedangkan waktu total tercepat untuk pengujian ketahanan pengunci dengan jumlah siklus 5.000 kali sebesar 19,02 jam. Kata Kunci : Alat Uji, Lock Up, Regulator LPG, Ketahanan Pengunci
STUDI AWAL PEMBUATAN FEEDSTOCK METAL INJECTION MOULDING MENGGUNAKAN TORQUE RHEOMETER Eva Afrilinda, ST., MT.; SHINTA VIRDHIAN; MARTIN DOLOKSARIBU
Jurnal Metal Indonesia Vol 39, No 1 (2017): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.762 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2017.v39.33-44

Abstract

AbstrakMeningkatnya kebutuhan masyarakat  akan alat transportasi, telekomunikasi, peralatan kesehatan, dll akan berdampak pada kemampuan industri dalam melakukan produksi secara efektif dan efisien. Metal Injection Moulding (MIM) merupakan solusi teknologi lanjut yang dapat digunakan untuk menghasilkan produk/komponen berukuran kecil, presisi dengan bentuk yang komplek dan dapat diproduksi secara massal. Persiapan Feedstock (bahan baku) berperan sangat penting dalam proses MIM, karena kualitas feedstock akan mempengaruhi kualitas produk akhir.  Feedstock adalah campuran (mixed) antara powder dan binder yang homogen dengan rasio perbandingan tertentu dan memiliki perilaku pseudo-plastik. Pada proses MIM Laju geser yang digunakan selama proses injeksi berkisar antara 100-10000 s-1 dengan viskositas maksimum sebesar 1000 Pa.s. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakterisitik rheologi feedstock melalui nilai laju geser dan viskositasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa feedstock Fe2%Ni dengan binder 79%(PW) + 20%(HDPE) + 1%(SA) dan feedstock Fe2%Ni dengan binder 79%(PW) + 20%(EVA) + 1%(SA) memenuhi syarat rheologi sebagai feedstock Metal Injection Molding..Kata Kunci : Feedstock, binder, mixing 
PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU AGING PADA SINTESIS MAGNET NANO BARIUM HEKSAFERIT (BaFe12O19) TERHADAP STRUKTUR KRISTAL, MORFOLOGI DAN SIFAT MAGNETIK Shinta Virdhian
Jurnal Metal Indonesia Vol 38, No 1 (2016): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2016.v38.1-7

Abstract

Barium heksaferit (BaFe12O19) merupakan material yang dianggap memiliki sifat magnetik baik. Barium heksaferit juga terkenal dengan material magnet permanen kualitas tinggi, hal tersebut disebabkan barium heksaferit memiliki nilai anisotropik yang besar, temperatur Curie tinggi, magnetisasi yang realatif besar, stabilitas kimia yang baik, dan tahan terhadap korosi sehingga barium heksaferit sering digunakan sebagai bahan untuk pembuatan magnet permanen. Dalam penelitian ini telah dilakukan pembuatan magnet nano barium heksaferit menggunakan metode sol gel dengan kitosan sebagai surfaktan diikuti waktu aging dan pemanasan larutan tapioka untuk melihat pengaruhnya terhadap morfologi dan struktur kristal dan pengaruhnya pada sifat magnetik dari magnet nano barium heksaferit. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa peningkatan waktu aging dan pemanasan larutan tapioka pada suhu 450C mengakibatkan peningkatan fasa barium heksaferit dan penurunan ukuran partikel magnet nano barium heksaferit dari 211,8 nm menjadi 192,2 nm untuk waktu aging 2 jam dan 4 jam, sedangkan untuk ukuran partikel magnet nano barium heksaferit tanpa waktu aging adalah 382,5 nm. Hal yang sama juga terlihat pada peningkatan waktu aging dan pemanasan larutan tapioka pada suhu 750C dengan ukuran partikel yang lebih kecil dibandingkan dengan pemanasan larutan tapioka pada suhu 450C. Sedangkan pada hasil karakterisasi sifat magnetik menunjukkan bahwa fasa yang terbentuk dan penurunan ukuran hanya berpengaruh kecil pada perubahan sifat magnetik dari magnet nano barium heksaferit.Kata Kunci: Barium heksaferit, kitosan, metode sol gel, magnet permanen, tapioca
Preface Jurnal Metal Indonesia Vol.39 No.2 Desember 2017 Admin Jurnal Metal
Jurnal Metal Indonesia Vol 39, No 2 (2017): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2017.v39.i-iii

Abstract

Pengendali Otomasi 3-Axis Berbasis PC pada Simulasi Proses Las Puji Hartono; M. Nauval Fauzi
Jurnal Metal Indonesia Vol 36, No 1 (2014): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.991 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2014.v36.8-15

Abstract

Abstrak Proses pengelasan manual memiliki beberapa kekurangan diantaranya adalah hasil yang kurang homogen dan kuantitas hasil yang terbatas. Pada produksi masal yang membutuhkan kualitas dan kuantitas yang baik, terlebih lagi pada produksi yang harus mengejar kapasitas produksi tertentu tetapi terbatas waktunya, Hal tersebut menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini.          Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya tanpa terbatasnya waktu, salah satunya dengan cara melakukan proses otomasi, yakni dengan simulasi pada proses las menggunakan robot 2-axis atau lebih. Dalam penelitian ini, menggunakan metodologi pengendali otomasi 3-axis berbasis PC (Personal Computer) dengan menggunakan robot 3-axis yang dikendalikandengan 3 buah motor stepper, dimana motor stepper tersebut secara hardware dikendalikan oleh driver motor stepper HY-TB3DV-M yang mampu mengendalikan motor sampai 3,5 Ampere. Selain itu, digunakan pula software Mach3 dan EMC2, kedua software tersebut menerima masukan G-Code yang akan diterjemahkan ke dalam robot 3-axis. Hasil penelitian ini bahwa robot 3-axis dapat melakukan gerakan-gerakan seperti yang ada pada proses pengelasan seperti gerakan  zig-zag dan gerakan lainnyasesuai dengan G-Code yang dimasukkan ke software seperti yang terlihat dalam simulasi pada proses las. Kode “G-CODE” dapat melakukan semua gerakan berbasis 3-axis. Pengendali otomasi 3-axis menggunakan software berbasis PC ini sebagai alternatif pengganti kontrol unit yang harganya mahal. Kata Kunci : Pengendali otomasi, Otomasi 3-axis, Simulasi proses las, otomasi berbasis PC
POTENSI BAJA KARBON RENDAH SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU PEMBUATAN DODOS (ALAT PANEN BUAH KELAPA SAWIT ) winda sri jaman
Jurnal Metal Indonesia Vol 39, No 1 (2017): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.795 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2017.v39.27-32

Abstract

ABSTRAK         Dodos merupakan salah satu jenis alat panen tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Permasalahan yang ada sekarang adalah keterbatasan bahan baku pembuatan alat panen TBS kelapa sawit jenis dodos . Dodos di pasaran Indonesia selama ini masih banyak yang dimpor dari luar negeri. Penelitian pembuatan dodos dan bahan baku alternatif untuk pembuatan dodos sangat diperlukan untuk mendukung kebutuhan dalam negeri dan memajukan Indsutri Kecil Menengah (IKM) untuk membuat produk logam yang berkualitas. Metoda pembuatan dodos di Indonesia masih tradisional, dimana parameter proses tidak dapat terkontrol sehingga produk yang dihasikan memiliki kualitas yang berbeda-beda. Akibatnya, sifat mekanis dari produk lokal memiliki kekerasan yang lebih tinggi tetapi keuletanya rendah, mudah patah dan masa pakainyarendah. Untuk mengatasinya diperlukan penelitian mengenai parameter proses, supaya dihasilkan produk dengan sifat mekanis yang optimal. Penelitian ini memilih metoda karburisasi padat untuk perbaikan proses dan kualitas kekerasan produk. Parameter metoda karburisasi padat yang divariasikan adalah temperatur, waktu penahanan,  dan komposisi bahan. Kondisi optimum didapat pada kondisi temperatur 9500C, waktu penahanan 30 menit, komposisi arang 50% dan barium karbonat 50 % yang menghasilkan kekerasan 55,49±3,74  HRC.  Kondisi minimum pada kondisi temperatur 9000C, waktu penahanan 15 menit, komposisi arang batok70% dan barium karbonat 50 % didapatkan kekerasan 42,63 HRC ±5,29. Kata kunci : Dodos, Karburisasi Padat,Pengerasan Permukaan

Page 2 of 17 | Total Record : 163