cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Filsafat
ISSN : 08531870     EISSN : 25286811     DOI : -
Jurnal Filsafat is a scientific journal that first published in 1990, as a forum for scientific communication, development of thinking and research in philosophy. Jurnal Filsafat is published twice a year, in February and August with p-ISSN: 0853-1870, and e-ISSN: 2528-6811 The Editorial Team of Jurnal Filsafat accepts manuscript in the field of philosophy which has never been published in other media. Editorial Team has the right to edit the manuscript as far as not changing the substance of its contents.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 3 (2013)" : 6 Documents clear
ISLAMISASI ILMU DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ILMU Syarif Hidayatullah
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 23, No 3 (2013)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.32969

Abstract

Artikel ini membahas tiga masalah pokok, yaitu: pertama, mengapa kita perlu melakukan Islamisasi ilmu?; kedua, mengapa filsafat ilmu dapat digunakan sebagai perspektif dalam gagasan Islamisasi ilmu tersebut?; ketiga, bagaimana filsafat ilmu dapat digunakan dalam Islamisasi ilmu?. Objek material dari kajian adalah pemikiran yang berkembang di dunia Islam dalam upaya pengembangan bangunan keilmuan Islam. Sedangkan filsafat ilmu digunakan sebagai objek formal penelitian.Dari hasil kajian terungkap, bahwa: pertama, gagasan Islamisasi ilmu muncul sebagai akibat keterbelakangan umat Islam dari bangsa Barat yang disebabkan oleh: penggunaan metodologi ilmiah pada berbagai disiplin ilmu yang “asal tiru”, kurangnya wawasan keislaman pada umat Islam, dan adanya dikotomi-dualisme sistem pendidikan modern sekuler dengan sistem pendidikan Islam. Kedua, pengembangan keilmuan dalam gagasan Islamisasi ilmu sangat membutuhkan filsafat ilmu sebagai perspektifnya. Ini karena filsafat ilmu adalah salah satu cabang ilmu filsafat yang tumbuh paling belakangan sebagai kesadaran untuk menyatukan kembali ikatan-ikatan antara ilmu pengetahuan dengan filsafat (sebagai sumber dari ilmu). Ketiga, filsafat ilmu diterapkan dalam Islamisasi ilmu dengan cara dijadikan sebuah sudut pandang, tolok ukur, atau “posisi berdiri” kita untuk menganalis dan menyusun framework pengembangan keilmuan Islam, dengan menggunakan pendekatan dan metodologi yang tersedia dalam filsafat.
DARI MORAL KE EKONOMI: MEMAHAMI AKAR DARI BENTUK PENUNDUKAN DAN PENINDASAN Agus Wahyudi
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 23, No 3 (2013)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.32965

Abstract

Artikel ini membahas gagasan radikalisasi demokrasi yang penting untuk kita pahami agar dapat ditangkap dimensi “ontologi” dan ciri utamanya. Proses radikalisasi demokrasi menghasilkan karakteristik utama, yaitu demokrasi radikal dan plural. Radikalisasi demokrasi mendapatkan justifikasinya untuk merevitalisasi perjuangan sosialis melawan kapitalisme dan mempromosikan perjuangan “gerakan sosial baru” yang demokratik: gerakan perkotaan, ekologi, anti-otoritarianisme, anti-kelembagaan, feminis, anti-rasis, dan (kelompok) minoritas seksual dan regional. Konsep demokrasi memiliki dua nilai fundamental yang instrinsik, yakni: kebebasan dan persamaan.Dalam hasil kajian, didiskusikan bagaimana kedua nilai, kebebasan dan persamaan, ketika berhubungan dengan sistem dan struktur politik, dengan merujuk untuk sebagian dari premis-premis dan praxis demokrasi yang sedang berjalan. Caranya, terutama dengan memusatkan perhatian pada dimensi moral dan ekonomi tempat akar-akar dari beragam bentuk penundukan (subordination) dan penindasan (oppression) tertanam dalam masyarakat kita. Jelas bahwa penundukan dan penindasan adalah antitesa dari semua gagasan tentang kebebasan dan persamaan. Namun demikian, radikalisasi demokrasi tetap mempertahankan prinsip-prinsip etika politik berupa kebebasan dan persamaan dan menuntut prinsip ini dapat diterapkan atau dipraktekkan dengan tepat
PLURALISME AGAMA MENURUT KAREN ARMSTRONG Destriana Saraswati
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 23, No 3 (2013)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.32964

Abstract

Penelitian ini mengkaji Pemikiran Karen Armstrong tentang Pluralisme Agama. Pluralisme agama adalah salah satu dari sudut pandang dalam filsafat agama. Penelitian ini berusaha menganalisis untuk menemukan landasan filosofis pemikiran pluralisme agama Karen Armstrong. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Hasil penelitian ini adalah pluralisme agama dalam filsafat agama merupakan cara pandang atau sikap dalam menghadapi keberagaman agama, dan konsep pluralisme agama Karen Armstrong adalah tipe pluralisme etika global dengan inti ajarannya adalah compassion. Compassion merupakan landasan filosofis pluralisme agama, yakni compassion sebagai common-platform dari agama-agama dunia;compassion sebagai bagian dari kebenaran dan keselamatan yang absolut dan universal; serta compassion sebagai bentuk aplikatif ajaran agama.
Pengantar Redalksi Pengantar Redaksi
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 23, No 3 (2013)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.32962

Abstract

ONTOLOGI BATIK: MELACAK DIMENSI METAFISIS BATIK KLASIK JAWA Hastangka Hastangka
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 23, No 3 (2013)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.32966

Abstract

Batik merupakan pakaian tradisional khas Indonesia. Selain itu, Batik juga merupakan identitas budaya yang telah melekat di dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kalau melihat dari aspek persebarannya, batik tidak hanya tersebar sebatas di Pulau Jawa tetapi hampir di seluruh pulau di Indonesia. Hal ini karena batik telah menjadi identitas budaya lokal seperti di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, NTT, Bali, dan Madura. Di daerah-daerah tersebut batik memiliki motif dan karakter yangberagam. Batik adalah karya asli (genuine) dari bangsa Indonesia. UNESCO telah menetapkan batik pada 2 Oktober 2009 sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Cultural Heritage of Humanity. Sejak pengakuan dari UNESCO tersebut, batik menjadi trend setter nasional dan bahkan dunia. Batik yang dulunya dianggap sebagai hasil karya rakyat biasa, saat ini menjadi bernilai budaya tinggi dan bahkan bernilai jual tinggi. Berbagai events berupa pameran, seminar, fashion show, dan bazaar batik marak dilakukan di berbagai daerah di Indonesia, bahkan di luar negeri. Dalam konteks budaya sekarang ini batik tidak sekedar karya seni dan identitas budaya tetapi sebagai trend fashion masa kini. Oleh karena itu, penting untuk melacak dimensi metafisis batik Jawa sebagai teks dan sebagai trend fashion masa kini.
EPISTEMOLOGI TEKNOLOGI KERIS Imam Wahyudi
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 23, No 3 (2013)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.32968

Abstract

Motif dan konteks yang memicu lahir dan berkembangnya teknik pembuatankeris ditentukan oleh suatu keyakinan epistemologis komunitas masyarakat yang hidup pada jamannya. Masing-masing jaman memberi nuansa epistemologis dalam mencari metode yang tepat untuk menghasilkan produk yang unggul dalam mengatasi persoalan yang dihadapi oleh masyarakat yang tersebar di Nusantara. Teknik pembuatan keris berevolusi seiring dengan perkembangan peradaban manusia yang memangkunya sehingga menghasilkan keris yang bervariasi.Epistemologi teknologi pembuatan keris berbeda dengan epistemologi teknologi modern. Teknologi modern berbasiskan ilmu pengetahuan modern dalam mengembangkan kualitas produknya. Sedangkan teknologi pembuatan keris berbasiskan pengetahuan (kewaskitaan), rasa olah seni, dan keahlian mpu yang sifatnya rahasia/individual dalam menghasilkan karya masterpiece.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 35, No 1-2 (2025): Special Issue 2025: Law and Politics Vol 35, No 2 (2025): (Article in Press) Vol 35, No 1 (2025) Vol 34, No 2 (2024) Vol 34, No 1 (2024) Vol 33, No 2 (2023) Vol 33, No 1 (2023) Vol 32, No 2 (2022) Vol 32, No 1 (2022) Vol 31, No 2 (2021) Vol 31, No 1 (2021) Vol 30, No 2 (2020) Vol 30, No 1 (2020) Vol 29, No 2 (2019) Vol 29, No 1 (2019) Vol 28, No 2 (2018) Vol 28, No 1 (2018) Vol 27, No 2 (2017) Vol 27, No 1 (2017) Vol 26, No 2 (2016) Vol 26, No 1 (2016) Vol 25, No 2 (2015) Vol 25, No 1 (2015) Vol 24, No 2 (2014) Vol 24, No 1 (2014) Vol 23, No 3 (2013) Vol 23, No 2 (2013) Vol 23, No 1 (2013) Vol 22, No 3 (2012) Vol 22, No 2 (2012) Vol 22, No 1 (2012) Vol 21, No 3 (2011) Vol 21, No 2 (2011) Vol 21, No 1 (2011) Vol 20, No 3 (2010) Vol 20, No 2 (2010) Vol 20, No 1 (2010) Vol 19, No 3 (2009) Vol 19, No 2 (2009) Vol 19, No 1 (2009) Vol 18, No 3 (2008) Vol 18, No 2 (2008) Vol 18, No 1 (2008) Vol 17, No 3 (2007) Vol 17, No 2 (2007) Vol 17, No 1 (2007) Vol 16, No 3 (2006) Vol 16, No 2 (2006) Vol 16, No 1 (2006) Vol 14, No 3 (2004) Vol 14, No 2 (2004) Vol 14, No 1 (2004) Vol 13, No 3 (2003) Vol 13, No 2 (2003) Vol 13, No 1 (2003) Vol 10, No 2 (2000) Jurnal Filsafat Seri 30 Oktober 1999 Jurnal Filsafat Seri 29 Juni 1999 Jurnal Filsafat Seri 28 Juli 1997 Jurnal Filsafat Seri 27 Maret 1997 Jurnal Filsafat Edisi Khusus Agustus 1997 Jurnal Filsafat Seri 26 Desember 1996 Jurnal Filsafat Seri 25 Mei 1996 Jurnal Filsafat Seri 24 Februari 1996 Jurnal Filsafat Seri 23 November 1995 Jurnal Filsafat Seri 22 Agustus 1995 Jurnal Filsafat Seri 21 Mei 1995 Jurnal Filsafat Seri 20 Desember 1994 Jurnal Filsafat Seri 19 Agustus 1994 Jurnal Filsafat Seri 18 Mei 1994 Jurnal Filsafat Seri 17 Februari 1994 Jurnal Filsafat Seri 16 November 1993 Jurnal Filsafat Seri 15 Agustus 1993 Jurnal Filsafat Seri 14 Mei 1993 Jurnal Filsafat Seri 13 Februari 1993 Jurnal Filsafat Seri 12 November 1992 Jurnal Filsafat Seri 11 Agustus 1992 Jurnal Filsafat Seri 10 Mei 1992 Jurnal Filsafat Seri 9 Februari 1992 Jurnal Filsafat Seri 8 November 1991 Jurnal Filsafat Seri 7 Agustus 1991 Jurnal Filsafat Seri 6 Mei 1991 Jurnal Filsafat Seri 5 Februari 1991 Jurnal Filsafat Seri 4 November 1990 Jurnal Filsafat Seri 3 1990 Jurnal Filsafat Seri 1 1990 More Issue