cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Satya Widya
ISSN : 08545995     EISSN : 2549967X     DOI : -
Core Subject : Education,
SATYA WIDYA is presenting diverse, yet still within major themes in education. Especially the study of theoretical education and results of descriptive research, classroom action research, experimental and development research, in the purpose of sustainable professionalism development.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 30 No 1 (2014)" : 7 Documents clear
MENINGKATKAN PERILAKU ASERTIF MENGGUNAKAN PENDEKATAN BEHAVIORAL DENGAN LATIHAN ASERTIF PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 SALATIGA Ertik Indrawati; Setyorini Setyorini; Sumardjono Padmomartono
Satya Widya Vol 30 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.537 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2014.v30.i1.p1-12

Abstract

Penelitian pretest-posttest control group design ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi peningkatan perilaku asertif menggunakan pendekatan behavioral dengan latihan asertif pada siswa kelas IX SMP Negeri 2 Salatiga. Subyek penelitian adalah 10 siswa yang berperilaku asertif sangat rendah dan rendah. Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, yang tiap kelompoknya terdiri dari 5 siswa. Alat ukur yang digunakan adalah skala perilaku asertif berdasarkan Alberty dan Emmons (Nursalim, 2005). Analisis data untuk menguji perbedaan perilaku asertif siswa menggunakan analisis Mann Whitney. Perbedaanpretest dari kedua kelompok menghasilkan p = 0,602 > 0,050, artinya tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan demikian eksperimen dapat dilanjutkan. Hasil analisis data setelah posttest, menghasilkan signifikansi perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada p = 0,009 < 0,050. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan behavioral dengan latihan asertif secara signifikan dapat meningkatkan perilaku asertif siswa kelas IX SMP Negeri 2 Salatiga.
MENINGKATKAN PERILAKU ASERTIF SISWA KELAS X SMA KARTIKA III-1 BANYUBIRU MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK Putri Adri Setyowati; Yari Dwikurnaningsih
Satya Widya Vol 30 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.86 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2014.v30.i1.p8-16

Abstract

Penelitian ini berujuan untuk mengetahui signifikasi peningkatan perilaku asertif melalui layanan bimbingan kelompok di SMA Kartika III-1 Banyubiru. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan desain eksperimen semu. Subyek dalam penelitian ini adalah 12 siswa yang memiliki perilaku asertif rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan alat ukur berupa angket perilaku asertif Alberti & Emmons yang dimodifikasi oleh Siampa (2011). Analisis data untuk melihat peningkatan perilaku asertif dua kelompok digunakan Two Independent Sample Test (Mann-Whitney Ttest) yang diolah menggunakan program SPSS for Windows versi 11.5. Hasil analisis diperoleh p = Asymp Sig 0,005< 0,050, artinya ada perbedaan yang signifikan perilaku asertif antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, setelah kelompok eksperimen diberi layanan bimbingan kelompok. Berdasarkan rata-rata skor perilaku asertif sebelum dan sesudah eksperimen menunjukkan adanya peningkatan, mean sebelum eksperimen 6,00 dan setelah eksperimen menjadi 9,42. Berdasarkan hasil analisa data tersebut, dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan perilaku asertif siswa kelas X SMA Kartika III-1 Banyubiru.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK SISWA KELAS V SD Desi Indarwati; Wahyudi Wahyudi; Novisita Ratu
Satya Widya Vol 30 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.455 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2014.v30.i1.p17-27

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah operasi hitung bilangan pecahan melalui penerapan Problem Based Learning pada siswa kelas V SDN Mlowo Karagtalun 04 Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan. Kemampuan siswa dalam pemecahan masalah operasi hitung bilangan pecahan masih banyak yang di bawah KKM ≥ 65. Hal itu dikarenakan guru masih menggunakan metode yang menekankan penggunaan rumus dan latihan soal yang bersifat rutin. Oleh sebab itu, peneliti berupaya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui penerapan Problem Based Learning. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan observasi, refleksi.Penelitian ini dilakukan di SDN Mlowo Karangtalun Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan dengan subjek penelitian siswa kelas V. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah tes dan observasi.Instrumen yang digunakan adalah soal tes, lembar observasi aktivitas siswa dan guru. Data yang diperoleh meliputi data kemampuan pemecahan masalahoperasi hitung bilangan pecahan, data hasil observasi proses pembelajaran dari aktivitas guru dan siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu dengan membandingkan hasil pra siklus, hasil siklus 1, dan siklus 2. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah 85 persen siswa tuntas dengan KKM ≥ 65. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah operasi hitung bilangan pecahan.Terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas dari 62,87 pada pra siklus menjadi 74,96 pada siklus 1 dan 84,43 pada siklus 2. Jumlah siswa yang tuntas belajar meningkat dari 9 siswa (39%) pada pra siklus menjadi17 siswa (74%) pada siklus 1 dan 20 siswa (87%) siswa tuntas pada siklus 2. Penelitian ini berhasil karena sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu 85 persen siswa tuntas belajar dengan KKM ≥ 65.
PENGARUH METODE SOCRATES DALAM PEMBELAJARAN BANGUN DATAR TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII SMP KRISTEN SATYA WACANA TAHUN AJARAN 2013/2014 Septi Reza Pahlavi; Sutriyono Sutriyono; Erlina Prihatnani
Satya Widya Vol 30 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.8 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2014.v30.i1.p28-33

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran socrates terhadap kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika materi bangun datar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Kristen Satya Wacana Salatiga semester genap Tahun Ajaran 2013/2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Desain penelitian berbentuk kelompok kontrol pretes-postes dengan kondisi awal kemampuan berpikir kritis yang sama. Sampel terdiri dari kelas eksperimen (VII-A)sebanyak 23 siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran socrates dan kelas kontrol (VII-B) sebanyak 21 siswa yang diajar menggunakan metode konvensional. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan berpikir kritis. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes yaitu pretes sebagai tes untuk mengetahui kemampuan awal sebelum diberi perlakuan dan postes sebagai tes untuk mengetahui kemampuan akhir setelah diberi perlakuan. Hasil analisis didapat signifikan 0,035 < 0,05 dengan rata-rata kelas eksperimen 71,92 dan kelas kontrol 59,10. Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh kemampuan berpikir kritis matematika antara siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran socrates dengan metode pembelajaran konvensional kelas VII SMP Kristen Satya Wacana Salatiga tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci: metode socrates, berpikir kritis.
PENGARUH LAYANAN INFORMASI KARIER TERHADAP KEMAMPUAN PERENCANAAN KARIER SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 CEPU Yari Dwikurnaningsih; Dwitania Ramadani Adiputri
Satya Widya Vol 30 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.04 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2014.v30.i1.p34-42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji signifikansi peningkatan kemampuan perencanaan karier siswa kelas XI SMA Negeri 2 Cepu melalui layanan informasi karier. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain eksperimen semu. Subjek penelitian ini 37 siswa yang kemampuan perencanaan kariernya sedang, rendah dan sangat rendah. Subjek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen merupakan kelompok yang diberi perlakuan yaitu layanan informasi karier, sedangkan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan. Kedua kelompok tersebut diuji homogenitas yang hasilnya p=0.616 (p>0.050) artinya antarakelompok kontrol dan eksperimen memiliki varians yang sama atau homogen sehingga kedua kelompok tersebut bias dijadikan obyek penelitian. Teknik Pengumpulan data menggunakan skala yaitu skala sikap perencanaan karier yang diadopsi dari Anggraeni (2012) yang disusun berdasarkan teori Parsons dan Williamsons. Skala sikap perencanaan karier terdiri dari 48 item pernyataan, setelah uji validitas dan reliabilitas, seluruh item dinyatakan valid dan instrumen dinyatakan reliabel. Teknik analisis data yang digunakan adalah Mann Whitney dengan bantuan menggunakan program SPSS 16.0. Hasil analisa yang dilakukan diperoleh skor Z= -5.197 dan Asymp.Sig.(2-tailed) p=0.000<0.050. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan kemampuan perencanaan karier kelompok eksperimen dengan kelompok Kontrol. Selanjutnya dilihat dari skor pretest dan postest kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan sebesar 8,44. Berdasarkan hasil analisa data dapat disimpulkan ada pengaruh layanan informasi karier terhadap kemampuan perencanaan karier siswa kelas XI SMANegeri 2 Cepu.
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN KECEMASAN DALAM MENYUSUN PROPOSAL SKRIPSI Pindho Hary Kristanto; Sumardjono Pm.; Setyorini Setyorini
Satya Widya Vol 30 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.129 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2014.v30.i1.p43-48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi hubungan kepercayaan diri dengan kecemasan mahasiswa dalam menyusun proposal skripsi. Subyek penelitian 90 mahasiswa Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling Angkatan Tahun Akademik 2010. Digunakan Skala Kepercayaan Diri berdasarkan teori Lauster dan Skala Kecemasan berdasarkan teori Bakar. Diperoleh hasil ada hubungan negatif yang signifikan antara kepercayaan diri dan kecemasan dalam menyusun proposal skripsi Mahasiswa Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling Angkatan Tahun Akademik 2010, FKIP - Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga dengan koefisien korelasi r = - 0,274** pada p = 0,002 < 0,01. Artinya bila ada peningkatan skor kepercayaan diri maka akan diikuti dengan turunnya skor kecemasan mahasiswa dalam menyusun proposal skripsi.
HAKEKAT PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF JOHN DEWEY Tinjauan Teoritis Wasitohadi Wasitohadi
Satya Widya Vol 30 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.456 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2014.v30.i1.p49-61

Abstract

Mengenai hakekat pendidikan, mengandung banyak aspek dan sifatnya sangat kompleks. Karena sifatnya yang kompleks itu, maka tidak sebuah batasanpun yang cukup memadai untuk menjelaskan hakekat pendidikan secara lengkap. Batasan tentang hakekat pendidikan yang dibuat para ahli beraneka ragam, dan kandungannya kadang berbeda satu dari yang lainnya. Perbedaan tersebut mungkin terjadi karena perbedaan orientasinya, konsep dasar yang digunakan, aspek yang menjadi tekanan, atau karena falsafah yang melandasinya. Bagi John Dewey, pengalaman adalah basis pendidikan, atau dalam terminologi Dewey sendiri “pengalaman” sebagai “sarana dan tujuan pendidikan”. Pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu proses penggalian dan pengolahan pengalaman secara terus-menerus. Inti pendidikan adalah usaha untuk terus-menerus menyusun kembali (reconstruction) dan menata ulang (reorganization) pengalaman hidup subjek didik. Pendidikan haruslah memampukan subjek didik untuk menafsirkan dan memaknai rangkaian pengalamannya sedemikian rupa, sehingga ia terus bertumbuh dan diperkaya oleh pengalaman tersebut.Kata kunci: Hakikat Pendidikan, John Dewey.

Page 1 of 1 | Total Record : 7