cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ILMIAH GEOMATIKA
ISSN : 08542759     EISSN : 25022180     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Geomatika (can be called Jurnal Ilmiah Geomatika-JIG) is a peer-reviewed journal published by Geospatial Information Agency (Badan Informasi Geospasial-BIG). All papers are peer-reviewed by at least two experts before accepted for publication. Geomatika will publish in two times issues: Mei and November.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 24, No 1 (2018)" : 6 Documents clear
DETERMINANT FACTORS OF SPATIAL DATA SHARING OF LOCAL SPATIAL DATA INFRASTRUCTURE IN INDONESIA Asseng, Bau; Rahman, Zulkarnain Abdul; Said, Mohamad Nor
GEOMATIKA Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.315 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2018.24-1.734

Abstract

This study is based on the phenomenon of the weakness of local government’s response to the national program of Spatial Data Infrastructure for the effective spatial data sharing in Indonesia. This study is investigation of determinant factors of spatial data sharing for local Spatial Data Infrastructure in Indonesia. The purpose of this study is to describe the spatial data-sharing model of Local SDI in Indonesia. It was conducted in West Java Province, Bogor Regency, and Bogor City. Sequential exploratory design method consisting of interview and questionnaire were used in this research. An in-depth interview was used to get a response from 10 participants among IT or GIS staff and head of the department. A total of 75 respondents were involved in questionnaire survey. Content’s analysis was used to measure interview data while Partial Least Square analysis was used to measure questionnaire data. The fit items were chosen after validity and reliability measurement in the structural model analysis using Smart PLS. Hypothesis measurement found that Data sharing practice was significantly affected by the Organization and Technology aspect, but Data sharing practice was less significantly affected by Human Resource and Spatial Data. All R-Square value shows that the value is more than 50% on Technology aspect, Human Resource aspect, Spatial Data aspect, while the R-Square value on Data Sharing practice is 47.3%. Because the Human resource and Spatial data have the less significant effect on spatial data sharing, this research proposed awareness program and mentoring by National government to promote spatial data sharing support at the local SDI. 
PEMODELAN KUALITAS INFORMASI GEOSPASIAL DASAR DI INDONESIA Riqqi, Akhmad; Taradini, Jesika; Effendi, Arief Erman
GEOMATIKA Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.278 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2018.24-1.773

Abstract

Kualitas informasi geospasial pada peta dasar RBI, LPI, dan LLN merupakan informasi yang harus diketahui dan dinyatakan secara jelas untuk menjamin kualitas IG turunannya, yaitu peta tematik. Berdasarkan standar kualitas data geospasial ISO 19157:2013, terdapat 6 elemen kualitas data. Setiap elemen tersebut memiliki jenis dan ukuran kualitas masing-masing, sehingga informasi kualitas yang melibatkan keseluruhan elemen menjadi tidak sederhana. Dibutuhkan suatu pernyataan sederhana untuk menyatakan informasi kualitas yang mudah dipahami oleh pengguna peta. Penelitian ini mengembangkan metode untuk menyusun kelas kualitas peta dasar, dengan melakukan agregasi elemen kualitas pada setiap kategori unsur. Metode agregasi kualitas meliputi perhitungan tanpa bobot dan perhitungan dengan bobot. Pada perhitungan tanpa bobot, setiap elemen kualitas data dan kategori unsur memiliki tingkat kepentingan yang sama; sedangkan pada perhitungan dengan bobot, elemen kualitas data dan kategori unsur yang lebih penting memiliki bobot yang lebih besar dibandingkan dengan elemen kualitas data dan kategori unsur yang lainnya. Peta dasar hasil evaluasi kualitas (QE) memiliki informasi berupa kelas (antara A+, A, AB, B, BC, dan C) yang menunjukkan tingkat kualitas peta dasar. nilai kelas ini digunakan untuk memudahkan pengguna peta dalam memahami kulitas peta dasar.
PREFACE GEOMATIKA VOL. 24 NO. 1 Jurnal, Pengelola
GEOMATIKA Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.681 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2018.24-1.842

Abstract

PENERAPAN METODE DEKONVOLUSI EULER UNTUK ESTIMASI KEDALAMAN SUMBER ANOMALI Handyarso, Accep; Mauluda, A D
GEOMATIKA Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1646.755 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2018.24-1.726

Abstract

Metode gayaberat merupakan salah satu metode geofisika yang kerap digunakan dalam studi pendahuluan cekungan sedimen. Metode ini memiliki resolusi lateral yang baik namun tidak pada resolusi vertikalnya. Metode Dekonvolusi Euler merupakan salah satu metode estimasi kedalaman sumber anomali pada data gayaberat. Keberadaan lapisan New Guinea Limestone Group di Cekungan Bintuni menyebabkan berbagai permasalahan dalam proses interpretasi. Estimasi ketebalan New Guinea Limestone Group ini dapat dilakukan berdasarkan data anomali residual gayaberat dan algoritma inversi tertentu. Metode Dekonvolusi Euler diterapkan pada data sintetik dan data lapangan di Cekungan Bintuni (daerah Mogoi, Papua Barat). Hasil penerapan metode Dekonvolusi Euler pada data sintetik memberikan solusi kedalaman yang sesuai dengan model bawah permukaan. Penerapan metode Dekonvolusi Euler pada data lapangan menghasilkan kedalaman anomali antiklin dengan kelurusan Tenggara – Barat Laut pada 2513.95 m dan kedalaman anomali antiklin dengan kelurusan Barat Daya – Timur Laut pada 2860.31 m. Diduga terjadi penambahan kedalaman ke arah timur daerah penelitian, hal ini sesuai dengan pola konfigurasi basement di daerah penelitian yang semakin dalam ke arah Timur. Solusi Dekonvolusi Euler tersebut digunakan sebagai informasi awal pada saat melakukan inversi data gayaberat berdasarkan algoritma inversi planting density anomalies. Berdasarkan hasil inversi tersebut diperoleh ketebalan sumber anomali yang diinterpretasikan sebagai New Guinea Limestone Group sekitar ±2000.00 m. 
PENENTUAN MODEL MATEMATIS YANG OPTIMAL SUHU PERMUKAAN LAUT DI PANTAI UTARA GRESIK BERBASIS NILAI REFLEKTAN CITRA SATELIT AQUA MODIS Wibisana, Hendrata; Sukojo, Bangun Muljo; Lasminto, Umboro
GEOMATIKA Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.912 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2018.24-1.771

Abstract

ABSTRAKSuhu permukaan laut (SPL) merupakan salah satu parameter yang banyak dipakai untuk mendeteksi perubahan iklim salah satunya adalah perubahan ekosistem yang terjadi di perairan pesisir pantai. Perubahan suhu yang ekstrim akan menyebabkan biota yang ada di pesisir pantai mengalami gangguan, dan akibat dari perubahan ini akan merubah tatanan ekosistem yang ada, salah satunya adalah perubahan area dari posisi perikanan tangkap akibat migrasi dari ikan-ikan yang terkena dampak secara tidak langsung dari perubahan suhu tersebut. Dalam kaitannya dengan fenomena alam tersebut peranan penginderaan jauh sangat menentukan karena teknologi ini mampu untuk menjawab permasalahan tersebut, dan teknologi ini memiliki keunggulan dalam mengcover area yang cukup besar serta ditunjang dengan kemampuan multi temporal sehingga teknologi ini merupakan jawaban yang tepat untuk dipakai dan dikembangkan. Penelitian ini dilakukan menggunakan citra satelit Aqua Modis level 2 dengan tujuan untuk mendapatkan algoritma yang terbaik dalam upaya memodelkan suhu permukaan laut. Dari hasil yang diperoleh diketahui bahwa algoritma yang paling optimal berasal dari kanal 667 nm, dimana bentuk model algoritma adalah polinomial kubik dengan persamaan : T = -4E+09(Rrs_667)3 + 1E+07(Rrs_667)2 – 14356(Rrs_667) + 30,934 dengan nilai R = 0,901. 
EVALUASI HASIL INTEGRASI BERBAGAI KETELITIAN DATA MODEL ELEVASI DIGITAL Mukti, Fanny Zafira; Harintaka, Harintaka; Djurdjani, Djurdjani
GEOMATIKA Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1397.192 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2018.24-1.793

Abstract

Data DEM yang dapat diakses dan digunakan dengan gratis antara lain adalah Shuttle Radar Topography Mission (SRTM) dan Advanced Spaceborne Thermal Emission and Reflection Radiometer Global DEM (ASTER GDEM). Kedua data tersebut mencakup seluruh wilayah di Indonesia, namun ketelitian dan resolusinya rendah, serta masih mengandung kesalahan tinggi. Selain data DEM global, data DEM dapat diperoleh dari hasil perekaman sensor Radio Detection and Ranging (RADAR), Light Detection and Ranging (LIDAR), maupun hasil stereoplotting foto udara dan citra satelit. Masing-masing data tersebut memiliki karakteristik seperti terdapatnya pit dan spire, diskontinuitas pada daerah sambungan dan ketelitian data yang bervariasi. Keberagaman karakteristik pada masing-masing sumber data tersebut dapat menyebabkan inkonsistensi nilai ketinggian antar sumber data. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan DEM dengan data DTM Rupa Bumi Indonesia (RBI) skala 1:50.000 dan data DTM Interferometric Synthetic Aperture Radar (IFSAR) di Pulau Kalimantan yang dapat mengatasi inkonsistensi ketinggian tersebut. Metode yang digunakan adalah integrasi dan fusi DEM pada mozaik data-data ketinggian. Pada daerah yang bertampalan, dilakukan dua skenario mozaik yaitu mozaik tanpa bobot dan mozaik berbobot. Uji akurasi vertikal dilakukan dengan menggunakan standar Peraturan Kepala BIG Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Teknis Ketelitian Peta Dasar. Penelitian ini menghasilkan mozaik data DTM yang seamless dan smooth menggunakan metode mozaik berbobot dengan akurasi vertikal sebesar 2,065 meter. Hasil mozaik tanpa bobot masih memiliki beberapa daerah yang tidak seamless dan smooth dengan akurasi vertikal sebesar 2,257 meter. Berdasarkan Tabel Ketelitian Geometri Peta RBI dalam PerKa BIG Nomer 15 Tahun 2014, kedua hasil mozaik tersebut masuk dalam skala 1:10.000. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6