cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
MAJALAH ILMIAH GLOBE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (1999)" : 7 Documents clear
PENYUSUNAN INDEKS KEPEKAAN LINGKUNGAN : UPAYA PENANGGULANGAN TUMPAHAN MINYAK DI SELAT LOMBOK Dahuri, Rokhmin
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 1, No 2 (1999)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2031.116 KB) | DOI: 10.24895/MIG.1999.1-2.294

Abstract

Perairan Selat Lombok merupakan salah satu perairan yang memiliki kepadatan yang paling tinggi di lndonesia, selain Selat Malaka dan Selat Makasar. Sekitar 5 sampai 6 kapal tanker raksasa yang bermuatan lebih dari 250.000 ton minyak melalui Selat Lombok dan Makasar setiap hari. Mengingat ramainya lalu lintas berbagai kapal termasuk kapal-kapal tanker di perairan tersebut, maka tidak dapat dihindari terjadinya kecelakaan sebagai akibat tanker tabrakan atau kandas yang pada akhiinya menimbulkan tumpahan minyak. Apabila terjadi tumpahan minyak di suatu perairan akan memberikan dampak negatif terhadap ekosistem laut serta biota-biota lainnya bila tidak ditanggulangi secara efektif. Tujuan dari kegiatan ini-adalah: (1) Mengidentifikasi dan memetakan kondisi sekarang dan yang akan datang di wilayah daratan pantai dan perairan di sekitar wilayah Pantai Timur Pulau Bali dan pantai Barat Pulau Lombok, (2) mendapatkan data untuk menyusun basis data spasial, (3) pemaparan peta lndeks Kepekaan Lingkungan (IKL) dari wilayah studi, (4) Menyusun prioritas perlindungan lingkungan dan langkah-langkah penanggulangan tumpahan minyak dengan teknologi SIG (Sistem lnformasi Geografis).ABSTRACTLombok Strait has the largest traffic density in Indonesia after Malacca Strait and Makassar Strait. On the average, 5 to 6 giant tankers each carrying more than 250,000 tons of oil, sail through Lombok and Malacca straits. Due to immensely high traffic density, including super tankers, there is great possibility of having collusion among tankers or being aground, which eventually will cause oil spiil. Any oil spill in all kinds of water will produce negative impact to the marine ecosystem as well as marine biotas if not properly addressed beforehand. The objectives of this work are (1) identifying and mapping of present one future conditions of waters especially Eastern Coast of Bali island and Western Coast of Lombok island, (2) obtaining data for the preparation of spatial database; (3) presenting the Environmental Sensitivity Index (ESI) of the studied area; (4) proceeding with the degree of priority in protecting the environment as well as steps needed to address oil spill using GIS technology.
COASTAL THEMATIC DATA INVENTORY FOR COASTAL RESOURCE MONITORING, MANAGEMENT AND PLANNING Kardono, Priyadi; Rusmanto, Adi
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 1, No 2 (1999)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.121 KB) | DOI: 10.24895/MIG.1999.1-2.295

Abstract

Indonesia is the most populated and the largest archipelagic country in the world. It consists of more than 17.500 islands and the length of coast line is approximately 81,000 kilometers. The coastal area accommodates for approximately 22% of the total population and very complex human activities such as shipping, industries, aquaculture, tourist resort, real estate, power plant, commerce building, etc. Therefore, if coastal zone planning was not better prepared, this will lead to uncontrolled land use.The complexity of coastal management requires current and accurate data and information, which consist of statistics and maps. The availability of data and information which meet the specification is another problem in coastal management. However, Geographic Information System (GIS) can analyze accurately and quickly spatial data and build natural resource database. Because many institutions were involved in the preparation of natural resource maps, there would be also a problem in preparing the thematic database. Therefore, by integrated preparation, which is doing database preparation in Bappeda of 10 Provinces, the problem can be solved.ABSTRAKlndonesia sebagai negara kepulauan yang terpadat dan terluas di dunia memiliki lebih dari 17.500 pulau dengan panjang garis pantai sekitar 81.000 km. Wlayah pesisirnya dihuni oleh sekitar 22% penduduk Indonesia dengan berbagai kegiatannya, sehingga apabila wilayah pesisir tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan penggunaan lahan yang tidak terkontrol. Rumitnya pengelolaan wilayah pesisir membutuhkan data dan informasi yang baru dan akurat dalam bentuk data statistik ataupun peta. Ketersediaan data yang sesuai dengan kebutuhan juga merupakan masalah dalam pengelolaan wilayah pesisir. Namun demikian Sistim lnformasi Geografis dapat dengan tepat dan cepat menganalisa data spasial dan membangun basisdata sumberdaya alam. Karena penyediaan peta sumberdaya alam melibatkan berbagai institusi, terdapat kendala pula dalam penyusunan basisdata tematik. Untuk itu penyusunan basisdata tematik ini dilaksanakan di 10 Bappeda.
PERANAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA WILAYAH PESISIR DI INDONESIA Sumardiono, Sumardiono
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 1, No 2 (1999)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4520.568 KB) | DOI: 10.24895/MIG.1999.1-2.290

Abstract

Sumberdaya wilayah pesisir merupakan aset besar bagi pembangunan nasional. Sumberdaya ini telah banyak mengalami perubahan sebagai akibat aktifitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup yang selalu bertambah, seperti untuk pemukiman dan pertanian. Hal tersebut dapat mengakibatkan rusaknya ekosistem pantai, pencemaran lingkungan dan lain sebagainya. Bila hal ini dibiarkan berlanjut akan berdampak negatif terhadap lingkungan dan akhirnya akan mengganggu keseimbangan lingkungan.ABSTRACTCoastal resources are a big asset of national development. These resources have been altered as a result of human activities in fulfilling there lives,  for instance as settlements and agriculture. These activities can result in degradation of coastal ecosystem, environmental damage, etc. lf the condition of the coastal area is not preserved,  this can have a negative impact to the environment and can disturb the equilibrium of the environment. 
PEMETAAN LOKASI PENGEMBANGAN BUDIDAYA PERIKANAN DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA Sudarmadji, Bambang Wahyu; Munaiati, Sri Lestari
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 1, No 2 (1999)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2072.99 KB)

Abstract

Sistem lnformasi Geografis merupakan suatu perangkat yang sampai saat ini banyak dimanfaatkan oleh institusi-institusi untuk berbagai kepentingan, terutama di bidang pemetaan. Kabupaten Lampung Utara merupakan salah satu dari pemerintah daerah yang menggunakan perangkat tersebut untuk kepentingan pemetaan pengembangan budidaya perikanan darat. Dengan diketahuinya lokasi-lokasi untuk pengembangan budidaya perikanan, diharapkan pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Utara dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk perencanaan yang akan diambil.ABSTRACTGeographic Information System is a tool that is commonly utilized by institutions for various usages especially in the field of mapping. North Lampung Regency is one of local governments that use GIS for mapping outgrowth of land fisheries. By knowing the distribution of potential areas, Regional Government of north Lampung Regency can make appropriate policies for the next development planning.
PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR INDONESIA YANG BERBASIS PADA SISTEM PENGELOLAAN LOKAL Wijaya, Jaya
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 1, No 2 (1999)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4277.393 KB)

Abstract

Pengelolaan wilayah pesisir dalam wacana umum pada dasarnya adalah menyelaraskan kegiatan-kegiatan yang sedang dan yang akan dilakukan di daerah pesisir dengan memberikan "keseimbangan relatif antara aspek eksploitasi dan aspek konservasi. Dengan pertimbangan aspek-aspek ini maka diharapkan lingkungan wilayah pesisir dapat dimanfaatkan dalam jangka lama atau berkelanjutan. Beberapa sistem pengelolaan wilayah pesisir berdasarkan kajian disiplin mulai diperkenalkan untuk menjawab isu-isu kerusakan lingkungan wilayah pesisir. Dalam kenyataannya sebelum diperkenalkan model-model pengelolaan wilayah pesisir yang dianggap modern yang berbasis pada sistem, metode dan analisa dengan pendekatan disiplin tertentu, masyarakat pesisir sendiri telah mempunyai sistem pengelolaan "tradisional" tertentu yang mempunyai aspek kebijaksanaan dalam mengeksploitasi sumber daya alam di wilayah pesisir.ABSTRACTCoastal management basically is to synchronize human activities by taking exploitation and conservation aspects into account. Exploitation aspects are meant to gain the optimal uses of coastal resources for public benefits, whereas conservation aspects are meant to protect environment in purpose to maintaining environmental quality and sustainable uses. By considering these aspects hopefully coastal area can be utilized for a long time. Various coastal management systems are introduced to answer issues on coastal environment degradation. ln fact, coastal community has already adopted "traditional" coastal management system before a "modern coastal management system" is introduced. This management system has policy aspect in exploiting natural resources in coastal area.
OPTIMALISASI POLA PEMANFAATAN HUTAN MANGROVE SEBAGAI SALAH SATU MASUKAN DALAM PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR Munajati, Sri Lestari; Kaelan, Yudi Priatno; Ardyati, Meilani
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 1, No 2 (1999)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1596.104 KB)

Abstract

Hutan mangrove merupakan sumberdaya alam yang mempunyai manfaat yang sangat luas ditinjau dari aspek sosial, ekonomi, dan ekologi. Penggunaan hutan mangrove untuk lahan pertanian, perikanan, pengusahaan hutan, dan permungkiman terjadi hampir di seluruh bagian hutan mangrove di Indonesia. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian pemanfaatan hutan mangrove dengan mempertimbangkan nilai ekonomi didasarkan fungsi-fungsi ekologinya. Berdasarkan nilai ekonomi dan ekologi yang optimal, maka pola pemanfaatan hutan mengrove di daerah penelitian yang optimal adalah kombinasi hutan (80%) dan tumpang sari tambak udang (20%).ABSTRACTMangrove forest is one of natural resources that have many advantages socially, economically and ecologically. The use of mangrove forest for agriculture, fishery, forest management and settlement occur almost in every mangrove forest in Indonesia. Therefore assessment in utilization of mangrove forest considering its economical value based on its ecological functions is very important. Based on its optimal economical and ecological value the optimal utilization of mangrove forest within the area of study is combination between forest (80%) and shrimp ponds (20%).
METODE SURVEI KONSERVASI TERUMBU KARANG BERORIENTASI PADA PEMBANGUNAN BASISDATA SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Sulistiyo, Budi; Yudawati, Sri; Sudarmadji, Bambang W
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 1, No 2 (1999)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2554.973 KB)

Abstract

Terumbu karang merupakan fenomena ekologi yang sangat sensitif terhadap perubahan keseimbangan alam. Kondisi terumbu karang di lndonesia saat ini cukup memprihatinkan dengan tingkat kerusakan tinggi. Kegiatan konservasi merupakan salah satu upaya menjaga kelestarian terumbu karang. Untuk keperluan ini perlu dukungan data dan informasiyang akurat dan dapat dianalisa secara cepat. Penerapan teknologi SIG memberikan nuansa baru dalam pengolahan dan analisa spasial untuk konservasi terumbu karang. Namun demikian dukungan data mengenai terumbu karang belum memadai. Hal ini dapat dikaitkan bahwa metode survei tematik terumbu karang selama ini belum diarahkan pada penyusunan data spasial. Pada kesempatan ini dibahas metode survei terumbu karang yang beorientasikan pembangunan basisdata spasial dibandingkan metode yang telah digunakan selama ini.ABSTRACTCoral reef is very sensitive to the change in natural equilibrium. Reef condition in lndonesia is currently very miserable. Conservation activity is one way to preserve the existence of coral reef. For this purpose accurate and accessible data and information are very important. GIS application has brought a new way of spatial analysis for reef conservation. Unfortunately data on coral reef are not sufficiently available. This is because method of coral reef thematic survey is not yet directed to spatial data cataloging. Here method of coral reef survey orienting to spatial database development will be described and compared to other methods currently used.

Page 1 of 1 | Total Record : 7