cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
MAJALAH ILMIAH GLOBE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 2 (2018)" : 8 Documents clear
PENENTUAN PRIORITAS PEMBAHARUAN PETA MANGROVE INDONESIA MENGGUNAKAN MODEL FOREST CANOPY DENSITY Studi Kasus Delta Mahakam Kalimantan Timur Wijaya, Muhammad Sufwandika; Aryaguna, Prama Ardha; Rudiastuti, Aninda Wisaksanti
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1183.994 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2018.20-2.858

Abstract

Deforestasi Mangrove menjadi salah satu perhatian karena dampak yang ditimbulkan tidak hanya merugikan ekosistem tetapi juga berdampak pada manusia. Fungsi ekosistem Mangrove yang hilang karena deforestasi seperti kemampuan untuk menahan erosi, meredam dan memecah ombak, menahan intrusi air laut, dan menyerap pencemaran. Peta Mangrove Indonesia merupakan salah satu produk dari Kebijakan Satu Peta (One Map Policy) yang dihasilkan melalui proses pemetaan yang melibatkan anggota Kelompok Kerja Mangrove Nasional. Namun  pembaharuan terhadap peta ini diperlukan untuk mengetahui perubahan kondisi Mangrove tersebut. Untuk itu diperlukan sebuah metode yang tepat dan cepat untuk mengkaji perubahan penutup Mangrove seperti Forest Canopy Density (FCD). Model FCD adalah pemodelan digital yang mampu memberikan informasi perubahan kerapatan vegetasi secara cepat. Hasil dari pemodelan FCD di delta sungai Mahakam dari tahun 2014 – 2016 menunjukkan bahwa kerapatan Mangrove mengalami penurunan signifikan yaitu 0 – 68%. Beberapa lokasi menunjukkan penurunan kerapatan kanopi lebih dari 50%, dimana pada penelitian ini dianggap mengalami tingkat deforestasi tinggi. Sebaran eksisting mangrove yang mengalami deforestasi tinggi hasil model FCD adalah lokasi prioritas untuk dilakukan pembaharuan Peta Mangrove Indonesia. Model FCD untuk penentuan prioritas pembaharuan Peta Mangrove Indonesia memiliki akurasi total 84%. 
VARIASI BULANAN SALINITAS, PH, DAN OKSIGEN TERLARUT DI PERAIRAN ESTUARI BENGKALIS Amri, Khairul; Muchlizar, Muchlizar; Ma'mun, Asep
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1189.211 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2018.20-2.645

Abstract

Salinitas, pH, dan oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO) merupakan paramater oseanografi kimia yang memiliki peranan penting di suatu perairan. Pola dan nilai sebaran ketiga parameter tersebut berbeda antara di perairan estuari dengan di laut lepas. Informasi mengenai kondisi paramater oseanografi kimia perairan estuari Bengkalis penting diketahui karena merupakan habitat terubuk bengkalis (Tenualosa macrura), ikan endemik yang terancam punah akibat degradasi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui variasi bulanan parameter kimia oseanografi khususnya salinitas, pH, dan oksigen terlarut perairan estuari Bengkalis, Riau. Penelitian dilakukan selama 7 bulan pada tahun 2015 yaitu bulan April, Mei, Juni, Agustus, September, Oktober, dan November. Metode yang digunakan adalah survei in-situ dengan kapal survei di 16 stasiun pengukuran di estuari Bengkalis. Hasil penelitian menunjukkan nilai sebaran rata-rata bulanan salinitas, pH dan DO di estuari Bengkalis berbeda berdasarkan lokasi dan waktu pengukuran. Nilai sebaran rata-rata bulanan salinitas, pH, dan DO memiliki rentang yang cukup lebar. Salinitas berkisar antara 6,5-30,7 psu; pH berkisar antara 5,9-8,4; dan DO berkisar antara 2,35-5,70 ppm. Nilai pH yang rendah (pH 5,9), dan DO rendah (2,35 ppm) tersebut ditemukan di muara Sungai Siak, ini menguatkan bukti terjadinya pencemaran di aliran sungai ini.
INTEGRASI MODEL KONEKTIVITAS LARVA DAN UKURAN OPTIMUM ZONA INTI DALAM DESAIN KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN Firmansyah, Fikri; Estradivari, Estradivari; Handayani, Christian; Krueck, Nils; Mustofa, Adib; Daniel, Dirga
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1398.021 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2018.20-2.835

Abstract

Marxan merupakan salah satu perangkat desain kawasan konservasi perairan yang populer digunakan oleh para pengelola. Namun perangkat ini belum mampu menjawab dimana wilayah prioritas kawasan konservasi terkait dengan karakteristik larva dispersal dan ukuran optimum zona larang tangkap. Studi kasus KKP Teluk Sawai mengintegrasikan Marxan dengan dua perangkat baru lainnya, MPA Placement Optimization Processing tool dan MPA size optimization tool. Teluk Sawai merupakan area penting untuk dikonservasi karena memiliki karakter larva retention yang penting untuk perlindungan keanekargaman hayati laut. Usulan ini sejalan dengan rencana pemerintah yang sudah mengalokasikan area ini untuk dikonservasi. Usulan desain KKP Teluk Sawai didetailkan dengan rekomendasi lima zona larang tangkap yang memiliki ukuran antara 3-4 km. Ukuran ini diperoleh dengan mempertimbangkan 138 spesies ikan yang ditemukan di wilayah Teluk Sawai.
ANALISIS POTENSI RAMBATAN TSUNAMI DI PANTAI UTARA DESA DULUKAPA DAN DEME 1 KABUPATEN GORONTALO UTARA UNTUK MITIGASI BENCANA TSUNAMI Nurfitriani, Nurfitriani; Mamuaya, Gybert E.; Djamaluddin, Rignolda; Yatimantoro, Tatok
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1426.346 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2018.20-2.767

Abstract

Secara tektonik, zona subduksi di utara Gorontalo berpotensi menimbulkan gempa bumi yang dapat mengakibatkan tsunami. Kajian statistik seismisitas menunjukkan adanya indikasi celah kegempaan di wilayah tersebut dengan Magnitudo maksimum sebesar 8,2 Mw. Pemodelan tsunami dilakukan untuk mengestimasi ketinggian run up tsunami di pesisir pantai dan luasan daerah genangan tsunami sebagai upaya mitigasi bencana tsunami di Desa Dulukapa dan Deme 1. Pemodelan tsunami menggunakan teori gelombang linier di laut dalam dan gelombang perairan dangkal pada perairan dengan kedalaman dangkal dan daerah landaan dengan grid yang konstan dengan bantuan aplikasi TUNAMI-N2. Gempa bumi yang digunakan untuk pemodelan merupakan skenario terburuk berdasarkan tatanan tektonik dan sejarah kegempaan wilayah penelitian. Data yang digunakan meliputi data batimetri GEBCO (General Bathymetric Chart Of The Ocean) grid 30 arc second dan topografi SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) grid 1 arc second yang dikeluarkan oleh USGS. Selanjutnya, data gempa bumi dan tsunami masing-masing diperoleh dari katalog gempa bumi Advanced Nasional Seismic System (ANSS) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hasil penelitian menunjukkan waktu penjalaran gelombang dari episenter ke pantai utara Desa Dulukapa 18,2–13,8 menit dengan run up 9,8–13,8 m dan jarak terjauh landaan tsunami sejauh 800 m. Sementara itu, waktu tiba tsunami di Desa Deme 1 sekitar 18,8–23,83 menit dengan run up 10,76–15,1 m, dan jarak terjauh landaan tsunami sejauh 830 m. Luasan daerah landaan tsunami mencapai 1900 m² pada kedua desa tersebut. Kedua desa tersebut merupakan wilayah yang rawan terdampak tsunami sehingga perlu dilakukan upaya mitigasi bahaya tsunami untuk mengurangi resiko yang ditimbulkan.
PEMETAAN KARBON DI PADANG LAMUN PANTAI PRAWEAN BANDENGAN JEPARA (Carbon Mapping in the Seagrass Beds at Prawean Beach Bandengan Jepara) Septiani, Elga Fitria
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.95 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2018.20-2.827

Abstract

Global warming atau pemanasan global merupakan salah satu isu yang sedang berkembang di dunia pada saat ini. Fenomena ini menyebabkan karbon dioksida (CO2) di atmosfer meningkat yang selanjutnya berdampak terhadap naiknya suhu bumi. Lamun merupakan salah satu ekosistem di wilayah pesisir yang mampu menyerap karbon atau sering disebut “Blue Carbon”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, kelimpahan dan menghitung luas area lamun, memetakan sebaran karbon, serta memprediksi potensi serapan karbon (ton) di padang lamun Pantai Prawean. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan sengaja dan berdasarkan suatu pertimbangan dan tujuan tertentu. Perhitungan kandungan karbon pada lamun menggunakan metode Loss on Ignition (LOI). Analisis distribusi karbon menggunakan interpolasi data dengan IDW (Invers Distance Weighting). Total sebanyak 5 spesies lamun ditemukan, yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea serrulata, Cymodocea rotundata dan Halodule uninervis dengan luas padang lamun sekitar 4,98 ha. C. serrulata memiliki kerapatan tertinggi (155,7 ind/m2). Stok karbon di Pantai Prawean menyebar tidak merata, berkisar antara 10,40 – 197,34 gC/m2 dengan kepadatan karbon 0,69 ton/ha dan potensi total stok karbon sebesar 3,46 ton. Kandungan karbon lebih banyak tersimpan pada jaringan lamun bawah substrat (akar dan rhizoma). C. serrulata juga diketahui berkontribusi besar terhadap stok karbon di lokasi kajian.
VARIABILITY OF CHLOROPHYLL-A DISTRIBUTION AROUND BELITUNG ISLAND WATERS OBSERVED BY AQUA-MODIS SATELLITE DATA Wisha, Ulung Jantama; Khoirunnisa, Hanah
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.305 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2018.20-2.634

Abstract

Belitung Island has a strategic geographical location, which is directly bordered with Sumatera and Kalimantan also Karimata and Malacca Straits. Those conditions make the waters productivity being high due to the support from the biogeochemical cycle, nutrient runoff, and upwelling. This study aims to determine the seasonal variability of chlorophyll-a (Chl-a) around Belitung waters. The method used in this study was spatial analysis with IDW (inverse distance weighted) to interpolate the Chl-a surface distribution. Sea Surface Temperature (SST) acquired from Aqua-MODIS were retrieved from NASA (National Aeronautics and Space Administration) and wind data were obtained from ECMWF (European Centre for Medium-Range Weather Forecasts), data were analyzed statistically and spatially. The Chl-a concentration in the northeast monsoon ranged 0.38-3.5 mg.m-3, in the southwest monsoon ranged 0.15-18.7 mg.m-3, and in the transitional season ranged 0.29-9.04 mg.m-3. The Chl-a concentration during southwest and 1st transitional monsoons were higher due to the maximum sunlight intensity stimulating photosynthesis of autotroph biota. The condition of SST is indicating the upwelling event that involves wind-driven motion of dense, cooler, and usually nutrient-rich water towards the ocean surface. Seasonal SST variability ranged 22.6-28.3oC, 27.3-32.1oC, 30.7-32.3oC, and  29.1-32.8oC during northeast, 1st transitional, southwest, and 2nd transitional monsoons respectively. The existence of ENSO (El-Nino Southern Oscillation) contributes to enhance the Chl-a concentration. During ENSO years, the Chl-a concentration was higher than non-ENSO years due to the great impact of ENSO inducing upwelling and higher nutrient availability. Chl-a and SST conditions can be used to predict fishing ground and upwelling area. 
ARAHAN KEBIJAKAN MITIGASI BENCANA BANJIR BANDANG DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KURANJI, KOTA PADANG Putri, Yennie Pratiwi
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.111 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2018.20-2.770

Abstract

Daerah aliran sungai (DAS) Kuranji merupakan merupakan DAS terluas dibandingkan 3 DAS yang ada di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Pada DAS tersebut pernah terjadi beberapa kali banjir bandang, sehingga perlu diwaspadai kejadian serupa di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lahan, mengidentifikasikan tingkat bahaya, mengetahui kerentanan sosial, serta arahan kebijakan mitigasi bencana banjir bandang pada DAS Kuranji. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode penelitian kombinasi (Mixed Method). Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, metode analisis karakteristik lahan adalah metode scoring, dan tingkat bahaya menggunakan analisis data fisik. Arahan  kebijakan mitigasi menggunakan metode wawancara dan pengisian kuesioner, kemudian dianalisis dengan AHP (Analytical Hierarchy Process). Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga kelas karakteristik lahan di DAS Kuranji, yaitunya kategori baik (1), sedang (7), dan buruk (4). Tingkat bahaya banjir bandang terdapat 3 kelas, yaitu kelas rendah (2), sedang (6), dan tinggi (4). Tingkat kerentanan sosial bencana banjir bandang menurut rasio kelamin hanya terdapat 1 kelas yaitu tinggi, dan menurut kelompok umur terbagi 2 kelas yaitu kerentanan sedang dan kerentanan tinggi. Arahan kebijakan mitigasi bencana banjir bandang adalah rekayasa biofisik, pengelolaan DAS terpadu, penataan ruang berbasis bencana, dan pembangunan sistem peringatan dini. 
Back Cover Globe Vol. 20 No. 2 Jurnal, Pengelola
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.293 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2018.20-2.1098

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 8