cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
MAJALAH ILMIAH GLOBE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 1 (2021)" : 7 Documents clear
DINAMIKA KONSENTRASI EMISI GAS KARBON MONOKSIDA (CO) SELAMA PERIODE PSBB MENGGUNAKAN KOMPUTASI BERBASIS CLOUD PADA GOOGLE EARTH ENGINE Studi Kasus di Provinsi DKI Jakarta, Indonesia Indriyaningtyas, Sheffiera; Hasandy, Lucky Rakananda; Dewantoro, Bayu Elwantyo Bagus
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 23, No 1 (2021)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/MIG.2021.23-1.1258

Abstract

Kondisi pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di tahun 2020 menjadikan Provinsi DKI Jakarta yang memiliki kepadatan penduduk tinggi hingga 15.900 jiwa/km2 pada tahun 2019 perlu menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan tujuan untuk mengontrol atau memutus rantai penyebaran COVID-19 sejak ditetapkannya pada April 2020. Kebijakan PSBB yang membatasi kegiatan masyarakat di DKI Jakarta tentunya tak hanya memberikan pengaruh pada kegiatan sosial, namun juga lingkungan akibat berkurangnya intensitas aktivitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kebijakan PSBB di DKI Jakarta terhadap variasi emisi gas karbon monoksida (CO) di lapisan atmosfer yang merupakan salah satu parameter dari kualitas udara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik emisi gas CO dari Citra Sentinel-5P yang diekstraksi menggunakan komputasi berbasis cloud pada Google Earth Engine. Hasil penelitian menunjukkan adanya tingkat konsentrasi CO rata-rata dan total yang tinggi pada periode waktu 3 Januari- 9 April 2020 (sebelum Penerapan kebijakan PSBB), yaitu sekitar 0.0828 mol/m2 dan 21.205 mol. Kemudian, terdapat penurunan konsentrasi CO rata-rata dan total pada periode 10 April - 4 Juni 2020 (penerapan kebijakan PSBB DKI Jakarta), yaitu 0.0769 mol/m2 dan 19.673 mol. Namun konsentrasi karbon monoksida kembali meningkat pada periode PSBB Transisi (5 Juni-13 September), yaitu 0.0826 mol/m2 dan 21.136 mol.
PETA TIGA DIMENSI (3D) CITYGML UNTUK SIMULASI ALIRAN ANGIN MENGGUNAKAN OPENFOAM Izzaty, Ghalizha Zahra; Suwardhi, Deni; Windupranata, Wiwin; Harto, Agung Budi; Wijaya, Dudy Darmawan; Murtiyoso, Arnadi; Soeksmantono, Budhy
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 23, No 1 (2021)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/MIG.2021.23-1.1260

Abstract

CityGML merupakan model data yang bersifat terbuka untuk memodelkan wilayah perkotaan maupun lanskap secara 3D. Dari lima tingkat perincian/Level of Detail (LOD) pada CityGML, LOD1 dan LOD2 menjadi tingkat perincian yang penting karena dimilikinya informasi mengenai struktur atap bangunan yang merupakan syarat data dalam pelaksanaan aplikasi seperti perencanaan detail maupun penataan lingkungan dan bangunan. Dalam mendukung perencanaan dan pengembangan perkotaan dan lanskap yang berkelanjutan, pengetahuan mengenai efek aliran angin di sekitar bangunan menjadi hal yang penting dalam menyelesaikan permasalahan perkotaan yang berkaitan dengan aliran angin. Integrasi model 3D CityGML dengan perangkat lunak simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) OpenFOAM dapat memberikan visualisasi dan informasi mengenai aliran angin di perkotaan dengan lebih baik. Makalah ini mempunyai tujuan untuk membangun dan memvalidasi model 3D CityGML LOD1 lanskap dari data DSM, DTM, dan tutupan lahan serta menerapkan simulasi aliran angin pada model 3D CityGML LOD1 lanskap yang telah dibangun dengan menggunakan perangkat lunak OpenFOAM. Model 3D LOD1 direkonstruksi dari data Digital Surface Model dan peta vektor 2D Kampus ITB Jatinangor, sedangkan bentuk atap pada model 3D LOD2 dihasilkan dari pengamatan stereo fotogrametri. Hasil simulasi aliran angin menunjukkan pengaruh model 3D LOD1 terhadap aliran angin berupa perubahan arah dan kecepatan, serta geometri model 3D LOD1 bangunan dan pohon menyebabkan informasi aliran angin menjadi kurang akurat di sekitar atap bangunan dan di sekeliling pohon. Hal ini dapat diperbaiki dengan menambah tingkat perincian model yang digunakan menjadi LOD2. 
ALOKASI PEMANFAATAN RUANG BERDASARKAN DAYA DUKUNG LAHAN DI SAWANGAN, DEPOK Sukwika, Tatan; Firmansyah, Irman
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 23, No 1 (2021)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/MIG.2021.23-1.1049

Abstract

Pertumbuhan penduduk Kota Depok rata-rata per tahun sekitar 6%. Peningkatan ini berimplikasi pada penyediaan infrastruktur terutama permukiman. Kota Depok melakukan pengembangan sistem pusat pelayanan kegiatan (SPK) kota. Wilayah SPK tersebut dibagi dalam 11 jenis penggunaan lahan yang didominasi oleh permukiman sebesar 49,77%. Tujuan kajian ini adalah menganalisis kemampuan lahan untuk alokasi pemanfaatan permukiman dan memproyeksikan perkembangan wilayah dengan daya dukung lahan terhadap variable jumlah penduduk, PDRB, kebutuhan permukiman, kenyamanan tinggal dan timbulan sampah. Metode yang digunakan adalah analisis spasial dengan overlay peta untuk mengeksplorasi data dari perspektif keruangan sebagai dasar pengambilan keputusan dari kriteria klasifikasi kemampuan lahan yang dikaji. Metode sistem dinamik menggunakan data time series untuk memodelkan dan memproyeksikan variabel. Dari hasil analisis diketahui terdapat tiga sub kelas kemampuan lahan (KL) dengan faktor pembatas erosi (e), dan kelerengan (l) yaitu KL-II (63,8%,), KL-I (32,48%), dan KL-IV (3,72%). Selanjutnya hasil proyeksi 20 tahun (2010-2030) menunjukkan bahwa di Kota Depok terjadi peningkatan penduduk alami sebesar 52% dan kenaikan PDRB sebesar 80,39%. Kondisi kenyaman tinggal mengalami tren yang menurun mencapai 9 m2/orang. Sebaliknya, seiring pertambahan jumlah penduduk, tren peningkatan juga terjadi pada kebutuhan permukiman dan timbulan sampah. Secara garis besar, dapat disimpulkan bahwa terdapat penggunaan lahan aktual yang selaras dengan kemampuan lahan di sub-kelas IV. Hasil proyeksi daya dukung lahan menunjukkan bahwa kebutuhan permukiman lebih dinamis seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, sedangkan luasan permukiman cenderung tidak mengalami penambahan. Rekomendasi untuk lahan yang dikategorikan sebagai kelas kemampuan lahan IV-e, dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Selain itu arah kebijakan pemanfaatan pola ruang di Kota Depok diharapkan dapat lebih memperhatikan daya dukung lahan non permukiman.
GIS-MULTI CRITERIA DECISION ANALYSIS FOR LAND ALLOCATION IN CONFLICTING PURPOSE Case Study: Adjoining Area of D’Aguilar National Park, Brisbane, Australia Putra, Muhamad Iqbal Januadi
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 23, No 1 (2021)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/MIG.2021.23-1.1255

Abstract

While there are much research has been conducted to apply the Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) and Geographic Information System (GIS) method to determine the suitability area for a particular purpose, only limited research has tried to examine the different approach to apply this method for the conflicting purpose. One area that has the potential to experience land use conflict in the future is the adjoining area of D’Aguilar National Park, Brisbane, Australia, due to the presence of biodiversity landscape value that needs to be protected. The objective of this paper is to allocate an area for each both residential development and conservation area in the adjoining area of D’Aguilar National Park. This research covers the method of GIS in processing the MCDA to develop the model which has many factors to support the decision making, including for the conflicting purpose.  Moreover, the method also used GIS-fuzzy MCDA or widely known as GIS-Fuzzy MCDA (GIS-FMCDA). The result of this research shows that allocating the conflicting land area is quite different from the non-conflicting one. Applying MCDA for the conflicting purpose requires different decision making to show which area would be optimal to allocate.
Strategic Planning for Alternative Determination of Covid-19 Referral Hospital Ristiantri, Yusniar Rah Ayu; Syetiawan, Agung; Tambunan, Mangapul Parlindungan; Tambunan, Rudy
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 23, No 1 (2021)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/MIG.2021.23-1.1225

Abstract

Beberapa wilayah di Kab. Bogor merupakan daerah penyangga Ibukota negara, dengan kepadatan penduduk tinggi dan merupakan pusat perekonomian. Akibatnya, wilayah tersebut terancam mempunyai kerentanan yang tinggi terhadap penyebaran COVID-19. Peningkatan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kab. Bogor semakin masif dari hari ke hari. Peningkatan kasus yang signifikan ini sangat mengkhawatirkan, terutama terhadap kemampuan fasilitas pelayanan kesehatan. Kemampuan fasilitas pelayan kesehatan, terutama rumah sakit rujukan untuk menjangkau wilayah-wilayah rentan kasus positif dapat dengan mudah dilihat menggunakan analisis spasial. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan lokasi strategis fasilitas kesehatan di Kab. Bogor sebagai Rumah Sakit rujukan COVID-19 dengan menggunakan metode analisis jaringan. Rencana strategis rumah sakit rujukan ditentukan berdasarkan wilayah-wilayah yang tidak bisa dijangkau oleh rumah sakit yang ada. Selanjutnya, penentuan indeks kesiapan rumah sakit rujukan menggunakan analisis multi kriteria Simple Additive Weighting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu rumah sakit existing dengan indeks kesiapan tinggi, kemudian 4 rumah sakit dengan indeks kesiapan sedang. Lebih lanjut, terdapat 13 alternatif rumah sakit rujukan menunjukkan kesiapan rendah. Sebaran rumah sakit di Kab. Bogor pun tidak banyak, dan hanya memusat di bagian tengah wilayah Kab. Bogor. Oleh karena itu, seluruh rumah sakit alternatif sangat strategis menjadi rumah sakit rujukan COVID-19. Jumlah rumah sakit rujukan COVID-19 di Kab. Bogor masih kurang menjangkau seluruh wilayah, sehingga pemerintah daerah selayaknya berupaya untuk melakukan penambahan jumlah rumah sakit atau penambahan kapasitas layanan kesehatan.
PREFACE MAJALAH ILMIAH GLOBE VOL 23 No. 1 Globe, Majalah
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 23, No 1 (2021)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/MIG.2021.23-1.1273

Abstract

PEMETAAN ZONA KERENTANAN AIR TANAH DI PULAU BAKALAN, KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN, INDONESIA Febriarta, Erik; Cahyadi, Ahmad; Vienastra, Septian
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 23, No 1 (2021)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/MIG.2021.23-1.1256

Abstract

Keterdapatan sumber daya airtanah di kepulauan sangat tergantung oleh faktor meteorologi (curah hujan) sebagai sumber air dan faktor geologi yaitu formasi penyusun batuan tempat cadangan airtanah tersimpan (akuifer). Pulau Bakalan berada di Kepulauan Banggai, yang secara kondisi geologi regional berada di Formasi Batugamping koral kuarter (Ql). Karakteristik airtanah di daerah batugamping sangat dinamis, terbatas, dipengaruhi oleh perkembangan dari aliran celah dan pelarutan. Sehingga dapat dikatagorikan daerah airtanah langka, dan bersifat setempat atau lokal. Keterbatasan airtanah juga dipengaruhi oleh aktifitas pengunaannya. Semakin besar penggunaan dan semakin intensif pemakaian airtanah, maka dapat mengakibatkan penurunan kuantitas dan penurunan kualitas airtanah. Penurunan kualitas airtanah dapat menimbulkan permasalahan kesehatan. Penurunan kualitas air dapat disebabkan tercemarnya sistem akuifer oleh sumber pencemar melalui pori-pori batuan pada formasi batugamping yang mudah terlarut. Untuk mengetahui distribusi kerentanan airtanah, maka tujuan dari penelitian ini adalah menentukan sebaran zona kerentanan airtanah pada batugamping terumbu. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan analisis spasial multi-kriteria dengan pendekatan DRASTIC. Pendekatan DRASTIC dapat memberikan infromasi zona kerentanan berdasarkan sifat hidrogeologi pada batugamping. Analisis pemberian indekss pembobotan parameter dengan nilai tinggi, mengambarkan informasi faktor yang dominan atau yang paling mempengaruhi zona kerentanan airtanah. Hasil skor perhitungan setiap parameter diperoleh dari perkalian linier. Indekss kerentanan air tersebut dikelaskan ke dalam lima tingkat kerentanan dengan pendekatan equal interval. Hasil analisis menunjukkan kerentanan sangat rendah seluas 0,003%, kerentanan rendah seluas 18,79%, kerentanan sedang seluas 18,48%, kerentanan tinggi seluas 13,53% dan kerentanan sangat tinggi seluas 49,16% dari luas pulau 40,7 km2. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7