cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Arkeologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
We are a journal on archaeology published by Balai Arkeologi Yogyakarta every May and November each year. This journal seek to promote and shares research results and ideas on archaeology to the public. We covers original research results, ideas, theories, or other scientific works from the discipline of Archaeology mainly in the Indonesian Archipelago and Southeast Asia. Interest from other disciplines (such as history, anthropology, architecture, geology, etc.) must be related to archaeological subject to be covered in this journal. Our first edition was published on March 1980.
Arjuna Subject : -
Articles 756 Documents
Gaya Khat Arab di Masjid Pencikan dan Situs Makam Ki Ageng Ngerang Daerah Juwana: Tinjauan Berdasarkan Data Arkeohistoris Abdul Choliq Nawawi
Berkala Arkeologi Vol 13 No 1 (1993)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2873.692 KB) | DOI: 10.30883/jba.v13i1.564

Abstract

Dalam penelitian arkeologi yang berlangsung pada tanggal 8 s.d. 22 Juli 1992 di Kabupaten Demak dan Pati Propinsi Jawa Tengah. Tim Peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta menjumpai di dalam ruang bangunan Masjid Pencikan, Dusun Bumirejo. Desa Kampungbaru, Kecamatan Juwana tiga khat Arab yang tertulis pada papan kayu Jati (Foto: 1 .2). Di Blok Pencikan, Dusun Bumirejo. Desa Kampungbaru ini terletak di tepi sebelah timur Sungai Silugangga yang bermuara pada Sungai Juwana.
Makna Genta Tembaga Lekuk Lima Pada Mustaka Masjid Tembelang: Kajian Teknologis dan Etnohistoris Abdul Choliq Nawawi
Berkala Arkeologi Vol 13 No 1 (1993)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1816.495 KB) | DOI: 10.30883/jba.v13i1.565

Abstract

Genta tembaga lekuk lima sebagai mustaka masjid di Desa Tembelang (Foto. 1), Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang ini dijumpai oleh tim peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta yang melakukan studi tentang benda tinggalan sosial budaya Islam di daerah Kedu bagian utara, di Kabupaten Wonosobo, Temanggung, dan Magelang pada tanggal 13 sampai dengan 23 Oktober 1992.
Cara-Cara Menentukan Kekunaan Gerabah Dalam Penelitian Arkeologi: Analisis Eksternal Goenadi Nitihaminoto
Berkala Arkeologi Vol 13 No 1 (1993)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1256.847 KB) | DOI: 10.30883/jba.v13i1.566

Abstract

Studi tentang keramik selama ini sangat menarik perhatian di kalangan para arkeolog Indonesia. Keramik merupakan data arkeologi yang terbuat dari tanah liat. Jenis-jenis keramik berdasarkan pcrbedaan tingkat pembakarannya dibedakan menjadi dua jenis yaitu porselin-batuan dan gerabah. Sedangkan berdasarkan fungsinya terbagi dari wadah dan non wadah. Dalam penulisan ini pembahasan akan dititikberatkan pada gerabah. Tanah liat sebagai bahan pembuatan gerabah mempunyai sifat plastis dan sifat ini akan hilang apabila dibakar sehtngga gerabah tidak mudah basah (Samidi, 1982:71). Pecahan gerabah disebut kereweng. Kedua istilah itu berasal dari Jawa yang sampat saat ini masih dipakai oleh beberapa peneliti. Selama ini dalam penyebutan istilah tersebut belum dibedakan tentang segi kekunaannya, sehingga dalam menganalisis tingkat kekunaannya masih sering tercampur antara gerabah kuna dengan gerabah baru.
Cover Berkala Arkeologi Vol. 13 No. 2 1993 Berkala Arkeologi
Berkala Arkeologi Vol 13 No 2 (1993)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.877 KB)

Abstract

Frontmatter Berkala Arkeologi Vol. 13 No. 2 1993 Berkala Arkeologi
Berkala Arkeologi Vol 13 No 2 (1993)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.347 KB)

Abstract

Pola Adaptasi Penghuni Gua Budaya Toala Indah Asikin Nurani
Berkala Arkeologi Vol 13 No 2 (1993)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3044.586 KB) | DOI: 10.30883/jba.v13i2.573

Abstract

Kehidupan penghuni gua Budaya Toala berlangsung sejak Kala Pasca Plestosen hingga awal masehi. Kehidupan Budaya Toala ini berlangsung cukup lama dan mampu bertahan beratus-ratus tahun lamanya. Kehidupan budaya tersebut masih sangat bergantung pada potensi ekologi sumber alam sekitarnya. Hal ini menarik perhatian untuk diungkap lebih dalam, terutama mengenai pola adaptasi yang diterapkan oleh penghuni gua sehingga budaya ini mampu bertahan cukup lama.
Pengaruh Islam Sebagai Salah Satu Penyebab Mundurnya Kerajaan Majapahit Muhammad Chawari
Berkala Arkeologi Vol 13 No 2 (1993)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1993.373 KB) | DOI: 10.30883/jba.v13i2.574

Abstract

Sebelum masuknya pengaruh Islam sebagian besar penduduk daerah-daerah di Jawa Timur masih menganut kepercayaan yang berlandaskan pengaruh Hindu maupun Buddha. Selanjutnya dengan cepat pengaruh Islam masuk ke wilayah Kerajaan Majapahit melalui kota-kota pelabuhan. Hal ini disebabkan karena adanya pertentangan antar anggota keluarga kerajaan sepeninggal Raja Hayam Wuruk. Selain itu juga disebabkan karena masyarakat Islam telah menguasai perdagangan di pelabuhan-pelabuhan pantai Utara Jawa Timur.
Metode Analisis Struktur Perahu Fadjar Ibnu Thufail
Berkala Arkeologi Vol 13 No 2 (1993)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2820.017 KB) | DOI: 10.30883/jba.v13i2.575

Abstract

Untuk membuat suatu standar klasifikasi perahu, maka langkah awal yang harus dilakukan ialah mengenal struktur perahu secara rinci. Pada studi awal ini patokan dasar yang dipakai untuk dasar pembentukan model untuk klasifikasi adalah bahan dan bentuk, karena dua komponen inilah yang paling penting dalam teknik pembuatan perahu tradisional. Konsep bentuk mencakup hal-hal yang berkaitan dengan tampilan fisik dan konstruksi.
Penelitian Arkeologi Dalam Konteks Pengembangan Sumberdaya Arkeologi Bugie M.H. Kusumohartono
Berkala Arkeologi Vol 13 No 2 (1993)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2312.487 KB) | DOI: 10.30883/jba.v13i2.576

Abstract

Upaya mengungkapkan dan menjelaskan manusia serta kebudayaan dalam rentang dan proses masa lampau ke masa kini, melalui tinggalan- tinggalan bendawinya, adalah tantangan yang dihadapi bidang arkeologi di setiap negara. Namun dalam dinamika interaksi antar dan lintas sektoral saat ini, tentu saja tantangan sektor arkeologi juga semakin berkembang. Dunia arkeologi berada dalam proses tarik-ulur konflik kepentingan antar sektor. Sementara itu,dalam negara-negara dunia ke 3 terdapat kecenderungan konflik-konflik seperti tersebut di atas berorientasi ekonomik.
Penggambaran Ornamen Ular Pada Arca Ganesha Koleksi Museum Candi Prambanan, Yogyakarta Ashar Murdihastomo
Berkala Arkeologi Vol 40 No 1 (2020)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.21 KB) | DOI: 10.30883/jba.v40i1.477

Abstract

Ganesha is the best-known deity after Trimurti in the Hindu pantheon. He is worshipped as the lord of beginnings and as the lord of removing obstacles. He is sculpted in various depictions. One of them, collected by the Prambanan Temple Museum, Yogyakarta, shows a snake and a mouse as his vahana (mount/vehicle). This image has never been found anywhere else. Therefore, this study was aimed to find out the mythological story behind that depiction and to investigate the past people’s understanding of it. This descriptive study employed an iconographic analysis to analyze the collected data. The analysis results indicate that Ganesha is revered as the protector of crop yield (the harvest deity).

Filter by Year

1980 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 2 (2022) Vol 42 No 1 (2022) Vol 41 No 2 (2021) Vol 41 No 1 (2021) Vol 17 No 2 (1997) Vol 40 No 2 (2020) Vol 40 No 1 (2020) Vol 13 No 1 (1993) Vol 39 No 2 (2019) Vol 39 No 1 (2019) Vol 38 No 2 (2018) Vol 38 No 1 (2018) Vol 37 No 2 (2017) Vol 37 No 1 (2017) Vol 36 No 2 (2016) Vol 36 No 1 (2016) Vol 35 No 2 (2015) Vol 35 No 1 (2015) Vol 34 No 2 (2014) Vol 34 No 1 (2014) Vol 33 No 2 (2013) Vol 33 No 1 (2013) Vol 32 No 2 (2012) Vol 32 No 1 (2012) Vol 31 No 2 (2011) Vol 31 No 1 (2011) Vol 30 No 2 (2010) Vol 30 No 1 (2010) Vol 29 No 2 (2009) Vol 29 No 1 (2009) Vol 28 No 2 (2008) Vol 28 No 1 (2008) Vol 27 No 2 (2007) Vol 27 No 1 (2007) Vol 26 No 2 (2006) Vol 26 No 1 (2006) Vol 25 No 1 (2005) Vol 24 No 1 (2004) Vol 23 No 2 (2003) Vol 23 No 1 (2003) Vol 22 No 1 (2002) Vol 21 No 2 (2001) Vol 21 No 1 (2001) Vol 20 No 1 (2000) Vol 19 No 2 (1999) Vol 19 No 1 (1999) Vol 18 No 2 (1998) Vol 18 No 1 (1998): Edisi Khusus Vol 17 No 1 (1997) Vol 16 No 2 (1996) Vol 16 No 1 (1996) Vol 15 No 3 (1995): Edisi Khusus Vol 15 No 2 (1995) Vol 15 No 1 (1995) Vol 14 No 2 (1994): Edisi Khusus Vol 14 No 1 (1994) Vol 13 No 3 (1993): Edisi Khusus Vol 13 No 2 (1993) Vol 12 No 1 (1991) Vol 11 No 1 (1990) Vol 10 No 2 (1989) Vol 10 No 1 (1989) Vol 9 No 2 (1988) Vol 9 No 1 (1988) Vol 8 No 2 (1987) Vol 8 No 1 (1987) Vol 7 No 2 (1986) Vol 7 No 1 (1986) Vol 6 No 2 (1985) Vol 6 No 1 (1985) Vol 5 No 2 (1984) Vol 5 No 1 (1984) Vol 4 No 2 (1983) Vol 4 No 1 (1983) Vol 3 No 1 (1982) Vol 2 No 1 (1981) Vol 1 No 1 (1980) More Issue