cover
Contact Name
Reginaldo Christophori Lake
Contact Email
tarsitekturunwira@gmail.com
Phone
+62
Journal Mail Official
tarsitekturunwira@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira Kampus Teknik, Jl. San Juan, Penfui Timur, Kabupaten Kupang - NTT
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur
ISSN : 25410598     EISSN : 25411217     DOI : -
Core Subject : Engineering,
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur is a medium of scholarly publication published by Architecture Study Program of Universitas Katolik Widya Mandira in collaboration with Indonesian Architect Association. It serves several goals i.e. being a medium of communication, dissemination and exchange of information, and a medium of publishing scholarly research in the field of Architecture.
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2018)" : 8 Documents clear
KONSEP EKOLOGIS DAN BUDAYA PADA PERANCANGAN HUNIAN PASKA BENCANA DI YOGYAKARTA Prasetyo, Lucky; Tobing, Rumiati R.; Budiyuwono, Hartanto
ARTEKS Jurnal Teknik Arsitektur Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/artk.v2i2.148

Abstract

Hunian bantuan pasca bencana biasanya didesain dengan desain yang hanya mempertimbangkan kecepatan konstruksi dan efisiensi biaya pembangunan dengan kurang mempertimbangkan kekhasan budaya lokal serta kondisi lingkungan suatu kawasan. Bila hal ini terjadi secara terus menerus, maka arsitektur lokal yang merupakan wadah dari budaya lokal dan bentuk respon masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar  secara perlahan akan terancam hilang bersamaan dengan adanya bencana, yang kemudian akan tergantikan dengan bentuk-bentuk hunian yang hampir seragam disemua tempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep ekologis dan budaya pada perancangan hunian paska bencana di desa Ngibikan yang berhasil menjawab kebutuhan penghuninya dan menyatu dengan kehidupan masyarakatnya.  Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif untuk menggali konsep ekologi dan budaya pada perancangan di desa Ngibikan.Berdasar hasil penelitian didapatkan bahwa penerapan konsep ekologis dan budaya pada perencanaan desain hunian paska bencana di desa Ngibikan turut mempengaruhi keberhasilan desain dalam  menjawab kebutuhan penghuni dan merespon kondisi alamnya. Diharapkan proses rekonstruksi pemukiman paska bencana di desa Ngibikan ini dapat menjadi contoh bagi proses rekonstruksi dimasa mendatang agar proses rekonstruksi tidak hanya berupa upaya memenuhi kebutuhan hunian bagi korban bencana namun juga suatu upaya melestarikan arsitektur lokal  yang merupakan wadah dari budaya lokal dan bentuk respon masyarakat terhadap kondisi lingkungan di suatu kawasan.Kata kunci: hunian, paska bencana, rekonstruksi, ekologis, budaya lokal Title: Ecologicals and Culture Concepts in Post-Disasters Housing Design Post-disaster housing is usually designed with a design that considers only the rapidity of development and cost efficiency without thinking of local cultural and environmental conditions of an area. If this happens continuously, then the local architecture which is a container of local culture and the form of community response to the surrounding environment will slowly be threatened to disappear along with the disaster, which will then be replaced by almost uniform shelter in all places. This study aims to identify ecological and cultural concepts on post-disaster residential design in Ngibikan village that successfully responds to the needs of its inhabitants and blends with the lives of its people. The method used is descriptive qualitative method to explore the concept of ecology and culture on the design in Ngibikan village. Based on the results of the research, it is found that the application of ecological and cultural concepts in the design of post-disaster residential design in Ngibikan village also influenced the success of the design in responding to the needs of the residents and responding to the natural conditions. It is expected that the post-disaster reconstruction process in Ngibikan village can serve as an example for the reconstruction process in the future so that the reconstruction process will not only be an effort to fulfill residential needs for disaster victims but also an effort to preserve local architecture which is a container of local culture and form of community response to the condition environment in an area. Keywords: housing, post-disaster, reconstruction, ecological, local cultural
TATA RUANG DALAM RUMAH SEDERHANA T-54 PERUMAHAN KEDUNG BADAK BARU BOGOR DITINJAU DARI PENCAHAYAAN Prayoga, Mochammad Ardi; Budiyuwono, Hartanto; Prajudi, Rahadian
ARTEKS Jurnal Teknik Arsitektur Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/artk.v2i2.149

Abstract

Populasi masyarakat Indonesia menuntut akan rumah tinggal seperti halnya pada rumah dengan tipe luas bangunan 54 m2. Penempatan bangunan tersebut beragam tata letaknya terhadap orientasi matahari yang terpengaruh pula terhadap pencahayaan. Hal ini memunculkan fenomena program pembangunan rumah sederhana.  Isu dari penelitian ini adalah tata ruang dalam rumah sederhana tipe 54 yang ditinjau dari pencahayaan. Fokus penelitian ini adalah bangunan rumah tinggal sederhana tipe 54 di Komplek Perumahan Kedung Badak Baru Kota Bogor. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan pedoman perancangan tata ruang dalam bangunan rumah tinggal sederhana tipe 54 yang mempertimbangkan pencahayaan dan diharapkan dapat memberi masukan bagi perencana dan pemerintah di Kota Bogor. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif deskriptif analitik. Teori perancangan arsitektur tropis dan teori pencahayaan digunakan sebagai acuan dasar dalam membuat analisis. Hasil dari penelitian ini adalah ruang dalam yang gelap karena adanya ruangan yang terkurung dan penempatan tipe bukaan yang tidak tepat. Simpulan yang didapat adalah perubahan tata ruang dalam berdasarkan orientasi bangunan dan tipe bukaan yang ditempatkan secara tepat akan dapat memanfaatkan cahaya.Kata kunci: rumah sederhana tipe 54, tata ruang dalam, pencahayaan Title: Layout of Type 54 Affordable House in Kedung Badak Bogor City based on Lighting Indonesian people considered the house as a basic necessity such as a house with a building area of 54 m2. The placement of the various layout to the sun’s orientation is related to the lightning. This lead to the phenomenon of affordable housing development. The issue of this research is the layout of type 54 affordable house considered by the lighting. The focus of this research is the type 54 affordable house in Kedung Badak Baru in Bogor. The purpose of this research is to get layout design guidelines of type 54 affordable house which consider the lighting and give input to the next architect and government in Bogor. The research method is quantitative descriptive analytic. Tropical architecture design theory and lighting theory are used as a reference in making an analysis. The result is the interior less bright. It because the layout design was surrounded by another room and incorrect placement and size of openings. The conclusion is to design new layout based each orientation of type 54 affordable house. And it also to place the suitable openings properly which will able to utilize the light. Keywords: affordable house type 54, layout, lighting
KEGIATAN WORKSHOP UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH MAHASISWA PROGRAM STUDI TEKNIK M. Arch, Carolina; Tallo, Amandus Jong
ARTEKS Jurnal Teknik Arsitektur Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/artk.v2i2.145

Abstract

Minat calon siswa pada program studi teknik di perguruan tinggi swasta dan negeri semakin berkurang. Data menunjukan  hanya 14%  mahasiswa yang memilih program studi teknik. Pada lingkup yang lebih kecil, jumlah peminat mahasiswa teknik di salah satu universitas swasta hanya 25% dibandingkan program studi ilmu sosial. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk merumuskan penyebab rendahnya minat calon mahasiswa terhadap program studi teknik sekaligus mencoba untuk menyusun solusi-solusi aplikatif yang sudah dicoba, teori-teori yang relevan, yang dirasa dapat membantu dalam memecahkan masalah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan  berasal dari hasil kuesioner mahasiswa baru dan data-data terkait dengan jumlah mahasiswa baik ditingkat kopertis III maupun di internal Universitas ABC.  Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa program studi teknik yang menjadi minat masyarakat kini adalah program studi teknik yang memiliki social senses, diantaranya Teknik Arsitektur, PWK dan Desain Produk. Sejalan dengan teori 4 (empat) unsur dibalik popularitas ketokohan seseorang, hal tersebut didasari akan trend calon mahasiswa terhadap daya tarik ilmu sosial yang bisa menemukan problem solving, kesuksesan public figure, dan industry branding. Upaya meningkatkan jumlah peminat program studi teknik, dapat dilakukan lewat kegiatan workshop dosen keilmuan kepada calon mahasiswa secara langsung serta open house universitas. Kata kunci: kuliah, minat, strategi, teknik Title: Workshop to Increase the Number of Students at Engineering Study Program Interest of prospective students toward engineering courses both in public and private universities keep decreasing. Data shows that only 14% of students choose engineering courses. In smaller scale, in one private university, students interest taking the engineering course are only 25% compared to student interest on taking the social courses. Purpose of this research was to conclude the reasons why student’s interest toward engineering courses are low, and to comprise some proven solutions, related theories, in order to help solving the problems. Method used in this research is descriptive quantitative. Data used comes from new student’s quisionaire, and related data with student’s number studying engineering course in Kopertis III and in the internal of ABC University. Data analysis showed that current engineering courses which have more students, are engineering courses with social senses such as Architecture, Regional Planning, and Design Product. Along with the theory of 4 (four) aspecs behind the popularity of a figure, all caused by the current trend of prospective student’s interest towards the social study attractiveness which leads to problem soving, the existence of success’s public figures, and industry branding. Direct workshop between lecturer and prospective students, and doing open house in the university could be strategies to increase the numbers of prospective student who want to take engineering course. Keywords: lecture, interest, strategy, technique
PEMAKNAAN RUANG TERBUKA PUBLIK TAMAN NOSTALGIA KOTA KUPANG Liem, Yoseph; Lake, Reginaldo Christophori
ARTEKS Jurnal Teknik Arsitektur Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/artk.v2i2.150

Abstract

Taman Nostalgia Kota Kupang menjadi salah satu ciri kota Kupang sebagai satu-satunya taman yang cukup representatif di kawasan Kota Kupang. Namun jiwa tempat merupakan kekuatan nonfisik yang mampu membentuk kesan dalam kota. Apakah taman Nostalgia berhasil memberi makna sebagaimana konsep awal perencanaan dan pembangunannya guna membawa manfaat yang luas bagi Kota Kupang dan warganya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan taman Nostalgia sebagai ruang publik dan bagaimana maknanya bagi warga kota. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Pengamatan dilakukan diruang taman pada waktu-waktu yang telah ditentukan untuk mendapatkan gambaran pola pemanfaatannya. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang terbuka publik taman Nostalgia masih belum maksimal sesuai konsep awal, dimana tujuan pemanfaatan taman pada skala yang lebih besar belum tercapai ditandai dengan belum berhasilnya upaya menjadikan taman sebagai paru-paru kota/hutan kota dan belum memberi makna yang demokratis bagi pengunjung taman sebagai ruang terbuka publik yang bebas dan bisa diakses oleh semua warga terutama oleh pengunjung lanjut usia dan balita.Kata kunci: pemaknaan, ruang terbuka publik, taman nostalgia Title: The Meaning of Public Space of Kupang City Nostalgia Park Kupang City Nostalgia Park became one of the characteristics of the city where the park is located in the city center and became the only representative representative park in the city of Kupang. But the soul is unreliable. Is Nostalgic Park able to give meaning to the initial concept of planning and development in order to provide broad benefits for the city of Kupang and its citizens. Therefore, the purpose of the study is to know the extent to which Nostalgia parks as a public space and how its meaning for the citizens of the city. This research was conducted by qualitative descriptive method. Observations were made in the park room at predetermined times to get an overview of the utilization pattern. The results show that the utilization of open space Nostalgia public park is still not maximized according to the initial concept, where the purpose of utilization of the park on a larger scale has not been integrated with the unsuccessful efforts to make the park as the lung of the city / forest city and has not given a democratic meaning to visitors park as a public open space that can be accessed by the visitors. Keywords: meaning, public open space, Nostalgia park
EVALUASI PENATAAN DAN PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU UNTUK INTERAKSI SOSIAL DI RUSUNAWA KOTA CIMAHI Histanto, Enrico Nirwan; Kusliansjah, Yohanes Karyadi
ARTEKS Jurnal Teknik Arsitektur Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/artk.v2i2.146

Abstract

Kota Cimahi pada awalnya merupakan salah satu bagian dari Kabupaten Bandung, dengan pesatnya pertumbuhan akhirnya ditetapkan sebagai kota administratif pada 29 Januari 1976, selanjutnya menjadi kota otonom pada tanggal 21 Juni 2001. Cimahi saat ini menjadi salah satu kawasan pertumbuhan Kota Bandung di bagian Barat. Jumlah penduduknya saat ini adalah 561.386 jiwa, dengan pertumbuhan rata-rata 2,12% per tahun (sumber: database kependudukan Kota Cimahi tahun 2014).Ruang Terbuka Hijau (RTH) di beberapa kota di Jawa Barat mengalami penurunan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Hal tersebut berdampak pada penurunan kualitas lingkungan hidup perkotaan dan menimbulkan masalah perkotaan seperti terjadinya bencana banjir, khususnya pada musim penghujan, peningkatan pencemaran udara, dan berkurangnya indeks kebahagiaan kota akibat minimnya ruang terbuka yang tersedia untuk interaksi sosial.Kesamaan konfigurasi penataan tapak dalam hal ini kesamaan tipologi penyusunan massa bangunan, jumlah penghuni dan sasaran penghuni yaitu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kedua rusunawa Kota Cimahi, yaitu Cibeureum dan Leuwigajah menarik untuk diteliti manakah yang lebih efektif penataan RTH dan pemanfaatannya serta faktor-faktor penentu apa sajakah yang berperan.Dalam pengelolaan, pemeliharaan dan pemanfaatan RTH rusunawa memang tanggung jawab utama pengelola rumah susun, dalam hal ini pemerintah Kota Cimahi, namun perlu keterlibatan semua penghuni dalam merawat dan menjaga kebersihannya, khususnya dalam membuang sampah pada tempatnya dan menggunakan sarana yang disediakan dengan bertanggung jawab.Kata kunci: RTH, rusunawa, penataan tapak Title: Evaluation of Arragement and Use of Green Open Space in Cimai City’s Rusunawa Cimahi City was originally one part of Bandung Regency, with rapid growth finally established as an administrative city on January 29, 1976, then became autonomous city on June 21, 2001. Cimahi currently become one of the growth areas of Bandung in the West. The current population is 561,386, with an average growth of 2.12% per year (source: population database of Cimahi City 2014).Green Open Space (RTH) in several cities in West Java has decreased both in terms of quality and quantity. This has the effect of reducing urban environmental quality and causing urban problems such as floods, especially in the rainy season, increasing air pollution, and decreasing urban happiness index due to the lack of open space available for social interaction.The similarity of the configuration of the arrangement of the site in this case the similarity of the typology of building mass composition, the number of occupants and the target of the residents of low income (MBR) of the two rusunawa Cimahi City, namely Cibeureum and Leuwigajah interesting to examine which is more effective the arrangement of green space and its utilization and the determinants what's playing.In the management, maintenance and utilization of the flats RTH is the main responsibility of apartment managers, in this case the Cimahi Municipal Government, but the involvement of all residents in maintaining and maintaining cleanliness, especially in disposing of waste in place and use the facilities provided responsibly. Keywords: RTH, rusunawa, arrangement of site
KRITERIA RUANG PUBLIK KALIJODO PENDUKUNG AKSESIBILITAS DAN PENINGKATAN AKTIVITAS Hartoyo, Hansen; M.T, Santoni
ARTEKS Jurnal Teknik Arsitektur Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/artk.v2i2.147

Abstract

Ruang publik merupakan ruang untuk melakukan kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya. Selain ruang terbuka hijau, ruang sepanjang sungai juga mempunyai potensi untuk dijadikan sebagai sebagai ruang publik. Faktanya ruang sepanjang sungai hanya digunakan untuk permukiman liar dan tidak ada penyediaan ruang publik di dalamnya. Penelitian akan berfokus pada penentuan kriteria yang dibutuhkan untuk membentuk ruang publik di sekitar bantaran sungai dalam mendukung aksesibiltas dan peningkatan aktivitas. Teori yang akan digunakan ialah prinsip kawasan terintegrasi sungai (Charles A. McLaren - A Guide to Riverfront Development) dan teori Public Space oleh Stephen Carr dan Carmona. Tapak yang akan di analisis adalah ruang publik di Kawasan Kalijodo yang berbatasan langsung dengan air. Berdasarkan kedua teori yang digabungkan, kriteria yang akan digunakan dalam menganalisis objek studi adalah kenyamanan, aktivitas, sosiabilitas dan yang ditekankan ialah akses, meliputi titik akses pedestrian, tipe dan distribusi akses universal, dan prioritas pedestrian. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan akses secara fisikal sudah terpenuhi dengan adanya tangga dan jembatan penghubung dari sungai, namun harus mempertimbangkan akses secara visual, menambahkan program yang spesifik agar pemetaan merata dan ditunjang dengan vegetasi yang lebih rapat untuk mendukung kenyamanan.Kata kunci: aktivitas, aksesibilitas, ruang publik, bantaran sungai Title: Relation of Activity and Connectivity of Kalijodo as a Public Space Public space is a place for social, economic and culture activity. Besides green open spaces, there are a lot of space along the river that have potential issues to be created as a public space. In fact, number of riverside are filled by slum area and there is no public space along the riparian. This research focused on the determining the chriterias of public space that support connectivity and incilining the number of activities. Theory that applied for this research is A Guide to Riverfront Development by Charles A. McLaren amd Public Space principle by Stephen Carr and Carmona. Kalijodo is one of the public space that will be studied because of its position faced in front of the river. Based on those theories, there are chitrerias that will be used to analyse the study casem which are comfort, activity, sociability, and more focus on access, including pedestrian access point, type and distribution of universal access and pedestrian priority. The result of this research could be summarised that physical access are attained by stairs and bridge that connect from river. Eventhough, Kalijodo must concern about visual access, addition of specific program to spread the activities and support by dense of vegetation to reach comfort. Keywords: activity, accessibility, public space, riverside
Halaman Dalam Jurnal Teknik Arsitektur, ARTEKS
ARTEKS Jurnal Teknik Arsitektur Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/artk.v2i2.198

Abstract

Daftar Isi dan Editorial Jurnal Teknik Arsitektur, ARTEKS
ARTEKS Jurnal Teknik Arsitektur Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/artk.v2i2.199

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 3 (2024): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | September 2024 ~ Desember 2024 Vol 9 No 2 (2024): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Mei 2024 ~ Agustus 2024 Vol 9 No 1 (2024): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Januari 2024 ~ April 2024 Vol 8 No 3 (2023): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | September 2023 ~ Desember 2023 Vol 8 No 2 (2023): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Mei 2023 ~ Agustus 2023 Vol 8 No 1 (2023): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Januari 2023 ~ April 2023 Vol 7 No 3 (2022): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | September 2022 ~ Desember 2022 Vol 7 No 2 (2022): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Mei 2022 ~ Agustus 2022 Vol 7 No 1 (2022): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Januari 2022 ~ April 2022 Vol 6 No 3 (2021): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | September 2021 ~ Desember 2021 Vol 6 No 2 (2021): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Mei 2021 ~ Agustus 2021 Vol 6 No 1 (2021): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Januari 2021 ~ April 2021 Vol 5 No 3 (2020): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | September 2020 ~ Desember 2020 Vol 5 No 2 (2020): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | May 2020 ~ August 2020 Vol 5 No 1 (2020): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Januari 2020 ~ April 2020 Vol 5 No 3 (2020): Article In Press 2020 Vol 4 No 1 (2019): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Juli 2019 ~ Desember 2019 Vol 3 No 2 (2019): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Januari 2019 ~ Juni 2019 Vol 3 No 1 (2018): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Juli 2018 ~ Desember 2018 Vol 2 No 2 (2018): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Januari 2018 ~ Juni 2018 Vol 3, No 1 (2018) Vol 2, No 2 (2018) Vol 2 No 1 (2017): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Juli 2017 ~ Desember 2017 Vol 1 No 2 (2017): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Januari 2017 ~ Juni 2017 Vol 2, No 1 (2017) Vol 1, No 2 (2017) Vol 1 No 1 (2016): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Juli 2016 ~ Desember 2016 Vol 1, No 1 (2016) More Issue