cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
eduscope.unwaha@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi
ISSN : 24604844     EISSN : 25023985     DOI : -
Core Subject : Education,
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Jombang. Jurnal Eduscope memiliki tujuan untuk memberikan informasi-informasi dari hasil penelitian dan kajian para peneliti Indonesia yang sesuai dengan pengembangan pendidikan, pembelajaran, serta teknologi. EDUSCOPE juga memuat artikel-artikel yang membahas teori, penemuan dasar, dan juga aplikasi ilmu yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan, pembelajaran, dan teknologi di segala tingkatan. Jurnal EDUSCOPE akan diterbitkan 2 kali selama 1 tahun atau 1 volume selama 1 tahun yaitu bulan Juli dan Januari.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2018): EDUSCOPE" : 5 Documents clear
TOKSISITAS GAS KARBON MONOKSIDA (CO) TERHADAP MORTALITAS IKAN GUPPY (Poecilia reticulata) Anggun Wulandari
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi Vol 3 No 2 (2018): EDUSCOPE
Publisher : LPPM Universitas KH.A.Wahab Hasbullah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.17 KB)

Abstract

ABSTRACT Carbon Monoxide (CO) is one of the contributor of air pollution which can come from industrial sector and transportation caused by incomplete combustion. The entry of contaminants into the river body can affect the condition of existing organisms in these waters, including damage to the organs in the fish, changing the structure of fish populations, until the death of fish. This study aims to determine the toxicity of carbon monoxide (CO) gas to mortality of guppy fish (Poecilia reticulata) with different time. This type of research is an experimental research using a complete randomized design (RAL). Giving of CO gas based on time duration includes control, 2 minutes, 4 minutes and 6 minutes. Treatment was repeated 3 times and observed for 3 days. Object used in this research is guppy (Poecilia reticulata) sex of male counted 120 tails. The results showed that CO gases could affect mortality of guppy fish, where only fish in control were able to live until the third day, whereas for fish treated with CO exposure for 2 minutes, 4 minutes and 6 minutes all experienced death. The result of analysis of single anava obtained F value of calculation of treatment (0,2647472) <F table (3,182), so mortality of guppy fish is not affected by length of time of administration of CO gas at each treatment because of equal percentage of mortality in treatment 2 minute, 4 minute, and 6 minutes, while the control treatment showed a significant difference so it can be concluded that CO gas causes all guppy fish to die. KEYWORDS: KEY WORDS: toxicity, carbon monoxide, mortality, guppy fish ABSTRAK Karbon Monoksida (CO) merupakan salah satu penyumbang pencemaran udara yang dapat berasal dari sektor industri dan transportasi akibat dari pembakaran yang tidak sempurna. Masuknya bahan pencemar tersebut ke dalam badan sungai dapat mempengaruhi kondisi organisme yang ada di perairan tersebut, antara lain kerusakan pada organ dalam ikan, mengubah struktur populasi ikan, hingga kematian ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas gas karbon monoksida (CO) terhadap mortalitas ikan guppy (Poecilia reticulata) dengan waktu yang berbeda. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Pemberian gas CO berdasarkan lama waktu meliputi kontrol, 2 menit, 4 menit dan 6 menit. Perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali dan diamati selama 3 hari. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan guppy (Poecilia reticulata) jenis kelamin jantan sebanyak 120 ekor. Hasil penelitian menunjukkan pemberian gas CO dapat mempengaruhi mortalitas ikan guppy, dimana hanya ikan yang ada pada kontrol yang mampu hidup sampai hari ketiga, sedangkan untuk ikan yang diberi perlakuan paparan gas CO selama 2 menit, 4 menit dan 6 menit semuanya mengalami kematian. Hasil analisis anava tunggal didapatkan nilai F hitung perlakuan (0,2647472) < F tabel (3,182), sehingga mortalitas ikan guppy tidak dipengaruhi oleh lamanya waktu pemberian gas CO pada setiap perlakuan karena besarnya prosentase mortalitas yang sama pada perlakuan 2 menit, 4 menit, dan 6 menit, sedangkan perlakuan kontrol menunjukkan perbedaan yang signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa gas CO menyebabkan semua ikan guppy mengalami kematian. KATA KUNCI: toksisitas, karbon monoksida, mortalitas, ikan guppy
SELF-ESTEEM DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Self-Esteem in Mathematics Education Eliza Verdianingsih
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi Vol 3 No 2 (2018): EDUSCOPE
Publisher : LPPM Universitas KH.A.Wahab Hasbullah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.839 KB)

Abstract

ABSTRAK Tumbuhnya perasaan aku bisa dan aku berharga merupakan inti dari pengertian self-esteem. Self-esteem dapat berpengaruh pada prestasi belajar siswa, oleh karena itu self-esteem merupakan salah satu aspek afektif yang harus dimiliki oleh siswa. Self-esteem siswa ditentukan oleh seberapa besar siswa merasa bahwa dirinya berharga, seberapa besar siswa menyukai dirinya sendiri dan semakin positif self-esteem yang dimiliki siswa maka akan semakin tinggi juga prestasi yang akan diraih. Self-esteem matematis dalam artikel ini dapat diartikan sebagai penilaian siswa terhadap dirinya sendiri tentang kemampuan, keberhasilan, kemanfaatan dan kebaikan diri mereka sendiri dalam matematika. Guru mempunyai peran yang penting dalam pembentukan self-esteem matematis siswa dalam pembelajaran matematika. Jika siswa memiliki self-esteem matematis yang tinggi maka siswa akan lebih menyenangi pelajaran matematika dan dapat menyelesaikan masalah matematika dengan baik. Dengan demikian tidak akan ada siswa yang merasa dirinya tidak mampu lagi dalam menyelesaikan masalah matematika, serta dapat meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya dalam pelajaran matematika. Kata kunci: pembelajaran matematika, self-esteem, self-esteem matematis. ABSTRACT Self-esteem is referred to as the growth of “I can and I am worthy” feeling. Self-esteem can determine students’ achievement. Therefore self-esteem is one of the affective aspects which should be possessed by students. Students’ self-esteem is determined by whether the students feel that they are worthy, how much the students like themselves. The higher the self-esteem, the higher the students’ achievement gets. Self-esteem in mathematics education in this paper will be defined as how the students assess themselves regarding their ability, success, usefulness, and their goodness in mathematics. Teacher plays an important role in increasing students’ mathematic self-esteem in mathematics education. If student have a high level of mathematics self-esteem, student will be more attracted to mathematics and are able to solve mathematical problems easily. Hence, students will be able to solve mathematical problem and further improve their achievement. Key words: mathematics education, self-esteem, mathematics self-esteem.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS SIMULASI PhET DAN KITOPTIK DENGAN MODEL PEMBELAJARANLANGSUNG UNTUK MENUNTASKAN HASIL BELAJAR SISWA Suci Prihatiningtyas
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi Vol 3 No 2 (2018): EDUSCOPE
Publisher : LPPM Universitas KH.A.Wahab Hasbullah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.443 KB)

Abstract

Abstract This study aims to complete student learning outcomes with PhET simulations and KIT Optics using direct learning models. This study uses One Group Pretest-Posttest Design test model. The study was conducted in the even semester of 2012-2013 academic year to grade VIII students of MTs Kanjeng Sepuh Sidayu Gresik. The result showed that the implementation of RPP was categorized well. The dominant student activity is experimental activity with PhET and KIT optical simulations. Student learning outcomes were completed classically. Furthermore, students responses in teaching learning process were positive. Some problems encountered during teaching learning process related to the allocation of time in implementing the model. Based on the above findings it can be concluded that learning by using PhET simulations and KIT optical is effectively applied in the classroom and can complete student learning outcomes. Key words:DirectInstruction, Student learning outcomes Abstrak Penelitian bertujuan untuk menuntaskan hasil belajar siswa dengan simulasi PhET dan KIT Optik menggunakan model pembelajaran langsung. Penelitian ini menggunakan model ujicoba One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2012-2013 kepada siswakelas VIII MTs Kanjeng Sepuh Sidayu Gresik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan RPP berkategori baik. Aktivitas siswa yang dominan adalah kegiatan percobaan dengan simulasi PhET dan KIT optik. Hasil belajar siswa tuntas secara klasikal. Respons siswa terhadap pembelajaran memberikan respons positif. Kendala yang dijumpai selama KBM berhubungan dengan alokasi waktu pelaksanaan KBM. Berdasarkan hasil temuan di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan simulasi PhET dan KIT optik efektif diterapkan di kelas dan dapat menuntaskan hasil belajar siswa Kata Kunci: Model Pembelajaran Langsung, Hasil Belajar Siswa
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR SISWA KELAS VIII Khusnul Khotimah
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi Vol 3 No 2 (2018): EDUSCOPE
Publisher : LPPM Universitas KH.A.Wahab Hasbullah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.93 KB)

Abstract

Abstract The purpose of this study is to describe the ability of teachers to manage learning, student responses and student learning outcomes with the problem-based learning model with a contextual approach on the material of building flat side space in class VIII. This research is a descriptive research. The research design used is the oneshot case study. The results of data analysis show: (1) the ability of teachers to manage learning as a whole can be categorized very well (2) student response to learning with problem based learning model with a positive contextual approach. (3) the average value of student learning outcomes with problem based learning model with a complete contextual Keywords: problem based learning, contextual approach and building flat side space Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan guru mengelola pembelajaran, respon siswa dan hasil belajar siswa dengan model problem based learning dengan pendekatan kontekstual pada materi bangun ruang sisi datar di kelas VIII. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Adapun rancangan penelitian yang digunakan yaitu the oneshot case study. Hasil analisis data menunjukkan: (1) kemampuan guru mengelola pembelajaran secara keseluruhan dapat dikategorikan sangat baik (2) respon siswa terhadap pembelajaran dengan model problem based learning dengan pendekatan kontekstual yaitu positif. (3) nilai rata-rata hasil belajar siswa dengan model problem based learning dengan pendekatan kontekstual tuntas. Kata kunci: Problem based learning, pendekatan kontekstual dan bangun ruang sisi datar.
Studi tentang Kesulitan Belajar Siswa dan Usaha Penanggulangannya di MTs Al-Ihsan Kalikejambon Tembelang Jombang Tahun 2015/2016 Muhamad Khoirur Roziqin
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi Vol 3 No 2 (2018): EDUSCOPE
Publisher : LPPM Universitas KH.A.Wahab Hasbullah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.709 KB)

Abstract

ABSTRACT Talking about the issue of education, however the form of education, both education in general and Islamic education in particular will not be separated by the process of teaching and learning. In every school of all kinds and degrees must have students with learning difficulties. In anticipating the emergence of such obstacles or learning difficulties, the person responsible for the education is expected to make an attempt to anticipate or at least reduce the incidence of learning difficulties. The efforts undertaken to overcome student learning difficulties by: forming study groups, holding meetings or lectures, providing guidance and counseling, complete school equipment, improve teaching methods. KEYWORD: Learning Difficulties, student effort, student ABSTRAK Membicarakan tentang masalah pendidikan, bagaimanapun bentuknya pendidikan itu, baik pendidikan pada umumnya maupun pendidikan Islam pada khususnya tidak akan terlepas dengan adanya proses belajar mengajar. Di setiap sekolah dalam berbagai jenis dan tingkatan pasti memiliki anak didik yang berkesulitan belajar. Dalam mengantisipasi timbulnya rintangan-rintangan atau kesulitan-kesulitan belajar tersebut, orang yang bertanggungjawab terhadap pendidikan itu diharapkan mampu mengadakan suatu usaha untuk mengantisipasi atau setidak-tidaknya dapat mengurangi timbulnya kesulitan belajar tersebut. Adapun usaha – usaha yang dilakukan untuk menanggulangi kesulitan belajar siswa dengan cara: membentuk kelompok belajar, mengadakan pertemuan atau ceramah, mengadakan bimbingan dan penyuluhan, melengkapi pralatan sekolah, memperbaiki metode mengajar. KATA KUNCI: Kesulitan Belajar, usaha penanggulan, siswa

Page 1 of 1 | Total Record : 5