cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
SYAHADAH : Jurnal Ilmu Al-Qur?an & Keislaman
ISSN : 23380349     EISSN : 23380349     DOI : -
Jurnal Syahadah merupakan jurnal Ilmu al-Qur’an dan keislaman dengan kajian multidisipliner, terbit dua kali dalam satu tahun (April dan Oktober), dikelola oleh Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri Tembilahan. Redaksi menerima tulisan yang relevan selama mengikuti petunjuk penulisan yang ditetapkan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2019)" : 5 Documents clear
MENALAR HERMENEUTIKA UMAR Muhamad Zulfar Rohman
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.992 KB)

Abstract

Although not including in al-sabiqun al-awwalun, Umar was a shahaba of the Prophet who was very famous. During the time of jahiliyyah he was a person who really hated Islam, but when he converted to Islam and became a caliph he succeeded in making Islam spread to various regions. He is a person who organizes government administration so that Islam becomes a real country. In relation to the Qur'an he became a phenomenal person because his words seemed to precede the revealed verses of the Qur'an. The model of his understanding of the Qur'an in order to establish a policy is also interesting because it seems that he rejects the literal meaning of the Qur'an. This research aims to investigate and explain how Umar's hermeneutics is working. The result was: first, the text in Umar's hermeneutics was highly upheld. Second, Umar in understanding the Qur'an gives great attention to the context. Third, Umar was very progressive in carrying out ijtihad to achieve maslahat. Then also analyzed the applicative examples of Umar's hermeneutics in the three cases: hadd cut off hands, giving zakat to muallafatu qulubuhum, and the division of ghanimah.
INSPIRASI AL-QUR’AN DALAM GERAKAN LITERASI MESJID Nasrullah Nasrullah; Andini Febrianty Damasari
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.343 KB)

Abstract

Al-Qur’an diyakini sebagai Kitab Suci umat Islam yang ajarannya sangat memotivasi prinsip literasi. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, berisi perintah Iqra’, yang berati membaca, memahami, merenungi, dan menyelidiki sesuatu. Konsep Iqra’ ini mengandung muatan gerakan misi pengetahuan dan penelitian yang menjadi pilar peradaban luar biasa nantinya dalam sejarah umat Islam. Inspirasi dari al-Qur’an melalui falsafah Iqra’ lalu dijadikan suatu aksi gerakan yang dilinierkan dengan falsafah Imarah al-masjid atau gerakan memakmurkan mesjid sebagai basis kehidupan masyarakat- berkumpul dan beraktifitas dalam lingkup spiritual dan sosial. Sinergisitas kedua falsafah ini, dikenal dengan gerakan literasi mesjid. Program-program gerakan ini ditawarkan untuk mendorong mesjid antara lain; penyediaan akses literatur perpustakaan dengan bahan literatur bermutu, penggalakkan majelis ta’lim/kajian ilmu dan budaya penulisan, serta pengkaderan remaja mesjid menjadi agen literasi berkelanjutan. Dengan gerakan literasi mesjid ini diharapkan menjadi laboratorium bagi masyarakat secara umum dalam mengambil manfaat untuk mempersiapkan menuju generasi masyarakat yang literat dan mendapat keberkahan hidup secara bertmartabat.
Kaidah Munasabah Dewi Murni
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.068 KB)

Abstract

Mengkaji munasabah al-Qur’an dapat dianggap penting, karena akan diperoleh faedah memperoleh pemahaman yang lebih sempurna dari teks al-Qur’an. Karena persoalan munasabah termasuk dalam kategori ijtihad, maka kaidah-kaidahnya pun bersifat ijtihadi. Namun secara umum mereka sepakat bahwa kaidah Ilmu Mantiq serta Ilmu Bahasa mutlak diperlukan. Dengan demikian analisis filosofis serta analisis bahasa menjadi penting dalam metodologi penelitian munasabah al-Qur’an. Munasabah al-Qur’an dengan demikian dapat pula menjadi salah satu cabang Ilmu Al-Qur’an yang penting dan strategis. Ilmu Munasabah ini sekaligus menjadi sebuah perangkat yang melengkapi metodologi pemahaman al-Qur’an secara konprehensif.
MUKJIZAT NUMERIK DALAM AL-QUR’AN Studi Terhadap Mukjizat Angka 7 Abd Ad-Da’im Al-Kahil Ridha Hayati; Muhammad Misbahul Munir
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini akan membahas mukjizat angka 7 dalam al-Qur’an yang digagas oleh Abd ad-Da’im al-Kahil. Sebelum ini, pembahasan tentang mukjizat angka telah dikenalkan oleh Rasyad Khalifah dengan teori angka 19-nya, tetapi ia tidak menggunakan metode yang berbasis al-Qur’an dan ilmiah. Al-Kahil dengan metode deretnya yang ditarik dari al-Qur’an dan sesuai secara matematis, mendapatkan keharmonisasian dan kekoherensian angka 7 dalam al-Qur’an pada setiap surah, ayat, kata, dan bahkan huruf-huruf istimewa dalam al-Qur’an. Angka 7 sering ditemukan berulang yang mengindikasikan keistimewaan angka ini dalam al-Qur’an. Selain itu, angka 7 juga dapat ditemukan dalam struktur alam raya, sunnah, aktivitas ibadah dan kehidupan sehari-hari yang menunjukkan kemukjizatan angka ini dibanding angka-angka lainnya.
DISKURSUS METODE AR-RA’YU DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN Syafril Syafril; Fiddian Khairudin
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diskursus tafsir ar-ra’yu menjadi salah satu poin yang seirng diperdebatkan dikalangan peminat kajian al- Qur’an. Di satu sisi ada kelompok yang menolak menggunakan ra’yu (logika) dalam tafsir al-Qur’an. Namun di sisi lain, ada pula kelompok yang membolehkannya. Berdasarkan realitas sejarah perkembangan tafsir al-Qur’an dari masa ke masa, dari klasik hingga kontemporer, keberadaan tafsir ar-ra’yu tidak terbantahkan bahkan melaju dengan sangat pesat di bandingkan dengan kedua metode tafsir lainnya, yakni al- ma’tsur dan al-isyari. Terlepas dari adanya perbedaan pandangan itu, keduanya kelompok tersebut sepakat menerima tafsir ar-ra’yu jika diartikan sebagai tafsir yang menjadikan ra’yi atau ijtihad sebagai dasar penafsirannya, baik dengan menggunakan analisis kebahasaan, asbabun nuzul, makiyyah dan madaniyyah, nasikh mansukh, qiraat, korelasi antar ayat dan surat atau munasabah, dan keilmuan lainnya yang termasuk perangkat penafsiran al- Qur’an. Dengan demikian, maka perbedaan pendapat itu terjadi hanya pada istilah saja bukan substansinya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5