cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture
ISSN : 26139456     EISSN : 25992570     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture publishes original articles, review articles, case studies and short communications on the fundamentals, applications and management of Sustainable Agriculture areas in collaboration with Indonesian Agrotechnology / Agroecotechnology Association (PAGI), Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network), and Indonesian Agricultural Higher Education Communication Forum (FKPTPI). This journal has two issues in a year and it will be published in April and October.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 2 (2002): October" : 5 Documents clear
Optimalisasi Penggunaan Daun Ubikayu sebagai Pakan Ternak Ruminansia Eka Handayanta
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 17, No 2 (2002): October
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2254.564 KB) | DOI: 10.20961/carakatani.v17i2.20122

Abstract

Pakan merupakan faktor yang sangat penting dalam usaha pengembangan peternakan. Ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba) pakan utamanya adalah hijauan. Kualitas hijauan yang tinggi dalam jumlah yang cukup diperlukan untuuk mendukung produksi yang optimal.Ketersediaan pakan hijauan dalam mendukung produksi sering mengalami kendala yakni oleh karena tidak terjaminnya kontinyuitas produksi hijauan maupun adanya zat anti nutrisi di dalam hijauan tersebut. Daun ubikayu merupakan limbah pertanian yang memiliki potensi (kuantitas dan kualitas) sebagai pakan ternak. Namun dalam penggunaannya terdapat faktor pembatas karena kandungan asam sianida (HCN)-nya.Pengaruh (efek) negatif (toxoc) HCN dapat dikurangi dengan cara menurukan kandungan HCN dalam daun ubikayu tersebut dengan jalan mengangin-anginkan/melayukan dan atau penjemuran, atau dapat pula dilakukan dengan cara menambah senyawa atau asam amino yang mengandung sulfur mserta vitamin B12 dalam pakan/ransum.
Budidaya Tanaman Garut dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Petani Eddy Triharyanto
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 17, No 2 (2002): October
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3652.394 KB) | DOI: 10.20961/carakatani.v17i2.20114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pembudidayaan tanaman garut yang dilakukan oleh petani khususnya petani di desa Gilirejo wilayah tepian waduk Kedung Ombo dan mengetahui besarnya keuntungan yang didapat dari budidaya tanaman garut yang diusahakan oleh petani.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dalam bentuk survei tentang pembudidayaan tanaman garut oleh petani di desa Gilirejo tepian waduk Kedung Ombo dan demplot pemupukan pada penanaman garut sebagai pembanding terhadap hasil tanaman garut yang dihasilkan oleh petani. Waktu penelitian dilaksanakan mulai bulan Mei 2002 hiingga Oktober 2002.Hasil penelitian menunjukkan: (1) Wilayah desa Gilirejo mempunyai kondisi dan luas lahan yang memungkinkan untuk pengembangan tanaman garut. (2) Cara-cara pembudidayaan tanaman garut yang dikerjakan petani umumnya masih sangat konvensional. Meskipun demikian tanaman garut yang mereka usahakan mampu menyumbang pendapatan bagi keluarga yang cukup bermakna. Dimana rata-rata pendapatan yang diperoleh keluarga dari tanaman garut sebesar Rp. 40.700,- dengan keuntungan bersih Rp. 23.400,-. (3) Pemupukan urea, SP36 dan KCl dengan dosis 100 kg/ha, 200 kg/ha dan 50 kg/ha mampu meningkatkan hasil umbi garut 1 kg/m2 yang setara dengan 10 ton/ha. (4) Tambahan biaya tiap ha lahan akibat pemupukan sebesar Rp. 550.000,- ternyata mampu meningkatkan pendapatan sebesar Rp. 3.465.000,- dan keuntungan sebesar Rp. 2.915.000,-.
Kualitas Organoleptik Daging Itik Afkir dengan Frekuensi Pemberian Pakan yang Berbeda Ratriyanto, Adi; Nuhriawangsa, Adi Magna Patriadi; Kartikasari, Lilik Retna
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 17, No 2 (2002): October
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3747.965 KB) | DOI: 10.20961/carakatani.v17i2.20116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemberian pakan terhadap kesan organoleptikdaginbg itik afkir. Sebanyak 24 ekor itik tua menjelang afkir dipelihara dengan 3 macam frekuensi pemberian pakan yaitu 1 kali sehari (P1), 2 kali sehari (P2) dan 3 kali sehari (P3). Diambil sampel sebanyak 8 ekor itik untuk masing-masing perlakuan. Peubah yang diamati adalah kadar lemak dan kesan organoleptik yang meliputi warna, keempukan, juisi, flavor, serta nilai organoleptik keseluruhan daging. Kadar lemak kasar daging ditetapkan dengan metode soxlet, sedangkan kesan organoleptik ditetapkan dengan uji panelis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variasi rancangan acak lengkap (RAL) pola searah dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar lemak daging pada P2 lebih tinggi dibanding P1 dan P3 (P<0,05). Keempukan daging pada P2 lebih baik daripada PI dan P3 (P<0,01), demikian juga juisi daging pada P2 lebih baik daripada Pi dan P3 (P<0,05). Sementara itu flavor daging pada P2 lebih baik daripada P1 (P<0,05) tetapi berbeda tidak nyata dengan P3. Warna daging tidak dipengaruhi oleh perlakuan frekuensi pemberian pakan. Nilai organoleptik keseluruhan daging pada perlakuan P2 lebih baik daripada P1 dan P3 (P<0,05). Dapat disimpulkan bahwa kesan organoleptik daging dipengaruhi oleh frekuensi pemberian pakan, dimana kesan organoleptik yang paling baik adalah pada daging itik yang diberi pakan 2 kali sehari.
Sumber Pendapatan dan Proporsi Pengeluaran Keluarga Petani untuk Konsumsi, Tabungan dan Investasi: Studi Kasus Petani di Kecamatan Pedan Kabupaten Klaten Djiwandi Djiwandi
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 17, No 2 (2002): October
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2238.844 KB) | DOI: 10.20961/carakatani.v17i2.20118

Abstract

Petani di Jawa pada umumnya menguasai tanah pertanian kurang dari setengah hektar, sehingga pendapatannya dari usahatani selalu kecil. Pendapatan tersebut tidak mungkin dapat digunakan untuk kebutuhan hidupnya, apalagi hidup makmur. Oleh karena itu petani dengan keluarganya berusaha mencari tambahan pendapatan dari usaha di luar sektor pertanian.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya pendapatan keluarga petani dari usahatani dan dari luar sektor pertanian, serta proporsi pengeluaran keluarga petani untuk konsumsi, tabungan dan investasi. Penelitian menggunakan data sekunder yang berasal dari desa-desa Kecamatan Pedan Kabupaten Klaten.Hasil penelitian menunjukkan pendapatan dari usaha di luar sektor pertanian lebah besar daripada dari usahatani. Pendapatan dari usahatani tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga petani dan harus ditambah dari pendapatan di luar sektor pertanian. Selain untuk memenuhi kebutuhan  konsumsi keluarga, pendapatannya juga ditabung untuk keperluan lain dan atau diinvestasikan dalam usahatani maupun usaha di luar sektor pertanian.
Pola Pengeluaran untuk Konsumsi Pangan Gizi Penduduk Indonesia (Analisis Data Susenas 1999) Sri Marwanti
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 17, No 2 (2002): October
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2708.365 KB) | DOI: 10.20961/carakatani.v17i2.20120

Abstract

Pengeluaran untuk konsumsi pangan dan gizi penduduk Indonesia masih lebih besar dari pengeluaran untuk konsumsi bukan pangan. Peningkatan pendapatan dari penduduk golongan pengeluaran rendah sampai menengah masih akan meningkatkan konsumsi beras dan kalori dengan proporsi penduduk mencapai 72 persen. Penduduk berpendapatan 40 persen terendahn tergolong rawan konsumsi pangan. Pada pengeluaran yang lebih tinggi, konsumsi kalori masih meningkat tetapi konsumsi beras mengalami penurunan  seiring dengan peningkatan diversifikasi konsumsi pangan sumber kalori dari kelompok makanan yang lain.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2002 2002


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 2 (2025): In press April Vol 40, No 1 (2025): January Vol 39, No 2 (2024): October Vol 39, No 1 (2024): April Vol 38, No 2 (2023): October Vol 38, No 1 (2023): April Vol 37, No 2 (2022): October Vol 37, No 1 (2022): April Vol 36, No 2 (2021): October Vol 36, No 1 (2021): April Vol 35, No 2 (2020): October Vol 35, No 1 (2020): April Vol 34, No 2 (2019): October Vol 34, No 1 (2019): April Vol 33, No 2 (2018): October Vol 33, No 1 (2018): April Vol 33, No 1 (2018): April Vol 32, No 2 (2017): October Vol 32, No 2 (2017): October Vol 32, No 1 (2017): March Vol 32, No 1 (2017): March Vol 31, No 2 (2016): October Vol 31, No 2 (2016): October Vol 31, No 1 (2016): March Vol 31, No 1 (2016): March Vol 30, No 2 (2015): October Vol 30, No 1 (2015): March Vol 30, No 1 (2015): March Vol 29, No 2 (2014): October Vol 29, No 2 (2014): October Vol 29, No 1 (2014): March Vol 29, No 1 (2014): March Vol 27, No 2 (2012): October Vol 27, No 2 (2012): October Vol 27, No 1 (2012): March Vol 27, No 1 (2012): March Vol 26, No 1 (2011): March Vol 26, No 1 (2011): March Vol 25, No 2 (2010): October Vol 25, No 2 (2010): October Vol 25, No 1 (2010): March Vol 25, No 1 (2010): March Vol 24, No 2 (2009): October Vol 24, No 2 (2009): October Vol 24, No 1 (2009): March Vol 24, No 1 (2009): March Vol 23, No 2 (2008): October Vol 23, No 2 (2008): October Vol 23, No 1 (2008): March Vol 23, No 1 (2008): March Vol 22, No 2 (2007): October Vol 22, No 1 (2007): March Vol 21, No 1 (2006): March Vol 20, No 2 (2005): October Vol 20, No 1 (2005): March Vol 19, No 2 (2004): October Vol 19, No 1 (2004): March Vol 19, No 1 (2004): March Vol 18, No 2 (2003): October Vol 18, No 2 (2003): October Vol 18, No 1 (2003): March Vol 18, No 1 (2003): March Vol 17, No 2 (2002): October Vol 17, No 2 (2002): October Vol 17, No 1 (2002): March Vol 17, No 1 (2002): March Vol 16, No 1 (2001): March Vol 16, No 1 (2001): March More Issue