cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2023)" : 6 Documents clear
Biosintesis ZnO Nanopartikel-CTAB dari Ekstrak Air Daun Jambu Biji, Ion Zn2+ dan CTAB: Karakterisasi dan Aplikasinya sebagai Antibakteri Escherichia coli Ahmad Fatoni; Ema Ratna Sari; Julia Ningsi; Nurlisa Hidayati
Chimica et Natura Acta Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v11.n1.45995

Abstract

Biosintesis ZnO nanopartikel-CTAB dilakukan dalam suasana basa dengan interaksi antara ion Zn2+ , CTAB dan media ekstrak air daun jambu biji. Tujuan dari penelitian ini adalah biosintesis ZnO nanopartikelCTAB, karakterisasi dan aplikasinya sebagai antibakteri. Karakterisasi produk ini dengan spektrofotometer FTIR dan XRD. Suspensi ZnO nanopartikel-CTAB digunakan sebagai antibakteri Escherichia coli dengan metode difusi sumuran. Gugus fungsi Zn-O muncul pada bilangan gelombang 486,06 cm-1 dan ukuran kristalinitas ZnO nanopartikel-CTAB diperkirakan sebesar 10,08 nm. Rata-rata zona hambat ZnO nanopartikel - CTAB terhadap Escherichia coli pada setiap konsentrasi adalah 9,10 -10,70 mm.
Sintesis dan Karakterisasi (3-Aminopropil)-Trimetoksisilan Terkonjugasi Asam Folat untuk Fungsionalisasi Nanopartikel Retna Putri Fauzia; Husein H. Bahti
Chimica et Natura Acta Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v11.n1.45884

Abstract

Asam folat diketahui memiliki afinitas yang cukup tinggi pada reseptor folat (Kd=10-10) yang diekspresikan berlebih di permukaan sel-sel kanker tertentu (seperti sel kanker ovarium dan serviks). Oleh karena, itu asam folat sering digunakan sebagai suatu pentarget aktif untuk membawa obat atau dalam hal ini nanopartikel, sehingga secara spesifik menuju sel kanker yang diinginkan, baik untuk tujuan diagnosis maupun penyembuhan penyakit kanker. Pada penelitian ini, asam folat akan dikonjugasikan pada aminopropyl trimetoksisilan (APTMS) melalui pembentukan N-hidroksisuksinimida (NHS) ester asam folat (NHS-FA) terlebih dahulu dan selanjutnya direaksikan dengan APTMS melalui pendekatan reaksi 1-etil-3-(3- dimetilaminopropil) karbodiimida (EDC) dan NHS (EDC/NHS) Ester. APTMS termodifikasi gugus asam folat (APTMS-FA) selanjutnya dikarakterisasi dengan spektroskopi ultraviolet dan inframerah. Pada spektrum ultraviolet yang dihasilkan oleh NHS-FA dan APTMS-FA menunjukkan puncak yang sangat khas yang dimiliki oleh asam folat, yaitu pada panjang gelombang sekitar 280 dan 360 nm. Hasil karakterisasi dengan spektroskopi inframerah juga menunjukkan terbentuknya pita baru yang khas sekitar 2995 dan 2912 cm-1 yang berasal dari dari gugus alkil APTMS. Sebagai tambahan, bentuk khas pita di daerah 1047 cm-1 juga terlihat menunjukkan keberadaan gugus Si-O dari APTMS-FA yang tidak ada pada asam folat maupun NHS-FA. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, asam folat telah terkonjugasi pada APTMS melalui pendekatan reaksi EDC/NHS Ester dan telah dikonfirmasi pada hasil karakterisasi dengan spektroskopi ultraviolet dan inframerah. APTMSFA dapat digunakan lebih lanjut untuk fungsionalisasi nanopartikel.
Bio-Hand Sanitizer Based on Peel of Lime (Citrus aurantifolia S) and Leaves Betel (Piper betle L) Nila Tanyela Berghuis; Kumara Dimas Setiawan; Angelica Maratu; Pusfianty Pusfianty; Tasya Amanda; Roehanul Janah; Revita Sari
Chimica et Natura Acta Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v11.n1.43347

Abstract

The large number of antiseptic products on the market provide choices for people to choose alcoholic or non-alcoholic hand sanitizers. Most commercial hand sanitizers are 70% to 90% alcohol-based. For some people, the use of alcohol-based hand sanitizers is not friendly for sensitive skin. Therefore, in this study efforts were made to minimize the use of alcohol as an antiseptic agent in hand sanitizers by using lime peel extract and betel leaf extract. Betel leaves contain chemicals that are useful as antiseptic, antibacterial, and antioxidant substances. The lime peel contains flavonoid compounds that are useful as antioxidants, antiseptics, anticancer, anti-inflammatory, and antibacterial. The results showed that the extraction of lime peel was dark brown and betel leaves were blackish brown. Lime peel extraction was carried out for 5 hours using the maceration method while lime peel extraction used the reflux method. The results of the inhibition test using the Disk Diffusion Test method showed that the growth of bacteria in the sample area grew less compared to the eco-enzyme and water. While the results of the organoleptic test showed that bio-hand sanitizer products made from the lime peel and betel leaf were quite attractive to respondents. 
Extraction and Determination of Total Phenolic and Flavonoid in Kapok Leaves (Ceiba pentandra L.) using Ethanol as Solvent Dewi Nofita; Renatalia Fika; Neri Fadjria; Arfiandi Arfiandi
Chimica et Natura Acta Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v11.n1.44664

Abstract

Kapok (Ceiba pentandra L.) is traditionally used in medicine. Based on the phytochemical screening, the leaves contain phenolic compounds, including flavonoids and tannins. The method used to determine the total phenol content was the Folin-Ciocalteu method using gallic acid as standard solution. The linear regression equation obtained on measured at 765 nm is y = 0.0054x + 0.0272 with determination (r) and correlation coefficient (R2 ) of 0.9994 and 0.9997. Total phenolic content in ethanol extracts is 89.185 µg/ml calculated as gallic acid. Meanwhile, determination of flavonoid content used comparison standard of quercetin used the AlCl3 method. Measuring at a wavelength of 510 nm gives a linear regression equation y= 0.122 + 0.003x with r = 0.9984 and R2 = 0.9960. Flavonoid content in kapok leaves is 1.6287% w/w calculated as quercetin.
Studi Perbandingan Metode Fragment Molecular Orbital (FMO) dengan Mekanika Kuantum Konvensional Serta Pengaruh Solvasi Air Implisit dan Eksplisit Pada Sistem yang Tersusun dari Natrium, Emas, dan Sitrat Janitra, Regaputra Satria; Rukiah, Rukiah; Yusuf, Muhammad
Chimica et Natura Acta Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v11.n1.45949

Abstract

Mempelajari interaksi biomolekul-partikel nano emas (AuNP) penting dilakukan untuk mengeksplorasi potensi pemanfaatan AuNP pada bidang diagnostik dan terapeutik. Interaksi biomolekul-AuNP melibatkan interaksi elektrostatik dan transfer muatan dari gugus fungsi nukleofil ke AuNP, maka mempelajari interaksi biomolekul-AuNP dibutuhkan metode mekanika kuantum. Fragment molecular orbital (FMO) merupakan pendekatan mekanika kuantum dengan waktu perhitungan lebih cepat daripada mekanika kuantum konvensional, khususnya untuk sistem yang tersusun dari banyak atom. Interaksi biomolekul-AuNP dapat dipelajari melalui pair interaction energy decomposition analysis (PIEDA) yang diperoleh dari perhitungan FMO. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kesesuaian antara hasil perhitungan FMO dengan mekanika kuantum konvensional pada sistem yang tersusun dari Na+, Au, sitrat3-, dan H2O; serta mempelajari efek solvasi air implisit dan eksplisit terhadap perhitungan FMO. Senyawa model yang digunakan adalah kompleks [Na(H2O)4]+, [Na(H2O)6]+*, [Na(H2O)6]+, [Na(sitrat)2]5-, [Au(H2O)2], dan [Au(sitrat)]3-. Walaupun FMO memprediksi energi total (Etotal) [Na(H2O)4]+, [Na(H2O)6]+*, [Na(H2O)6]+, dan [Na(sitrat)2]5- jauh lebih rendah daripada metode konvensional, namun prediksi ΔE reaksi dengan Etotal tersebut bersesuaian dengan metode konvensional. FMO juga memprediksi muatan parsial bersesuaian dengan metode konvensional. Perhitungan dalam air implisit meredam pengaruh EES yang berlebihan akibat tidak memperhitungkan interaksi elektrostatik fragmen zat terlarut dengan pelarut, khususnya pada interaksi antara fragmen yang bermuatan positif dan negatif. Solvasi dalam air implisit juga dapat menyebabkan perbedaan EEX dan E(CT+mix) yang drastis dibandingkan keadaan vakum sehingga memiliki perbedaan pola dekomposisi. Perhitungan dalam air eksplisit menyebabkan muatan fragmen zat terlarut tidak bulat seperti muatan formalnya akibat transfer muatan antara air dan fragmen zat terlarut. Perhitungan dalam pelarut eksplisit lebih realistis untuk mempelajari 
Analisis Potensi Antioksidan Daun Kayu Bulan (Pisonia alba Span.) sebagai Agen Anti Penuaan Dini Rizqa Salsabila Firdausia; Kholif Sholehah Indra Kurniasih; Agnes Diani Nirwaningtyas; Rita Rusmeilina
Chimica et Natura Acta Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v11.n1.43034

Abstract

Penuaan merupakan suatu proses alamiah yang dapat dipengaruhi oleh radikal bebas. Adanya radikal bebas dapat dicegah oleh agen antioksidan. Salah satu tanaman hias yang diketahui mengandung fenolik dan flavonoid serta aktivitas antioksidan yaitu daun kayu bulan (Pisonia alba S). Berdasarkan penelusuran pustaka, belum terdapat penelitian yang membandingkan aktivitas antioksidan daun kayu bulan dengan metode DPPH, FRAP dan ABTS. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui potensi daun kayu bulan sebagai agen anti penuaan dini melalui analisis kemampuan antioksidan dengan metode DPPH, FRAP dan ABTS. Penelitian dilakukan dengan mengekstraksi daun kayu bulan dengan metode maserasi. Ekstrak kental yang diperoleh diuji antioksidan dengan metode DPPH, FRAP, dan ABTS dengan pembanding kuersetin dan vitamin C. Berdasarkan hasil uji dengan metode DPPH, FRAP dan ABTS didapatkan aktivitas antioksidan tertinggi hingga terendah secara berurutan yaitu kuersetin, vitamin C dan ekstrak etanol daun kayu bulan. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kayu bulan termasuk ke dalam kategori antioksidan sedang yang ditunjukkan dengan nilai IC50 terhadap DPPH 248,524 ± 9,819, FRAP value 7,408 ± 0,277, dan IC50 terhadap ABTS 173,972 ± 7,817. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kayu bulan (Pisonia alba S) memiliki aktivitas antioksidan dengan kemampuan sedang dengan uji DPPH, FRAP dan ABTS. Artinya, daun kayu bulan memiliki potensi untuk diteliti lebih lanjut sebagai suatu agen anti penuaan dini.

Page 1 of 1 | Total Record : 6