cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2018)" : 7 Documents clear
Aktivitas Antioksidan Bunga Pacar Air Merah (Impatiens balsamina L.) dan Bunga Gemitir (Tagates erecta L.) dari Limbah Canang Dewa Ayu Ika Pramitha; Ni Made Suaniti; James Sibarani
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.216 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n1.16447

Abstract

Bunga pacar air (Impatiens balsamina L.) dan bunga gemitir (Tagates erecta L.) merupakan tanaman hias yang biasa digunakan dalam pembuatan canang di Bali. Antioksidan adalah parameter yang penting untuk memastikan kesehatan pada tubuh manusia. Telah dilakukan penelitian mengenai aktivitas antioksidan bunga pacar air merah (Impatiens balsamina L.) dan  bunga gemitir (Tagates erecta L.) dari limbah canang untuk mengetahui kandungan antioksidan yang dimiliki oleh bunga pacar air (Impatiens balsamina L.) dan bunga gemitir (Tagates erecta L.) dari limbah canang dengan melihat nilai IC­50 menggunakan DPPH sebagai sumber radikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunga pacar air merah (Impatiens balsamina L.) dan bunga gemitir (Tagates erecta L.) dari limbah canang memiliki aktivitas antioksidan yang lemah dan sedang dengan nilai IC50 secara berturut-turut adalah 327,01 ppm dan 118,68 ppm.
Optimisasi pH dan Agitasi pada Produksi Glukoamilase dari Saccharomycopsis fibuligera R64 Menggunakan Response Surface Method Agus Safari; Rudi Hartono; Shabarni Gaffar; Muhammad Yusuf; Saadah D. Rachman; Safri Ishmayana
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.49 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n1.17898

Abstract

Glukoamilase adalah salah satu enzim esktraseluler yang dihasilkan oleh ragi Saccharomycopsis fibuligera. Enzim ini mampu memecah ikatan α-1,4 dan α-1,6 glikosidik pada molekul amilosa dan amilopektin. Pada penelitian ini telah dilakukan produksi enzim glukoamilase dalam media fermentasi yang mengandung sumber karbon yang berbeda, yaitu tepung beras, dedak dan pati. Fermentasi dilakukan dengan sistem lompok pada suhu kamar dengan kecepatan agitasi 150 rpm selama 3 hari. Nilai OD dan aktivitas glukoamilase ditentukan setiap 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung beras menghasilkan aktivitas glukoamilase tertinggi. Aktivitas glukoamilase tertinggi pada tepung beras terdeteksi pada jam ke-48 dengan nilai 28,48 unit/mL. Dengan kondisi waktu yang sama nilai aktivitas enzim glukoamilase pada media dedak dan pati berturut-turut yaitu 18,08 dan 18,67 unit/mL. Selanjutnya media tepung beras digunakan untuk mengoptimisasi produksi enzim glukoamilase dengan variasi agitasi dan pH menggunakan desain Response Surface Method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH berpengaruh signifikan terhadap produksi enzim glukoamilase. Kondisi optimum produksi glukoamilase diperoleh pada agitasi dan pH berturut-turut yaitu 250 rpm dan 5. Nilai aktivitas enzim glukoamilase pada kondisi optimum yaitu 56,22 unit/mL.
Metode Non-Enzimatik Riboflavin-Nitrobluetetrazolium (Rb-NBT) Sebagai Teknik Penentuan Aktivitas Penangkal Radikal Bebas Anion Superoksida pada Kompleks Mangan(III)-Salen Yusi Deawati; Djulia Onggo; Irma Mulyani; Yuli Ainun Rosidah; Iwan Hastiawan; Ratna Annisa Utami; Dikdik Kurnia
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.896 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n1.16283

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas penangkal radikal bebas superoksida secara in vitro terhadap senyawa kompleks polimerik [Mn(salen)N(CN)2]n, baik dengan metode non-enzimatik maupun enzimatik. Aktivitas penangkal radikal bebas superoksida yang didapatkan dari kedua metode ini dinyatakan dengan IC50.  Melalui metode non-enzimatik riboflavin-nitrobluetetrazolium (Rb-NBT), radikal superoksida yang dihasilkan dari penyinaran riboflavin, bereaksi dengan nitrobluetetrazolium sebagai indikator dan senyawa kompleks, lalu serapan NBT tereduksi diukur pada panjang gelombang 560 nm. Dengan metode non-enzimatik ini, dihasilkan nilai IC50 yang tinggi, konsisten, dan standar deviasinya sangat kecil, yaitu 3,4 ± 0,4 µM. Sedangkan secara enzimatik, radikal superoksida yang dihasilkan dari reaksi antara xantin dan xantin oksidase ditangkap oleh sitokrom C (sebagai indikator) dan senyawa kompleks, kemudian sitokrom C tereduksi diukur serapannya pada panjang gelombang 450 nm. Melalui metode enzimatik McCord-Fridovich (McCF) ini, dihasilkan beberapa nilai IC50 kompleks [Mn(salen)N(CN)2]n yang tidak konsisten, yang disebabkan oleh tidak berfungsinya enzim. Dengan demikian, metode non-enzimatik Rb-NBT lebih mudah dan lebih akurat untuk digunakan sebagai teknik penentuan aktivitas penangkal radikal anion superoksida dibandingkan dengan metode enzimatik.
Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan Minyak Atsiri Daun Asam Jungga (Citrus jambhiri Lush) Helmina Br. Sembiring
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.692 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n1.16446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa kimia yang terdapat pada minyak atsiri daun asam jungga  (Citrus jambhiri Lush) serta menguji aktivitas antioksidan dan antibekteriminyak atsiri tersebut. Minyak atsiri daun asam jungga diisolasi dengan metode hidrodestilasi menggunakan alat Stahl. Minyak atsiri   diperoleh sebanyak 3,6 g (0,8%) dari 450 g serbuk kering daun asam jungga. Berdasarkan analisis GC-MS yang dilakukan  minyak  atsiri daun asam jungga memiliki 10  senyawa kimia, namun sebanyak 9 senyawa yang dapat diinterpretasi. Kesembilan senyawa kimia tersebut adalahγ-terpinen (36,67%), toluena (18,15%), β-osimen (9,35%), 1-metil-2-(1-metiletil)-benzena (8,85%), limonen (8,78%), β-pinen (7,80%), germasren (6,39%). α-thujen (1,69%) dan  2,3,5-trimetil-1,3,6-heptatriena (1,41%).Aktivitas antioksidan minyak atsiri daun asam jungga diuji berdasarkan metode penangkapan radikal bebas DPPH (2,2–diphenyl-1-picrylhydrazyl)  dan aktivitas antibakteri diuji berdasarkan metode difusi kertas cakram. Minyak atsiri daun asam jungga memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 52,14 µg/mL sedangkan asam askorbat sebagai pembanding memiliki nilai IC50  sebesar 12.08 µg/mL dan aktivitas antibakteri dengan kategori sedang terhadap bakteri Bacillus cereus  dan  Eschercia coli  pada konsentrasi 40% (v/v) dengan zona bening masing-masing sebesar 14,7 dan 14,4 mm.
Depsidon Dari Buah Tumbuhan Asam Kandis (Garcinia cowa) Darwati Darwati; Nurlelasari Nurlelasari; Tati Herlina; Tri Mayanti
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.661 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n1.16241

Abstract

Suatu senyawa kelompok depsidon (1) telah berhasil diisolasi dan dielusidasi struktur kimia dari  ekstrak etil asetat Garcinia cowa.Roxb. asal Indonesia.  Isolasi dan pemurnian dilakukan dengan teknik kromatografi vakum cair dan kromatografi kolom gravitasi, menggunakan adsorben silika gel, dengan sistem elusi bergradien: n-heksan, CH2Cl2, EtOAc, dan MeOH. Penentuan struktur molekul ditetapkan dengan metode spektroskopi meliputi spektroskopi UV, IR, NMR 1 D dan 2 D. Senyawa  hasil isolasi ditetapkan sebagai  1,3-dihidroksi-7-metoksi 2,8-(3-metilbutenil) depsidon (1). Senyawa ini untuk pertama kalinya  dilaporkan sebagai komponen kimia  dari  buah  G. cowa. 
Pengembangan Metode Analisis Hormon Tanaman Kelompok Auksin Menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Yusuf Eka Maulana; Dewi Meliati Agustini; Dedi Kurnia Rahman Abdullah; Maulana Yusuf Alkandahri
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.403 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n1.14791

Abstract

Auksin merupakan salah satu kelompok hormon tanaman yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Analisis kandungan auksin pada tanaman sangat diperlukan di bidang pertanian untuk mengetahui pola pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode analisis auksin menggunakan KCKT-UV. Analisis dilakukan terhadap tiga senyawa auksin, yaitu Asam Indol-3-Asetat (IAA), Asam Indol-3-Butirat (IBA) dan Asam 1-Naftalena Asetat (NAA). Pengembangan metode analisis meliputi tahap optimasi derivatisasi senyawa IAA, IBA dan NAA berdasarkan reaksi  sililasi dan optimasi kondisi analisis hasil derivatisasi iAA, IBA dan NAA menggunakan KCKT-UV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum derivatisasi IAA, IBA dan NAA adalah menggunakan pereaksi trimetilklorosilen (TMCS) pada suhu 25oC selama 30 menit. Validasi proses derivatisasi menggunakan KCKT-UV memiliki presisi dan linieritas yang memenuhi syarat dengan nilai % SBR ≤ 2 dan nilai rata-rata koefisien korelasi (r) 0,9998 serta konsentrasi terkecil IAA, IBA dan NAA yang masih dapat diderivatisasi adalah 0,05 mg/L.Kata kunci: Asam Indol-3-Asetat (IAA), Asam Indol-3-Butirat (IBA), Asam 1-Naftalena                      Asetat (NAA), Reaksi Sililasi dan KCKT-UV
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kacang Koro (Canavalia ensiformis) Menggunakan Uji 1,1-difenil 1,2-dipikrilhidrazil (DPPH) Tantan Widiantara; Yusman Taufik; Yudi Garnida; Dwi Yulianti
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.667 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n1.16785

Abstract

Radikal bebas merupakan suatu atom atau molekul yang mempunyai elektron tidak berpasangan. Radikal bebas akan terus terbentuk di dalam tubuh sehingga tubuh membutuhkan senyawa penting yang disebut dengan antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat meredam efek negatif dari oksidan, termasuk dalam penghambatan dan penghentian kerusakan oksidatif terhadap molekul target. Salah satu tanaman  yang mengandung senyawa antioksidan adalah Canavalia ensiformis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari karakteristik aktivitas antioksidan dari ekstrak C. ensiformis dengan pelarut yang berbeda menggunakan metode DPPH. Penelitian ini dimulai dengan merendam C. ensiformis menggunakan metanol kemudian dilakukan evaporasi pada suhu 40°C, dipartisi dengan n-heksana, etil asetat dan air. Semua fraksi kemudian di evaporasi, fraksi kering kemudian diuji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Aktivitas antioksidan ekstrak metanol, n-heksana, etil asetat dan fraksi air masing-masing adalah 0,26%; 0,22%; 0,03%; Dan 0,27%.

Page 1 of 1 | Total Record : 7