cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2019)" : 7 Documents clear
Ekstrak Daun Andalas sebagai Capping Agent dalam Green Hydrothermal Synthesis Nanopartikel Mangan Ferrit dan Aplikasinya sebagai Antibakteri Lusi Puspitasari; Syukri Arief; Zulhadjri Zulhadjri
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.611 KB) | DOI: 10.24198/cna.v7.n1.19925

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis nanopartikel MnFe2O4 secara hidrotermal menggunakan ekstrak daun andalas (M. macroura Miq.)  sebagai capping agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH terhadap bentuk dan ukuran nanopartikel MnFe2O4. MnFe2O4 EN10 dan  MnFe2O4 EN12 disintesis menggunakan ekstrak daun andalas dan NaOH dengan pH masing-masing 10 dan 12, sementara MnFe2O4 N10 dan MnFe2O4 N12 disintesis tanpa menggunakan ekstrak daun andalas hanya dengan penambahan NaOH pada pH 10 dan 12. Hasil analisis X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan karakteristik MnFe2O4 spinel kubik  dengan ukuran kristal 11-16 nm, sedangkan MnFe2O4 E menunjukkan tidak terbentuknya spinel ferrit MnFe2O4 yang terbentuk hanya pengotor yaitu α-Fe2O3. Hasil karakterisasi Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukkan  bahwa morfologi nanopartikel MnFe2O4 berbentuk spheric. Nanopartikel MnFe2O4 diaplikasikan sebagai antibakteri terhadap bakteri S. aureus dan E. coli dengan metode sumur.
Optimasi Kondisi Pemisahan Senyawa Flavonoid dari Fraksi Polar Erythrina poeppigiana Menggunakan Alat Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) Preparatif Rahmawati Rahmawati; Ida Nur Farida; Witriany Rayapratiwi; Nayla Haraswati; Tati Herlina; Unang Supratman
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1103.588 KB) | DOI: 10.24198/cna.v7.n1.19600

Abstract

Teknik pemisahan sangat diperlukan dalam mengisolasi senyawa-senyawa yang mempunyai bioaktivitas untuk memperoleh senyawa murni dalam suatu riset pengembangan di bidang kimia organik bahan alam hayati. Senyawa yang diisolasi dari jaringan tumbuhan secara alamiah berada dalam keadaan tercampur dengan senyawa lainnya, oleh karena itu perlu dipilih teknik pemisahan dan pemurnian yang sesuai. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) Preparatif merupakan salah satu instrumen pemisahan modern yang digunakan untuk memisahkan dan memurnikan campuran senyawa dengan daya pisah tinggi, cepat (throughput tinggi). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan kondisi optimum pemisahan senyawa flavonoid dari fraksi polar Erythrina poeppigiana menggunakan sistem KCKT preparatif. Penelitian ini dilakukan dengan tahapan : Ekstraksi dan Fraksionasi, proses pemisahan dan pemurnian, analisis KCKT analitik fraksi polar E. poeppigiana, penentuan kondisi optimum KCKT preparatif dengan menggunakan kolom C18 meliputi; konsentrasi sampel yang diinjeksikan, pemilihan fasa gerak, dan laju alir pada panjang gelombang deteksi 254 nm dan 365 nm. Dari hasil penelitian diperoleh kondisi pemisahan yang optimum dari fraksi polar E. poeppigiana yaitu pada konsentrasi sampel 3000 ppm dan fase gerak campuran metanol dan air (7:3,v/v) dengan kecepatan laju alir 5,28 mL/menit kromatogram hasil KCKT yang dihasilkan menunjukkan satu puncak. Kondisi optimum yang diperoleh tersebut selanjutnya digunakan oleh peneliti untuk memisahkan senyawa-senyawa dalam fraksi polar E.poeppigiana yang dikerjakan di laboratorium.
Studi Kinetika Adsorpsi Emas Menggunakan Kulit Mangga (Mangifera indica) Termodifikasi Asam Sulfat Rizky Ibnufaatih Arvianto; Kurniawan Mauludi; Ameylia Kris Damayanti; Mokhammad Fajar Pradipta
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.841 KB) | DOI: 10.24198/cna.v7.n1.19191

Abstract

Teknik recovery emas(Au) yang berkembang bersifat berbahaya dan berdampak buruk terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis adsorben ramah lingkungan termodifikasi secara kimia dengan asam sulfat dari kulit mangga. Adsorben hasil sintesis selanjutnya diaplikasikan sebagai penyerap selektif emas(Au) dalam larutan. Nilai kapasitas, konstanta laju dan energi adsorpsi ditentukan dengan uji kinetika adsorpsi. Penelitian diawali dengan sintesis adsorben termodifikasi asam sulfat dari kulit mangga. Produk sintesis dikarekterisasi menggunakan FTIR dan SEM sebelum maupun sedudah menyerap emas. Data kandungan emas setelah proses adsorpsi diukur dengan alat AAS. Spektra FTIR menunjukan keberhasilan sintesis adsorben kulit mangga termodifikasi asam sulfat dan interaksinya dengan emas(Au). Hasil SEM menunjukan perbedaan bentuk permukaan adsorben sebelum dan sesudah menyerap emas. Proses adsorpsi emas oleh adsorben yang disintesis mengikuti model kinetika orde dua semu (pseudo-2) dengan nilai kapasitas, konstanta laju, dan energi adsorpsi adalah 130 mmol/kg, 0,1137 mM-1s-1 dan 5442,72 J/mol.
Penyerapan Timbal(II) dan Cadmium(II) di dalam Larutan Menggunakan Limbah Kulit Buah Kapuk Rahmiana Zein; Dewi Nofita; Refilda Refilda; Hermansyah Aziz
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.207 KB) | DOI: 10.24198/cna.v7.n1.20813

Abstract

Kulit buah kapuk (Ceiba pentandra L) merupakan limbah pertanian yang belum dioptimalkan sampai sekarang. Penelitian biosorpsi Pb(II) dan Cd(II) menggunakan biosorben kulit buah kapuk telah dilakukan dengan metoda batch. Parameter yang dipelajari untuk penentuan kondisi optimum yaitu pH, konsentrasi awal, waktu kontak, massa biosorben dan ukuran partikel. Biosorben terlebih dahulu diaktivasi dengan HNO3 0,01 M. Kondisi optimum biosorpsi diperoleh pada pH 4, waktu kontak 15 menit, massa biosorben 0,025 g dan ukuran partikel ≤25 µm kedua ion logam, sedangkan konsentrasi awal larutan 1200 mg/L untuk Pb(II) dan 1000 mg/L untuk Cd(II). Studi isotherm adsorpsi mengikuti model isoterm Langmuir dengan koefisien determinasi (R2) 0,9983 untuk Pb(II) dan 0,9892 untuk Cd(II). Kinetika adsorpsi mengikuti model pseudo orde dua yang menunjukkan bahwa adsorpsi terjadi secara kimia. Karakterisasi menggunakan FTIR menunjukkan bahwa biosorben mengandung gugus fungsi seperti –OH, dan -C=O yang berperan dalam proses biosorpsi, sedangkan karakterisasi menggunakan SEM menunjukkan adanya pori – pori biosorben sebelum menyerap ion logam dan pori – pori akan tertutup setelah menyerap ion logam. Kapasitas adsorpsi Pb(II) sebesar 223,72 mg/g dan Cd(II) 88,7 mg/g. Hal ini menunjukkan bahwa kulit buah kapuk merupakan biosorben potensial dengan biaya rendah dalam menyerap Pb(II) dan Cd(II).
Isolasi dan Identifikasi Mikroalga Sebagai Sumber Antioksidan dari Perairan Tirtasari Sonsang, Agam, Sumatera Barat Iolantri Handra; Syafrizayanti Syafrizayanti; Zulkarnain Chaidir
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.16 KB) | DOI: 10.24198/cna.v7.n1.20076

Abstract

Mikroalga memiliki potensi sebagai sumber antioksidan, yang dapat mencegah dan menghambat radikal bebas. Peneliti secara personal telah mengisolasi mikroalga dari perairan Tirtasari Sonsang, Sumatra Barat. Pada penelitian ini, isolat mikroalga diidentifikasi secara morfologi dan molekular. Mikroalga ditumbuhkan dalam tiga jenis medium dan diekstrak menggunakan pelarut metanol, etil asetat dan heksana. Potensi antioksidan ekstrak mikroalga tersebut diuji menggunakan metoda DPPH. Berdasarkan hasil identifikasi secara morfologi dan molekular, isolat mikroalga termasuk dalam jenis Chlorella sp.. Aktivitas antioksidan isolat mikroalga yang tumbuh dalam medium BBM, dan diesktrak menggunakan metanol pada konsentrasi 200 mg/L memiliki nilai persen inhibisi terhadap radikal DPPH sebesar 55,8%.
Aktivitas Antimalaria Berbasis Penghambatan β-Hematin dalam Ekstrak Air Daun Jung Rahab (Baeckea frutecens L) Yatri Hapsari; Gede Adhi Mahayoga; Wien Kusharyoto; Partomuan Simanjuntak
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.905 KB) | DOI: 10.24198/cna.v7.n1.19131

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium sp. yang ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Anopheles. Jung rahab (Bruckea frutescens L) diketahui memiliki aktivitas dalam menekan pertumbuhan Plasmodium falciparum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa kimia yang memiliki aktivitas sebagai antimalaria berbasis penghambatan β-hematin dalam ekstrak air daun jung rahab. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah ekstraksi daun jung rahab dengan air, kromatografi kolom, skrining hasil fraksinasi kolom, Kromatografi lapis tipis (KLT) preparatif dan identifikasi senyawa kimia berdasarkan interpretasi spektra FT-IR dan GCMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang memiliki aktivitas sebagai antimalaria berdasarkan interpretasi spektra FTIR dan GCMS adalah kariofilen.
Karakterisasi Sifat Fungsional Isolat Protein Biji Sorgum Merah (Sorghum bicolor (L.) Moench) Varietas Lokal Bandung Endah Wulandari; Fantun Sudrajat P. Sihombing; Een Sukarminah; Marleen Sunyoto
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.001 KB) | DOI: 10.24198/cna.v7.n1.19683

Abstract

Sorgum merupakan salah satu jenis seralia dengan kadar protein yang tinggi dibandingkan serealia lainnya. Seiring dengan perkembangan teknologi pengolahan yang semakin modern menjadikan serealia seperti biji sorgum tidak hanya diolah secara konvensional, namun dapat dimanfaatkan sebagai food ingredient atau bahan tambahan pangan. Isolasi protein atau pemurnian protein pada prinsipnya didasarkan atas dua proses utama, yaitu ekstraksi dan pengendapan. Karakteristik fungsional protein sangat penting dalam proses dan formulasi produk pangan. Beberapa karakteristik fungsional protein yang penting meliputi daya serap air, daya serap lemak, kapasitas emulsi, kapasitas buih, dan gelasi (viskositas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fungsional yang dimiliki oleh sorgum merah yang terdiri dari biji, beras, dan dedak sorgum merah. Isolat protein biji sorgum merah mengandung kadar protein 35,50%, dengan nilai daya serap air 132,404%, nilai daya serap lemak 151, 452%, kapasitas emulsi 2,725%, kapasitas buih 47,5 ml/g dan viskositas 35,75 cP. Isolat protein beras sorgum merah mengandung kadar protein 33,09% dengan nilai daya serap air 162,008%, nilai daya serap lemak 154, 463%, kapasitas emulsi 13%, kapasitas buih 56,25 ml/g dan viskositas 42,5 cP. Isolat protein dedak sorgum merah mengandung kadar protein 25,98%. dengan nilai daya serap air 157,874%, nilai daya serap lemak 145,039%, kapasitas emulsi 0,575%, kapasitas buih 38,75 ml/g dan viskositas 21,5 cP.

Page 1 of 1 | Total Record : 7