Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PROFIL GELATINISASI TEPUNG SORGUM PUTIH TERMODIFIKASI α-AMILASE Endah Wulandari; Een Sukarminah; Efri Mardawati; Hanni Listia Furi
Jurnal Teknologi dan Industri Pangan Vol. 30 No. 2 (2019): Jurnal Teknologi dan Industri Pangan
Publisher : Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB Indonesia bekerjasama dengan PATPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.055 KB) | DOI: 10.6066/jtip.2019.30.2.173

Abstract

Sorghum is potential to be developed into flour based products due its high starch content (around 80.42%). However, native sorghum flour is unstable during cooking, has low viscosity, and limited swelling power resulting in limited use in the industry. Starch in sorghum flour requires long cooking time and high cooking temperature, therefore modifications is needed to improve the properties of the sorghum starch. Enzymatic modification using α-amylase at (0, 200, 400, and 600 units/g) was selected. The results showed that modification using α-amylase of 200 units/g flour produced better characteristics of modified sorghum flour. The α-amylase modified flour has A type pattern of amylography, gelatinization temperature of 78.77°C, peak viscosity of 1266.67 BU, starch content of 48.41%, amylose content of 15.77%, and amylopectin content of 32.64%. The characteristics make the flour suitable for use in the manufacture of extrusion products.
The Effect of Freeze Dried Lactobacillus acidophilus Culture Concentration an Microbiological and Organoleptic Characteristics of Synbiotic Biscuits Made From Sorghum Flour and Soybean Flour Een Sukarminah; Endah Wulandari; Debby Moody Sumanti; Efri Mardawati; Elazmanawati Lembong; Okta Paulia
Journal of Industrial and Information Technology in Agriculture Vol 1, No 2 (2017): DECEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.594 KB) | DOI: 10.24198/jiita.v1i2.14514

Abstract

Sorghum flour and soybean flour can be processed as the main raw material in the manufacture of functional food product, namely synbiotic biscuits with addition of freeze dried Lactobacillus acidophilus culture. The purpose of study was to determine the concentration of freeze dried L. acidophilus culture on synbiotic biscuits made from sorghum flour and soybean flour with the best microbiological and organoleptic characteristics. The research method used was randomized block design with 4 treatments and 3 replications. The treatments were the freeze dried L. acidophilus concentration 8%, 10%, 12%, and 14%. The results of study showed that the addition of freeze dried culture of L. acidophilus to the synbiotic biscuits made from sorghum flour and soybean flour gave a significant different effect on total L. acidophilus probiotic bacteria, aroma and yield, but did not give a significant effect on the color, taste and texture preferences. Synbiotic biscuits made from sorghum flour and soybean flour with the addition of freeze dried L. acidophilus concentration of 14% (w/w) were selected as the synbiotic biscuit with the best characteristic with total bacterial content of probiotics 10,67 Log CFU g-1, were perceived a bit like to like by the panelist and the obtained yield was 92,14%.
Penggunaan Enzim α-Amilase dari Saccharomycopsis fibuligera R64 untuk Peningkatan Kualitas Roti Komposit Terigu-Ubi Jalar Ungu Agus Safari; Safri Ishmayana; Sylvi Qurrotul Aini; Saadah D. Rachman; Muhammad Yusuf; Muhammad Fadhlillah; Endah Wulandari; Idar Idar
Al-Kimia Vol 5 No 2 (2017): December
Publisher : Study Program of Chemistry - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-kimia.v5i2.3861

Abstract

Purple sweet potato (Ipomoea batatas var. Ayamurasaki) is one of typical sweet tubers which is also commonly well known as Ipomoea blackie due to blackish purple (solid purple) tuber skin and flesh. The sweet potato can be transformed into flour or pasta and used to substitute wheat flour in the production of composite bread. Instead of synthetic chemical compounds, α-amylase isolated from the yeast Saccharomycopsis fibuligera can be added to the flour or dough of the composite bread to improve its quality. The purpose of the present study was to investigate the effect of α–amylase addition on the quality of the purple sweet potato flour and pasta composite bread. The observed properties of the bread were crumbs morphology of the bread, volume increment, bread height, texture, and organoleptic test. The results showed that addition of the α-amylase to the dough of the composite bread increased the volume increment value from 155.0% to 177.1% and from 335.7% to 342.1% for the sweet potato flour and pasta bread composite, respectively. While height of the bread increased from 4.7 to 5.1 cm and from 6.9 to 7.8 cm after addition of the enzyme for the sweet potato flour and pasta bread composite, respectively. Composite bread with α-amylase addition has softer texture and higher preference. Morphology examination result showed that starch granules in the bread crums with α-amylase treatment were disrupted. Most plausibly, the enzymes degrade the starch granules and produced dextrin which inhibited the cross linking formation between starch and protein, and therefore, the speed of hardening process of the bread can be reduced.
Kajian Substitusi Kacang Komak (Lablab Purpureus (L.) Sweet) Terhadap Nasi Kecambah Sorgum Merah Endah Wulandari; Heni Radiani Arifin; Een Sukarminah; Elazmanawati Lembong; Devi Nurul Fadilah
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.495 KB) | DOI: 10.24198/cna.v7.n3.23136

Abstract

Nasi sorgum memiliki nutrisi yang setara dengan nasi beras padi. Namun permasalahan yang terdapat dalam sorgum yaitu mengandung zat antinutrisi seperti tanin yang cukup tinggi dan memiliki kualitas protein rendah karena kurangnya kandungan lisin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan keeratan substitusi kacang komak terhadap daya cerna protein nasi sorgum merah. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif (regresi korelasi). Percobaan terdiri dari 6 perlakuan yaitu dengan penambahan kacang komak sampai dengan 50% pada beras sorgum dan beras kecambah sorgum. Hasil penelitian ini menunjukkan nasi kecambah sorgum merah dengan penambahan kacang komak akan meningkatkan kadar tanin sebesar 0,189%. Kadar protein pada nasi kecambah sorgum merah sebesar 7,314%. Daya cerna protein pada nasi kecambah sorgum yaitu sebesar 57,605%. Terdapat hubungan yang sangat kuat antara substitusi kacang komak dan pengecambahan pada nasi sorgum merah dan dapat meningkatakan kadar protein dan daya cerna protein, dan menurunkan kadar tanin.
Karakterisasi Sifat Fungsional Isolat Protein Biji Sorgum Merah (Sorghum bicolor (L.) Moench) Varietas Lokal Bandung Endah Wulandari; Fantun Sudrajat P. Sihombing; Een Sukarminah; Marleen Sunyoto
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.001 KB) | DOI: 10.24198/cna.v7.n1.19683

Abstract

Sorgum merupakan salah satu jenis seralia dengan kadar protein yang tinggi dibandingkan serealia lainnya. Seiring dengan perkembangan teknologi pengolahan yang semakin modern menjadikan serealia seperti biji sorgum tidak hanya diolah secara konvensional, namun dapat dimanfaatkan sebagai food ingredient atau bahan tambahan pangan. Isolasi protein atau pemurnian protein pada prinsipnya didasarkan atas dua proses utama, yaitu ekstraksi dan pengendapan. Karakteristik fungsional protein sangat penting dalam proses dan formulasi produk pangan. Beberapa karakteristik fungsional protein yang penting meliputi daya serap air, daya serap lemak, kapasitas emulsi, kapasitas buih, dan gelasi (viskositas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fungsional yang dimiliki oleh sorgum merah yang terdiri dari biji, beras, dan dedak sorgum merah. Isolat protein biji sorgum merah mengandung kadar protein 35,50%, dengan nilai daya serap air 132,404%, nilai daya serap lemak 151, 452%, kapasitas emulsi 2,725%, kapasitas buih 47,5 ml/g dan viskositas 35,75 cP. Isolat protein beras sorgum merah mengandung kadar protein 33,09% dengan nilai daya serap air 162,008%, nilai daya serap lemak 154, 463%, kapasitas emulsi 13%, kapasitas buih 56,25 ml/g dan viskositas 42,5 cP. Isolat protein dedak sorgum merah mengandung kadar protein 25,98%. dengan nilai daya serap air 157,874%, nilai daya serap lemak 145,039%, kapasitas emulsi 0,575%, kapasitas buih 38,75 ml/g dan viskositas 21,5 cP.
Optimasi Penggunaan Glukosa Oksidase untuk Memperbaiki Volume Pengembangan Roti Tawar Komposit Sorgum Putih (Sorgum bicolor (L) Moench) Kultivar Lokal Bandung Endah Wulandari; Ramadanti Fitra; Robi Andoyo; Een Sukarminah
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.801 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n2.18481

Abstract

Konsumsi roti tawar di Indonesia terus meningkat yang menyebabkan impor tepung terigu turut meningkat. Pemanfaatan sorgum sebagai salah satu jenis bahan lokal dalam bentuk tepung menjadi produk roti tawar merupakan salah satu cara untuk mengurangi impor terigu. Sorgum dalam bentuk tepung dapat dijadikan tepung komposit untuk roti tawar akan tetapi menghasilkan volume pengembangan yang kecil sehingga dibutuhkan bahan untuk memperbaikinya salah satunya yaitu enzim. Glukosa oksidase merupakan salah satu enzim yang dapat digunakan untuk memperbaiki volume pengembangan roti tawar dengan jumlah yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi optimum penggunaan glukosa oksidase dan tepung sorgum untuk menghasilkan volume pengembangan roti tawar yang optimal menggunakanResponse Surface Methodology (RSM). Variabel yang divariasikan meliputi faktor A (Glukosa oksidase 1,5 – 2%) dan B (Tepung sorgum 30 – 100%) kemudian analisis data menggunakan Design Expert versi 10.0.1.0 khususnya CCD dengan total 13 running. Kombinasi optimum untukmenghasilkan volume pengembangan terbaik pada pembuatan roti tawar komposit yaitu tepung sorgum sebanyak 30%/berat tepung dan glukosa oksidase sebanyak 2%/berat tepung menghasilkan volume pengembangan sebesar 188.76%.
Pengaruh Waktu dan Suhu Perkecambahan Terhadap Karakteristik Tepung Kecambah Sorgum Kultivar Lokal Bandung Endah Wulandari; Mohamad Djali; Gradelia Gusti Rahayu
Chimica et Natura Acta Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v9.n1.32030

Abstract

Sorgum merupahan komoditas lokal yang mempunyai potensial untuk mengantikan penggunaan tepung terigu, namun sorgum mengandung senyawa antinutrisi yaitu tannin yang dapat menimbulkan sifat organoleptik yang kurang baik sehingga kurang disukai. Perkecambahan dapat menghilangkan senyawa antrinutrisi sehingga dapat mempertahankan mutu protein. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan waktu perkecambahan dan suhu perkecambahan untuk menghasilkan tepung kecambah sorgum yang baik. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama adalah suhu perkecambahan (A) dengan 2 taraf yaitu A1 = 25°C dan A2 = 35°C. Faktor kedua adalah waktu perkecambahan (B) dengan 3 taraf yaitu yaitu B1 = 12 jam, B2 = 24 jam dan B­3 = 36 jam.  Hasil pengamatan menunjukan bahwa waktu perkecambahan 36 jam merupakan waktu perkecambahan yang tepat karena dapat mempengaruhi penurunan kadar abu dan kadar lemak, meningkatkan kadar protein, meningkatkan nilai swelling power, kelarutan dan kapasitas penyerapan lemak. Suhu perkecambahan 35°C merupakan suhu perkecambahan yang tepat karena dapat mempengaruhi peningkatan kadar protein, peningkatan nilai swelling power, kelarutan dan kapasitas penyerapan lemak. Kombinasi antara suhu perkecambahan 35°C dan waktu perkecambahan 36 jam merupakan kombinasi yang tepat karena dapat mempengaruhi peningkatan kadar protein, swelling power dan kelarutannya.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI PROTEIN SORGUM DAN PENINGKATAN KARAKTER JEJARING PROTEIN SORGUM DENGAN PENAMBAHAN TRANSGLUTAMINASE ATAU GLUKOSA-OKSIDASE ENDAH WULANDARI
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8202.568 KB) | DOI: 10.24198/.v3i1.16822

Abstract

SOSIALISASI DIVERSIFIKASI PRODUK PANGAN FUNGSIONAL BERBASIS SORGUM DI DESA CIMANGGU KECAMATAN PAMEUNGPEUK KABUPATEN BANJARAN Endah Wulandari; Een Sukarminah; Elazmanawati Lembong
Dharmakarya Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i4.19783

Abstract

Biji sorgum memiliki kandungan gizi yang baik, seperti karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin, serta tidak mengandung gluten seperti yang terdapat di dalam gandum, sehingga aman untuk penderita penyakit intoleran terhadap gluten seperti autisme, penyakit seliak, dan lain sebagainya. Tujuan dari program  ini adalah sosialisasi diversifikasi produk pangan berbasis sorgum menjadi pangan fungsional, membangun kesadaran untuk memulai berwirausaha dan mengembangkan industri rumah tangga berdasarkan potensi pangan lokal yang dimiliki demi perbaikan kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitar dan melakukan penyuluhan/penyadaran tentang cara pengolahan pangan yang baik dan benar. Hasil dari proses PPM adalah respon warga masyarakat dan aparat kecamatan Pamengpeuk Kabupaten Bandung baik dan positif terhadap kegatan PPM yang akan dilaksanakan selama bulan April sampai dengan Desember 2018 Respon aparat desa sayang dan ibu PKK baik dan mendukung kegiatan dengan batuan perijinan penggunaan fasilitas desa.
POTENSI SORGUM SEBAGAI PRODUK KEWIRAUSAHAAN DI DESA SAYANG KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Endah Wulandari; Elazmanawati Lembong
Dharmakarya Vol 8, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.498 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i3.19779

Abstract

Biji sorgum memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai makanan pokok oleh masyarakat. Kegiatan PPM ini bertujuan memetakan data UKM di desa Sayang yang dapat memanfaatkan sorgum sebagai bahan baku UKM/kewirausahaan. Kegiatan PPM ini mendapat sambutan, tanggapan dan perhatian yang cukup baik dari warga sekitar dan pejabat desa setempat. Setelah melakukan wawancara pemetaan dan kuesioner ke ukm, diketahui bahwa masih banyak warga Desa Sayang yang masih belum mengetahui sorgum dan penggunaannya sebagai bahan pangan alternatif, dan untuk pengembangan budidaya sorgum kurang berpotensi untuk dilakukan di wilayah Desa Sayang karena kurang tersedianya lahan. UKM sudah ada di setiap RW minimal 1 UKM tetapi terdapat beberapa masalah yaitu kurangnya modal, peluang, dan pangsa pasar.