cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 25976257     EISSN : 25977946     DOI : -
Core Subject : Engineering,
JURNAL JATI UNIK merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kadiri yang terbit dua kali dalam setahun setiap bulan april dan oktober. jurnal ini memuat penelitian di bidang teknik dan manajemen industri.
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Analisis Penerapan MRP Terhadap Perencanaan Dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pada PT. Latif Di Kediri Gunawan Wibisono; Sri Rahayuningsih; Heribertus Santoso
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 1, No 1 (2017): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.644 KB) | DOI: 10.30737/jatiunik.v1i1.70

Abstract

Library activities that are immediately felt by users are services, because service is the spearhead of the library. At this service the ongoing relationship between users and service providers. This study aims to categorize the attributes and weaknesses of service quality Kadiri University library based on the Kano method. This research uses quantitative survey types with analytical descriptive methods. The results of the research analysis showed that the services provided were still lacking. Categories must be of tangible variables, reliability, responsiveness that are considered weaknesses and must be improved and one-dimensional categories of assurance and empathy variables are profit and need to be improved. Furthermore, from the calculation of animal satisfaction and visitor satisfaction obtained 62% of visitor satisfaction and obtained 92% of visitor disappointment. The greatest satisfaction is obtained from the 25th attribute, namely officers who provide services neatly, politely and friendly. While the attribute with the lowest customer satisfaction value is the 17th attribute included in the must-be category, namely the suitability of available collections and available information. Indicates attributes that have little importance to customer satisfaction. Furthermore, for the disappointment visitors get the 25th attribute, which is to deny not providing services neatly, politely and friendly. And for the high level of disappointment is the 1st attribute classified as indifferent, namely the location of the strategic library layout.PT. Latif merupakan industri yang bergerak dalam bidang furniture rotan sintetis, yang salah satu produk terlaris adalah SH-15. Masalah dalam penelitian ini mengenai persediaan bahan baku dengan menggunakan sistem made in order. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem informasi yang diharapkan dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku dapat dilakukan dengan tepat dan penentuan biaya persediaannya dapat ditetapkan seoptimal mungkin yaitu melalui penerapan MRP. Variabel penelitian dalam hal ini adalah perencanaan persediaan bahan baku. MRP diawali dengan melakukan peramalan akan jumlah permintaan/ produksi untuk waktu yang akan datang. Peramalan ini dilakukan dengan menggunakan metode Moving Average N = 1, dan Single Exponential Smoothing  = 0.8. Lalu ditentukan nilai terkecil dari SEE, MAD, dan MAPE dari masing-masing metode. Setelah terpilih salah satu metode terbaik maka metode tersebut akan dijadikan landasan untuk meramalkan jumlah kebutuhan permintaan selama satu tahun kedepan. Perbandingan antara biaya persediaan minimum metode Lot for Lot sebesar Rp.60.000 dan Part periode Balancing sebesar Rp. 44.733.750,-. Dari hasil penghitungan kedua lot sizing dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan metode Lot Sizing Lot for Lot untuk setiap bahan baku SH-15 pada PT. Latif dapat meminimalkan biaya total persediaan sebesar Rp 60.000,- apabila dibandingkan dengan metode Lot Sizing Part Period Balancing.  
Analisa Preventive Maintenance System Dengan Modularity Design Pada PT. Surya Pamenang Hariyanto Hariyanto; Sri Rahayuningsih; Heribertus Santoso
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 1, No 1 (2017): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.867 KB) | DOI: 10.30737/jatiunik.v1i1.66

Abstract

PT. Surya Pamenang is one of the private companies engaged in the paper industry with the type of paperboard. Most of the company's products are marketed overseas while the rest are marketed domestically. Because the products produced are mostly overseas, the quality of the company's products needs to be maintained. One factor to be able to maintain this is the condition of the production machine that must be in good condition. To be able to maintain the condition of this production machine in good condition, one effort that can be done is to take care of this production machine. In this research, modularity design is tried to be applied in preventive maintenance activities to replace Blade Coating Machine. The results showed that the application of preventive maintenance with modularity design can reduce costs by 24.31% from the initial state (corrective maintenance).PT. Surya Pamenang adalah salah satu perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang industri kertas dengan jenis kertas karton. Produk hasil perusahaan ini sebagian besar dipasarkan ke luar negeri sedangkan sisanya dipasarkan ke dalam negeri. Oleh karena produk yang dihasilkan kebanyakan pangsa luar negeri, maka kualitas produk perusahaan perlu dijaga. Salah satu faktor untuk dapat menjaga hal ini adalah kondisi mesin produksi yang harus dalam keadaan baik. Untuk dapat menjaga kondisi mesin produksi ini dalam keadaan baik, maka salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perawatan terhadap mesin produksi ini. Dalam penelitian ini, modularity design dicoba diterapkan dalam kegiatan preventive maintenance penggantian Blade Coating Machine . Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan preventive maintenance dengan modularity design dapat menurunkan biaya sebesar 24,31% dari keadaan awal (corrective maintenance).
Identifikasi Penerapan Dan Pemahaman Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Dengan Metode Hazard And Operability Study (Hazop) Pada UMKM Eka Jaya Sri Rahayuningsih
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 2, No 1 (2018): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.863 KB) | DOI: 10.30737/jatiunik.v2i1.274

Abstract

This study aims to determine the risks if you do not apply and understand about Occupational Safety and Health (K3) while working or in the Eka Jaya UMKM area located at Jl. Moh. Hatta, RT 04, RW 03, Sembung, Tulungagung- East Java. In this study using the method of the Hazard And Operability Study Method (HAZOP) which aims to identify risks in the work area. With this method, obtained HAZOP sheets in the form of fields such as: Point of study, Parameters, Keywords, Causes, Effects. In addition, risk assessment is also used to determine the value of likelyhood and severity, then determine risk ratings with risk matrix tables and risk assessments. After seeing the case and identifying the problem, the object being examined is: a stirring machine, a soaking tub, a temperature in the outdoor and indoor work area. Then enter the potential hazard stage, categorize according to the assessment that occurs, if the low risk gives a green color, adjust it to the matrix table and the riskvalue. After identifying these problems, we found that the risk of not wearing personal protective equipment was in the low category, high temperature during the medium frying process, slipping while in the immersion bath, neglecting the operation of the machine because the machine was not covered by v-belt in the high category, in terms of design is to provide open space for frying division workers. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko-risiko jika tidak menerapkan dan memahami tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) saat bekerja di area UMKM Eka Jaya yang beralamat di Jl. Moh. Hatta, RT 04, RW 03, Sembung, Tulungagung - Jawa Timur. Dalam penelitian ini menggunakan metode Metode Hazard And Operability Study (HAZOP) yang bertujuan untuk mengidentifikasi risiko-risiko dalam area kerja tersebut. Dengan metode ini, didapat hasil penelitian HAZOP berupa bidang antara lain : titik kajian, parameter, kata kunci, penyebab, akibat. Selain itu, juga digunakan penilaian risiko untuk menentukan nilai likelyhood dan severity, kemudian penentuan peringkat risiko dengan tabel matriks risiko dan penilaian risiko. Setelah melihat kasus dan identifikasi masalah, objek yang di teliti yaitu: Mesin pengaduk, Bak perendaman, Suhu dalam area kerja outdoor dan indoor. Kemudian masuk ke tahap potensi bahaya, dikelompokkan menurut penilaian yang terjadi, jika risiko rendah diberi warna hijau, sesuaikan dengan tabel matriks dan nilai risiko. Setelah identifikasi permasalahan tersebut, didapat hasil bahwa risiko tidak memakai alat pelindung diri masuk kategori rendah, suhu tinggi waktu proses penggorengan masuk kategori sedang, terpeleset saat di bak perendaman, kelalaian pengoperasian mesin karena mesin tidak tertutup bagian v-belt masuk kategori tinggi, dalam hal desain adalah menyediakan ruang terbuka untuk pekerja divisi penggorengan. 
Rekayasa Produksi Biodiesel Dari Minyak Kemiri Sunan (Reutialis Trisperma Oil) Sebagai Alternatif Bahan Bakar Mesin Diesel Susanti Dhini Anggraini
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 2, No 1 (2018): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.58 KB) | DOI: 10.30737/jatiunik.v2i1.272

Abstract

In this research, biodiesel was produced from new feedstock Kemiri Sunan oil. Kemiri Sunan oil is non edible oil, an attractive raw material for production of biodiesel. Biodiesel was produced by two steps of reactions, i.e. esterification and transesterification, using H2SO4 and KOH as catalyst, respectively. Esterification reaction was carried out with methanol for 2 h, ratio oil:methanol (3:1). Transesterification was done at various catalyst concentration (0.5; 1.0; 1.5; 2.0 %wt oil), ratio oli:methanol (1:1, 2:1, 3:1 (wt/wt)), and reaction temperature (30, 50, 65, 70oC) for 1 h. The yield and properties of biodiesel were analysed by Gas Chromatography (GC) and ASTM D 6751 methods, respectively. High yield of biodiesel was produced at KOH 1 %wt catalyst, ratio methanol:oil (1:1) and 65oC i.e. 96,91 %. Kemiri Sunan oil-based biodiesel had a range of acid number 0,41-0,56 (mgKOH/g), densitas 0,89-0,91 (g/cm3), viscosity 8,28-12,70 (cSt), cetane number 58,2-63,3, and residu carbon 0,23-0,59.\ Pada penelitian ini, biodiesel diproduksi dari new feedstock minyak Kemiri Sunan. Minyak Kemiri Sunan merupakan minyak non edible sehingga sangat menarik untuk diproduksi sebagai biodiesel. Minyak Kemiri sunan diproduksi dengan dua tahapan reaksi yaitu reaksi esterifikasi dan transesterifikasi menggunakan katalis H2SO4 dan KOH. Reaksi esterifikasi telah dilakukan perbandingan minyak:metanol (3:1) selama 2 jam. Reaksi transesterifikasi dilakukan dengan variasi konsentrasi katalis KOH (0,5; 1,0; 1,5; 2,0 %berat minyak), rasio minyak:metanol (1:1; 2:1; 3:1 (berat/berat)), dan suhu reaksi 65 selama 1 jam. Yield dan sifat biodiesel dianalisis dengan Chromatography Gas (GC) dan ASTM D 6751. Yield optimum biodiesel diperoleh sebesar 96,91%, pada kondisi optimum konsentrasi katalis KOH 1 % berat minyak, rasio minyak:metanol 1:1 (berat/berat) dan suhu reaksi 65oC. Biodiesel berbahan dasar minyak kemiri sunan mempunyai rentang angka asam 0,41-0,56 mgKOH/gram, densitas 0,89-0,91 gram/cm3, viscositas 8,28-12,70 cSt, angka setana 58,2-63,3 dan residu karbon 0,23-0,59 %berat/berat. 
Penerapan Lean Manufacturing Untuk Meminimasi Waste Delay Pada Workstation Curing di PT Bridgestone Tire Indonesia Yulinda Uswatun Kasanah; Pratya Poeri Suryadhini; Murni Astuti
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 2, No 1 (2018): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.419 KB) | DOI: 10.30737/jatiunik.v2i1.273

Abstract

Lean Manufacturing is a method used to increased productivity and costs reduction by minimizing waste in the production process. This study describe the use of lean manufacturing with Single Minutes Exchange Of Dies tools on the PSR’s production floor in PT XYZ, which is engaged in automotive manufacture form making of car tires. Research stage begins by analyzing waste using mapping tool and identification causes of waste in workstation curing. The next stage is analyzing every step of machine setup that occurs are workpiece setup, mold setup, curing setup, and finishing setup. Based on observations, the amount of the initial state setup time is 194,05 minutes. The improvement begin by convert internal activities setup into external setup, reduction of operator displacement activity, elimination of adjusment, and apply a parallel operation by using two operators. So the total setup time can be reduced is equal to 127,41 minutes. Lean Manufacturing merupakan metode yang digunakan untuk meningkatkkan produktivitas dan pengurangan biaya dengan cara meminimasi pemborosan dalam proses produksi. Penelitian ini menjelaskan penggunaan Lean Manufacturing dengan tool Single Minutes Exchange Of Dies (SMED) pada lantai produksi PSR di PT XYZ, yang bergerak dalam bidang Automotive Manufacture berupa pembuatan ban mobil. Tahap penelitian diawali dengan melakukan analisis waste dengan Mapping tools dilanjutkan dengan mengidentifikasi penyebab pemborosan pada workstation curing. Tahap Selanjutnya adalah menganalisis tahapan proses setup mesin curing yang terdiri dari setup benda kerja, setup mold, setup curing, dan setup finishing. Berdasarkan hasil pengamatan, jumlah waktu setup keadaan awal adalah 194,05 menit. Perbaikan yang dilakukan adalah dengan mengkonversi aktivitas internal setup menjadi eksternal setup, pengurangan aktivitas perpindahan operator, eliminasi adjusment, dan menerapkan operasi paralel yaitu dengan menggunakan 2 operator. Sehingga total waktu setup yang dapat direduksi adalah 127,41 menit.
Pengaruh Suhu Dan Waktu Tinggal Terhadap Kecenderungan Menguning Pada Proses Produksi Alumunium Fasad Sukram Sukram; Sutikno Sutikno
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 2, No 2 (2019): April
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.419 KB) | DOI: 10.30737/jatiunik.v2i2.330

Abstract

Painting using paint powder is one of the techniques of protection against corrosion are evolving rapidly. Powder paints have aesthetic value approaching liquid paint as well as durability and relative utilization is better than liquid paint. The process of maturation of the paint powder that is only done with the process of warming at a certain temperature and a certain span of time. Standard maturation process known as maturation curve (curing folder). The difference in temperature and time against standard value ranges of risk occurrence of color change especially in white color (light). Therefore, do the research to find out the influence of temperature and time of warming up against the tendency of yellowing in white powder paint. Colour measurement is performed using a colorimeter in units of CIE Lab. Value b in CIE lab color trend show the yellowish or bluish. Temperature and time of warming up is the variable factor research determined 5. Pengecatan menggunakan cat bubuk merupakan salah satu teknik perlindungan terhadap korosi yang berkembang secara pesat. Cat bubuk memiliki nilai estetika mendekati cat cair serta daya tahan dan utilisasi yang relative lebih baik dibanding cat cair. Proses pematangan cat bubuk yang hanya dilakukan dengan proses pemanasan pada suhu tertentu dan rentang waktu tertentu. Standard proses pematangan dikenal dengan kurva pematangan (curing map). Perbedaan suhu dan waktu terhadap rentang nilai standard menimbulkan resiko terjadinya perubahan warna khususnya pada warna putih (terang). Oleh sebab itu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pemanasan terhadap kecenderungan menguning pada cat bubuk warna putih. Pengukuran warna dilakukan dengan menggunakan colorimeter dalam satuan CIE Lab. Nilai b  pada CIE lab menunjukan kecenderungan warna kekuningan atau kebiruan. Suhu dan waktu pemanasan merupakan variabel penelitian yang faktornya ditentukan 5⁰C dan 5 menit diluar kurva pematangan.  
Perhitungan Perencanaan Mesin Pengaduk Middle Waste Asbes Kapasitas 2500 Liter Sutikno Sutikno; Sukram Sukram
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 2, No 2 (2019): April
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.42 KB) | DOI: 10.30737/jatiunik.v2i2.331

Abstract

In the company PT. Headquarters of Tunas Utama produces quite a lot of waste so that there needs to be a treatment to accelerate the waste processing. The problem is how to make the waste can be processed quickly so that it can be processed to be included in the production process so that there is no buildup of waste. Planning an agitator asbestos waste mixer machine, where the equipment or machine serves to accommodate the middle waste before entering into the mixing process and stirring continuously to avoid sedimentation. In this final project, the right type of agitator will be selected for the waste mixing process, then count the existing engine elements such as the type of mixer, motor, transmission, and shaft. So that it can produce the right mixer. From the results of the calculation of the mixer using a motor with a power of 0.5 HP with a reducer of 1:30, the transmission system uses a v-belt and a pulley with a drive pulley diameter of 129 mm and a driven pulley diameter of 200 mm, resulting in a rotation of 30 rpm. For the stirrer, using a paddle stirrer with a drive shaft diameter of 50 mm.Didalam perusahaan PT Djabes Tunas Utama menghasilkan waste yang cukup banyak sehingga perlu adanya penanganan untuk mempercepat proses pengolahan waste tersebut. Permasalahannya adalah bagaimana cara agar waste tersebut dapat diolah dengan cepat sehingga dapat diproses untuk dimasukkan pada  proses produksi sehingga tidak terjadi penumpukan waste. Maka dari itu perlu adanya mesin pengaduk untuk mengaduk middle waste tadi agar tidak terjadi pengendapan. Dan mesin pengaduk tersebut banyak macamnya.  Dan akan direncanakan sebuah mesin pengaduk waste asbes jenis agitator, dimana peralatan atau mesin ini berfungsi untuk menampung middle waste sebelum masuk ke proses mixing dan dilakukan pengadukan secara terus menerus untuk menghindari pengendapan. Pada tugas akhir ini akan dipilih jenis agitator yang tepat untuk proses pengadukan waste tersebut, kemudian menghitung elemen-elemen mesin yang ada seperti jenis pengaduk, motor, transmisi, dan poros. Sehingga dapat menghasilkan mesin pengaduk yang tepat. Dari hasil perhitungan mesin pengaduk tersebut menggunakan motor dengan daya sebesar 0,5 HP dengan reducer 1:30, sistem transmisi menggunakan v-belt dan pulley dengan ukuran diameter pulley penggerak sebesar 129 mm dan diameter pulley yang digerakkan sebesar 200 mm, sehingga menghasilkan putaran sebesar 30 rpm. Untuk pengaduknya menggunakan jenis pengaduk paddle   dengan diameter poros penggerak sebesar 50 mm. 
Analisa Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Menggunakan Standar AS/NZS 4360:2004 Di Perusahaan Pulp&Paper Muhamad Bob Anthony
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 2, No 2 (2019): April
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1115.32 KB) | DOI: 10.30737/jatiunik.v2i2.332

Abstract

This research has the purpose to find out the value of the risk of the potential dangers of work and level of risk of the potential dangers of working and know the potential dangers of dominant work that led to the occurrence of accidents at the company's pulp paper process in & area the production of paper. This research approach by using the method of HIRA (Hazard Identification and Risk just my Assesment) using the standard AS/NZS4360:2004 to calculate values before there is risk control (basic risk) until after control of risk (existing risk). The results of the activities of the production process on the company PT. XYZ is acquired 16 basic risk activity that consists of a category acceptable risk as 6, priority 3 category 2 category, substantial risk (priority 2) as many as 3 risk, priority 1 category 4 category of risk and very high risk as much as 1. After control of the risk (the existing risk) obtained a decrease risk category can be received (acceptable) a total of 10 risk (62.5%), priority 3 as much as 5 risk (31.25%) and substantial category (priority 2) as much as 1 risk (6.25%) While the priority categories 1 and very high risk categories have been lost after a controlling or mitigating risk Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui nilai risiko potensi bahaya kerja dan level risiko potensi bahaya kerja serta mengetahui potensi bahaya kerja dominan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja di perusahaan pulp&paper pada proses di area produksi kertas. Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan metode HIRA (Hazard Identification and Risk Assesment) dengan menggunakan standar AS/NZS4360:2004 untuk menghitung nilai-nilai risiko sebelum ada pengendalian (basic risk) sampai setelah dilakukan pengendalian terhadap risiko (existing risk). Hasil penelitian dari kegiatan proses produksi pada perusahaan PT. XYZ ini didapatkan 16 kegiatan basic risk  yang terdiri dari kategori acceptable sebanyak 6 risiko, kategori priority 3 sebanyak 2 risiko, kategori substantial (priority 2) sebanyak 3 risiko, kategori priority 1 sebanyak 4 risiko dan kategori very high sebanyak 1 risiko. Setelah dilakukan pengendalian terhadap risiko (existing risk) didapatkan penurunan resiko yaitu kategori dapat di terima (acceptable) sebanyak 10 risiko (62,5%), priority 3 sebanyak 5 risiko (31,25%) dan kategori substantial (priority 2) sebanyak 1 risiko (6,25%) sedangkan kategori priority 1 dan kategori very high risk  telah hilang setelah dilakukan pengendalian atau mitigasi resiko.  
Analisis Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) Menggunakan Overall Equipment Efectiveness (OEE) Dan Six Big Losses Pada Mesin Cold Leveller PT. KPS Muhamad Bob Anthony
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 2, No 2 (2019): April
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.75 KB) | DOI: 10.30737/jatiunik.v2i2.333

Abstract

PT. KPS is one steel company in Indonesia that produces steel products in the form of slab and plate that is marketed in the country up to foreign countries. Cold leveller machine is a machine that serves to flatten the surface of the plate. Problems occurred in the machinery that is often experienced a breakdown so that the plate with uneven surfaces more and more because of the time machine working on the wane. This research aims to quantify the value of the overall equipment effectiveness (OEE), calculating the factor of six big losses and figure out the root cause of the problem, the dominant factor of the six big losses with the fishbone diagram. The OEE value obtained on the engine cold leveller is 82%. The biggest factor that causes the low effectiveness of the machine that is the reduced speed losses amounting to 11.59% and equipment failure losses amounted to 6.04%. The proposed corrective actions is prioritizing the main TPM pillar 3 that is autonomous maintenance, quality maintenance, training and education.PT. KPS adalah salah satu perusahaan baja di Indonesia yang memproduksi produk baja berupa slab dan plate yang dipasarkan di dalam negeri hingga ke luar negeri. Mesin cold leveller merupakan mesin yang berfungsi meratakan permukaan plate yang tidak rata. Permasalahan yang terjadi pada mesin tersebut yaitu sering mengalami breakdown sehingga plate dengan permukaan yang tidak rata semakin banyak karena waktu bekerja mesin semakin berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai overall equipment effectiveness (OEE), menghitung nilai faktor six big losses dan mengetahui akar penyebab masalah yang dominan dari faktor six big losses dengan fishbone diagram. Nilai OEE yang didapat pada mesin cold leveller adalah sebesar 82%. Faktor terbesar yang menyebabkan rendahnya efektifitas mesin yaitu reduced speed losses sebesar 11,59% dan equipment failure losses sebesar 6,04%. Tindakan perbaikan yang diusulkan adalah memprioritaskan 3 pilar utama TPM yaitu autonomous maintenance, quality maintenance, training dan education. 
Analisa Perbaikan Postur Kerja Dengan Menggunakan Metode OWAS (Ovako Work Analysis System) Dengan Perancangan Fasilitas Di Bagian Penyortiran Batu Gamping PT. Timbul Persada Krishna Tri Sanjaya; Apreza Dwi Vidyantoro
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 2, No 2 (2019): April
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.055 KB) | DOI: 10.30737/jatiunik.v2i2.334

Abstract

Limestone sorting work at PT. Embossed Persada is a repetitive work attitude and a long period of time, so that it can be at risk of causing Musculoskeletal disorders and discomfort at work. The purpose of this study is to analyze the working posture of limestone sorting operators. There are 3 work postures: limestone sorting work posture has a value of 4141, work posture for limestone removal 2173, and work posture for limestone 3333. Other objectives of this study are to identify work postures that have a risk of Musculoskeletal injury. Based on the results of the categorization of OWAS values, an assessment was obtained: limestone 4141-4 work posture, sludge removal posture 2173-3, work posture inserting limestone 3333-3. The work posture has a very high value where it is necessary to make immediate improvements to the work posture by redesigning the work facilities in the sorting section. Redesign of work facilities carried out to avoid Musculoskeletal interference that is using conveyor aids with a capacity of 9 Tons / Hour. The facility design uses measurements with an average value of Indonesian Ergonomics Anthropometry data Pekerjaan peyortiran batu gamping di PT. Timbul Persada merupakan sikap kerja yang repetitif dan jangka waktu yang lama, sehingga dapat beresiko menimbulkan gangguan Musculoskeletal dan ketidak nyamanan dalam bekerja. Penelitian ini mencoba untuk mempelajari rangkaian kerja dan aspek Ergonomi yang mempengaruhi postur kerja pada divisi penyortiran tersebut dengan menggunakan metode OWAS (Ovako Work Analysis System), metode ini  digunakan untuk mengevaluasi sikap kerja yang berpotensi mengalami gangguan pada Musculoskeletal dimana postur kerja yang diamati meliputi pergerakan tubuh bagian punggung, bahu, tangan, dan kaki termasuk paha, lutut dan pergelangan kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisa postur kerja operator penyortiran batu gamping. Diketahui ada 3 postur kerja : postur kerja pemilahan batu gamping memiliki nilai 4141, postur kerja pengangkatan batu gamping 2173, dan postur kerja memasukan batu gamping 3333. Tujuan lain dari penelitian ini adalah mengidentifikasi postur kerja yang memiliki resiko cedera Musculoskeletal. Berdasarkan hasil pengkategorian nilai OWAS maka, diperoleh penilaian : Postur kerja pemilahan batu gamping 4141-4, postur kerja pengangkatan batu gampng 2173-3, postur kerja memasukkan batu gamping 3333-3. Postur kerja tersebut memiliki nilai yang sangat tinggi dimana perlu dilakukan perbaikan segera terhadap postur kerja dengan perancangan ulang fasilitas kerja pada bagian penyortiran. Perancangan ulang fasilitas kerja yang dilakukan untuk menghindari gangguan Musculoskeletal yaitu menggunakan alat bantu conveyor dengan kapasitas 9 Ton/Jam. Perancangan fasilitas ini dirancang dengan pengukuran menurut nilai rata-rata data Anthropometri Ergonomi Indonesia. Dengan mengevaluasi postur kerja sebelum adanya perbaikan, sehingga hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam perancangan stasiun kerja yang sesuai dengan aspek-aspek Ergonomi. 

Page 2 of 11 | Total Record : 108