cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2021): Mei" : 7 Documents clear
Pengembangan Sistem Informasi Surveilans Demam Berdarah Dengue Berbasis Mobile sebagai Sistem Peringatan Dini Outbreak di Kota Yogyakarta Marko Ferdian Salim; M. Syairaji; Krida Tri Wahyuli; Nida Nur Aulia Muslim
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 2 (2021): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.61245

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan nasional. Salah satu strategi yang tepat untuk menurunkan angka kejadian DBD adalah surveilans DBD. Namun, surveilans DBD selama ini dikerjakan oleh petugas surveilansmasih dikerjakan dengan carasecara manual sehingga hal ini menyebabkan keterlambatan pelaporan, tidak update-nya data, dan penyajian informasi yang tidak mendukung dalam pengambilan keputusan.Tujuan: Merancang dan mengembangkan sistem informasi surveilans DBD berbasis mobile sebagai sistem peringatan dini outbreak di Kota Yogyakarta.Metode: Research and development ini dilaksanakan di Puskesmas Gondokusuman II Kota Yogyakarta pada April-Oktober 2020. Subjek penelitian adalah petugas surveilans puskesmas dan kader. Objek penelitian adalah Sistem Informasi Surveilans DBD. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, Focus Group Discussion, observasi, dan studi dokumentasi.Hasil: Pengguna memerlukan sistem informasi surveilans kasus DBD berbasis mobile yang mengakomodir perekaman data melalui digitalisasi komponen formulir yang digunakan, fitur koordinasi antarpengguna, serta fitur pemetaan kasus. Penelitian ini menghasilkan rancangan proses sistem dalam diagram unified modelling language, rancangan basis data dalam entity relationship diagram serta prototipe tampilan antarmuka sistem.Kesimpulan: Rancangan sistem informasi surveilans berbasis mobile yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pengguna dan sebaiknya digunakan sebagai blueprint untuk proses konstruksi sistem.
Proses Bisnis Layanan Medical Checkup (MCU) Menggunakan Business Process Model and Notation (BPMN) Akhmad Bakhrun; Jonner Hutahaean
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 2 (2021): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.61269

Abstract

Latar Belakang: Layanan medical check up (MCU) dibutuhkan untuk berbagai keperluan, di antaranya untuk persyaratan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pasien yang menjalani MCU perlu mengetahui proses yang harus diikuti, lama proses, dan jadwal penerimaan hasil agar pasien dapat mempersiapkan diri dengan baik. Di sisi lain, manajemen rumah sakit juga perlu mengevaluasi layanan MCU agar selalu unggul, kompetitif, dan berkelanjutan.Tujuan: Membangun model proses bisnis layanan MCU dalam persyaratan pengangkatan PNS.Metode: Observasi dan eksplorasi untuk menganalisis proses bisnis layanan MCU serta mempelajari dokumen hasil MCU seperti hasil pemeriksaan laboratorium dan thorax serta surat hasil MCU yang telah disahkan oleh ketua tim penguji kesehatan rumah sakit. Pemodelan proses bisnis dibuat menggunakan BPMN dengan tool Bizagi.Hasil: Model proses bisnis untuk panduan pasien dan peningkatan layanan MCU dapat diimplementasikan menjadi Standard Operating Procedure (SOP) layanan MCU di rumah sakit. Selain itu, model ini merupakan requirement awal yang sangat penting untuk membangun perangkat lunak pencatatan data MCU yang terintegrasi.Kesimpulan: Adanya model proses BPMN dapat memudahkan pasien untuk mengetahui tahapan proses MCU yang sedang mereka jalani dan perkiraan waktu selesainya. Manajemen rumah sakit juga dapat menjadikan model ini untuk mengevaluasi dan meningkatkan layanan MCU.
Systematic Review: Telemedicine dalam Manajemen Pasien Gagal Jantung semasa Pandemi Sidhi Laksono; Anhari Achadi; Reynaldo Halomoan
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 2 (2021): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.62300

Abstract

Latar Belakang: Pandemi global COVID-19 menjadi hambatan bagi kunjungan pasien gagal jantung ke rumah sakit. Untuk itu, telemedicine yang memanfaatkan teknologi dan dapat mengurangi kontak fisik antara dokter dengan pasien dapat menjadi solusi bagi manajemen pasien. Telemedicine juga memiliki potensi untuk memberikan keluaran yang baik bagi pasien.Tujuan: Mengevaluasi dampak telemedicine dalam perawatan pasien gagal jantung.Metode: Pencarian komprehensif menggunakan kata kunci dilakukan dari 2 basis data selama tahun 2000-2020 untuk mengidentifikasi studi mengenai penerapan telemedicine pada manajemen pasien gagal jantung. Setelah itu, dilakukan penilaian risiko bias dan ekstraksi data.Hasil: Terdapat 2 uji coba terkontrol secara acak dan 2 studi kohort prospektif yang dikaji. Tiga studi menunjukkan penurunan laju hospitalisasi pada pasien gagal jantung. Untuk mortalitas, 1 studi menunjukkan penurunan yang bermakna pada kelompok pasien gagal jantung yang menjalani telemedicine. Namun, pada 1 studi lain tidak terdapat perbedaan bermakna (semua penyebab kematian). Terdapat 1 studi masing-masing yang membahas mengenai kualitas hidup dan kepatuhan berobat, dan terdapat perbedaan bermakna, sedangkan untuk biaya, 1 studi menunjukkan penurunan biaya yang dikeluarkan dan 1 studi tidak menunjukkan perbedaan bermakna.Kesimpulan: Telemedicine memberikan manfaat terhadap keluaran pasien gagal jantung.
Efek Kombinasi Latihan Eccentric dan Neuromuscular Electrical Stimulation (NMES) pada Daya Tahan Otot Tungkai Pemain Badminton Amatir: Case Report Farid Rahman; Ilham Setya Budi; Aqzal Dwi Kuncoro
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 2 (2021): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.62383

Abstract

Latar Belakang: Badminton merupakan olahraga dengan intensitas tinggi dan gerakan mendadak berubah arah. Pemain diharuskan memiliki kondisi fisik yang baik untuk menunjang kelincahan gerakan tungkai, jumping, dan keseimbangan.Tujuan: Mengetahui efek kombinasi latihan eccentric dan NMES pada daya tahan otot tungkai pemain badminton amatir.Metode: Menggunakan single-subject research yang dilakukan terhadap seorang atlet badminton amatir berumur 18 tahun dan profil tinggi badan 172 cm dan berat badan 56 kg. Subjek diberikan kombinasi latihan eccentric dan NMES selama 4 minggu yang dilakukan 3x/minggu dan dilakukan follow up pengukuran daya tahan tungkai selama 1 bulan.Hasil: Evaluasi pengukuran daya tahan otot tungkai menggunakan wall sit test, baseline didapatkan 53,2 detik yang masuk dalam kategori below average. Hasil meningkat setelah diberikan latihan dan dievaluasi saat latihan menjadi 178 detik yang masuk dalam kategori excellent dan ketika dilakukan follow up selama 1 bulan didapatkan hasil 226 detik yang masuk dalam kategori excellent.Kesimpulan: Terdapat peningkatan signifikan pada daya tahan otot tungkai pemain badminton amatir setelah pemain diberikan kombinasi latihan eccentric dan NMES selama 1 bulan dan pengaruh jangka panjang terlihat ketika follow up selama 1 bulan dilakukan.
Prevalensi Penyakit Arteri Perifer Berdasarkan Nilai Ankle-Brachial Pressure Index di Universitas Mulawarman Muhammad Aminuddin
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 2 (2021): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.62556

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi penyakit arteri perifer (PAP) pada tahun 2015 di dunia diperkirakan lebih dari 200 juta orang. Penyakit ini terjadi pada <0,4 per 1000 orang pada usia 35-45 tahun dan 6 dari 1000 orang pada usia di atas 65 tahun.  Namun prevalensi PAP dan faktor risiko yang mempengaruhi usia remaja sampai saat ini belum tergambarkan dengan jelas.Tujuan: Mengetahui prevalensi dan faktor risiko penyakit arteri perifer pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Mulawarman.Metode: Penelitian ini melibatkan 141 responden dengan teknik pengambilan responden purposive sampling. PAP ditegakkan dengan interpretasi nilai ankle-brachial  pressure index (ABPI). Nilai ABPI diukur menggunakan doppler vaskular dan sfigmomanometer, sedangkan faktor risiko diukur menggunakan kuesioner.Hasil: Penelitian ini mengidentifikasi  52,5% responden memiliki nilai ABPI normal, 44,7% mengalami PAP (ringan dan sedang) dan 2,8% kalsifikasi pembuluh darah. Faktor risiko PAP tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan nilai ABPI/PAP dengan p value 0,730 (konsumsi makanan asin), 0,823 (konsumsi manis), 0,718 (minum kopi), 0,445 (merokok), dan 0,981 (aktivitas fisik).Kesimpulan: Kebiasaan mengkonsumsi makanan asin, makanan manis, minum kopi berlebih, dan kebiasaan merokok serta aktivitas fisik yang kurang dapat menurunkan nilai ABPI atau menjadi faktor risiko terjadinya penyakit arteri perifer.
Hasil Positif Palsu dan Negatif Palsu pada Pemeriksaan Cepat Antibodi SARS CoV-2 Patricia Gita Naully; Perdina Nursidika
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 2 (2021): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.62775

Abstract

Latar Belakang: Salah satu cara yang dilakukan Indonesia untuk mengendalikan dan mencegah penularan SARS CoV-2 sebagai penyebab COVID-19 adalah dengan menyediakan kit pemeriksaan cepat anti-SARS CoV-2. Metode pemeriksaan tersebut dapat mengatasi keterbatasan tenaga ahli dan alat laboratorium di Indonesia. Tujuan: Menentukan hasil pemeriksaan cepat anti-SARS CoV-2 pada masyarakat di Kecamatan Cimahi Tengah.Metode: Sebanyak 50 orang diambil sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik quota sampling. Pemeriksaan cepat anti-SARS CoV-2 dilakukan dengan menggunakan imunokromatografi merek Lungene. Sampel penelitian yang reaktif diperiksa kembali dengan metode Quantitative Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (qRT-PCR).Hasil: Berdasarkan hasil pemeriksaan dengan imunokromatografi, terdapat satu orang (2%) anti-     SARS CoV-2 IgM reaktif dan tiga orang (6%) anti-SARS CoV-2 IgG reaktif. Pemeriksaan dengan qRT-PCR menunjukkan hasil yang berbeda. Keempat orang tersebut dinyatakan negatif COVID-19. Selain itu, satu orang (2%) yang mendapatkan hasil non-reaktif pada pemeriksaan cepat justru dinyatakan positif terinfeksi SARS CoV-2.Kesimpulan: Pemeriksaan cepat anti-SARS CoV-2 yang dilakukan di Kecamatan Cimahi Tengah kurang akurat karena terdapat empat (8%) hasil positif palsu dan satu (2%) hasil negatif palsu.  
Implementasi Objective Structured Clinical Examination (OSCE) berbasis dalam Jaringan selama Pandemi Coronavirus Disease-19 Penggalih Mahardika Herlambang; Dian Rudy Yana; Rido Muid Riambodo; Sudaryanto Sudaryanto
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 2 (2021): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.63402

Abstract

Latar Belakang: Kebijakan Study from Home (SfH) dan Work from Home (WfH) selama pandemi Coronavirus Disease-19 (Covid-19) berdampak pada proses pendidikan mahasiswa kedokteran, salah satunya dalam penyelenggaraan evaluasi keterampilan klinis atau Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Diperlukan sebuah model OSCE berbasis dalam jaringan (daring) agar uji kompetensi tetap berjalan dengan optimal.Tujuan: Mengembangkan model OSCE berbasis daring yang disesuaikan pada kondisi pandemi Covid-19.Metode: Metode observasional deskriptif digunakan melalui dua tahapan. Tahapan pertama meliputi proses pelaksanaan OSCE berbasis daring. Tahap kedua adalah evaluasi pelaksanaan melalui survei kuesioner online kepada 149 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim yang mengikuti OSCE berbasis daring  pada periode Agustus 2020.Hasil: Proses pelaksanaan OSCE berbasis daring meliputi tahap pra-OSCE, OSCE, dan pasca-OSCE. Pada evaluasi selama  pra-OSCE, 79,5% mahasiswa menyebutkan bahwa sarana telah dipersiapkan dengan baik dan 46,1% menyebutkan bahwa informasi yang disampaikan saat technical meeting jelas. Pada tahap pelaksanaan,  91,3% mahasiswa  menyebutkan soal OSCE jelas, 65,9% memiliki koneksi internet dan komunikasi berjalan lancar, 53% menyebutkan dukungan technical support baik, dan 88% menyatakan waktu pengerjaan cukup.Kesimpulan: Pelaksanaan OSCE berbasis daring dapat diimplementasikan. Meskipun demikian, dukungan teknis dan persiapan yang matang diperlukan sehingga dalam pelaksanaannya tetap berlangsung secara efektif.

Page 1 of 1 | Total Record : 7