cover
Contact Name
Salman Al Faris
Contact Email
maqasid@um-surabaya.ac.id
Phone
+6289654453687
Journal Mail Official
maqasid@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/Maqasid/about/contact
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam
ISSN : 2252 528     EISSN : 26155622     DOI : 10.30651
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil kajian dan penelitian orisinal dengan edisi terbaru dalam Studi Hukum Islam. Ruang Lingkup Jurnal Maqasid adalah (1) Hukum Islam (Islamic Law), (2) Hukum Keluarga Islam (Islamic Family Law), (3) Hukum Perkawinan Islam (Munakahat), (4) Hukum Kewarisan Islam (Mawaris), (5) Hukum Ekonomi Islam (Muamalah), (6) Ilmu Astronomi Islam (Falak), (7) Kajian Studi Hukum Islam.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2013)" : 5 Documents clear
Tabattul (Membujang) Dalam Perspektif Hukum Islam Febri Dwineddy Putra
MAQASID Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.969 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v2i1.1413

Abstract

Abstrak Skripsi ini adalah hasil penelitian pustaka mengenai Tabattul ( membujang ) Dalam Persepektif Hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan jawaban tentang polemik atau bagaimanakah ketentuan hukum tabattul dan juga analisa dampak tabattul dari segi sosial dan kejiwaan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pustaka ( library research), yaitu penelitian yang sumber datanya diambil dari buku – buku dan tulisan sebagai sumber utama, penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, yaitu jalan yang meneliti dan memeriksa data yang terkumpul sekaligus menganalisis untuk memberikan arti bagi upaya pencapaian tujuan study. Peneliyian ini merupakan suatu kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode sistematika dan pemikiran tertentu yang bertujuan untuk mempelajari satu atau beberapa masalah hukum, sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tentang tabattul adalah memutuskan diri untuk tidak menikah dan hanya beribadah, tabattul dilarang karena merupakan perbuatan dzalim dan tidak mengikuti apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dan dampak dari tabattul sendiri sangat buruk sekali karena dapat merusak kehidupan masyarakat dan juga menimbulkan penyakit – penyakit di kehidupan masyarakat. Kata Kunci : Tabattul, Hukum Islam
Pembentukan Keluarga Sakinah Di Griya Parenting Indonesia Zulkifli Hidayatullah; Gandhung Fajar Panjalu
MAQASID Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.567 KB) | DOI: 10.30651/.v2i1.1414

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi pada konsep pembentukan keluarga sakinah yang sebagian besar ialah background gerak aktif dari peran suatu lembaga parenting. Pembinaan parenting pada orang tua sangat diperlukan mengingat keadaan emosional dna mental orangtua yang masih beragam. Pembinaan studi parenting ini juga dilaksanakan di Lembaga Griya Parenting Indonesia. Permasalahan yang dikaji menjadi sorot utama peneliti ini antara lain adalah Bagaimana konsep keluarga sakinah di Griya Parenting Indonesia?, Bagaimana implementasi pembentukan keluarga sakinah di Griya Parenting? Penelitian ini bersifat kualitatif dengan latar Griya Parenting Indonesia. Pemngumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi pasif, wawancara terstruktur dan dokumenasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi, yaitu triangulasi teknik, triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan dari sudut pandang hukum islam bahwa Allah menentapkan Orang tua sebagai pemegang pemeliharaan dan pendidikan seorang anak secara baik maksimal dan juga termaktub dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan adanya suatu perkawinan yang menimbulkan kewajiban-kewajiban dari sahnya perkawinan. Griya parenting Indonesia, menunjukkan orang tua yang mendidik anaknya yang menggunakan pembinaan Studi Parenting yang sesuai tuntunan Islam akan membuat seorang anak mempunyai kemmapuan intelektual dan fisik yang bagus, termasuk perkembangan emosi dan sosialnya. Implikasi Studi Parenting yang terjadi melalui langkah-langkah dari perencanaan Griya Parenting Indonesia dalam melakukan pembinaan keluarga sakinah dengan menentukan visi misi, sasaran , prosedur, subyek serta obyek pembinaan keluarga sakinah tersebut. Perencanan tersebut selanjutnya dijadikan panduan kegiatan Griya parenting Indonesia. Dengan menggunakan unsur-unsur kelengkapan perencanaan, diantarnya subyek pembinaan, materi pembinaan, pemateri, dan metode. Pembinaan melalui seminar ataupun lewat media Massa. Kata Kunci : Pembentukan keluarga sakinah, Griya Parenting Indonesia
Faktor-Faktor Penyebab Pengajuan Dispensasi Nikah Di Pengadilan Agama Gresik Tahun 2012 (Analisis Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan) Imroatul Jamilah
MAQASID Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.172 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v2i1.1410

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 mengenai batasan umur untuk melangsungkan perkawinan bagi pria maupun wanita, dan Pasal 7 ayat (2) dalam hal terjadi penyimpangan terhadap ayat (1) yang mempunyai sifat darurat. Pengertian perkawinan dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dispensasi kawin mempunyai arti pengecualian dari aturan umum untuk keadaan yang khusus tentang usia perkawinan, yakni keringanan atas batasan umur yang menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 untuk calon mempelai pria harus sudah berumur 19 tahun dan untuk calon mempelai wanita harus sudah mencapai 16 tahun. Pada perkara permohonan dispensasi kawin yang diajukan di Pengadilan Agama Gresik di samping mengabulkan permohonan Pemohon juga ada permohonan dispensasi kawin yang diputus tidak diterima. Penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode kualitatif yang mengacu pada norma hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan serta norma-norma yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Metode ini mempunyai tipe yuridis normatif dan yuridis empiris. Dari penelitian ini diperoleh hasil pembahasan mengenai faktor penyebab meningkatnya permohonan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Gresik, kewenangan absolut Pengadilan Agama dan kewenangan relatif Pengadilan Agama Gresik, syarat-syarat pengajuan permohonan dispensasi kawin, jenis dispensasi kawin, dan pertimbangan hakim dalam memutus dispensasi kawin baik yang dikabulkan maupun yang tidak diterima, serta akibat hukum dikabulkan atau tidak diterimanya permohonan dispensasi kawin. Kata Kunci : Dispensasi kawin
Analisis Yuridis Terhadap Putusan Hakim Mengenai Perkara Perceraian Nomor 2537/Pdt.G/2009/PA.Sda Sri Hariati; Dian Berkah
MAQASID Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.957 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v2i1.1411

Abstract

Abstrak Skripsi yang berjudul “ANALISIS YURIDIS TERHADAP PUTUSAN HAKIM MENGENAI PERKARA PERCERAIAN NOMOR 2537/Pdt.G/2009/PA.Sda.” adalah hasil analisa mengenai putusan hakim mengenai perkara perceraian Nomor 2537/Pdt.G/2009/PA.Sda. yang bertujuan untuk memahami bagaimanakah pertimbangan-pertimbangan hakim dalam memutus perkara perceraian menurut ketentuan atau aturan-aturan yang berlaku dalam pranata kehidupan sosial masyarakat di Indonesia. Analisa tentang putusan hakim mengenai perkara perceraian Nomor 2537/Pdt.G/2009/PA.Sda. yaitu hasil analisa yang sumber data - datanya atau materialnya diambil dari sumber utamanya adalah perundang - undangan yang berlaku dalam ketentuan hukum. Dari analisa yuridis terhadap putusan hakim mengenai perkara perceraian Nomor 2537/pdt.g/2009/pa.sda. dapat diambil suatu the force project bahwa. suatu perceraian dapat diputuskan hanya dengan dalih bahwa sebuah rumah tangga yang diharapkan oleh Undang - Undang adalah untuk dapat membina rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah dan saling tolong menolong serta menghargai satu sama lain akan terputus dengan sendirinya manakala suami istri tidak hidup serumah / tidak bersama dalam kurun waktu tertentu serta dalam perkara perceraian dapat diputuskan tanpa melihat siapa dan mana salah dan benarnya, akan tetapi dapat dilihat dari apakah suami istri tersebut dapat dirujukkan kembali atau tidak. Kata Kunci : Perceraian, Hukum Keluarga Islam
Studi Analisis Wakaf Uang Dalam Kompilasi Hukum Islam, Fatwa MUI, dan UU No. 41 Tahun 2004, Dalam Mendorong Pemberdayaan Ekonomi Umat Fatkur Huda
MAQASID Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.056 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v2i1.1412

Abstract

Abstrak Dunia perwakafan mengalami perkembangan yang signifikan, baik dari segi barang yang di wakafkan saat ini tidak terbatas pada benda statis (tanah dan bangunan), hingga wakaf dalam bentuk benda bergerak ataupun benda produktif seperti halnya uang. Keberadaan wakaf uang menjadi sangat strategis, disamping sebagai salah satu aspek ajaran Islam yang berdimensi spiritual, wakaf uang juga merupakan ajaran yang menekankan pentingnya kesejahteraan ekonomi (dimensi sosial) dan kesejahteraan umat. Dalam skripsi ini penulis merumuskan persoalan mengenai bagaimana analisa wakaf uang untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat dalam Kompilasi Hukum Islam, Fatwa MUI, dan UU No. 41 Tahun 2004 tentang wakaf. Pada penelitian ini penulis menggunakan kajian pustaka dengan jenis data kualitatif, yang datanya diperoleh dari kajian pustaka (buku, jurnal, artikel, dan sumber data lainya) yang berkenaan dengan analisa wakaf uang untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat dalam Kompilasi Hukum Islam, Fatwa MUI, dan UU No. 41 Tahun 2004 tentang wakaf. Hasilnya adalah ketiga legal konstitusi tersebut telah memberikan rujukan bahwa wakaf uang mampu menjadi komoditas perekonomian yang kuat, mensejahterakan umat dan sebagai salah satu sektor pendorong perekonomian umat yang baik melalui usaha produktif. Kata Kunci : Wakaf Uang, KHI, Fatwa MUI, UU No. 41 tahun 2004, Pemberdayaan

Page 1 of 1 | Total Record : 5