cover
Contact Name
Salman Al Faris
Contact Email
maqasid@um-surabaya.ac.id
Phone
+6289654453687
Journal Mail Official
maqasid@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/Maqasid/about/contact
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam
ISSN : 2252 528     EISSN : 26155622     DOI : 10.30651
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil kajian dan penelitian orisinal dengan edisi terbaru dalam Studi Hukum Islam. Ruang Lingkup Jurnal Maqasid adalah (1) Hukum Islam (Islamic Law), (2) Hukum Keluarga Islam (Islamic Family Law), (3) Hukum Perkawinan Islam (Munakahat), (4) Hukum Kewarisan Islam (Mawaris), (5) Hukum Ekonomi Islam (Muamalah), (6) Ilmu Astronomi Islam (Falak), (7) Kajian Studi Hukum Islam.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2019)" : 5 Documents clear
Perbandingan Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan Dan Ob Rom Kan Tengngan Dalam Mempersiapkan Calon Pengantin (Studi Kasus Kemenag Kota Surabaya Dan Majelis Agama Islam Thailand Selatan) Gandhung Fajar Panjalu
MAQASID Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.039 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v8i1.3333

Abstract

ABSTRAKSebelum melakukan perkawinan seorang remaja harus mempersiapkan bekal untuk mewujudkan rumah tangga yang sesuai dengan tujuan Islam yaitu sakinah. Di Indonesia dan Thailand Selatan terdapat model pembinaan pra nikah, di Indonesia dikienal dengan istilah bimbingan perkawinan dan di Thailand Selatan disebut dengan Ob Rom Kan Tengngan. Penelitian ini bermaksud menganalisis bagaimana pelaksanaan pembinaan pra nikah di Indonesia dan Thailand Selatan, dan bagaimana perbandingan pelaksanaan dari keduanya.Jenis penelitian ini adalahpenelitian lapangan. Peneliti mengumpulkan data langsung dan wawancara pada pihak yang bersangkutan di Kemenag Kota Surabaya dan di Majelis Agama Islam (MAI) Thailand Selatan tepatnya di Provisi Nakhon Si Thammarat dan Phatthalung. Dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk menganalisis pelaksanaannya, dan menggunakan analisis komparatif untuk membandingkan menganalisis perbandingan pelaksanaannya.Hasil Penelitian ini menyebutkan bahwa perbandingan pelaksanaannya meliputi 4 aspek: persamaan, perbedaan, keunggulan dan kekurangan.  Kata Kunci: Bimbingan Perkawinan, Ob Rom Kan Tengngan, Calon Pengantin
Konsep Kafā’ah Antara Golongan Bā’alawī Dan Mashāyikh Dalam Perkawinan Masyarakat Arab Ampel Kota Surabaya Achmad Mubassir; Isa Anshori
MAQASID Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.484 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v8i1.3334

Abstract

ABSTRAKKafā’ahdalam perkawinan merupakan kesetaraan antara calon suami dan istri agar tidak ada unsur keterpaksaan dalam melangsungkan suatu perkawinan. Indonesia terdiri dari beberapa etnis, diantaranya etnis Arab yang bermukim di Kelurahan Ampel Kecamatan Semampir Kota Surabaya. Etnis ini memiliki konsep kafā’ahperkawinan yang sangat memperjuangkan kriteria nasab. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sistem dan praktek kafā’ahdalam perkawinan masyarakat Arab Ampel Kota Surabaya baik golongan Bā’alawīdan Mashāyikh.  Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan model penelitian etnografi (kelompok masyarakat dan budaya manusia). Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa konsep kafā’ahdalam masyarakat Arab Ampel Kota masihmengutamakan pada kriteria nasab (keturunan), kemudian disusul dengan kriteria tambahan yaitu agama dan pekerjaan.  Golongan Bā’alawīmempertahankan nasab untuk menjaga garis keturunan dari Rassulullah SAW, sedangkan  golongan Mashāyikhuntuk mempertahankan garis kekerabatan. Golongan Bā’alawī belum mengalami perubahan konsep kafā’ah nasab, sedangkan golongan Mashāyikh sudah mulai menunjukkan perubahan konsep kafā’ah nasab. Kata Kunci: Kafā’ah, Perkawinan, Masyarakat Arab Ampel Surabaya
Penolakan Permohonan Pencegahan Perkawinan Di Surabaya (Studi Analisis Putusan Hakim Nomor 964/Pdt.P/2015/Pa.Sby) Mohammad Reza Nugraha; Isa Anshori; Gandhung Fajar Panjalu
MAQASID Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.658 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v8i1.3335

Abstract

ABSTRAKPencegahan Perkawinan adalah usaha untuk membatalkan perkawinan sebelum perkawinan itu berlangsung. Pencegahan perkawinan itu dapat dilakukan apabila ada pihak yang tidak memenuhi syarat-syarat melangsungkan perkawinan. enis penelitian ini adalah penelitian studi pustaka (Library Research). Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan secara kualitatif, dengan pengumpulan data primer (studi literatur), dan sekunder (dokumentasi). Hasil penelitian menyebutkan bahwa dalil-dalil atau alasan-alasan hukum untuk mengajukan permohonan pencegahan perkawinan dalam perkara ini tidak beralasan hukum, karena tidak ada alasan secara syar'i. Oleh karena itu keputusan majelis hakim Pengadilan Agama Surabaya sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Kata Kunci: Pencegahan, Perkawinan
Motivasi Bercadar Mahasiswi Umsurabaya Dalam Perspektif Majelis Tarjih Muhammadiyah Mulyono Mulyono
MAQASID Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.784 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v8i1.3336

Abstract

ABSTRACTThis research is motivated by the presence of several students of UMSurabaya who wear Hijab/long veils. This phenomenon raises a different perspective on the social environment, both from female students who wear the hijab and students who do not wear hijab. In this study, there are two formulation of the problems including: What is the Motivation of students in UMSurabaya wearing hijab? What is the perspective of the decision of Tarjih Muhammadiyah toward the motivation of student in UMSurabaya on wearing hijab? This study aims to determine the motivation of students in UMSurabaya who wear hijab and how is the perspective of Tarjih Muhammadiyah Decision on students’ motivation on wearing hijab in UMSurabaya.The type of this research is a field qualitative research. The primary data is collected through interviewing students who wear hijab and Academision in UMSurabaya, as well as some Figure of Tarjih Muhammadiyah Surabaya. The secondary data are obtained from the literature about hijab. After the data are collected, then it is analyzed qualitatively and described in descriptive form.The results of this study concludes that the motivation of students of UMSurabaya who wear hijabis more influenced by their own internal factors. They want to try to correct themselves and avoid slanders. Whereas, based on the decision of Tarjih Muhammadiyah, motivation of students of UMSurabaya does not contradict to the Muhammadiyah perspective. However, in the Assembly of Tarjih Muhammadiyah doesn’t give appeal in wearing the hijab because wearing the hijab depends on the rights of each individual Muslim woman. Keywords: hijab, the Assembly of Tarjih Muhammadiyah, UMSurabaya.
Peran Majelis Agama Islam Nakhon Si Thammarat Thailand Dalam Pernikahan Beda Agama Perspektif Undang-Undang Hukum Keluarga Thailand Diah Ayu Ningtias; Abdul Wahab
MAQASID Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.665 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v8i1.3332

Abstract

AbstrakThailand merupakan sebuah negara yang mayoritas penduduknya beragama Budha, sedangkan yang beragama Islam hanya 10% dari jumlah penduduk keseluruhan.  Pernikahan beda agama di negara Thailand dalam kenyataannya sudah sering terjadi. Permasalahan dalam pernikahan beda agama di Thailand ini adalah belum ada aturan secara tegas mengenai dapat atau tidaknya pernikahan tersebut dilaksanakan. Dalam Undang-undang pernikahan Thailand tidak diatur tentang pernikahan beda agama, tidak ditemukan dalam undang-undang pernikahan dan peraturan pemerintah sebagai peraturan pelaksanaanya. Kata kunci :     Peran Majelis Agama Islam, Pernikahan Beda Agama, Hukum Keluarga Thailand

Page 1 of 1 | Total Record : 5