cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran
ISSN : 25499203     EISSN : 25499114     DOI : -
Core Subject : Education,
PEMBELAJAR menerbitkan hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh pakar, pendidik, ilmuan, dan praktisi pendidikan pada bidang Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Volume 6 Nomor 2 Oktober 2022" : 8 Documents clear
Mengidentifikasi Model Pengembangan Instrumen Evaluasi Dalam E-Book Buku Teks Bahasa Indonesia Imam Safi'i; Prima Gusti Yanti
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 6 Nomor 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.087 KB) | DOI: 10.26858/pembelajar.v3i1.8719

Abstract

Pemanfaatan e-book merupakan salah satu alternatif untuk menunjang efektivitas pembelajaran. Artikel ini menyajikan refleksi kritis atas pemanfaatan e-book bahasa Indonesia sebagai  media pembelajaran dalam mengidentifikasi model pengembangan instrumen evaluasi yang terdapat dalam buku teks bahasa Indonesia. Kegiatan ini berkaitan dengan pengajaran mata kuliah Evaluasi Bahasa dan Sastra pada salah satu universitas swasta di Indonesia. Dalam pembelajaran ini, mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas dua sampai dengan tiga orang untuk berkolaborasi dalam mengidentifikasi berbagai jenis alat evaluasi yang dikembangkan dengan pendekatan diskret, integrative, ataukah pragmatic. Setelah para mahasiswa mengidentifikasi berbagai jenis instrument evaluasi secara berkelompok, mereka kemudian mempresentasikan secara bergantian. Berbagai temuan yang telah dipresentasikan selanjutkan didiskusikan bersama-sama dan diberi penilaian. Hasil Pembelajaran menunjukkan, bahwa rata-rata nilai mahasiswa sangat  tinggi, yaitu sebesar 82. Pemanfaatan e-book bahasa Indonesia dapat  dijadikan sebagai salah satu penunjang  pembelajaran dalam mengidentifikasi model pengembangan instrument evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia. The use of e-books is one alternative to support the effectiveness of learning. This article presents a critical reflection on the use of Indonesian e-books as learning media in identifying models for the development of evaluation instruments contained in Indonesian textbooks. This activity is related to the teaching of Language and Literature Evaluation courses at one of the private universities in Indonesia. In this learning, students are divided into groups of two to three people to collaborate in identifying various types of evaluation tools developed with discrete, integrative, or pragmatic approaches. After the students identified various types of evaluation instruments in groups, they then presented them alternately. Various findings that have been presented later are discussed together and given an assessment. Learning Outcomes show that the average value of students is very high, which is equal to 82. The use of Indonesian e-books can be used as one of the supporting learning in identifying models for developing Indonesian learning learning evaluation instruments.
Analisis Kesiapan Guru Akuntansi Dalam Menyongsong Kebijakan Merdeka Belajar Untuk Mengantisipasi Learning Loss Liana Vivin Wihartanti; Nuri Ayu Safitri; Supri Wahyudi Utomo
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 6 Nomor 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v6i2.36470

Abstract

Observasi ini berhajat untuk mengetahui gambaran nyata mengenai kesiapan guru akuntansi di SMKN 02 Jiwan dalam menyongsong kurikulum merdeka belajar untuk mengantisipasi learning loss. Observasi dilakukan pada pemangku kebijakan, pelaksana kegiatan adalah pemimpin sekolah, wakil pemimpin sekolah bagian kurikulum, dan tiga guru mata pelajaran akuntansi. Teknik yang digunakan yakni kualitatif dengan pendekatan deskriptif serta pengumpulan data dengan cara tanya jawab serta dokumentasi. Hasil observasi membuktikan bahwa 80%  kesiapan matang lebih pada sistem penyampaian kurikulum merdeka yang berupa persiapan perangkat pembelajaran hampir siap pakai, sering mengikuti sosialisasi Kemendikbud secara online serta offline, sarana serta prasarana yang memadai sehingga melancarkan proses pembelajaran.This study aims to find out the real picture of the readiness of accounting teachers at SMKN 02 Jiwan in welcoming the independent learning curriculum for anticipate learning loss. The research was conducted on policy makers, headmaster, deputy of headmaster the curriculum section, and three teachers of accounting subjects. The method used is qualitative with a descriptive approach and data collection by means of interviews and documentation. The results of the study show that 80% of readiness is more mature in the independent curriculum delivery system in the form of preparation of almost ready-to-use learning tools, frequently participating in online and offline Kemendikbud socialization, adequate facilities and infrastructure so as to facilitate the learning process
Model Penyelenggaraan PAUD Holistik Integratif Di Kecamatan Wae Ri’i Petrus Redy Partus Jaya; Felisitas Ndeot; Maria Rahayu Anwar
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 6 Nomor 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v6i2.13335

Abstract

Penyelenggaraan PAUD Holistik Integratif yang menyatukan layanan pendidikan, kesehatan dan gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan di lembaga PAUD masih sulit menemukan model yang tepat. Satuan PAUD kesulitan menentukan model dan strategi penerapan PAUD Holistik Integratif yang ideal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan model penyelenggaraan PAUD Holistik Integratif di Kecamatan Wae Ri’i. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluatif model CIPP. Peneliti menghimpun data penyelenggaraan PAUD Holistik integratif dari aspek konteks, input, proses, dan produk. Satuan PAUD yang menjadi sasaran penelitian adalah TK Negeri Timung, TK Ting dan PAUD Marie Lousie Welong. Peneliti melakukan wawancara kepada 7 orang guru PAUD dan 6 Orang tua murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan PAUD Holistik Integratif yang diselenggarakan di Kecamatan Wae Ri’i berupa layanan pendidikan, layanan kesehatan, perawatan dan gizi serta layanan pengasuhan. Layanan perlindungan dan layanan kesejahteraan belum dilakukan secara terprogram dan terstruktur namun terintegrasi dalam kegiatan-kegiatan main di setiap satuan PAUD. Pelaksanaan Program layanan PAUD Holistik Integratif belum didasarkan pada analisis kebutuhan. Layanan diberikan berdasarkan asumsi bahwa layanan tersebut penting bagi pertumbuhan dan perkembangan Anak Usia Dini. Hal ini terjadi akibat kurang terorganisasinya program layanan PAUD Holistik Integratif. Padahal, jika ditelusuri terkait dukungan berbagai pihak, satuan PAUD di kecamatan Wae Ri’I selalu mendapatkan dukungan positif dari trisentra pendidikan seperti orang tua, sekolah dan masyarakat. Seharusnya dukungan ini dapat dijadikan sebagai peluang untuk mengoptimalkan penyelenggaraan  layanan PAUD Holistik Integratif di Kecamatan Wae Ri’i. Komitmen berbagai pihak dapat diwujudkan dalam nota kesepakatan dan pemahaman bersama dalam meningkatkan kualitas Anak Usia Dini melalui layanan PAUD Holistik Integratif.  The implementation of Holistic Integrative PAUD that brings together education, health and nutrition, care, care, protection and welfare services in PAUD institutions is still difficult to find the right model. PAUD units have difficulty determining the ideal Holistic Integrative PAUD implementation model and strategy. This study aims to describe the model of implementing Holistic Integrative PAUD in Wae Ri'i District. The type of research used is the CIPP model evaluative research. Researchers collected data on the implementation of integrative Holistic PAUD from the aspects of context, input, process, and product. The PAUD units that were the targets of the research were Timung State Kindergarten, Ting Kindergarten and Marie Lousie Welong PAUD. Researchers conducted interviews with 7 PAUD teachers and 6 parents of students. The results of the study showed that Holistic Integrative PAUD services held in Wae Ri'i District were in the form of education services, health services, care and nutrition as well as parenting services. Protection services and welfare services have not been carried out in a programmed and structured manner but have been integrated into play activities in each PAUD unit. The implementation of the Holistic Integrative PAUD service program has not been based on a needs analysis. Services are provided based on the assumption that these services are important for the growth and development of Early Childhood. This is due to the lack of organization of the Holistic Integrative PAUD service program. In fact, if we trace the support of various parties, the PAUD unit in the Wae Ri'I sub-district always gets positive support from the education tri-centre such as parents, schools and the community. This support should be used as an opportunity to optimize the delivery of Integrative Holistic PAUD services in Wae Ri'i District. The commitment of various parties can be realized in a memorandum of understanding and mutual understanding in improving the quality of Early Childhood through Integrative Holistic PAUD services
Upaya Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penyusunan Perangkat Pembelajaran Melalui In-House Training yang Berkelanjutan di SMA Negeri 1 Lewa Asri Mbangi Bangar
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 6 Nomor 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v6i2.38240

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan terjadinya peningkatan kompetensi pendidik di SMA Negeri 1 Lewa dalam menyusun kelengkapan perangkat pembelajaran melalui kegiatan in-House Training.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan subyek dari penelitian yang diambil adalah seluruh pendidik di SMA Negeri 1 Lewa sejumlah 40 orang yang dilakukan sejak bulan Mei hingga Agustus 2022. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, observasi, serta studi dokumen. Data penelitian dianalisis melalui tahapan analisis kualitatif yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kompetensi pendidik di SMA Negeri 1 Lewa dalam menyusun perangkat pembelajaran melalui kegiatan in-House Training yang ditempuh melalui dua siklus pelatihan.This study aims to describe improving the competence of educators at SMA Negeri 1 Lewa in compiling learning tools through in-House Training activities. This research is qualitative research with the subjects of this research all educators at SMA Negeri 1 Lewa which was conducted from May to August 2022. The data collection techniques used were questionnaires, observations, and document studies. The research data were analyzed through the stages of qualitative analysis which included data collection, data reduction, data presentation, and concluding. The results showed an increase in educators' competence at SMA Negeri 1 Lewa in compiling learning tools through in-House Training activities, which were taken through two training cycles
Pengembangan Kompetensi Guru Melalui Program Guru Penggerak Di SDN 1 Kalikoa Cirebon Aiman Faiz; Halimatus Sa’diyah; Heni Yunawati
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 6 Nomor 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v6i2.31844

Abstract

Penelitian yang kami lakukan ini bertujuan untuk membahas tentang pengembangan kompetensi guru melalui program Guru Penggerak khususnya di era IR 4.0. Guru merupakan  bagian penting dalam sistem pendidikan. Hal ini dikarenakan guru memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, tuntutan pengembangan profesional guru juga sangat penting dalam kemajuan teknologi khususnya pada Revolusi Industri 4.0 (IR 4.0). Tapi sayangnya, ditemukan bahwa masih banyak masalah yang dihadapi oleh guru. Masalah tersebut terkait dengan bagaimana mereka melakukan pengajaran yang mereka berikan serta meningkatkan kompetensi mereka agar sesuai kebutuhan peserta didik yang sebagian besar merupakan generasi milenial. Beberapa permasalahan guru yang diidentifikasi contohnya seperti rendahnya kualitas kompetensi guru, melimpahnya tugas dalam menyusun dokumen pengajaran dan pekerjaan administrasi, konten kurikulum sulit yang harus dilaksanakan dan masih banyak lagi yang lainnya. Salah satu solusi yang diberikan adalah dengan mengikuti program pengembangan guru online tersedia melalui media sosial. Dalam hal ini, program pengermbangan kompetensi yang dilakukan adalah program pemerintah yang bernama Program Guru Penggerak sebagai salah satu solusi untuk mengembangkan kapasitas guru agar lebih baik lagi The research we did aims to discuss the development of teacher competence through the Teacher Movers program, especially in the IR 4.0 era. Teachers are an important part of the education system. This is because teachers play an important role in improving the quality of human resources. In addition, the demands of teacher professional development are also very important in technological progress, especially in the Industrial Revolution 4.0 (IR 4.0). But unfortunately, it was found that there are still many problems faced by teachers. The problem is related to how they carry out the teaching they provide and improve their competence to suit the needs of students, most of whom are millennials. Some of the teacher problems identified, for example, are the low quality of teacher competence, the abundance of tasks in preparing teaching documents and administrative work, difficult curriculum content that must be implemented and many others. One of the solutions provided is to join an online teacher development program available through social media. In this case, the competency development program carried out is a government program called the Motivating Teacher Program as one of the solutions to develop teacher capacity to be even better.
Kepala Sekolah Memberdayakan Partisipasi Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Di SD Negeri Bawakaraeng 1 Makassar alphian sahruddin
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 6 Nomor 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v6i2.38354

Abstract

 Hadirnya layanan pendidikan yang berkualitas di sekolah merupakan sebuah keharusan, oleh karena itu seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat perlu diberdayakan untuk ikut serta. Kesadaran dan keinginan masyarakat untuk terlibat mengambil tanggung jawab pendidikan bukanlah sekadar harapan melainkan sebuah tuntutan mendesak yang segera dapat diwujudkan pada masing-masing satuan pendidikan. Bentuk partisipasi itu telah banyak dilakukan dalam skala kecil maupun besar yang terimplementasi dalam berbagai bentuk dan ekspresi sesuai dengan kondisi sekolahnya masing-masing. Beberapa strategi yang dilakukan di SD Negeri Bawakaraeng I Makassar untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan diantaranya, 1) menjalin komunikasi yang intens dengan orangtua murid melalui Komite Sekolah maupun organisasi Paguyuban Kelas. Hal ini bertujuan untuk mencari orang-orang yang mempunyai komitmen dan perhatian khusus terhadap perkembangan dan kemajuan sekolah. 2) Pelibatan orangtua dan masyarakat dalam berbagai kegiatan atau program sekolah. Pembentukan paguyuban kelas, komite sekolah, majelis ta’lim merupakan cara untuk melibatkan orangtua dan masyarakat dalam berbagai program sekolah. 3) Memaksimalkan dukungan dari komite sekolah. Komite sekolah dapat berfungsi sebagai penghubung antara sekolah dengan dunia usaha, komunitas Alumni dan stakeholder lainnya yang dapat membantu kemajuan sekolah.The presence of quality education services in schools is a must, therefore all stakeholders including the community need to be empowered to participate. The awareness and desire of the community to be involved in taking responsibility for education is not just a hope but an urgent demand that can immediately be realized in each educational unit. This form of participation has been carried out on a small or large scale which is implemented in various forms and expressions according to the conditions of each school. Some of the strategies implemented at SD Negeri Bawakaraeng I Makassar to increase community participation in the implementation of education include, 1) establishing intense communication with parents of students through the School Committee and the Class Association organization. It aims to find people who have a commitment and special attention to the development and progress of the school. 2) Involvement of parents and the community in various school activities or programs. The formation of class associations, school committees, ta'lim assemblies is a way to involve parents and the community in various school programs. 3) Maximizing support from school committees. The school committee can function as a liaison between the school and the business world, the Alumni community and other stakeholders who can help the school progress.
Strategi Guru Kelas Untuk Meningkatkan Gerakan Literasi Peserta Didik Sekolah Dasar Muhammad Toto Nugroho; Nurlaili Mulyani
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 6 Nomor 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v6i2.31865

Abstract

Literasi memiliki manfaat yang sangat baik bagi hidup peserta didik di masa yang akan datang. Dengan meningkatkan gerakan literasi yang dilakukan peserta didik, maka akan dapat memciptakan generasi yang berkualias . Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan bagaimana strategi yang digunakan guru kelas dalam meningkatkan gerakan literasi di kelas IV SD Negeri 13/I Muara Bulian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Wawancara dilakukan dengan Guru Kelas IV SD Negeri 13/I Muara Bulian. Teknik analisis data dilakukan dengan mengadopsi dari model Miles dan Huberman, sedangkan uji validitas data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa terdapat empat macam strategi yang digunakan Guru Kelas IV di SD Negeri 13/I Muara BulianLiteracy has very good benefits for the lives of students in the future. By increasing the literacy movement carried out by students, it will be able to create a quality generation. The purpose of this study is to describe how the strategies used by classroom teachers in improving the literacy movement in grade IV SD Negeri 13/I Muara Bulian. This study uses a qualitative approach to the type of phenomenology. Data collection techniques using observation and interview techniques. Interviews were conducted with the fourth grade teacher of SD Negeri 13/I Muara Bulian. The data analysis technique was carried out by adopting the Miles and Huberman model, while the data validity test used triangulation techniques. The results of this study indicate that there are four kinds of strategies used by Class IV teachers at SD Negeri 13/I Muara Bulian.
Literasi Visual Melalui Aplikasi Tiktok Sebagai Sarana Pembelajaran Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Rahma Avira; Syukron Ma’mun; Farikha Luqyana; Dwi Febiyana; Imron Fauzi
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 6 Nomor 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v6i2.32980

Abstract

Motivasi menjadi salah satu hal yang dianggap sebagai faktor keberhasilan dalam proses belajar dan mengajar. Setiap siswa memiliki motivasi belajar yang berbeda  dengan siswa lainnya. Perbedaan semacam ini biasanya terjadi karena adanya perbedaan kebutuhan setiap siswa dalam proses pembelajaran. Dengan begitu pemilihan media pembelajaran harus lebih inovatif, terlebih melihat kenyataan pada saat ini yang sedang digemari oleh kalangan pelajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan meningkatkan motivasi belajar khususnya melalui literasi visual berupa video pembelajaran di Tiktok. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam studi kepustakaan adalah dengan mencari data tentang hal-hal atau variabel-variabel yang berupa catatan, buku, karangan atau artikel, majalah, dan sebagainya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwasannya untuk meningkatkan motivasi belajar salah satunya dapat menggunakan media pembelajaran yang menarik dan inovatif. Salah satu media pembelajaran yang saat ini digandrungi oleh siswa adalah aplikasi Tiktok. Yang mana pada aplikasi tersebut selain mengandung konten hiburan juga dapat diambil manfaatnya, untuk meningkatkan literasi visual pada proses pembelajaran. Motivation is one of the things that are considered as a success factor in the learning and teaching process. Each student has a different learning motivation than other students. This kind of difference usually occurs because of the difference in the needs of each student in the learning process. That way the selection of learning media must be more innovative, especially seeing the reality at this time that is being favored by students.The purpose of this research is to find out the ability to increase learning motivation, especially through visual literacy in the form of learning videos on Tiktok. This research is qualitative research using literature study methods. The data collection technique used in literature studies is to look for data on things or variables in the form of notes, books, essays or articles, magazines, and so on.Based on research that has been done that to increase learning motivation, one of them can use interesting and innovative learning media. One of the learning media that is currently loved by students is the Tiktok application. Which in the application in addition to containing entertainment content can also be taken advantage, to improve visual literacy in the learning process.

Page 1 of 1 | Total Record : 8