cover
Contact Name
Ahmad Nimatullah Al-Baarri, PhD
Contact Email
redaksi@ift.or.id
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@ift.or.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015" : 5 Documents clear
Efek Perbedaan Suhu dan Lama Pengasapan terhadap Kualitas Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsk) Cabut Duri Asap Dwi Yanuar Budi Prasetyo; Yudhomenggolo Sastro Darmanto; Fronthea Swastawati
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.663 KB) | DOI: 10.17728/jatp.v4i3.134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama waktu pengasapan terhadap kualitas ikan bandeng (Chanos chanos Forsk) cabut duri asap. Ikan bandeng cabut duri dibagi menjadi 9 grup direndam dalam larutan asap cair sekam padi 5% dan larutan garam 5% selama 30 menit kemudian ditiriskan pada suhu ruang selama ± 1 jam. Ikan bandeng yang telah direndam kemudian dimasukkan ke dalam oven dan dipanaskan pada suhu (S1=40°C, S2=60°C, S3=80°C) selama (T1=1jam, T2=2jam, T3=3jam). Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada tingkat kerpercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan suhu dan lamapengasapan memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap kualitas ikan bandeng cabut duri asap. Kualitas terbaik didapatkan pada perlakuan 60°C selama 2 jam dengan nilai ketersediaan lisin 2,25%; kadar air 46,66%; protein 34,66%; lemak 10,58%; abu 2,6%; pH 5,6; fenol 635 ppm; kenampakan 3,8; warna 3,7; aroma 3,8; rasa 4,7; dan tekstur 4,7. 
Studi Karakteristik Dan Stabilitas Pengemulsi Dari Bubuk Lendir Okra (Abelmoshus esculentus) Veliana Lim; Leonardus Broto Sugeng Kardono; Natania Kam
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.808 KB) | DOI: 10.17728/jatp.v4i3.135

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis sifat fisikokimia Bubuk Lendir Okra (BLO) dan stabilitas emulsi minyak dalam air dengan BLO sebagai pengemulsi. Lendir okra memiliki kemampuan untuk membentuk emulsi yang stabil. Lendir diekstraksi dengan metode ekstraksi cair dan microwave yang kemudian diisolasi dan dikeringkan untuk mendapatkan BLO. Rendemen BLO yang dihasilkan adalah 11,84%. Warna BLO yang dihasilkan adalah coklat kemerahan. Analisis proksimat menunjukkan bahwa BLO didominasi oleh karbohidrat. Analisis FTIR menunjukkan bahwa BLO tersusun dari galaktosa, rhamnosa, dan asam galakturonik. Protein penyusun BLO tersusun atas asam amino hidrofilik dan hidrofobik. Emulsi dengan BLO, stabil dalam berbagai kondisi kekuatan ion (0-1000 mM), suhu (suhu kamar [RT] - 90°C), dan pH (2 - 9). Dibandingkan dengan pengemulsi nabati berbasis polisakarida lainnya (Arabic Gum [AG], Guar Gum [GG], dan Xanthan Gum [XG]), daya serap air dan stabilitas emulsi BLO paling tinggi, daya serap minyak BLO tidak berbeda signifikan (p<0,05), dan aktivias emulsi BLO berada di posisi kedua terendah.
Aplikasi Kontrol Otomatis Suhu dan Kelembaban untuk Peningkatan Produktivitas Budidaya Jamur Merang Karsid Karsid; Rofan Aziz; Haris Apriyanto
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.774 KB)

Abstract

Jamur merang adalah makanan dengan gizi yang baik. Kabupaten Indramayu dinilai cocok untuk budidaya jamur merang. Agar dapat tumbuh dengan baik, jamur merang perlu dibudidayakan pada suhu kumbung pada kisaran 30-35oC, dan kelembaban relatif pada kisaran 80-90%. Oleh karena suhu dan kelembaban udara di sekitar kumbung dinilai sangat berfluktuatif, maka perlu upaya untuk mempertahankan suhu dan kelembaban agar mempunyai kisaran fluktuatif yang sempit dengan menerapkan alat kontrol suhu dan kelembaban. Suhu dan kelembaban tanpa alat kontrol terukur masih jauh dari kondisi optimal yaitu suhu dengan kisaran 23-37oC dan kelembaban 70-90%. Setelah dipasang alat kontrol suhu dan kelembaban, dinilai lebih stabil pada kisaran 28-35oC dan 85-95%.
Analisis Nilai Tambah Agroindustri Chips Jagung Syamsul Rahman
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.108 KB) | DOI: 10.17728/jatp.v4i3.136

Abstract

Jagung dapat diolah menjadi berbagai produk baik untuk makanan pokok atau makanan selingan atau kudapan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai tambah dari agroindustri chips jagung sebagai salah satu produk hasil pertanian berbasis pedesaan. Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani Angggrek di Desa Kaloling Kecamatan Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng. Penentuan obyek penelitian ditentukan secara sengaja (purposive sampling) mengingat Kelompok ini mempunyai kegiatan di bidang pengolahan hasil pertanian (agroindustri), terutama pengolahan jagung pipilan menjadi chips jagung. Metode analisis yang digunakan adalah untuk mengukur tingkat keuntungan yang dihasilkan dari agroindustri chips jagung, dihitung dengan menggunakan rumus pendapatan. Sedangkan untuk mengetahui nilai tambah yang dihasilkan dari agroindustri chips jagung digunakan rumus analisis nilai tambah. Selanjutnya, untuk mengetahui proses pengolahan (agroindustri) chips jagung dan kendala yang dihadapi kelompok usaha ini digunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri chips jagung memberikan keuntungan sebesar Rp 3.657.215. Sedangkan nilai tambah yang tercipta dari agroindustri chips jagung sebesar Rp 7.698, dengan imbalan tenaga kerja sebesar Rp 3.405 dan keuntungan sebesar Rp 4.294 dalam tiga kali proses produksi. Hal ini mengindikasikan bahwa agroindustri chips jagung dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani yang berskala rumah tangga (home industry).
Evaluasi Komposisi Zat Gizi dan Senyawa Antioksidan Kedelai Hitam dan Kedelai Kuning Nurrahman Nurrahman
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.27 KB) | DOI: 10.17728/jatp.v4i3.133

Abstract

Kedelai merupakan salah satu bahan pangan yang penting bagi masyarakat Indonesia, yang dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan zat gizi protein. Kedelai dikonsumsi masyarakat sebagai lauk dan camilan. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan zat gizi kedelai hitam dengan kedelai kuning. Kedelai dari ketiga varietas sebelum dianalisa terlebih dahulu dihancurkan untuk dibuat tepung kedelai. Tepung kedelai yang diperoleh diayak dengan saringan ukuran 60 mesh. Analisa yang dilakukan meliputi analisa proksimat, asam amino, asam lemak, antosianin dan isoflavon (daidzein dan genistein). Ketiga varietas kedelai memiliki kandungan kimia yang menjadi parameter penelitian kecuali antosianin. Antosianin hanya ada di kedelai hitam, sedangkan kedelai kuning tidak terdeteksi. Ketiga varietas sama-sama mengandung 14 asam amino.

Page 1 of 1 | Total Record : 5