cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Manuskripta
ISSN : 22525343     EISSN : 23557605     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
MANUSKRIPTA is a scholarly journal published by the Indonesian Association for Nusantara manuscripts or Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA) in collaboration with National Library of Indonesia. It focuses to publish research-based articles on the study of Indonesian and Southeast Asian (Nusantara) manuscripts. MANUSKRIPTA aims to preserve and explore the diversity of Nusantara manuscripts, and communicate their localities to the global academic discourse. The journal spirit is to provide students, researchers, scholars, librarians, collectors, and everyone who is interested in Nusantara manuscripts, information of current research on Nusantara manuscripts. We welcome contributions both in Bahasa and English relating to manuscript preservation or philological, codicological, and paleographical studies. All papers will be peer-reviewed to meet a highest standard of scholarship.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2015): Manuskripta" : 7 Documents clear
Fatḥul ‘Ārifīn dan Tasawuf yang Terpinggirkan: Suluk Bait Duabelas Syekh Kemuning dan Perlawanan terhadap Islam Mainstream di Jember Awal Abad XX Muhammad Ardiansyah
Manuskripta Vol 5 No 2 (2015): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4108.382 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v5i2.44

Abstract

Fatḥul ‘Ārifīn is the text describing ideas, doctrines, and spiritual experiences that must be conducted by anyone will get the highest truth and merging with the God. One of the terms existed in Fatḥul ‘Ārifīn is Bait Duabelas compiled by Syekh Kemuning. Bait Duabelas is “ilmu ilham” gained after Syekh Muhammad Nur was performing khalwah suluk mujahadah during 9 years, since 1910 until 1919. Bait Duabelas can be categorized as one of the Islamic literature from traditional Javanese. This manuscript was written by Pegon script. This study will give some contribution for composing the alternative historiography about Islam in Jember, East Java. The conclusion of this study is that the function and meaning of Baik Duabelas for the readers is the existence of ngalap barokah element and the high level of trust on the text impact. --- Fatḥul ‘Ārifīn adalah teks yang menguraikan gagasan, ajaran, dan pengalaman kerohanian yang harus dijalankan oleh siapapun yang ingin mencapai kebenaran tertinggi dan berusaha melebur dengan rahasia Sang Wujud. Salah satu bahasan yang terdapat di dalamnya adalah Bait Duabelas yang disusun oleh Syekh Kemuning. Bait Duabelas merupakan “ilmu ilham” yang diperoleh setelah Syekh Muhammad Nur melaksanakan khalwah suluk mujahadah selama 9 tahun, dari 1910 hingga tahun 1919. Bait Duabelas dapat dikategorikan sebagai sastra keislaman yang lahir dalam dunia Jawa tradisional. Naskah ini ditulis dengan huruf pegon. Studi ini dapat memberikan kontribusi bagi penulisan historiografi alternatif tentang Islam di Jember, Jawa Timur. Studi ini menyimpulkan bahwa fungsi dan makna Bait Duabelas bagi para pembacanya adalah adanya unsur ngalap barokah dan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap khasiat teks tersebut.
Cerita Nabi Muhammad Berhempas dengan Abu Jahil Karya Buya Abdus Salam: Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Islam Khabibi Muhammad Lutfi
Manuskripta Vol 5 No 2 (2015): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4105.76 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v5i2.43

Abstract

This article discusses the manuscript of Cerita Nabi Muhammad Berhempas dengan Abu Jahil (CNMBAJ) by Abdus Salam. This paper reveals the history of the Prophet Muhammad and their interaction with Abu Jahil in which many of the depicted characters, both good and evil. The manuscript is the private collection of Apria Putra from West Sumatera. This article has been contributed to the discourse of education in Indonesia through the making Islamic values existed in the CNMBAJ as the basis for character education. At the time, CNMBAJ teaches these values in the stories written as poetry. For the people of Minangkabau, the text is sung, remember, and used as a medium for studying Islamic history. This article is a philological research applying the method of single manuscript and edited using a critical edition. After the editing text has been obtained, the research continued with the analysis of the content using the philosophical and educational approaches. --- Artikel ini mendiskusikan naskah Cerita Nabi Muhammad Berhempas dengan Abu Jahil (CNMBAJ) karya Abdus Salam. Naskah ini menceritakan sejarah Nabi Muhammad dan interaksinya dengan Abu Jahil yang di dalamnya banyak digambarkan karakter-karakter tokoh, baik yang jahat maupun yang baik. Naskah ini merupakan koleksi pribadi milik Apria Putra dari Sumatera Barat. Artikel ini memberikan kontribusi terhadap pendidikan di Indonesia dengan menjadikan nilai-nilai Islam dalam naskah CNMBAJ menjadi basis pendidikan karakter. Pada zamannya, CNMBAJ mengajarkan nilai-nilai tersebut dalam cerita yang ditulis dalam bentuk puisi. Bagi masyarakat Minangkabau, teks ini didendangkan, dihafalkan, dan digunakan sebagai media untuk mengingat sejarah keislaman. Artikel ini merupakan penelitian filologi yang menerapkan metode naskah tunggal yang disunting secara kritis. Setelah dihasilkan suntingan teks, penelitian ini dilanjutkan dengan melakukan analisis konten dengan menggunakan pendekatan filosofis-edukatif.
Mulḥaq fī Bayān Al-Fawā’id Al-Nāfi’ah fī Al-Jihād fī Sabīlillāh: Aktualisasi Jihad dan Purifikasi Azimat Sidik Sidik
Manuskripta Vol 5 No 2 (2015): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4107.977 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v5i2.46

Abstract

The term of jihad is often associated to radical and terrorist acts. As a result, the meaning of jihad into a dwarf, limited, and further potential countra-productive conditions in the community. Thus, it is important to reread ang reinterprate the meaning of jihad. One source that can be lifted is the text of Mulḥaq fī Bayān Al-Fawā’id Al-Nāfi’ah fī Al-Jihād fī Sabīlillāh, which is attachment of the work of Shaykh Abdussamad al-Palimbani entitled Nasīḥāt al-Muslimīn wa Tadhkirāt al-Mukminīn fī Faḍā’il al-Jihād fī Sabīlillāh, which is written in 18th century. According to the text of Mulḥaq, jihad is a religious doctrine that must be actualized appropriate social context. In the context of the socio-political under colonial shackles, jihad in the form of physical resistance is a religious obligation, and it is not radicalism. This paper, therefore, trays to elaborate on the meaning of jihad itself, and on the other hand on the use of amulets as a source of power which is purified by reading verses of the Qur’an, prayer and remembrance. --- Terma jihad sering diasosiasikan pada tindakan radikal dan teror. Akibatnya, makna jihad menjadi kerdil, terbatas, dan lebih lanjut berpotensi menimbulkan kondisi yang kontra produktif di masyarakat. Dengan demikian, teks terkait jihad menjadi penting dibaca dan dimaknai kembali. Salah satu sumber yang dapat diangkat adalah teks Mulḥaq fī Bayān Al-Fawā’id Al-Nāfi’ah fī Al-Jihād fī Sabīlillāh, yang merupakan lampiran dari karya Syekh Abdussamad al-Palimbani yang berjudul Nasīḥāt al-Muslimīn wa Tadhkirāt al-Mukminīn fī Faḍā’il al-Jihād fī Sabīlillāh, yang ditulis pada abad ke-18 M. Berdasarkan naskah Mulḥaq, jihad merupakan merupakan doktrin keagamaan yang harus diaktualisasikan sesuai konteks sosialnya. Dalam konteks sosial politik di bawah belenggu penjajah, jihad dalam bentuk perlawanan fisik adalah suatu keharusan, dan itu bukanlah radikalisme. Tulisan ini, dengan demikian, mengelaborasi pemaknaan jihad itu sendiri, dan di sisi lain tentang penggunaan azimat sebagai sumber kekuatan yang dipurifikasi dengan bacaan ayat Al-Qur’an, doa dan zikir.
Sejarah Cirebon: Ekperimen Pribumisasi Islam-Sufistik Syekh Nurjati Mukti Ali
Manuskripta Vol 5 No 2 (2015): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4108.378 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v5i2.48

Abstract

This article examines the second volume of the manuscript Sejarah Cirebon, written by H. Mahmud Rais. According to the copied version that also collected by Bambang Irianto, this manuscript was copied on December 15, 1957 and was written with the Cirebonese-Javanese and Arabic language. In summary, this text describes the Islamic doctrines delivered by Syekh Nurjati that tend to be adaptive and accommodating towards the local culture of Cirebon. Using the approach of sufism, in order to uncover the local context of the text, this article sets that there were six very substantial teaching to be done by Muslims. First, regarding the aspect of the God. Second, follow those who inherited the prophets. Third, do the beneficial and stay away from the forbidden things. Fourth, the teachings of love. Fifth, be consistent with the truth. Sixth, the balance between ilmu and amal. --- Artikel ini mengkaji jilid kedua dari naskah Sejarah Cirebon yang ditulis oleh H. Mahmud Rais. Dalam salinan yang juga dimiliki oleh Bambang Irianto, naskah ini disalin pada 15 Desember 1957 dan ditulis dengan aksara Pegon serta bahasa Jawa-Cirebon dan Arab. Secara ringkas, teks ini menjelaskan doktrin-doktrin keislaman yang disampaikan oleh Syekh Nurjati yang cenderung adaptif dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal Cirebon. Doktrin-doktrin tersebut dianggap sebagai wejangan yang bernilai luhur dan bernilai sufistik. Dengan menggunakan pendekatan sufistik, dalam rangka mengungkap konteks lokal teks tersebut, artikel ini memaparkan bahwa terdapat enam ajaran yang sangat substansial yang harus dilakukan oleh umat Islam. Yaitu, pertama, mengenai aspek ketuhanan. Kedua, meneladani para pewaris Nabi. Ketiga, melakukan hal yang bermanfaat dan menjauhi hal yang dilarang. Keempat, ajaran saling mengasihi. Kelima, konsisten dalam kebenaran. Keenam, keseimbangan antara ilmu dan amal.
Syair Fakih Saghir: Sosial Status dan Ritual Kematian di Minangkabau Abad ke-19 Alfida Alfida
Manuskripta Vol 5 No 2 (2015): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4105.578 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v5i2.42

Abstract

This article examines the digital manuscript entitled Syair Fakih Saghir of Surau Calau collection, Sijunjung City, West Sumatra. This manuscript has been digitized by Tim Kajian Poetika of Andalas University in collaboration with the Indonesian Association of Nusantara Manuscripts (Manassa) and Tokyo University of Foreign Studies (TUFS-CDATS), Japan, with code CL.SJJ.2011.67F. Syair Fakih Saghir contains an overview about the figure of the charismatic shaykh and greatly admired by his murid. In the context of this text, the murid is Fakih Saghir who admired his shaykh, Tuanku Nan Tuo Koto Tuo. This admiration was shown in a homage ritual that is celebrated by the society when the shaykh has died. Therefore, this text has shown the importance of the social status of ulama among the society symbolized by the cult at the time of their death ritual celebration. Through such depictions, the text shows the identity, integrity, and text functions in society. --- Artikel ini mengkaji naskah digital yang berjudul Syair Fakih Saghir koleksi Surau Calau, Sijunjung, di Sumatera Barat. Naskah ini didigitalkan oleh Tim Kajian Poetika Universitas Andalas bekerjasama dengan Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) dan Tokyo University of Foreign Studies (TUFS-CDATS), Jepang, dengan kode CL.SJJ.2011.67F. Syair Fakih Saghir berisi gambaran sosok syekh yang kharismatik dan sangat dikagumi oleh muridnya. Dalam konteks teks ini, murid yang dimaksud adalah Fakih Saghir yang mengagumi gurunya yaitu Tuanku Nan Tuo Koto Tuo. Ungkapan kekaguman ini diperlihatkan melalui ritual penghormatan yang dilakukan oleh masyarakat saat sang guru meninggal dunia. Oleh karena itu, teks ini telah memperlihatkan pentingnya status sosial ulama di kalangan masyarakat yang disimbolkan dengan pemujaan pada saat perayaan ritual kematian terhadap ulama. Melalui penggambaran tersebut teks ini memperlihatkan identitas, integritas, serta fungsi teks dalam masyarakat.
Naskah Kuno untuk Kawula Muda Muhammad Nida’ Fadlan
Manuskripta Vol 5 No 2 (2015): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4107.528 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v5i2.49

Abstract

Tim Peneliti Naskah Jawa di Yogyakarta FIB UI. 2014. Skriptorium: Perjalanan Mencari Harta Karun, Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia Bagi pengkaji naskah kuno, membaca dua istilah ‘naskah kuno’ dan ‘digital’ adalah dua hal yang sudah tidak asing lagi. Akhir-akhir ini dunia pernaskahan sedang gandrung oleh istilah ‘digitalisasi naskah kuno’ yang bermakna pengalihmediaan naskah kuno menjadi bentuk digital fotografi. Digitalisasi dimaksudkan untuk melakukan pengawetan kandungan informasi (teks) dalam naskah kuno agar tidak lapuk atau hilang dimakan usia. Namun demikian dalam pembahasan kali ini, dua istilah yang dimaksudkan di atas tidak ditujukan untuk hal digitalisasi naskah kuno melainkan untuk menggambarkan hal baru yang ditampilkan dalam buku Skriptorium ini. Selain memperkenalkan naskah kuno melalui novel, buku ini menawarkan perspektif yang lain dalam bentuk media digital. Tim Penulis juga mengabadikan perjalanan mereka dalam bentuk film dokumenter. Pembuatan film ini dapat dipastikan mengikuti trend masa kini yang mengangkat tema-tema lokal agar menjadi populer. Layaknya film dokumenter pada umumnya, film Skriptorium ini berdurasi singkat selama 23 menit yang di dalamnya merupakan versi audio-visual atas novel yang telah dibahas sebelumnya.
Naskah Shahadat Sekarat: Konstruksi Nalar Sufistik atas Kematian dan Eskatologi Islam di Jawa Ibnu Fikri
Manuskripta Vol 5 No 2 (2015): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4109.304 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v5i2.45

Abstract

This article discusses the manuscript of Shahadat Sekarat that was found in the Sukomulyo village at South Kaliwungu, Kendal, Central Java. This article expresses on the mystery of death and Islamic eschatology based on Javanese culture. In addition to describing shahadat of death, Shahadat Sekarat also was writing on the human being concept, the tauhid concept in Sufism context, and some prayer indicated to Martabat Tujuh conception. The death and eschatology terms which are included in this manuscript are the part of Sufism theory that need special inpretation to understand it. Therefore, this article applies the philology and hermeneutics as methodology. This article concluded that Shahadat Sekarat is the doctrine towards the perfection for Islamic Sufism agents in Java. The spiritual conception in Shahadat Sekarat has close of a relationship with the structured Javanese society during this manuscript was written. --- Artikel ini membahas naskah Shahadat Sekarat yang ditemukan di Desa Sukomulyo, Kalingwungu Selatan, Kendal, Jawa Tengah. Tulisan ini mengungkap misteri kematian dan eskatologi Islam dalam bingkai khazanah Jawa. Selain menguraikan tentang shahadat kematian, naskah Shahadat Sekarat ini membahas konsep kejadian manusia, konsep tauhid yang dikemas dalam doktrin tasawuf, serta do’a-do’a yang mengarah pada konstruksi martabat tujuh. Topik kematian dan eskatologi yang terdapat dalam naskah ini merupakan bagian dari materi tasawuf yang membutuhkan interpretasi khusus untuk memahaminya. Berkaitan dengan itu, artikel ini menggunakan kajian filologis dan pendekatan hermeunetik sebagai metodologi. Artikel ini menyimpulkan bahwa Shahadat Sekarat merupakan ajaran untuk menuju kesempurnaan diri bagi pelaku ajaran Islam Sufistik di Tanah Jawa. Konsepsi spiritual yang tertuang dalam naskah Shahadat Sekarat ini memiliki kaitan erat dengan fenomena yang terstuktur dalam masyarakat Jawa pada saat naskah ini dibuat.

Page 1 of 1 | Total Record : 7