cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery)
ISSN : 23547642     EISSN : 25031856     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) abbreviated JNKI (p-ISSN 2354-7642 and e-ISSN 2503-1856) is the journal of nursing and midwifery published by Department of Nursing and Department of Midwifery, Faculty of Health Sciences, Alma Ata University in collaboration with AIPNI (Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia), AIPKIND (Asosiasi Institusi Pendidikan Bidan Indonesia), PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia), and IBI (Ikatan Bidan Indonesia).
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2013): November 2013" : 8 Documents clear
Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Fe Selama Hamil Berhubungan dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Kabupaten Bantul Fatimatasari Fatimatasari; Hamam Hadi; Nur Indah Rahmawati
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 1, No 3 (2013): November 2013
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.072 KB) | DOI: 10.21927/jnki.2013.1(3).87-89

Abstract

Penurunan angka kematian bayi di Indonesia belum belum mencapai target 8 tujuan emas MDG’S. Pada tahun 2010 penyebab kasus kematian neonatal terbanyak disebabkan karena bayi berat lahir rendah (BBLR) dan kasus terbanyak terjadi di Kabupaten Bantul. Ibu hamil dengan anemia merupakan faktor resiko kejadian BBLR, sedangkan kasus anemia yang paling sering dijumpai pada ibu hamil adalah akibat kekurangan zat besi.Pemberian tablet Fe minimal 90 tablet dapat mengatasi anemia kekuarangan zat besi pada ibu hamil. Penelitian case control ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan Ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR). Sampel penelitian adalah 132 ibu melahirkan di RSUD Panembahan Senopati Bantul  terdiri dari 66 Ibu yang melahirkan bayi BBLR sebagai kelompok kasus dan 66 Ibu yang melahirkan bayi tidak BBLR sebagai kelompok kontrol. Hasil pengumpulan data didapatkan 53% sampel masih mengkonsumsi tablet Fe kurang dari 90 tablet. Hasil analisa data dengan uji statistik didapatkan hasil OR= 2,09 (95%CI [1,040–4,194]) dan x=4,38 dengan p-value=0,036. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara tingkat kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian Bayi berat lahir rendah (BBLR) dengan resiko ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe kurang dari 90 tablet mempunyai resiko 2,1 kali lebih besar untuk melahirkan bayi BBLR dibandingkan dengan ibu yang mengkonsumsi tablet Fe 90 tablet atau lebih.
Audit Verbal Pada Bidan Penolong Pertama untuk Kasus Kematian Ibu di Kabupaten Bantul 2008 Fihris Hanna; Ircham Mahfoedz; Mulazimah Mulazimah
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 1, No 3 (2013): November 2013
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.372 KB) | DOI: 10.21927/jnki.2013.1(3).90-95

Abstract

Peningkatan angka kematian ibu di Kabupaten Bantul dari tahun 2007 berjumlah 6 menjadi 18 pada tahun 2008 merupakan suatu hal yang perlu diketahui penyebabnya. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengungkap informasi yang berkaitan dengan langkah-langkah yang dilakukan bidan dalam menangani kasus kegawatdaruratan obstetri sehubungan dengan terjadinya kenaikan angka kematian ibu di Kabupaten Bantul. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa bidan sebagai penolong pertama dalam melakukan langkah-langkah penanganan kasus kegawatdaruratan obstetri ada yang sudah sesuai dan ada yang belum sesuai dengan standar pelayanan kebidanan dalam penanganan kasus kegawatdaruratan obstetri pada kronologis kematian ibu yang ditanganinya. Simpulan berdasarkan hasil penelitian tersebut, menunjukkan bahwa bidan sebagai penolong pertama belum sepenuhnya melakukan tindakan sesuai dengan prosedur, kronologis kematian ibu yaitu seharusnya kematian ibu dapat dicegah pada kedua kasus jika bidan melakukan penapisan kegawatdaruratan obstetri sedini mungkin dan pasien dianjurkan untuk bersalin di rumah sakit.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Masa Nifas Terhadap Kemampuan Perawatan Mandiri Ibu Nifas Post Sectio Caesarea (SC) Anafrin Yugistyawati
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 1, No 3 (2013): November 2013
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.095 KB) | DOI: 10.21927/jnki.2013.1(3).96-100

Abstract

Ibu melahirkan dengan SC membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengembalikan organ-organ tubuh kembali seperti sebelum hamil. Dalam kenyataanya di lapangan, masih sering dijumpai keterlambatan ibu Post SC untuk mobilisasi dini dan perawatan mandiri. Peran dan tanggung jawab perawat sangat diperlukan dalam pemberian informasi dan pendidikan kesehatan sebagai upaya untuk menghindari self care deficit, komplikasi perdarahan, dan infeksi Post SC, serta menurunkan angka kematian maternal. Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kemampuan perawatan mandiri ibu nifas Post SC, penelitian dilakukan dengan metode eksperimen dan menggunakan rumus Independent Samples T-Test. Sampel berjumlah 20 responden dengan teknik pengambilan sampel Quota Sampling. Uji kemampuan perawatan mandiri dengan menggunakan lembar observasi. Simpulan dari hasil penelitian ini adalah ada pengaruh pendidikan kesehatan masa nifas terhadap kemampuan perawatan mandiri ibu nifas Post SC dengan taraf signifikansi 0,000.
Faktor Yang Mempengaruhi Hipertensi pada Usia Lanjut Wahyuningsih Wahyuningsih; Endri Astuti
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 1, No 3 (2013): November 2013
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.786 KB) | DOI: 10.21927/jnki.2013.1(3).71-75

Abstract

Identifikasi dini terhadap faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya hipertensi pada lanjut usia adalah sangat penting. Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, genetic, obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi garam, kebiasaan olahraga, stress, dan kepribadian serta mengidentifikasi faktor-faktor yang paling dominan mempengaruhi terjadinya hipertensi pada usia lanjut. Subjek penelitian sebanyak 73 usia lanjut, Hipertensi dikategorikan menggunakan JCN, obesitas dengan BMI, stress menggunakan Skala Holmes dan tipe kepribadian dengan menggunakan Rosenman Scale. Pedoman wawancara digunakan untuk mengumpulkan data tentang usia, jenis kelamin, genetic, kebiasaan merokok, kebiasaaan olahraga, kebiasaan minum kopi, dan konsumsi garam. Hipertensi pada lanjut usia berhubungan dengan usia, kebiasaan olahraga, obesitas dan tipe kepribadian, sedangkan faktor yang mempengaruhi hipertensi adalah usia, obesitas, kebiasaan olahraga, stress, tipe kepribadian serta stress merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi hipertensi pada usia lanjut.
Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Posyandu Lansia di Imogiri Kabupaten Bantul Hendri Purwadi; Hamam Hadi; M.Nur Hasan
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 1, No 3 (2013): November 2013
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.869 KB) | DOI: 10.21927/jnki.2013.1(3).76-81

Abstract

Posyandu lansia adalah salah satu cara untuk mengantisipasi perubahan degeneratif yang terjadi pada lansia. Jumlah kunjungan ke posyandu lansia di Dusun Karangkulon 2010, rata-rata 60 lansia dari 160 lansia yang terdaftar. Penelitian observasional dengan disain cross sectional ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan posyandu lansia. Sampel diambil dengan teknik total sampling pada 160 populasi lansia di Dusun Karangkulon. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil uji chi square menujukkan variabel jenis kelamin (0,000), status perkawinan (p=0,018), persepsi sehat sakit (p=0,000), persepsi kualitas pelayanan (p=0,000) ada pengaruh terhadap pemanfaatan posyandu lansia. Sedangkan variabel umur (0,774), pendidikan (p=0,059), pekerjaan (p=1), dukungan refrence group (0,865) tidak ada pengaruh terhadap pemanfaatan posyandu lansia. Hasil uji Regresi logistik menunjukkan bahwa variabel yang paling dominan (p=0,025) berpengaruh terhadap pemanfaatan posyandu lansia adalah persepsi kualitas pelayanan posyandu. Kesimpulan: Ada pengaruh signifikan jenis kelamin, status perkawinan, persepsi sehat sakit dan persepsi kualitas pelayanan terhadap pemanfaatan posyandu lansia. Disarankan kader dan petugas kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan penyuluhan posyandu lansia.
Gambaran Keinginan Unmet Need terhadap Pelayanan Kb di Kota Yogyakarta Susiana Sariyati; Hilmi Alfiana
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 1, No 3 (2013): November 2013
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.597 KB) | DOI: 10.21927/jnki.2013.1(3).105-107

Abstract

Provinsi DIY merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mempunyai unmet need yang tinggi mencapai 13,69% pada tahun 2012. Penyebab tingginya unmet need antara lain akses pelayanan, kurangnya pelayanan KB, larangan penggunaan (baik dari suami, keluarga, agama dan masyarakat), takut efek samping, mahalnya biaya, terlalu tua, tidak subur, masalah kesehatan, dan kurangnya informasi tentang alat kontrasepsi. Penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keinginan unmet need terhadap pelayanan KB di Kota Yogyakarta tahun 2013. Populasi penelitian ini adalah 47.339 PUS dan sampelnya berjumlah 146 PUS yang tergolong unmet need. Hasil  penelitian menunjukan  sebagian besar responden PUS unmet need tidak ingin menggunakan alat kontrasepsi sampai kapan pun (54,79%). Tempat mendapatkan pelayanan KB terdekat adalah di Puskesmas (74,83%). Sebagian besar PUS unmet need menginginkan informasi tentang efek samping KB (70,55%). Simpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar PUS tidak ingin menggunakan alat kontrasepsi sampai kapan pun, tempat mendapatkan pelayanan KB terdekat adalah di Puskesmas, dan sebagian besar PUS unmet neeed menginginkan informasi tentang efek samping KB.
Peran Bidan dalam Konseling Awal Kontrasepsi Suntik DMPA Farida Aryani
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 1, No 3 (2013): November 2013
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.407 KB) | DOI: 10.21927/jnki.2013.1(3).82-86

Abstract

Pertumbuhan penduduk Indonesia yang mencapai 1,3% tiap tahun menjadi permasalahan kependudukan. Konseling program Keluarga Berencana diperlukan sebagai salah satu solusi permasalahan tersebut. Penelitian non eksperimental dengan disain observasional yang menggunakan pendekatan shot model ini bertujuan Mengetahui peran bidan dalam konseling awal kontrasepsi suntik DMPA di Puskesmas Mergangsan, Yogyakarta 2012. Populasi penelitian ini adalah ibu-ibu yang melaksanakan kunjungan pertama dan kedua kontrasepsi suntik DMPA. Hasil penelitian ini adalah 71,1% bidan berperan dengan baik dalam konseling awal kontrasepsi suntik DMPA.
Hubungan antara Penggunaan Helm Standar dengan Insidensi Fraktur Tulang Muka dan Tulang Kepala Mahfud Mahfud
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 1, No 3 (2013): November 2013
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.43 KB) | DOI: 10.21927/jnki.2013.1(3).101-104

Abstract

Kecelakaan lalu-lintas menyebabkan 6% morbiditas dan 3,5% mortalitas dari populasi. Penggunaan helm standar yang paling baik dapat menurunkan resiko kematian sampai 30%,kecelakaan akibat benturan pada kepala merupakan penyebab utama kematian pada kecelakaan kendaraan bermotor. Penelitian non experimental dengan disain retrospektif ini bertujuan mengetahui hubungan antara penggunaan helm standar dengan insidensi fraktur tulang muka dan tulang kepala di RSUD Sleman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Helm standar terbukti mengurangi resiko fraktur tulang muka dan tulang kepala pada kecelakaan kendaraan bermotor roda dua terbukti dari 12 kasus kecelakaan untuk pengguna helm standar 66,66% tidak mengalami fraktur tulang muka dan tulang kepala. Simpulan dari enelitian ini adalah ada hubungan antara penggunaan helm standar dengan insidensi fraktur tulang muka dan tulang kepala.

Page 1 of 1 | Total Record : 8