cover
Contact Name
Masruchin
Contact Email
aldzikra@radenintan.ac.id
Phone
+6281379788639
Journal Mail Official
aldzikra@radenintan.ac.id
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Quran dan al-Hadits
ISSN : 19780893     EISSN : 27147916     DOI : 10.24042
Core Subject : Religion, Education,
Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Quran dan al-Hadits [ISSN 2714-7916] is peer-reviewed journal dedicated to publish the scholarly study of Quran and Hadits from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with: Quranic and Hadits Studies, Quranic and Hadits sciences, Living Quran and Hadits, Quranic and Hadits Studies accros different areas in the world (The Middle East, The West, Archipelago and other areas), Methodology of Qur’an, Tafsir and Hadits Studies. Publishes twice in a year [June and December]. by Quranic and Tafsir studies Programme at Ushuluddin Faculty, UIN Raden Intan Lampung.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 1 (2017)" : 5 Documents clear
DUALISME HADIS TENTANG BEKAM Fauzan, Fauzan
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v11i1.1812

Abstract

Bekam merupakan salah satu metode pengobatan yang belakangan mulai digemari masyarakat. Bahkan bagi ummat Islam, metode pengobatan ini tidak hanya dianggap efektif, tetapi juga memiliki nilai teologis. Banyak hadits yang memberitakan tentang bekam ini, sehingga kebenaran tentang bekam tidak diraguan lagi. Namun demikian, dari sekian banyak hadits yang meriwayatkan tentang bekam ini, ditemukan dualisme atau kontradiksi antara satu hadits dengan lainnya, karena berbicara pada satu tema dan memiliki kualitas sanad yang sama-sama baik. Lebih lanjut makalah ini mencoba memahami kontradiksi ini dengan asbāb al-wurūd hadith dan nāsikh wa mansūkh terhadap hadis-hadis yang nampak kontradiktif. Hasil kajian menunjukkan adanya kebolehan bekam bagi orang yang berpuasa dengan kata lain bekam tidak membatalkan puasa seseorang. Selain itu, tidak ada larangan bagi seseorang untuk berprofesi sebagai praktisi bekam dan mengambil keuntungan darinya. AbstractCupping is one method of treatment that recently began popular among the public. Even for Muslims, this treatment method is not only considered to be effective, but also has a theological value. Many hadiths preach about this cupping, so that it’s truth is not doubt again. However, many of hadith narrated about this cupping, discovered dualism or contradiction between one and another hadith, because talking on the same theme and have quality sanad equally well. Furthermore, this paper attempts to understand this contradiction by asbāb wurud al-hadith and nāsikh wa mansukh on the traditions that seem contradictory. The study results the permissibility of cupping for a fasting person, in other words not invalidate the fast bruise someone. In addition, there is no prohibition for a person to work as cupping practitioners and take advantage of it. Kata kunci : dualisme, hadits, bekam.
MEMBENTUK PRIBADI BERAKHLAKUL KARIMAH SECARA PSIKOLOGIS Firdaus, Firdaus
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v11i1.1813

Abstract

AbstrakPersoalan akhlak atau moral senantiasa mewarnai kehidupan manusia dari masa ke masa. Seiring dengan gelombang kehidupan ini, dalam setiap kurun waktu dan tempat tertentu muncul tokoh yang memperjuangkan tegaknya nilai-nilai moral. Termasuk di dalamnya keberadaan para Rasul sebagai utusan Tuhan, khususnya. Muhammad SAW, yang memiliki tugas dan misi utama untuk menegakkan nilai-nilai moral. Upaya penegakan moral menjadi sangat penting dalam rangka mencapai keharmonisan hidup. Akhlak mempunyai peran yang sangat penting dalam Islam, bahkan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Kepentingan akhlak ini tidak dapat dirasakan oleh manusia itu sendiri dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat bahkan dalam kehidupan bernegara. Akhlak merupakan fondasi utama dalam pembentukan pribadi manusia seutuhnya. Pendidikan yang mengarah pada terbentuknya pribadi berakhlak merupakan hal pertama yang harus dilakukan, sebab akan melandasi kestabilan kepribadian manusia secara keseluruhan. Akhlak juga merupakan alat kontrol psikis dan sosial bagi individu dan masyarakat. Tanpa akhlak, manusia akan berada dengan kumpulan hewan dan binatang yang tidak memiliki tata nilai dalam kehidupannya.Kata Kunci: Akhlak, Pribadi, Psikologi
MANHAJ AL-MUHADDITSIN DALAM PEMELIHARAAN HADITS DI ABAD PERTAMA HIJRIYAH Tauhid, Muhammad
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v11i1.1814

Abstract

AbstrakSetelah Rasulullah SAW wafat, pemeliharaan hadits-hadits terutama pada abad pertama hijriyah, berbagai metode atau manhaj yang dilakukan oleh para shahabat, yang sering disebut oleh para pengkaji hadits dengan Manhaj al-Muhadditsin. Diantara manhaj yang mereka lakukan adalah berhati-hati meriwayatkan hadits, ada yang berhati-hati dalam menerima periwayatan hadits serta ada pula yang  meneliti dan  menayakan sanad setiap hadits yang diriwayatkan dan menerangkan keadaan dan kualitas rawinya. Manhaj tersebut menjadi pondasi ilmiyah yang kokoh dalam memelihara kemurnian dan keautentikan hadits-hadits Rasulullah SAW pada masa-masa berikutnya.   Key note:Manhaj, pemeliharaan, hadits 
PEMIMPIN NON MUSLIM DALAM PANDANGAN HAMKA (Kajian Tafsir al-Azhar) Muttaqin, Ahmad
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v11i1.1815

Abstract

Dalam konsep (manhaj) Islam, pemimpin merupakan hal yang final dan fundamental. Ia menempati posisi tertinggi dalam bangunan masyarakat Islam. Dalam kehidupan berjamaah, pemimpin ibarat kepala dari seluruh anggota tubuhnya. Ia memiliki peranan strategis dalam pengaturan pola (Minhaj) dan gerakan (harakah). Kecakapannya dalam memimpin akan mengarahkan umatnya kepada tujuan yang ingin dicapai, yaitu kejayaan dan kesejahteraan umat dengan iringan Ridho Allah
HIKMAH DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ADANYA AYAT-AYAT MUHKAMAT DAN MUTASYÂBIHATDALAM AL-QUR’AN Badiah, Siti
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v11i1.1816

Abstract

Ayat-ayat muhkamatdan Mutasyâbihat adalah dua hal yang saling melengkapi dalam Al-Qur’an. Muhkamsebagai ayat yang tersurat merupakan bukti bahwa Al-Qur’an berfungsi sebagai bayan (penjelas) dan hudan (petunjuk). Sedangkan Mutasyâbih sebagai ayat yang tersirat merupakan bukti bahwa Al-Qur’an berfungsi sebagai mukjizat dan kitab sastra terbesarsepanjang sejarah manusia yang tidak akan habis-habisnya untuk dikaji dan diteliti. Di dalam keduanya terselip hikmah dan nilai-nilai pendidikan yang tidak terkira. Karena itu, mempelajari keduanya, sama halnya mempelajari hikmah dari penurunan al-Qur’an itu sendiri. Kata Kunci: Muhkam,Mutasyâbih,Hikmah, Nilai-nilai Pendidikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5