cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan)
ISSN : 24610437     EISSN : 25409131     DOI : -
Jukung adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian ilmiah meliputi bidang rekayasa dan teknologi lingkungan yang dikelola oleh Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. Jukung diterbitkan dua kali dalam setahun setiap bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2016): Maret 2016" : 8 Documents clear
2. APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK PEMETAAN SEBARAN TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH ILEGAL DI KOTA BANJARBARU, KALIMANTAN SELATAN Andy Mizwar; Putri Rachmalia Kartini
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i1.1058

Abstract

7. NILAI EKONOMI, LINGKUNGAN, DAN SOSIAL DARI PERKEBUNAN SAWIT SWADAYA DI KABUPATEN SERUYAN, KALIMANTAN TENGAH, INDONESIA Hafiizh Prasetia; Nova Annisa; Ariffin Ariffin; A. W. Muhaimin; Soemarno Soemarno
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i1.1059

Abstract

ABSTRAK Tanaman sawit adalah suatu komoditas perkebunan unggulan di Kabupaten Seruyan. Hal ini disebabkan adanya nilai ekonomi yang tinggi dari perkebunan tersebut. Selain itu, kondisi agroekologi di wilayah ini sebagian besar sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman sawit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai ekonomi, lingkungan, dan sosial dari perkebunan sawit swadaya di Kabupaten Seruyan. Metode penelitian menggunakan metode surveieksploratif (exploratory research) dengan analisisberupa perhitungan Net Present Value (NPV), Benefit Cost Rasio (B/C Ratio) danInternal Rate of Return (IRR). Hasil penelitian menjelaskan bahwa NPV, B/C Ratio dan IRRdi beberapa lokasi pada aspek finansial dan lingkungan masih ada yang tidak signifikan, namun signifikan pada aspek sosial ekonomi.Dengan hasil ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan lahan untuk dikonversi menjadi perkebunan sawit akan memperoleh manfaat yang besar pada aspek sosial ekonomi namun kurang menguntungkan pada aspek finansial dan lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan lahan untuk dikonversi menjadi perkebunan sawit dapat meningkatkankesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Kata kunci: Perkebunan Sawit Swadaya, Kelayakan Usaha, NPV, B/C Ratio, IRR
6. POTENSI DAUN KETAPANG, DAUN MAHONI DAN BUNGA KECOMBRANG SEBAGAI ALTERNATIF PEWARNAAN KAIN BATIK YANG RAMAH LINGKUNGAN Vita Kumalasari
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i1.1061

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi dari ekstrak daun ketapang, daun mahoni, dan bunga kecombrang sebagai alternative pewarnaan kain batik yang lebih ramah terhadap lingkungan dengan melakukan uji antosianin total, tanin, klorofil, dan karoten total. Pengujian pigmen ini dilakukan untuk mengetahui komposisi pigmen yang terkandung didalam ekstrak. Komposisi pigmen ini akan menentukan variasi warna yang dihasilkan dan semakin banyak pigmen yang terkandung di dalam ekstrak, maka warna yang dihasilkan juga akan semakin tajam dan tahan terhadap kelunturan. Bahan dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun ketapang, daun mahoni, dan bunga kecombrang. Sedangkan mordant yang digunakan adalah TRO (Turkey Red Oil) dan campuran tawas dengan soda abu (Na2CO3). Ada 6 tahapan yang harus dilakukan dalam penelitian ini, yaitu : proses ekstraksi zat warna alam, mordanting, pengecapan motif batik, pewarnaan menggunakan zat warna alam, nglorod, dan pengujian. Berdasarkan hasil pengujian terhadap masing – masing ekstrak yang dilakukan di Laboratorium uji teknologi pangan dan hasil pertanian, UGM Yogyakarta didapatkan hasil bahwa pigmen terbanyak pada ekstrak daun ketapang adalah tanin (5,465 mg/100ml), kemudian klorofil (3,835 mg/100ml), antosianin total (0,042 mg/100ml) dan yang paling sedikit adalah karoten total (325,56 µg/100ml). Kandungan pigmen yang dominan adalah tanin dan klorofil, sehingga warna ekstrak dan warna kain primissima yang telah diwarnai menggunakan zat warna alam dari ekstrak daun ketapang adalah hijau kekuningan. Pigmen terbanyak pada ekstrak daun mahoni adalah klorofil (19,565 mg/100ml), kemudian tanin (7,99 mg/100ml), antosianin total (0,082 mg/100ml) dan yang paling sedikit adalah karoten total (292,22 µg/100ml), sehingga warna yang terbentuk baik pada ekstrak maupun pada kain primissima adalah coklat kemerahan. Pigmen terbanyak pada ekstrak bunga kecombrang adalah tanin (2,65 mg/100ml), kemudian antosianin total (2,189 mg/100ml), klorofil (2,175 mg/100ml) dan yang paling sedikit adalah karoten total (9,045 µg/100ml). Kata Kunci : Ketapang, mahoni, kecombrang, pewarna alam, batik.
5. PENYUSUNAN MODEL NUMERIK PERGERAKAN BAHAN TOKSIK DI SALURAN REKLAMASI UNIT TERANTANG Rony Riduan; Budi Utomo
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i1.1062

Abstract

ABSTRAK Salah satu faktor penghambat pemanfaatan lahan rawa di Kalimantan Selatan adalah keberadaan tanah sulfat masam. Proses reklamasi lahan yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut masih mengalami beberapa kendala, salah satunya adalah akumulasi bahan toksik pada saluran. Kejadian tersebut juga terjadi di saluran reklamasi rawa pasang surut Terantang. Salah satu dugaan penyebab terjadinya permasalahan tersebut adalah pergerakan arus yang diduga tidak berjalan dengan baiksehingga proses pencucian tidak sempurna. Penelitian ini membahas tentang analisis pola pergerakan air di saluran reklamasi rawa pasang surut Terantang dibantu dengan perangkat lunak EFDC (Environmental Fluid Dynamic Code). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan yang dilakukan di saluran primer dan sekunder serta kolam pasang unit Terantang, sehingga didapatkan data geometri dan hidrometri saluran. Data tersebut kemudian dikalibrasi dan divalidasi sehingga dapat disusun model numerikdan simulasi pergerakan arus untuk saluran tersebut. Saluran reklamasi rawa pasang surut Terantang yang ditinjau memiliki dimensi lebar saluran sekunder berkisar 45 m sampai50 m dengan kedalaman 0,5 m sampai 4,8 m. Kolam pasang pada saluran tersebut memiliki dimensi panjang 400 m dan lebar 300 m dengan kedalaman ± 0,5 m. Selisih waktu antara pasang maksimum dan surut minimum adalah 32 jam dengan perbedaan elevasi 1,58 m. Model pergerakan arus yang disusun memiliki relatif bias sebesar -4,7231 terhadap data pengamatan. Hasil simulasi menunjukkan adanya pola aliran stagnan pada beberapa titik di kondisi eksisting dan kolam pasang normal. Pola aliran yang terjadi secara umum menunjukkan bahwa pada kondisi  pasangair tidak mampu mencapai kolam pasang karena peristiwa surut sudah terjadi. Hal tersebut terjadi akibat saluran sekunder yang terlampau panjang sehingga proses pencucian di saluran tidak terjadi secara sempurna. Kata Kunci: Saluran Reklamasi, Terantang, Pola Aliran
1. ANALISIS LIMBAH LAUNDRY INFORMAL DENGAN TINGKAT PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELURAHAN MUKTIHARJO KIDUL KECAMATAN PEDURUNGAN SEMARANG Putra Ardiyanto; Maria G.C. Yuantari
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i1.1055

Abstract

ABSTRAK Usaha laundry merupakan salah satu penyediaan jasa layanan yang menyediakan sarana pelayanan pencucian pakaian. Usaha laundry menghasilkan limbah berupa limbah cair yang berasal dari sisa pencucian, apabila tidak dikelola dengan baik akan mencemari lingkungan. Berdasarkan observasi usaha laundry di Kelurahan Muktiharjo Kecamatan Pedurungan Semarang beresiko terjadinya pencemaran lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak limbah laundry  informal dengan tingkat pencemaran lingkungan.Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif. Obyek dalam penelitian ini adalah limbah laundry dan perairan penerima di Kelurahan Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan Semarang sedangkan subyek penelitian ini adalah pemilik laundry dan karyawan laundry. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan pengukuran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sampel Limbah laundry memiliki kadar COD bersekitar 186 - 2418 mg/L dan MBAS bersekitar 25,0 - 33,9 mg/L, dan pada perairan penerima kadar COD bersekitar 122 -14488 mg/L dan MBAS bersekitar 6,50- 10,3 mg/L, pada  limbah laundry dan perairan penerima semuanya mengandung kadar COD dan MBAS yang melebihi baku mutu menurut Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No 5 Tahun 2012, kandungan  pH dan suhu masih dalam batasan normal, dari hasil fisika air limbah laundry dan perairan penerima mempunyai bau dan warna. Berdasarkan hasil observasi terhadap 4 limbah laundry, 4 badan perairan penerima  dan 1 baku kontrol sebagai baku mutu perairan penerima, ada hubungan jika dibandingkan dengan baku kontrol dengan kandungan COD, MBAS dan warna  pada baku kontrol kandungan lebih rendah.Kepada pemilik usaha laundry disarankan  adanya pengolahan limbah cair laundry sebelum dibuang ke lingkungan supaya meminimalisir pencemaran dan bagi pemerintah perlu melakukan penyuluhan dan penertiban terhadap pengelola usaha laundry yang membuang limbahnya langsung ke selokan air tanpa proses pengolahan.Kata kunci: Limbah Laundry, lingkungan, Parameter,COD, MBAS
3. KARAKTERISASI DAN ANALISIS PASIR DI DAERAH BANJARBARU DAN MARTAPURA SERTA UJI KINERJA PASIR SEBAGAI MEDIA SARINGAN PASIR LAMBAT PADA PENGOLAHAN AIR SUNGAI Dewi Rosalinda; Mahmud Mahmud; Badaruddin Mu’min
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i1.1064

Abstract

8. MODEL RAIN GARDEN UNTUK PENANGGULANGAN LIMPASAN AIR HUJAN DI WILAYAH PERKOTAAN Nova Annisa; Rony Riduan; Hafiizh Prasetia
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i1.1056

Abstract

4. KAJIAN BANK SAMPAH SEBAGAI ALTERNATIF PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK DI KOTA BANJARBARU Muhammad Rubiyannor; Chairul Abdi; Rizqi Puteri Mahyudin
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.953 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v2i1.1066

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 8