cover
Contact Name
Mohamad Maulana
Contact Email
maulana@litbang.pertanian.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
red-ip@litbang.pertanian.go.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Informatika Pertanian
ISSN : 08521743     EISSN : 25409875     DOI : -
Informatika Pertanian terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember, terbit sejak tahun 1991. Jurnal Informatika Pertanian telah terakreditasi oleh Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dengan nomor Akreditasi No. 21/E/KPT/2018, Tanggal 9 Juli 2018. Jurnal Informatika Pertanian telah memiliki ISSN: 0852-1743, e-ISSN: 2540-9875. Jurnal Informatika Pertanian dikelola oleh Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang beralamat Jl. Ragunan No. 29 Jakarta Selatan, Jakarta, Indonesia 12540
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
PENYAJIAN DAN INTERPRETASI FAKTOR UTAMA SAAT INTERAKSI BERBEDA NYATA Budiaji, Weksi
Informatika Pertanian Vol 29, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v29n2.2020.p73-82

Abstract

Jika analisis sidik ragam menghasilkan interaksi yang berbeda nyata, sesuai dengan prinsip marginalitas maka efek utama seharusnya tidak diinterpretasikan dan tidak diuji. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi bentuk interaksi (terurut atau tidak terurut), sehingga penyajian dan interpretasi faktor utama saat terjadi interaksi dapat dibuat dengan benar. Metode yang digunakan adalah metode visual dan matematis yang diterapkan pada data simulasi dan dua data riil. Berdasarkan evaluasi matematis dari data simulasi, faktor utama dapat diinterpretasi pada saat kedua faktor utama berbeda nyata dan hanya berlevel dua. Saat jumlah level meningkat, peluang untuk menginterpretasikan faktor utama menjadi berkurang (12% pada jumlah level tiga). Penyajian data dapat menggunakan tabel kombinasi perlakuan dan tabulasi silang. Tabel tabulasi silang memungkinkan perbandingan perlakuan antar baris/ kolom sehingga penggunaan kalimat “huruf kecil yang sama pada baris yang sama dan huruf kapital yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda” harus dihindari saat interaksi tidak terurut. Hal ini dilakukan agar interpretasi, perbandingan antar perlakuan, dan tingkat a yang digunakan tidak menyesatkan.
PENGGUNAAN ATMOSFIR TERMODIFIKASI DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA BUAH MANGGA GEDONG Amiarsi, Dwi -; Arif, Abdullah Bin; Sasmitaloka, Kirana Sanggrami
Informatika Pertanian Vol 28, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v28n2.2019.p73-82

Abstract

Pengembangan  buah di Indonesia termasuk yang di prioritaskan, namun kesegaran buah tidak dapat bertahan lama. Untuk pengendalian penyakit perlu diberi perlakuan dengan konsentrasi oksigen dan karbondioksida dalam kemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi gas O2 dan CO2 dengan suhu penyimpanan yang tepat dalam pengemasan buah mangga Gedong agar dapat mengendalikan penyakit, mempertahankan mutu dan memperpanjang daya simpan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan tiga faktor percobaan meliputi (1) kombinasi konsentrasi gas O2 dan CO2 sebanyak 5 taraf, yaitu (a) 5,0% O2 + 5,0-5,8% CO2, (b) 2,5% O2 + 5,0-5,8% CO2, (c) 1,0% O2 + 5,0-5,8% CO2, (d) udara normal (21,0% O2 + 0,03% CO2), (e) udara terbuka/sebagai control; (2) suhu penyimpanan 2 taraf, yaitu suhu penyimpanan 15oC dan suhu ruang 27-30oC; serta (3) inokulasi patogen Colletotrichum gloeosporioides PENZ, yaitu inokulasi Colletotrichum gloeosporioides PENZ dan tanpa inokulasi Colletotrichum gloeosporioides PENZ. Analisis yang dilakukan adalah tingkat kerusakan, kadar air, pH, vitamin C, total padatan terlarut, dan produksi CO2. Penerapan teknik hasil penelitian ini dapat menguntungkan pengguna karena waktu untuk distribusi dapat diperpanjang. Perlakuan kontrol atmosfer dengan modifikasi kadar oksigen 1,0% dan kadar karbondioksida 5,0-5,8% dapat menekan total padatan terlarut dan kadar air serta tingkat kerusakan yang disebabkan oleh antraknosa sehingga buah mangga gedong dapat disimpan hingga 21-28 hari (3-4 minggu)
SECOND ORDER CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS PADA KEPUASAN PENGGUNA APLIKASI iTANI mayasari, kartika; muljono, pudji; fatchiya, anna
Informatika Pertanian Vol 29, No 1 (2020): Juni
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v29n1.2020.p33-42

Abstract

Dalam memenuhi tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan informasi, Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian [PUSTAKA] mengembangkan aplikasi yang bernama iTani. Aplikasi iTani merupakan perpustakaan digital yang dilengkapi dengan berbagai fitur untuk memuat informasi pertanian yang diterbitkan oleh Kementerian Pertanian agar lebih cepat diakses oleh siapapun dan kapanpun. Salah satu tolok ukur untuk mengetahui keberhasilan penerapan suatu sistem informasi adalah dengan mengukur kepuasan pengguna, sehingga penting menganalisis dimensi apa sajakah yang membentuk variabel kepuasan. Oleh sebab itu, tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis dimensi yang paling dominan serta indikator yang signifikan dalam menyusun variabel kepuasan pengguna aplikasi iTani dengan menggunakan pendekatan Second Order Confirmation Factor Analysis (CFA). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 390 responden. Hasil uji kelayakan model berdasarkan kriteria Goodness of Fit diperoleh model fit dengan total 12 indikator yang signifikan dalam menyusun variabel kepuasan pengguna aplikasi iTani. Adapun indikator tersebut meliputi: penyajian informasi secara jelas (KI4), keragaman informasi yang disajikan di aplikasi iTani (KI5), informasi yang disajikan mengandung novelty (kebaruan) (KI9), kesesuaian informasi (KI14), kemudahan penggunaan aplikasi (KS1), kemudahan penelusuran informasi (KS5), firut dapat berfungsi dengan baik (KS6), keberhasilan pengunduhan ebook (KS7), keamanan data pribadi (KL1), kecepatan dalam pelayanan (KL2), kemudahan memberikan feedback (KL3), kemudahan dalam berkomunikasi dengan pengelola (KL4). Model pengukuran variabel kepuasan adalah kepuasan dibentuk oleh variabel laten Kualitas Sistem sebesar 0,892, variabel laten Kualitas Layanan sebesar 0.827 dan variabel laten Kualitas Informasi sebesar 0,825. Berdasarkan ketiga variabel laten tersebut, Kualitas Sistem yang paling dominan membentuk kepuasan pengguna aplikasi iTani.
ANALISIS SISTEM DINAMIK UNTUK EVALUASI PENCAPAIAN SWASEMBADA BERAS MELALUI PROGRAM UPAYA KHUSUS Somantri, Agus Supriatna; Luna, Prima; Arsanti, Idha Widi; Waryanto, Budi
Informatika Pertanian Vol 29, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v29n2.2020.p95-110

Abstract

Upaya Khusus (UPSUS) Padi merupakan kebijakan Kementerian Pertanian dalam upaya mencapai swasembada beras yang diimplementasikan sejak tahun 2015. Apakah kegiatan ini berhasil dan tepat? Analisis sitem dinamik digunakan sebagai alat evaluasi kegiatan UPSUS Padi dengan pendekatan system thinking. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan UPSUS Padi sejak tahun 2015-2018 menggunakan sistem dinamik. Metodologi penelitian dibangun dengan membuat Causal Loop Diagram (CLD) utama sistem swasembada beras, subsistem yang mendukung swasembada beras, sistem permintaan, dan sistem pencapaian target swasembada beras. Model dinamik tersebut divalidasi, disimulasi, dan direformulasi. Hasil simulasi menunjukkan sistem dinamik dapat dijadikan alat evaluasi kebijakan program UPSUS Padi dengan hasil validasi model bernilai MAPE < 5%, sehingga dapat menggambarkan kondisi sesungguhnya. Hasil simulasi model menunjukkan UPSUS Padi sukses meningkatkan produksi. Bilamana dalam lima tahun target peningkatan indeks pertanaman (IP) dan produktivitas tercapai, maka pada tahun 2022 akan terjadi puncak surplus beras sebesar 25 juta ton. Setelah itu produksi padi akan terus menurun jika hingga akhir tahun 2024 konversi lahan sawah tidak dibendung. Penerapan kebijakan UPSUS Padi perlu didukung oleh kebijakan penerapan mekanisasi untuk pra dan pascapanen, penyuluhan, revitalisasi penggilingan, diversifikasi pangan, dan penekanan konversi lahan. Hasil simulasi dengan memasukkan semua variabel tersebut menunjukkan Indonesia dalam lima tahun ke depan akan surplus 35 juta ton beras sehingga swasembada terus berlanjut.
KELAYAKAN FINANSIAL DAN UMUR OPTIMUM PEREMAJAANUSAHATANI KAKAO DI SULAWESI TENGAH Norfahmi, Femmi
Informatika Pertanian Vol 28, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v28n1.2019.p31-42

Abstract

Abstrak Permasalahan paling krusial yang membutuhkan perhatian serius pada subsektor perkebunan adalah rendahnya produktivitas dan kualitas komoditas yang dihasilkan oleh petani. Produktivitas rata-ratakakao Sulawesi Tengah turun dari 908 kilogram per hektar ditahun 2014 menjadi 893 kilogram per hektar ditahun 2016 (Ditjenbun, 2016). Penyebab penurunan produksididuga karenaumur tanaman yang telah tua dan serangan hama dan penyakit tanaman. Program peremajaan tanaman kakao sudah dilaksanakan dibeberapa sentra kakao namun belum sepenuhnya mengembalikan produktivitas kakao Sulawesi Tengah. Kondisi pertanaman kakao saat ini serta kelayakan finansial usahatani kakao perlu diketahui untuk menentukan kebijakan produksi kakao kedepannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pertanaman kakao saat ini, mengetahui kelayakan finansial usaha tani kakao, serta umur optimum recoverypertanaman kakao di Sulawesi Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah survai pada usahatani kakao di lima kabupaten di Sulawesi Tengah yaitu Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Poso, serta Banggai. Data kemudian dianalisis secara deskriptif dan ekonomi menggunakan NPV, IRR,RC Ratio, dan Payback Period. Hasil survai menunjukkan bahwa terjadi kerusakan tanaman kakao hampir merata di Sulawesi Tengah (76.81-92.58 persen), persentase kerusakan berturut-turut terjadi di Kabupaten Sigi, Banggai, Parigi, Donggala, dan Poso. Rata-rata umur peremajaan di Sulawesi Tengah adalah18tahun. Secara ekonomi, usahatani kakao Sulawesi Tengah memiliki NPV yang positif untuk semua kabupaten. Berdasarkan nilai IRR maka usahatani kakao layak di semua kabupaten pada tingkat suku bunga 5.5%,dengan nilai IRR tertinggi terdapat pada Kab. Parimo sedangkan yang terendah pada Kab. Banggai. ABSTRACT The most crucial problem that requires serious attention to the plantation subsector is the low productivity and quality of commodities produced by farmers. Productivity of cocoa in Central Sulawesi has decreased from 908 kilograms per hectare in 2014 to 893 klograms per hectare in 2016 (Ditjenbun, 2016). The age of plants that are old and pest plant diseases attachment were assumed as the reasons.The cocoa plant renewal program has been implemented in several cocoa centers but has not fully restored the productivity of Central Sulawesi cocoa.Financial feasibility of cocoa farming was needed to be known in order to determine the policy of rejuvenating cocoa farmers to increase cocoa productivity. This study aims to determine the condition of cocoa farming these days,to know the financial feasibility and optimum recovery ageof cocoa faming in Central Sulawesi. Data was taken by survey and analyzed descriptrively and economically using NPV, IRR, RC Ratio, and Payback Period. The result shows that percentage of damage of cocoa plants was almost distributed through Central Sulawesi (76.81-92.58). The most successive damaged occurred in Sigi, Banggai, Parigi Moutong, Donggala, and Poso districts. The optimum recovery age is 18 years. Central Sulawesi cocoa farming has positive NPV for all district based on IRR  Based on IRR, all districts are feasible at an interest of 5.5% whichhighest IRR value found in Parigi Moutong and lowest in Banggai.Keywords: Feasibility analysis, cocoa farming, recovery
PENGARUH TINGKAT PEMUPUKAN NITROGEN DAN CARA TANAM TERHADAP HASIL PANEN PADI DAN SERAPAN NITROGEN PADA SISTEM PENGAIRAN BASAH KERING Hadi, Sholih Nugroho
Informatika Pertanian Vol 30, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v30n1.2021.p21-28

Abstract

Pengairan basah kering (PBK) merupakan tehnik irigasi hemat air yang layak diterapkan dalam menghadapi masalah kelangkaan air. Dalam penerapannya, PBK memerlukan penyesuaian diantaranya adalah tingkat pemupukan nitrogen (N) dan cara tanam. Percobaan ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil panen padi dan serapan N pada tingkat pemupukan dan cara tanam yang berbeda pada PBK. Percobaan dilakukan pada bulan Oktober 2017 sampai Februari 2018 di rumah kaca (green house) Asian Institute of Technology Thailand. Percobaan ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan melibatkan dua faktor (tingkat pemupukan N dan cara tanam) dengan tiga kali ulangan. Tingkat pemupukan N yang dievaluasi meliputi pemupukan pada level 0, 30, 60, 90, dan 120 kg N/ha. Sementara itu, cara tanam yang dikaji mencakup metode tanam pindah (transplanting) dan tanam benih langsung (tabela). Parameter yang diamati terdiri dari hasil panen beserta komponennya dan serapan N. Hasil experiment menunjukan tingkat pemupukan N berpengaruh terhadap jumlah malai, jumlah gabah per malai, persentase gabah isi per malai, hasil panen per tanaman, dan serapan N. Ditemukan korelasi positif pada hasil panen padi, komponen hasil, dan serapan N, kecuali jumlah gabah isi dan bobot per 1000 biji. Pada experiment ini, hasil panen per tanaman dan serapan N maksimum dicapai pada tingkat pemupukan 120 kg N/ha. Tidak ditemukan efek interaksi yang siknifikan akibat kombinasi faktor tingkat pemupukan N dan cara tanam. Perbedaan cara tanam tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada hasil panen dan serapan N. Tingkat pemupukan N 120 kg/ha (266 kg urea) dengan menggunakan cara tabela layak diterapkan pada budi daya padi sistem PBK untuk mengurangi kebutuhan air.
IMPLEMENTATION OF MORPHOLOGICAL OPERATION AND BLOB ANALYSIS IN COW’S MILK SOMATIC CELL CALCULATION Saputra, Wahyu Andi; Fitriana, Gita Fadila; Usada, Elisa; Widodo, Hermawa Setyo
Informatika Pertanian Vol 30, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v30n1.2021.p29-38

Abstract

The Indonesian National Standards have established quality standards for fresh cow's milk. One of them is the somatic cell content with a maximum value of 4x105sel/ml. Generally, the content of somatic cells in each milk sample can be calculated manually with the help of a microscope or using a tool called Fossomatic. However, this tool is expensive. The research was conducted using an image processing science approach to detect and calculate the amount of somatic cell content in cow's milk. The operations performed are erosion, dilation, color channel conversion, and labeling. The results showed that the system's accuracy in counting somatic cells reached 85%. From this research, it is expected to be able to count somatic cells with the help of a computer without having to count manually or using a Fossomatic tool.
PENYIMPANAN BIJI SORGUM BELUM DISOSOH DENGAN KEMASAN PLASTIK PADA BEBERAPA EKSTRAK BAHAN ALAMI Arif, Abdullah Bin; Sasmitaloka, Kirana Sanggrami; Banurea, Imia Ribka; Diyono, Wahyu; Budiyanto, Agus; Winarti, Christina
Informatika Pertanian Vol 30, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v30n1.2021.p1-10

Abstract

Sorgum merupakan salah satu komoditas serealia yang potensial untuk dikembangkan. Namun, biji sorgum mudah terserang kutu sehingga tidak dapat disimpan dalam waktu yang lama. Serangan kutu dapat menyebabkan kerusakan dan kehilangan hasil pada sorgum. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bahan-bahan ekstrak nabati dan kemasan plastik yang dapat mudah didapatkan oleh petani dengan harganya murah untuk memperpanjang penyimpanan biji sorgum sebelum disosoh. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dalam pola faktorial, terdiri dari dua faktor, yaitu jenis kemasan plastik sebanyak (PE dan PP) dan jenis ekstrak nabati (tanpa perlakuan, bawang putih, cabai, cengkeh, kayu manis, ketumbar, kopi, lada, lengkuas, dan ragi tape). Setiap perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Variabel pengamatan pada penelitian ini adalah jumlah kutu, susut bobot, densitas kamba, proksimat, kadar pati, kadar amilosa, dan kadar amilopektin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penyimpanan biji sorgum yang belum disosoh dengan plastik PP dan ekstrak cengkeh dapat mencegah terjadinya serangan kutu/Sitophilus SP yang ditunjukkan dengan jumlah populasi kutu yang paling kecil, susut bobot yang terendah, susut karbohidrat terendah, dan kadar air yang terkecil.
EVALUASI TAHAP AWAL HASIL PERAKITAN PADI HIBRIDA MELALUI PERCOBAAN DENGAN RANCANGAN AUGMENTED Kartina, Nita; ., Satoto; Widyastuti, Yuni
Informatika Pertanian Vol 30, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v30n1.2021.p11-20

Abstract

In the early plant breeding experiments usually are not possible to use an appropriate experimental design. The number of large genetic materials and seeds is limited so environmental heterogeneity cannot be controlled. The augmented design could be used to do this approach. The research aims were to study the use of augmented design and evaluate the yield and its yield component of hybrid rice genotypes and check varieties, in the early evaluation. The research was conducted in the second season of 2015 (October 2015 to March 2016) in Sukamandi Experimental Station of Indonesia Center for Rice Research (ICRR), Subang, West Java Province. The experiment used 455 hybrid rice genotypes and four checks varieties, namely Hipa 8, Hipa Jatim 2, Inpari 31, and Ciherang. Based on the statistic analysis, the yield of hybrid rice ranges from 9.09 t/ha (GMJ13/CRS1268) to 10.77 t/ha (GMJ13/CRS1284), with heterosis to yields of 5.83% to 44.95%. Some hybrid rice genotypes showed better agronomic traits than check varieties. The augmented design allows for the interpretation of statistically valid data. Character data obtained are corrected data (adjusted), which have been adjusted to check varieties.
PEMBANGUNAN APLIKASI E-COMMERCE PERTANIAN DUTATANI STORE BERBASIS ANDROID Tanujaya, Yoel; Delima, Rosa; Chrismanto, Antonius Rachmat; Wibowo, Argo
Informatika Pertanian Vol 30, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v30n1.2021.p39-54

Abstract

E-commerce di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, baik jumlah transaksi dan pengguna maupun jumlah aplikasi e-commerce, masing-masing memiliki sasaran market produk yang berbeda. Namun sektor pertanian di Indonesia belum merasakan dampak e-commerce. Hal ini disebabkan oleh rendahnya pilihan aplikasi e-commerce pertanian dan antarmuka sistem belum memenuhi tingkat kepuasan. Oleh karena itu, melalui penelitian ini dibangun aplikasi e-commerce berbasis android yang diberi nama Dutatani Store. Pembangunan aplikasi Dutatani Store menggunakan framework antarmuka Flutter, dan bahasa pemrograman Dart. Pengembangan aplikasi menggunakan metode Rapid Application Development (RAD), dalam kurun waktu dua bulan dengan tim beranggotakan empat orang. Evaluasi sistem dilakukan melalui uji usabilitas terhadap aplikasi untuk mengetahui tingkat kebergunaan aplikasi. Hasil pengujian menunjukkan setiap responden dapat menyelesaikan keseluruhan task skenario. Tampilan list view memiliki nilai usabilitas yang lebih tinggi dengan tingkat kesuksesan yang lebih tinggi pula dibandingkan dengan card view.