cover
Contact Name
Mohamad Maulana
Contact Email
maulana@litbang.pertanian.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
red-ip@litbang.pertanian.go.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Informatika Pertanian
ISSN : 08521743     EISSN : 25409875     DOI : -
Informatika Pertanian terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember, terbit sejak tahun 1991. Jurnal Informatika Pertanian telah terakreditasi oleh Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dengan nomor Akreditasi No. 21/E/KPT/2018, Tanggal 9 Juli 2018. Jurnal Informatika Pertanian telah memiliki ISSN: 0852-1743, e-ISSN: 2540-9875. Jurnal Informatika Pertanian dikelola oleh Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang beralamat Jl. Ragunan No. 29 Jakarta Selatan, Jakarta, Indonesia 12540
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
KLASIFIKASI KEMATANGAN SEMANGKA BERDASARKAN EKSTRAKSI CIRI STATISTIK ORDER PERTAMA DENGAN EKUALISASI HISTOGRAM Liantoni, Febri; Nugroho, Hendro
Informatika Pertanian Vol 28, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v28n1.2019.p43-48

Abstract

Semangka (Citrullus Lanatus Tunb) merupakan tanaman buah yang banyak disukai di Indonesia. Kematangan semangka bisa dibedakan berdasarkan tekstur kulit semangka. Adanya kemiripan tekstur kulit semangka mengakibatkan orang kesulitan dalam mengidentifikasi tingkat kematangan semangka yang matang dan belum matang. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk proses klasifikasi berdasarkan tekstur kulit buah semangka. Ekstraksi ciri statistik orde pertama digunakan sebagai metode untuk mengenali kematangan semangka dari segi tekstur kulit buah dalam proses klasifikasi. Parameter yang digunakan yaitu mean, varians, skewness dan kurtosis. Berdasarkan nilai ekstraksi ciri statistik tersebut, kemudian dijadikan acuan proses klasifikasi menggunakan metode k-nearest neighbor dan naïve bayes. Data dalam penelitian ini sejumlah 100 citra, dimana 70 untuk data training dan 30 untuk data testing. Dari hasil pengujian klasifikasi kematangan semangka menggunakan K-Nearest Neighbor diperoleh 26 data sesuai dengan tingkat akurasi 86.66%, sendangkan menggunakan Naïve Bayes diperoleh 27 data sesuai dengan tingkat akurasi 90%.Kata-Kata Kunci: semangka, ciri statistik orde pertama, K-Nearest Neighbor, Naïve Bayes.
PENDUGAAN PRODUKTIVITAS CABAI RAWIT DI KABUPATEN MAGELANG DENGAN MEREDUKSI FREKUENSI AMATAN PANEN MELALUI PENDEKATAN SIMULASI Purnama, Yohanes
Informatika Pertanian Vol 28, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v28n2.2019.p93-102

Abstract

Abstract One of the strategic policies for developing horticulture in Indonesia is the development of a horticulture management information system. The main concern of the policy is to obtain accurate data in a short period through improving methods of collecting and processing data, increasing data and information, and synchronizing horticultural statistics. The method used to collecting chili data was measuring production in each harvest. This was very draining time, energy and funds that are not small. In addition, another obstacle faced is the location of sample plots that are quite difficult to reach. Based on these conditions, there was a need to simplify the technique of data collection by reducing the frequency of harvest observations. The data used in this study were primary and simulation data. Primary data is the result of a survey of cayenne pepper production by the General Director of Horticulture on several sample plots in Magelang District, Central Java Province in 2018. Simulation data were obtained by generating productivity values based on parameters from primary data. The variable generated was the productivity of each farmer per harvest.. Estimation of productivity involves several factors such as sample sizes (15, 45 and 90), frequency of harvest observations (1, 2 or 3 times) and sampling methods (simple random sampling and stratified random sampling). Evaluation of the estimation results is measured by the variety and bias values. The results of the analysis show that the estimation of productivity using two points with stratified random sampling method and sample size of 90 farmers produce the smallest variety and bias. The best harvesting point were two points in the middle of the harvest.   
OPTIMASI DESAIN SISTEM KONTROL ‘OUTWERE’ HAMA WERENG COKELAT MENGGUNAKAN GELOMBANG ULTRASONIK Utama, Shoffin Nahwa; Setyaningrum, Haris
Informatika Pertanian Vol 29, No 1 (2020): Juni
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v29n1.2020.p55-62

Abstract

Pengendalian hama wereng menggunakan berbasis teknologi ramah lingkungan merupakan hal sangat berperan penting dalam menjaga melestarian dan menyelamatkan ekosistem dari bahaya cemaran bahan kimia yang meracuni tanaman dan makhluk hidup lainnya. Salah satu teknologi yang mampu dapat mempengaruhi perilaku hama wereng adalah gelombang ultrasonik. HC-SR04 merupakan perangkat yang menghasilkan gelombang ultrasonik dengan frekuensi 40 kKHhz. Penelitian pengendalian hawa hama wereng menggunakan teknologi gelombang ultrasonik masih terbatas. Penelitian ini lanjutan dari penelitian sebelumnya yang bertujuan untuk memperbaiki desain dan  areal jangkauan gelombang ultrasonik menggunaan HC-SR04 dengan frekuensi 40 kKHz. Uji coba desain siystem yang telah dilakukan diperoleh hasilmenunjukkan semua fungsionalitias siystem bekerja dengan baik , Adan areal yang dapat dijangkau outwere seluasmencakup radius 6.000 cm2(meter persegi). Hasil uji pHama wengaruh gelombang ultrasonikc terhadap wereng cokelat yang didapatkan bahwa pada menit awal terkena gelombang ultrasonikultrasonik pada menit awalc, wereng bergerak aktif seperti terusik dan menjauh dari pusat gelombang., setelah Setelah 15 menit kemudian, wereng menjadi pasif dan tidak bergerak.
MESIN PEMBELAJARAN ENSEMBLE UNTUK IDENTIFIKASI VARIETAS PADI Ikhlas, Ariza; Abdullah, Abdullah; Prasetyo, Dwi Yuli
Informatika Pertanian Vol 29, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v29n2.2020.p123-130

Abstract

Setiap varietas padi memiliki karakter tertentu dengan anjuran tanam berbeda. Petani umumnya kesulitan memilih varietas padi yang cocok untuk ditanam di lahan mereka karena kurangnya kemampuan identifikasi. Algoritma klasifikasi merupakan solusi mengatasi masalah ini karena mampu mengidentifikasi varietas padi melalui citra digital. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan dan mengevaluasi beberapa algoritma klasifikasi untuk mengidentifikasi varietas padi menggunakan fitur warna dan tekstur. Penelitian dilakukan di kabupaten Indagiri Hilir Riau pada tahun 2018. Mesin pembelajaran dibangun dengan cara menggabungkan beberapa algoritma klasifikasi (classifier), yaitu Support Vector Machine, k-Nearest Neighbors, Logistic Regression, dan Decision Tree. Varietas yang diteliti adalah IR42, Inpara-9. dan Batang Piaman. Berdasarkan tingkat ketelitian masing-masing algoritma, k-Nearest Neighbors memberikan hasil lebih baik dibanding algoritma lainnya, baik dengan maupun tanpa normalisasi data. Terdapat enam sampel Inpara-9 yang diprediksi benar (true positive) dan lima sampel diprediksi salah (false positive). Pada varietas Batang Piaman terdapat delapan sampel yang diprediksi benar (true positive). Pada IR42 terdapat lima sampel yang diprediksi benar.
Pengembangan Aplikasi Mobile Deteksi Dini Penyakit dan Hama Pada Tanaman Palawija Endah, Sukmawati Nur; Sarwoko, Eko Adi; Sasongko, Priyo Sidik; Sutikno, Sutikno
Informatika Pertanian Vol 28, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v28n1.2019.p49-66

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia berdampak pada kebutuhan pangan, salah satu sumber pangan selain padi adalah tanaman palawija. Tanaman palawija memiliki peranan dalam mewujudkan impian Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia di tahun 2045. Namun, penyakit dan serangan hama dapat menurunkan kwalitas dan kwantitas hasil produk tanaman palawija. Maka, diperlukannya identifikasi dan penanganan terhadap penyakit hama pada tanaman palawija agar mutu dan kwalitas produk tetap terjaga dan hasil produk melimpah. Penelitian ini mengusulkan pengembangan sebuah aplikasi mobile mengenai deteksi penyakit dan hama palawija berdasarkan gejala yang timbul. Pengujian telah dilakukan baik pengujian fungsionalitas sistem maupun usability testing terhadap aplikasi yang diberi nama Online at Sawat (OAS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa OAS telah memenuhi requirement yang dibutuhkan dan mempunyai hasil usability test yang baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu petani palawija khususnya jagung dan kedelai agar hasil panennya terjaga dan pemerintah secara tidak langsung untuk mewujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia.
ALGORITMA C4.5 UNTUK MEMPREDIKSI PRODUKTIVITAS TANAMAN PADI DI KARAWANG Defiyanti, Sofi; Syafi'i, Muhammad; Dermawan, Budi Arif
Informatika Pertanian Vol 28, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v28n2.2019.p103-110

Abstract

Karawang merupakan salah satu daerah penghasil padi terbesar di provinsi Jawa Barat, maka tak salah Karawang dijuluki sebagai kota lumbung padi. Tetapi semakin kesini Karawang lebih dikenal dengan daerah industri. Ini berefek kepada hasil pertanian yang ada di Karawang. Data dari tahun 2010-2015 didapat hasil bahwa sebesar 67% produktivitas padi di Karawang berada dalam kategori rendah sisanya berada dalam kategori sedang dan tinggi, terlihat bahwa banyak lahan pertanian diKarawang yang sudah beralih fungsi yang dari awalnya persawahan menjadi penggunaan lahan lain. Hal ini harusnya dapat pendorong pemerintah Kabupaten Karawang untuk lebih perhatian terhadap masalah ini. Prediksi yang dilakukan dengan menggunakan teknik data mining dengan algoritma C4.5 telah dilakukan dengan akurasi sebesar 67,8%. Penelitian ini terlihat bahwa selain nilai produksi dan luas tanam untuk menentukan nilai produktivitas tanaman padi, ternyata produktivitas tanaman padi juga dipengaruhi oleh angka pengairan yang ada.
FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI SAYURAN RUMAH TANGGA PADA KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI DI KOTA SAMARINDA DAN BONTANG Widyawati, Afrilia Tri; Amin, Muhammad
Informatika Pertanian Vol 29, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v29n2.2020.p63-72

Abstract

ABSTRACTFAKTOR – FAKFAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI SAYURAN RUMAH TANGGA PADA KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI DI KOTA SAMARINDA DAN BONTANGTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI SAYURAN RUMAH TANGGA PADA KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI DI KOTA SAMARINDA DAN BONTANG Backyard has a potential to feed the family as vegetables cropland or fruit crops. Sustainable Food Reserved Garden Program (SFRG) was designed to increase the potential of backyard to provide sustainable cheap food. This study aimed to analyze the factors affecting household’s vegetables consumption in the area of SFRG program. The research was conducted in Samarinda and Bontang City in 2018, involving 60 respondents who have implemented the program. Respondents were divided into three strata according yard size, which are stratum 1 (narrow), stratum 2 (medium) and stratum 3 (extensive). Data was collected through interviews using a structured questionnaire and focus group discussions with managers of the program. Afterwards, the data were analyzed descriptively. The result showed that the variations of plants types tend to be uniform among the three strata such as eggplant, peppers, tomatoes, cabbage, kale, leeks and spinach. In terms of the arrangement, narrow stratum was dominated by “vertikultur”, medium stratum by polybag and extensive stratum by seedbeds. Key words: SFRG, vegetables consumption, backyard, vegetables production  ABSTRAK Optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan penting untuk memenuhi kebutuhan pangan dan sayuran bagi keluarga. Melalui program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) diharapkan dapat menyediakan pangan murah yang berkelanjutan. Penelitian bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi sayuran rumah tangga di Kawasan Rumah Pangan Lestari. Penelitian dilaksanakan di Kota Samarinda dan Bontang tahun 2018 melibatkan 60 responden pelaksana program KRPL. Responden dibedakan ke dalam tiga strata berdasarkan luas pekarangan, yaitu strata 1 (sempit), strata 2 (sedang) dan strata 3 (luas). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan Focus Group Discussion melibatkan pengelola program KRPL. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jenis tanaman cenderung seragam antar strata, dengan tanaman dominan terong, cabai, tomat, sawi, kangkung, bawang daun dan bayam. Penataan tanaman pada strata satu dominan vertikultur, strata dua menggunakan polibag dan strata tiga dengan bedengan. Kata kunci: KRPL, konsumsi sayuran, pekarangan, produksi sayuran.
EVALUASI KANDUNGAN BRIX PADA BATANG TANAMAN PLASMA NUTFAH SORGUM (Sorghum bicolor L. (Moench)) Brix Content Evaluation of Sorghum Stem Germplasm (Sorghum bicolor L. (Moench)) Dwiatmini, Kristina; Risliawati, Andari; Koswanudin, Dodin; Sutoro, Sutoro
Informatika Pertanian Vol 28, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v28n2.2019.p67-72

Abstract

Biji sorgum dimanfaatkan sebagai sumber pangan, pakan dan bahan industri. Batang tanaman sorgum umumnya mengandung senyawa gula, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai minuman sirup dan bahan baku bioethanol. Untuk mengetahui kandungan senyawa gula pada batang tanaman sorgum dapat dilakukan dengan mengukur kadar brix dengan alat refraktometer. Untuk menghasilkan varietas sorgum yang dapat menghasilkan brix tinggi diperlukan sumber genetik untuk pemuliaan tanaman sorgum. Penelitian telah dilaksanakan terhadap 219 aksesi plasma nutfah sorgum koleksi Bank Gen Balitbangtan di BB Biogen. Bahan batang tanaman diperoleh dari pertanaman sorgum yang ditanam pada tahun 2017. Sampel batang tanaman sorgum dipotong menjadi 3 bagian yang sama panjangnya dan diukur kandungan brix dengan refraktometer. Hasil penelitian menunjukkan aksesi plasma nutfah sorgum dari batang bagian bawah, tengah dan atas memiliki kandungan brix bervariasi yaitu berkisar antara 0.2 – 15.1 %. Aksesi sorgum introduksi ICSV 93051, ICSV 93032, ICSV 93047, ICSR 91026, ICSV 8906, dan ICSV 93007 memiliki kandungan brix lebih dari 14% yang dapat dipergunakan sebagai bahan pemuliaan sorgum manis. Genotipe yang memiliki sifat ganda yang mampu menghasilkan hasil biji dan kandungan brix baik pada tanaman induk maupun ratun perlu mendapat perhatian.  Abstract        Sorghum seeds are used as a source for food, feed, and industrial materials. Stems of sorghum plants generally contain sugar compounds, so it can be used as a beverage of syrup and raw materials of bioethanol. The content of sugar compounds on the stem of the sorghum plant could be done by measuring brix by using refractometer. Genetic resources are needed to develop sorghum varieties that can produce high brix content in its plant breeding program. A study has been conducted on 219 germplasm accessions of IAARD Gene Bank collection at BB BIOGEN. The plant stem material is derived from the planting of sorghum grown in 2017. The stem of the sorghum plant is cut into 3 equal lengths and brix content measured by refractometer. The results showed that the accession of the sorghum germplasm from the lower, middle, and upper stems reveal that brix content varied from 0.2 to 15.1%. Introduction accession of sorghum i.e. ICSV 93051, ICSV 93032, ICSV 93047, ICSR 91026, ICSV 8906, and ICSV 93007 had a brix content of more than 14% and can be used as parent materials for sweet sorghum breeding. Multiple traits of genotipe which are capable producing seed yield and brix content in both primary plants and ratoon need further attention. 
ANALISIS LINEARITAS PROPORSI TEPUNG JEWAWUT TERHADAP KARAKTERISIK FISIK DAN KIMIA BROWNIES BAKAR Sulistyaningrum, Anna; Hayati, Nur Qomariah; ., Rahmawati; ., Darudriyo
Informatika Pertanian Vol 29, No 1 (2020): Juni
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v29n1.2020.p23-32

Abstract

Pemanfaatan tepung lokal, khususnya jewawut, merupakan salah satu upaya peningkatan ketahanan pangan. Didukung oleh kandungan nutrisi yang lengkap dan memiliki nilai fungsional, tepung jewawut dapat diaplikasikan dalam berbagai produk pangan olahan seperti brownies. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung jewawut dan terigu terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik brownies bakar. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan proporsi tepung jewawut : terigu yang terdiri atas 0:100 (T1); 20:80 (T2), 30:70 (T3), 40:60 (T4), dan 50:50 (T5). Parameter yang diamati meliputi sifat fisik dan kimia (pengembangan volume, kadar air, serat pangan, kadar abu, protein) dan organoleptik (warna, aroma, tekstur, rasa, dan kesukaan). Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi proporsi tepung jewawut semakin meningkat kandungan serat pangan pada brownies. Tepung jewawut dengan proporsi 50% memiliki kandungan serat pangan 5,41%, kadar air 24,49%, volume pengembangan 30,67%, kadar abu 1,5%, dan kadar protein 3,46%. Penggunaan 100% terigu menghasilkan brownies dengan kandungan serat pangan terendah 4,06%, kadar air 13,79%, pengembangan volume tertinggi 65,26%, kadar abu 1,66%, dan kadar protein 3,21%.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN JENIS TANAH YANG SESUAI UNTUK TANAMAN PANGAN MENGGUNAKAN METODE SMARTER DAN SAW Nurdin, Nurdin; Fahrozi, Fazar; Ula, Mutammimul; ., Muthmainah
Informatika Pertanian Vol 29, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ip.v29n2.2020.p83-94

Abstract

Lahan atau tanah merupakan sumber daya fundamental yang dimiliki manusia. Dengan adanya lahan, manusia dapat menghasilkan bahan pangan, sandang, papan, tambang, dan tempat dilaksanakannya berbagai aktivitas. Di satu sisi, kebutuhan lahan untuk pertanian terus meningkat. Di sisi lain, lahan subur makin terbatas karena digunakan untuk berbagai keperluan selain pertanian. Selain itu, petani umumnya kesulitan menentukan jenis tanaman yang tepat diusahakan pada tanah yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis tanah yang sesuai bagi tanaman pangan menggunakan metode Simple Multi Attribute Rating Technique Exploiting Rank (SMARTER) dan metode Simple Additive Weighting (SAW). Kriteria dan perhitungan bobot untuk metode SMARTER dan SAW adalah kesuburan tanah (W1), unsur hara tanah (W2), kelembaban tanah (W3), tekstur tanah (W4), ketebalan gambut tanah (W5), reaksi (pH) tanah (W6), dan drainase tanah (W7). Hasil penelitian penerapan metode SMARTER dan SAW menghasilkan preferensi dengan nilai tertinggi 0,824286 pada jenis tanah Andosol untuk tanaman padi.