Articles
21 Documents
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SENSUS HARIAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA MATARAM 2017
hartika, fitrian
QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT Vol 1, No 2 (2017): QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT
Publisher : QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6.612 KB)
Kegiatan registrasi atau pendaftaran pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram saat ini sudah menggunakan sistem komputerisasi, namun tidak dengan kegiatan Sensus Harian Pasien Rawat Inap (SHPRI), kegiatan SHPRI tersebut masih mengunakan media kertas sehingga untuk membuat laporan rekapitulasi sensus harian memiliki beberapa kendala yang mengakibatkan pembuatan laporan menjadi terhambat karena data-data tersebut merupakan lembaran-lembaran yang terpisah dan sering kali masih terdapat kesalahan dalam penginputan data, karena sistem yang digunakan masih manual, akibatnya informasi yang dihasilkan tidak akurat dan tidak sistematis. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancangan sistem informasi SHRI di Rumah sakit Umum Daerah Kota Mataram, dengan menganalisis data yang diperlukan untuk pembuatan rancangan sistem informasi sensus harian rawat inap.Jenis penelitian ini mengadopsi model Waterfall Yaitu model klasik yang sederhana dengan aliran sistem yang linier. Output dari setiap tahap merupakan input bagi tahap berikutnya. Terdapat lima tahapan dalam metode penelitian ini yakni Requirements Analisys and Definition, System Design, Implementation and Unit Testing, Integration and System Testing dan tahap terakhir yakni Operation and Maintenance. Dalam perancangan ini hanya sampai tahap system design yakni pembuatan tampilan antar muka sistem (interface system)Hasil penelitian diketahui bahwa pengelolaan sensus harian rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram melibatkan beberapa unit kerja yang ada di Rumah Sakit antara lain, Unit Rekam Medis khusus di bagian Pendaftaran dan bagian Pelaporan Internal, dan Unit bangsal rawat inap khususnya di bagian Admisi dan Keperawatan. Terdapat beberapa alur dalam pembuatan SHPRI ini, yang pertama alur pendaftaran pasien rawat inap yang memasukkan data pribadi pasien kemudian dikirimkan keruang perawatan, dari ruang perawatan kemudian dibuat laporan sensus harian rawat inap kemudian setelah lembaran sensus terisi oleh perawat, selanjutnya dari bangsal masing-masing sensus tersebut dibawa ke Unit Rekam Medis khusus bagian pelaporan internal.Dengan adanya perancangan sistem informasi sensus harian rawat inap ini diharapkan penyelenggaraan sistem informasi rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram dikembangkan dalam bentuk aplikasi.
IDENTIFIKASI BERKAS REKAM MEDIS AKTIF KE INAKTIF DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA MATARAM TAHUN 2017
Abidin, Zainal
QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT Vol 2, No 1 (2018): QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT
Publisher : QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6.616 KB)
Rekam medis in aktif, berkas yang telah di simpan minimal selama 5 tahun di rekam medis dihitung sejak tanggal terakhir pasien tersebut berobat. Rekam medis di rumah sakit sangat berperan dalam pelaksanaan menajemen rumah sakit. Pelaksanaan penyusutan rekam medis inaktif mempunyai beberapa tahapan antara lain pemilihan, pemindahan, penilaian dan pemusnahan. Salah satu tujuan dari penyusutan dokumen rekam medis adalah mengurangi jumlah arsip rekam medis yang semakin bertambah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan identifikasi dan penyusutan berkas rekam medis aktif ke inaktif. Metode penelitian ini adalah deskriptip kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Kota Mataram pada bulanAguatus 2017. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah SOP tentang pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara kemudian merekapitulasi hasil pengamatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Rumah Sakit Umum Kota Mataram memiliki SOP tentang penyusutan dan pemusnahan berkas rekam medis aktif ke inaktif belum melaksanakan SOP tersebut dengan baik dan benar. Dilihat dari dokumen rekam medis inaktif yang masih disatukan dengan dokumen rekam medis aktif. Kesimpulan adalah rumah sakit umum kota mataram memiliki SOP penyusutan tetapi belum melaksanakannya.
KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS UTAMA NEOPLASMA YANG SESUAI DENGAN KAIDAH ICD 10 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA MATARAM
Rahman, Arif
QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT Vol 2, No 1 (2018): QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT
Publisher : QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6.616 KB)
Tingkat akurasi kodefikasi penyakit akan mempengaruhi akurasi pelaporan,dengan di latar balakangi ketidak tepatan kodefikasi rekam medis rawat inap pada tahun 2017 sebesar 10%. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui tingkat keakuratan kode dengan menggunakan ICD 10 di rumah sakit umum kota mataran.Jenis penelitian deskriptif kuantitatif.populasinya adalah rekam medis rawat inap yang sudah terkodefikasi,memiliki single dan combine diagnosa yang sudah berada di ruang penyimpanan triwulan 1 tahun 2017 di rumah sakit umum kota mataran pasien sebanyak 30 orang.Prosedur kodefikasi yang ada belum secara khusus mengatur general coding,morbidity coding dan mortality coding serta belum dijelaskan sources untuk kodefikasi morbiditas koding rawat inap terjadi ketidak tepatan terjadi sebesar 10%Â dan yang tepat 90 % hanya rekap secara personal.Saranya perlu di jelaskan sources dan di buat petunjuk kodefikasi,di buat uraian tugas dan standarisasi kodefikasi, perlu peningkatan kinerja petugas, koordinasi dengan unit terkait dan audit coding, analisa kuantitatif hasil penunjang dan membakukan daftar ringkasan, pengawasan kodefikasi dan mengadakan pelatihan koder, pertemuan rutin dalam 1 bulan sekali serta membuat informasi dari data morbiditas.
TINJAUAN KODE DIAGNOSA PENYAKIT PADA PASIEN RAWAT JALAN BERDASARKAN ICD-10 DI INTERNASIONAL MEDICAL CENTER (RH.GMC) GILI TRAWANGAN
amani, naili
QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT Vol 1, No 2 (2017): QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT
Publisher : QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6.612 KB)
Sistem klasifikasi penyakit merupakan pengelompokan penyakit-penyakit yang sejenis dengan International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problem Tenth Revisions (ICD-10) untuk istilah penyakit dan masalah yang berkaitan dengan kesehatan. Penerapan pengodean harus sesuai ICD-10 guna mendapatkan kode yang tepat karena hasilnya digunakan untuk mengindeks pencatatan penyakit, pelaporan nasional dan internasional morbiditas dan mortalitas, analisis pembiayaan pelayanan kesehatan, serta untuk penelitian epidemiologi dan klinis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketepatan kode diagnosis penyakit berdasarkan ICD-10 di Intrnational Medical Center (RH.GMC) Gili Trawangan pada tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan  pendekantan  crosssectional, dengan metode jenis penelitian deskriptif. Populasi obyek dalam penelitian ini adalah seluruh berkas rekam medis pasien rawat jalan pada periode bulan Maret sampai dengan bulan Mei tahun 2017 yang berjumlah 219 pasien. Sampel pada penelitian ini berjumlah 69 berkas rekam medis. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah kode yang tepat sebanyak 67 kode (97,1%), dan tidak tepat sebanyak 2 kode (2,9%). Sistem pengkodean diagnosa di Intrnational Medical Center (RH.GMC) Gili Trawanag ditetapkan dalam sistem aplikasi Dokter Pro. Adapun penyebab ketidak tepatan kode diagnosa di Intrnational Medical Center (RH.GMC) Gili Trawangan  yaitu sisitem tidak menegluarkan keempat digit, kode hanya dikelurakan dalam tiga digit dan tidak mengeluarkan kode secara keseluruhan.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PENGISIAN CATATAN KEPERAWATAN DALAM DOKUMEN REKAM MEDIS DI RS. ST. ELISABETH LELA
anselmus, andreanus
QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT Vol 1, No 2 (2017): QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT
Publisher : QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6.612 KB)
Rumah Sakit sebagai salah satu fasilitas yang memberikan pelayanan kepada pasien diwajibkan membuat rekam medis. Rekam medis di rumah sakit sangat berperan dalam pelaksanaan manajemen rumah sakit. Rekam medis harus mampu menyajikan informasi tentang pelayanan dan kesehatan di rumah sakit dan harus dibuat secara teratur, lengkap dan jelas.Perawat sebagai salah satu tenaga medis yang juga memberikan pelayanan kesehatan memiliki kewajiban untuk membuat dokumentasi dan tindakan asuhan keperawatan yang dilakukannya dalam catatan keperawatan. Catatan keperawatan merupakan alat komunikasi antara sesama perawat, antara perawat dan dokter dan juga sebagai salah satu kelengkapan dokumen rekam medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan perawat tentang pengisian catatan keperawatan dalam dokumen rekam medis. Metode penelitian ini adalah deskriptip kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit St. Elisabeth Lela pada bulan Mei 2017. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah semua perawat yang berjumlah 31 orang. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan menggunakan analisa data univariat.Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan perawat tentang pengisian catatan keperawatan di Rumah Sakit St. Elisabeth Lela adalah cukup atau 66,93 % dan tingkat pengetahuan perawat mengenai rekam medis di Rumah Sakit St. Elisabeth Lela adalah cukup atau 75,91 %. Kesimpulan pada penelitian ini, tingkat pengetahuan perawat tentang pengisian catatan keperawatan dalam dokumen rekam medis di Rumah Sakit St. Elisabeth Lela adalah cukup atau 70,19 %.
ANALISIS PENYEBAB TIDAK ADANYA KODE TINDAKAN PADA INSTALASI REKAM MEDIS DI RSUD PATUT PATUH PATJUH GERUNG LOMBOK BARAT
Turrohmi, Hazna
QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT Vol 2, No 2 (2018): QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT
Publisher : QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6.616 KB)
Pengkodean tindakan merupakan hal penting bagi instalasi rekam medis terutama untuk menunjang dalam peningkatan mutu rekam medis dan pelayanan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi serta gambaran umum tentang penyebab tidak adanya kode tindakan pada instalasi rekam medis di RSUD Patut Patuh Patjuh Gerung Lombok Barat.Kode tindakan (ICD-9 CM) adalah system pengklasifikasian prosedur tindakan operasi dan non operasi serta mengklasifikasikan data kematian dari sertifikat kematian berdasarkan kriteria atau kategori tertentu yang di jadikan sebagai keputusan dalam kedokteran.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif , dengan jumlah dan populasi sebanyak 3 petugas koding. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Alat yang di pergunakan dalam pengumpulan data ini menggunakan lembar kuisioner dan pedoman wawancara.Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pengkodean tindakan pada instalasi rekam medis tidak di lakukan di karenakan pengkodean tindakan di lakukan di bagian PPATRS dan untuk pengkodean tindakan di bagian rekam medis tidak di jadikan sebagai bahan pencatatan dan pelaporan rumah sakit untuk dinas kesehatan maupun provinsi serta tidak ada kebijakan dari direktur yang mengharuskan penulisan kode tindakan pada berkas rekam medis.
ANALISIS KEBUTUHAN SDM REKAM MEDIS DI BAGIAN PENDAFTARAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE WORKLOAD INDICATOR STAFF NEED (WISN) DI RSUD PATUT PATUH PATJU GERUNG LOMBOK BARAT TAHUN 2017
Putri, Indri Anugrah
QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT Vol 2, No 2 (2018): QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT
Publisher : QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6.616 KB)
Salah satu indikator keberhasilan rumah sakit yang efektif dan efisien adalah ketersediaan sumber daya manusia (SDM) dengan jumlah yang cukup dan kualitas yang tinggi serta profesional sesuai dengan fungsi dan tugasnya. Salah satu metode perencanaan kebutuhan tenaga adalah Workload Indicator Staff Need (WISN), yaitu metode perhitungan kebutuhan SDM berdasarkan pada beban pekerjaan nyata yang dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kebutuhan SDM Rekam medis berdasarkan beban kerja dibagian pendaftaranPenelitian ini menggunakan metode penelitian secara deskriptif. populasi dan sampel yang digunakan yaitu seluruh petugas Rekam Medis dibagian pendaftaran yang berjumlah 8 orang. Berdasarkan hasil penelitian di RSUD Tripat Gerung Lombok Barat mengenai Analisis Kebutuhan SDM Rekam Medis dibagian pendaftaran diperoleh waktu kerja tersedia di TPPRJ dan TPPRI ialah 97.560 menit dan TPPGD 130.080 menit.Untuk standar beban kerja TPPRJ pasien baru 9.756 menit, pasien lama 13.937,14 menit, TPPRI 6.614,23 menit, TPPGD pasien baru 13.937,14 menit, pasien lama 15.303,52 menit dan TPPRI di IGD 8.672 menit. Sedangkan rata-rata waktu perfaktor kelonggaran TPPRJ dan TPPRI adalah 0,32 menit, TPPGD adalah 0,23 menit. Jadi Jumlah keseluruhan SDM Rekam medis di bagian pendaftaran yang diperoleh dengan mengggunakan metode WISN di peroleh sebanyak 8 tenaga, dimana 3 tenaga di bagian TPPRJ, 1 tenaga dibagian TPPRI dan 4 tenaga di bagian TPPGD.
PROTOTYPE SISTEM INFORMASI STATISTIK RAWAT INAP RUMAH SAKIT BERORIENTASI LAYANAN
Alamsyah, Noor;
Andriani, Helmina
QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT Vol 2, No 2 (2018): QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT
Publisher : QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6.616 KB)
Perkembangan Teknologi Informasi (TI) saat ini bukan merupakan hal yang baru dalam berbagai bidang kehidupan, tak terkecuali dalam bidang pelayanan kesehatan. Berbagai rumah sakit di Indonesia sudah mulai menerapkan TI dalam setiap proses pelayanan kesehatan, termasuk proses penyelenggaraan rekam medis sensus rawat inap. Dengan TI, diharapkan dapat mempercepat proses penyelenggaraan rekam medis sensus rawat inap serta mengembangkan proses tersebut agar semakin efektif dan efisien. Beberapa rumah sakit skala besar di Indonesia sudah menerapkan pemanfaatan TI dalam rangka meningkatkan efektivitas penyelenggaraan rekam medis sensus rawat inap. Namun hal ini berbeda dengan rumah sakit yang berada di Nusa Tenggara Barat. Sebagai instansi pelayanan kesehatan yang profesional, rumah sakit dapat didorong pertumbuhannya melalui pemanfaatan sistem informasi, yang dapat meningkatan keunggulan rumah sakit. Salah satunya berupa Sistem Informasi Statistik Rawat Inap Rumah Sakit. Sistem Informasi Statistik Rawat Inap Rumah Sakit idealnya dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan petugas kesehatan yang terlibat langsung dalam kegiatan sensus rawat inap dan memudahkan jajaran direksi rumah sakit untuk melakukan evaluasi serta penjaminan mutu pelayanan rawat inap dengan ketersediaan laporan statistik rawat inap yang lengkap, akurat, dan tepat waktu.
(PERANCANGAN SISTEM INFORMASI STATISTIK RAWAT INAP (STUDI KASUS: RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PATUT PATUH PATJU GERUNG LOMBOK BARAT)
Ulandari, Fitri
QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT Vol 2, No 2 (2018): QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT
Publisher : QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6.616 KB)
Perhitungan statistik rawat inap adalah hal yang penting dalam sebuah rumah sakit, karena sebagai sumber indikator-indikator pelayanan rumah sakit untuk mengetahui tingkat pemanfaatan, mutu dan efisiensi pelayanan rumah sakit. Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan di unit Rekam Medis RSUD Patut Patuh Patju Gerung Lombok Barat, pencatatan statistik rawat inap masih dilakukan secara manual, dan dalam perhitungannya tidak dapat menampilkan grafik Barber Jhonson dari hasil perhitungan indikator mutu pelayanan yang ada di Rumah Sakit seperti BOR, LOS, TOI, dan BTO. Oleh karena itu diperlukan sebuah sistem informasi statistik rawat inap untuk mempermudah dalam pencatatan, penginputan serta pelaporan statistik rawat inap di RSUD Patut Patuh Patju Gerung Lombok Barat. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk merancang sistem informasi statistik rawat inap di RSUD Patut Patuh Patju Gerung Lombok Barat.Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis secara deskriptif. Subyek penelitian ini adalah kepala instalasi rekam medis dan petugas pencatatan sensus harian rawat inap di RSUD Patut Patuh Patju Gerung Lombok Barat.Hasil penelitian ini menghasilkan rancangan sistem informasi statistik rawat inap rumah sakit yang berisikan hasil perhitungan indikator rumah sakit seperti BOR, LOS, TOI, dan BTO serta bentuk Laporan dan Grafik Barber Jhonson
(PERBANDINGAN TINGKAT PENGETAHUAN PETUGAS REKAM MEDIS TERHADAP PELAKSANAAN PENYUSUTAN BERKASREKAM MEDIS INAKTIF STUDI KASUS: RUMAH SAKIT ISLAM SITI HAJAR MATARAM DAN RSUD PATUH PATUT PATJU GERUNG LOMBOK BARAT)
Susanti, Diana Ika
QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT Vol 2, No 2 (2018): QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT
Publisher : QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6.616 KB)
Pengetahuan adalah informasi yang telah diproses dan diorganisasikan untuk memperoleh pemahaman, pembelajaran, dan pengalaman yang terakumulasi sehingga bisa diaplikasikan kedalam masalah atau proses tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi serta gambaran umum tentang perbandingan tingkat pengetahuan petugas rekam medis terhadap penyusutan berkas rekam medis inaktif di Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram dan RSUD Patuh Patut Patju Gerung Lombok Barat. Desain penelitian ini yaitu penelitian analitik observasi dengan pendekatan cross-sectional dimana pada penelitian ini dilakukan satu kali pengukuran. Jumlah sampel sebanyak 10 responden yang terbagi dalam dua kelompok rumah sakit, 5 petugas Rekam Medis Rumah sakit Siti Hajar Mataram dan 5 petugas filing yang ada di RSUD Patuh Patut Patju Gerung Lombok Barat . Instrumen yang digunakan untuk tingkat pengetaahuan petugas rekam medis diukur dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan ujichi square dan fisher exacet test.Hasil penelitian di dapatkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat pengetahuan petugas rekam medis terhadap pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis inaktif karena p value 0.091 ⥠0.05 dengan korelasi uji chi square menunjukkan korelasi pengetahuan terhadap penyusutan berkas rekam medis inaktif.Kesimpulan: perlu untuk meningkatkan pengetahuan terkait penyusutan berkas rekam medis inaktif.