cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan
ISSN : 25415166     EISSN : 25415174     DOI : 10.21082
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan merupakan publikasi yang memuat makalah ilmiah primer hasil penelitian tanaman pangan (padi dan palawija). Redaksi menerima makalah dari peneliti Puslitbang Tanaman Pangan, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), maupun perguruan tinggi. Makalah yang dikirimkan hendaknya sudah mendapat persetujuan dari pimpinan instansi masing-masing. Ketentuan penulisan makalah untuk dapat dimuat di jurnal ini tertera dalam "Author Guidelines/Petunjuk bagi Penulis" di halaman terakhir Jurnal Penelitian Pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020): Agustus 2020" : 6 Documents clear
Overcoming the damage of rice to iron toxicity:Screening on Hydroponic Solution and Soil Pot Experiment Unoki, Saeka; Sitaresmi, Trias; Ehara, Hiroshi; Nugraha, Yudhistira
Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Vol 4, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v4n2.2020.p81-88

Abstract

Iron toxicity affects the growth and yield of rice plant. Overcoming the damage of rice production by iron toxicity requires furthermore researches from laboratory to field levels. Here, we study responses of rice genotypes to iron toxicity between vegetative stage in hydroponic and whole grow stages in the pot. The first experiment was hydroponic experiment using twelve rice genotypes which were growth in the Yoshida Solution with addition of 0.2 % of agar. Three level of iron was given at 0, 500 and 700 ppm. The second experiment was the pot experiment using alluvial soil added with 3.000 ppm of ferrous combine with four levels of potassium and the control on Cilamaya Muncul (tolerant), Inpara 8 (moderate tolerant) and IR 64 (susceptible). In hydroponic experiment, even though the symptom appeared obviously, the leaf bronzing score (LBS) of tolerant and sensitive genotypes were not different. Physiological traits were significantly affected by Fe treatment in all varieties. Then symptom and physiological traits were significantly correlated. Through the pot experiment, it was confirmed the tolerance of each varieties. However, we couldn’t see the correlation between the LBS on hydroponic and soil at this time. And the heading delay was new finding, but it depended on varieties. We also could see the possibility of potassium application to inhibit iron toxicity but still we need to explore how it works. Kata kunci: iron toxicity, rice, hydroponic, soil
Perubahan Mutu Sensoris Beras Merah yang Dikemas Vakum Selama Penyimpanan Septianingrum, Elis; Mardiah, Zahara
Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Vol 4, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v4n2.2020.p89-96

Abstract

Selama penyimpanan, beras merah mengalami perubahan mutu fisik, kimiawi, maupun mutu rasa atau sensoris. Mutu fisik menjadi kriteria konsumen dalam memilih beras berkualitas, sedangkan karakeristik dan mutu rasa menjadi faktor akhir penentu keputusan konsumen untuk memilih beras yang dikonsumsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi mutu sensoris varietas beras merah pecah kulit selama penyimpanan. Varietas yang digunakan yaitu Inpari-24 dan Inpara-7 yang dikemas vakum dan disimpan pada suhu penyimpanan 30OC (suhu ruang) dan 4OC (suhu penyimpanan dingin) selama enam bulan. Uji mutu dan hedonik dilakukan setiap dua bulan selama enam bulan terhadap atribut mutu sensoris, yaitu: warna, rasa, aroma, kepulenan, dan penerimaan umum. Hasil uji mutu sensoris menunjukkan selama enam bulan penyimpanan terjadi penurunan warna, dari sangat merah menjadi agak merah dan peningkatan kepulenan dari pera menjadi pulen hingga agak pulen, tetapi tidak terjadi perubahan kilap dan tidak terdapat perubahan aroma yang tidak disukai. Kepulenan dan rasa nasi berkorelasi dengan penerimaan umum terhadap nasi beras merah. Penyimpanan beras merah dikemas secara vakum pada suhu 30OC dan pada suhu 4OC memiliki tren perubahan dan nilai skor mutu yang tidak berbeda nyata. Penyimpanan beras merah pecah kulit dalam kemasan vakum pada suhu ruang (30OC) selama enam bulan cukup efektif mempertahankan mutu beras. 
Pengaruh Cara Pengeringan Gabah terhadap Mutu Fisik, Fisikokimia, dan Organoleptik Beras Varietas Unggul Padi Jumali, Jumali; Handoko, Dody D; Indrasari, Siti Dewi
Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Vol 4, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v4n2.2020.p97-103

Abstract

Rice grain drying using sun radiation has its problem during the rainy season, due to low radiation intensity. Box dryer using gas as its source of energy had been developed to overcome the problem during the rainy season. This research was aimed to study the effect of drying methods on physical, physicochemical, and organoleptic quality of some improved rice varieties. Seed of five rice varieties, namely Ciherang, Inpari 30, Inpari 32 (white grain rice), Inpari 24 and Inpago 7 (red grain rice), were planted at Sukamandi Research Station, Indonesian Center for Rice Research, following the Integrated Crop Management approach. The rice crops were harvested when the grain had ripen optimally, threshed using a threshing machine and the grains were dried using a box type dryer and using the sun radiation. The milled rice was analyzed for their physical, physicochemical, and organoleptic quality. Results showed that the differences of drying methods, namely sun-drying and box drying, affected the physical quality of rice grain. Box dryer for Ciherang variety yielded higher percentage of unpolished milled rice and the head grain rice was slightly higher than that of sun-drying. However, drying methods did not affect the physicochemical and organoleptic quality of the cooked rice. Box dryer is considered suitable for rice grain drying during the rainy season.
Hubungan Fenologi Pertumbuhan Tanaman Padi dengan Hasil Gabah, Umur Panen, Biomasa, dan Pengaruh Pemupukan Sujinah, Sujinah; Hairmansis, Aris; Sasmita, Priatna; Nugraha, Yudhistira
Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Vol 4, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v4n2.2020.p63-71

Abstract

Padi merupakan tanaman semusim berumur relatif pendek sehingga efektivitas pemanfaatan radiasi matahari menjadi penentu produksi. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara umur dan produktivitas gabah, dihubungkan dengan hasil biomasa per satuan waktu dan indeks panen, dilakukan di dua lokasi pada musim hujan 2016/2017, yaitu di Sukamandi (Aluvial, 5 m dpl) dan Muara Bogor (Latosol, 250 m dpl). Percobaan pertama yaitu skrining hasil biomasa dan umur tanaman 27 genotipe dengan latar belakang genetik berbeda, menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Percobaan kedua, pemupukan dengan tiga dosis pupuk N terhadap enam genotipe hasil seleksi dari percobaan pertama dilakukan di Sukamandi pada MH 2017/2018. Menggunakan rancangan percobaan split plot. Hasil percobaan menunjukkan terdapat interaksi nyata antara genotipe dengan lokasi penelitian untuk umur tanaman dan hasil biomasa. Korelasi antara hasil gabah dengan umur berbunga untuk kelompok tanaman berumur genjah tidak nyata, sedangkan untuk kelompok tanaman umur dalam korelasinya negatif sangat nyata. Hal tersebut mengindikasikan genotipe kelompok umur panjang cenderung mengakumulasi biomasa yang dicirikan oleh rendahnya indeks panen. Genotipe padi yang hasilnya tinggi adalah yang umur berbunganya genjah (75-85 hari) dan memiliki indeks panen tinggi. Dari percobaan pemupukan menunjukkan varietas memberikan respon yang berbeda terhadap dosis pemupukan untuk karakter bobot biomas kering dan hasil gabah. Genotipe B14671E-MR-39-3-2-2 dan B12411 MR memberikan respon positif nyata terhadap peningkatan pemupukan urea dari dosis 115 kg N/ha ke 207 kgN/ha, sedangkan varietas Inpari-32, Inpari-19, dan Inpari-43 tidak menunjukkan respon nyata. Informasi yang diperoleh berguna bagi peneliti pemulia tanaman dalam merakit varietas padi berdaya hasil tinggi. 
Optimalisasi Lahan Budidaya Tumpangsari Padi dan Jagung: Pengaruh Kombinasi Varietas terhadap Produktivitas Saleh, Teddy Wahyana; Sumarno, Jaka; Rouf, Ari Abdul
Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Vol 4, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v4n2.2020.p105-111

Abstract

Produksi padi dan jagung dapat ditingkatkan melalui optimalisasi lahan dengan pola tumpangsari. Tidak optimalnya produktivitas padi dan jagung dalam pola tanam tumpangsari mungkin disebabkan oleh kombinasi varietas yang kurang tepat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kombinasi varietas padi dan varietas jagung yang tepat dalam pola tanam tumpangsari, untuk memperoleh produktivitas yang tinggi. Penelitian dilakukan di Desa Durian, Kecamatan Gentuma Raya, Gorontalo, pada MT 2018/2019, menggunakan rancangan acak kelompok factorial, empat ulangan. Faktor pertama adalah varietas padi, yaitu P1 (Inpago-11), P2 (Inpari-42), P3 (Ponelo), dan P4 (Situbagendit). Faktor kedua adalah varietas jagung, yaitu J1 (Bima-20), J2 (NK-22), J3 (HJ-21) dan J4 ((JH-27), ditambah perlakuan padi monokultur dan perlakuan jagung monokultur. Ukuran petak 12,5 m x 12,5 m. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi padi varietas Ponelo dan jagung varietas HJ-21 memberikan hasil tertinggi, masing-masing 4,17 t/ha padi dan 8,32 t/ha jagung. Nisbah kesetaraan lahan tertinggi (2,24) dihasilkan dari kombinasi perlakuan tumpangsari padi varietas Ponelo dengan jagung varietas HJ-21. Padi varietas Ponelo adalah varietas local setempat, sehingga diharapkan mudah untuk diadopsi oleh petani.
Adaptasi Beberapa Galur Harapan Padi Sawah Untuk Menggantikan Varietas Ciherang di Provinsi Bali Aryawati, Sagung Ayu Nyoman; Safitri, Heni; Kamandalu, Anak Agung Ngurah Bagus; Sunanjaya, Wayan; Kumala Sari, Anela Retna
Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Vol 4, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v4n2.2020.p73-79

Abstract

The stages of assembling new superior varieties are the adaptation test lines of hope that will be proposed. Adaptation test was carried out in SubakBengkel, Tabanan Regency and SubakBatanWani, Badung Regency, Bali in 2018. The purpose of this study was to determine the agronomic performance of some rice lines in the two locations in the Province of Bali. The study used a randomized block design (RBD) with four replications. Data were analyzed using SAS and DMRT applications.The results of the analysis showed that the lines of hope that were tried had a significant effect on all plant parameters observed. The highest rice productivity was produced by the BP20797d-SKI-1-2-7-1 line of hope, which was 9.20 tons GKG h-1, more 4.78 and 7.38% compared to Ciherang and Inpari 33 varieties. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 5, No 3 (2021): Desember 2021 Vol 5, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 5, No 1 (2021): April 2021 Vol 4, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 4, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 4, No 1 (2020): MEI 2020 Vol 4, No 1 (2020): April 2020 Vol 3, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 3, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 3, No 1 (2019): April 2019 Vol 2, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 2, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 2, No 2 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 2, No 1 (2018): April 2018 Vol 2, No 1 (2018): April 2018 Vol 1, No 3 (2017): Desember 2017 Vol 1, No 3 (2017): Desember 2017 Vol 1, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 1, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 1, No 1 (2017): April 2017 Vol 1, No 1 (2017): April 2017 Vol 35, No 3 (2016): Desember 2016 Vol 35, No 3 (2016): Desember 2016 Vol 35, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 35, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 35, No 1 (2016): April 2016 Vol 35, No 1 (2016): April 2016 Vol 34, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 34, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 34, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 34, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 34, No 1 (2015): April 2015 Vol 34, No 1 (2015): April 2015 Vol 33, No 3 (2014): Desember 2014 Vol 33, No 3 (2014): Desember 2014 Vol 33, No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 33, No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 33, No 1 (2014): April 2014 Vol 32, No 3 (2013): Desember 2013 Vol 32, No 3 (2013): Desember 2013 Vol 32, No 2 (2013): Agustus 2013 Vol 32, No 2 (2013): Agustus 2013 Vol 32, No 1 (2013): April 2013 Vol 32, No 1 (2013): April 2013 Vol 31, No 3 (2012): Desember 2012 Vol 31, No 3 (2012): Desember 2012 Vol 31, No 2 (2012): Agustus 2012 Vol 31, No 2 (2012): Agustus 2012 Vol 31, No 1 (2012): April 2012 Vol 31, No 1 (2012): April 2012 Vol 30, No 3 (2011): Desember 2011 Vol 30, No 3 (2011): Desember 2011 Vol 30, No 2 (2011): Agustus 2011 Vol 30, No 2 (2011): Agustus 2011 Vol 30, No 1 (2011): April 2011 Vol 30, No 1 (2011): April 2011 More Issue