cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice)
ISSN : 20888139     EISSN : 24432946     DOI : -
Core Subject : Health,
JMPF is the first open access journal in Indonesia specialized in both research of pharmaceutical management and pharmacy practice. Articles submitted in JMPF are peer reviewed, we accept review articles and original research articles with no submission/publication fees. JMPF receives manuscripts in both English (preferably) and Indonesian Language (Bahasa Indonesia) with abstracts in bilingual, both Indonesian and English. JMPF is also open for various fields such as pharmaceutical management, pharmacoeconomics, pharmacoepidemiology, clinical pharmacy, community pharmacy, social pharmacy, pharmaceutical marketing, goverment policies related to pharmacy, and pharmaceutical care.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2" : 5 Documents clear
Analisis Biaya dan Luaran Klinis Sindrom Koroner Akut Berbasis Clinical Pathway Susan Fitria Candradewi; Dyah Aryani Perwitasari; Nabilah Nabilah
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 11, No 2
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.51176

Abstract

Health clinicians often show different variations in the choice of therapy they prescribe for patients depending on their expertise, knowledge, and even their art. This is likely to affect several things, including the cost that patients have to pay. Such a difference in costs is avoidable by applying scientific evidence-based medical service standards and having measurable outcomes known as Clinical Pathways. A clinical pathway serves as a tool to measure the quality of health services based on the standardization of the treatment process. This research was designed to determine the cost analysis of treatments received by patients with acute coronary syndrome (ACS) according to the clinical pathway. This non-experimental research employed a retrospective cohort study design. The data were gathered from the medical records of ACS patients who were treated at the ICCU of PKU Muhammadiyah Hospital in Yogyakarta, and the costs incurred were compared between treatments that matched and did not match the clinical pathways. The inclusion criteria were ACS patients treated during 2016 who were between ≥ 18 and <75 years old and had complete data. Meanwhile, the exclusion criteria were ACS patients who had incomplete data, tumor malignancy, and a creatinine level of > 3 mg/dL. Here, therapies given to patients are concluded to fit the clinical pathway if they are precisely the same (100%) as the Clinical Practice Guide used by this hospital. The clinical outcome was measured from the patient’s length of stay (LOS). During the data analysis, the costs of ACS patient treatments that were compliant and non-compliant with the clinical pathway were compared based on the level of severity using the Mann-Whitney test in the SPSS program. The results showed that of the 63 patients, 31 received treatments according to the clinical pathway, while the other 32 did not. The average LOS of the former and the latter were, respectively, 4.45 and 5.53 (p= 0.043), with the total costs of treatments up to IDR5,474,001,73 and IDR6,728,153.13 (p= 0,154). Conformity to a clinical pathway significantly influences the length of stay but does not affect the cost of care for acute coronary syndrome patients.
Kontrol Glikemik dan Profil Serum Kreatinin Pada Pasien DM Tipe 2 Dengan Gagal Ginjal Kronik Emy Oktaviani
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 11, No 2
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.60323

Abstract

Diabetes mellitus adalah kelainan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia yang jumlahnya terus meningkat sehingga meningkatkan jumlah pengunaan obat antidiabetik dan berisiko menimbulkan efek samping obat terutama pada fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan antidiabetik dan hubungannya dengan kontrol glikemik dan serum kreatinin, serta hubungan kontrol glikemik dengan serum kreatinin pada pasien DM tipe 2 dengan gagal ginjal kronik rawat jalan. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional secara retrospektif menggunakan data rekam medik pasien. Kontrol glikemik dilihat dari gula darah puasa (GDP) dan gula darah 2 jam post prandial (GD2JPP). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa dari 83 data rekam medik yang memenuhi kriteria inklusi mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola pengunaan antidiabetik oral dengan GDP (p-value=0,546), namun menunjukkan hubungan yang signifikan antara pola pengunaan antidiabetik oral dengan GD2JPP (p-value=0,008) dan serum kreatinin (p-value=0,000). Hasil penelitian juga menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara GD2JPP dengan serum kreatinin (p-value=0,009).Kata Kunci: Diabetes, Kontrol Glikemik, Serum Kreatinin
Pengaruh Pemberian Leaflet Terhadap Pengetahuan Masyarakat tentang Obat Tradisional Ratna Sari Dewi; Fina Aryani; Yelly Hidayani
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 11, No 2
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.60889

Abstract

Obat tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) saat ini masih banyak ditemukan sehingga masyarakat harus waspada dengan meningkatkan pengetahuan tentang obat tradisional seperti informasi minimal yang perlu diketahui ketika membeli sediaan obat tradisional dan cara membedakan sediaan obat tradisional yang legal ataupun ilegal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian media edukasi leaflet terhadap pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional di wilayah Simpang Tiga Kota Pekanbaru. Pengaruh media leaflet dinilai berdasarkan perubahan skor pengetahuan. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan non randomized control group pretest and posttest design yang dilakukan terhadap 70 responden kelompok kontrol (tanpa pemberian leaflet) dan 70 responden kelompok perlakuan (dengan pemberian leaflet). Sampel penelitian adalah masyarakat Simpang Tiga yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner untuk mengukur pengetahuan yang telah diuji validitas (diperoleh 17 pertanyaan yang valid) dan reliabilitasnya (r=0,929). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada perubahan skor pengetahuan responden kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan p value = 0,000. Dapat disimpulkan bahwa pemberian media leaflet sangat berpengaruh terhadap pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional di wilayah Simpang Tiga Kota Pekanbaru. Tenaga Kefarmasian harus aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang obat tradisional dan sebaiknya menggunakan media seperti leaflet.
Hubungan Drug Related Problems (DRPs) dan Outcome Pengobatan Pada Pasien Tuberkulosis Dengan Diabetes Melitus Tista Ayu Fortuna; Fita Rahmawati; Nanang Munif Yasin
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 11, No 2
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.62602

Abstract

Tuberkulosis dan Diabetes adalah kondisi penyakit yang saling berkaitan sehingga diperlukan terapi agresif untuk mengatasinya. Adanya Drug Related Problems (DRPs) yang terjadi dapat mempengaruhi outcome pengobatan pasien Tuberkulosis-Diabetes Mellitus (TB-DM). Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan terjadinya DRPs dan outcome pengobatan pasien TB-DM. Penelitian menggunakan rancangan kohort retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan consecutive sampling  melalui catatan rekam medik pasien TB-DM pada 9 Puskesmas di Kota Malang. Sejumlah 100 kasus pasien TB-DM yang menjalani pengobatan  tahun 2017 hingga 2020 yang memenuhi kriteria inklusi selanjutnya  dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang mengalami DRPs dan kelompok pasien yang tidak mengalami DRPs sejumlah masing-masing 48 pasien dan 52 pasien. Jenis DRPs mengikuti klasifikasi Cipolle 2004. Outcome pengobatan dinilai berdasarkan hasil tes BTA (Bakteri Tahan Asam) pada akhir masa pengobatan bulan kedua. Analisis data menggunakan statistik Chis-quare dilanjutkan analisis multivariat untuk menganalisis adanya variabel perancu yang diprediksikan dapat mempengaruhi outcome pengobatan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kejadian DRPs dan outcome pengobatan pasien (p-value <0,05). Pasien dengan DRPs 5,41 kali lebih beresiko mengalami kegagalan terapi dibandingkan dengan pasien yang tidak mengalami DRPs (RR 5,417; 95% CI, 1,994-14,713). Keterlibatan farmasi klinis sangat diperlukan untuk mencegah dan menyelesaikan masalah terkait obat serta monitoring pengobatan pada pasien TB-DM yang ada di Puskesmas sehingga luaran pengobatan menjadi optimal
Pengaruh Medication Therapy Management terhadap Persepsi Sakit dan Outcome Klinik Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Kota Yogyakarta Nanang Munif Yasin; Tri Murti Andayani; Yanverty Idda Listyana
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 11, No 2
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.63876

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang komplek membutuhkan perawatan medis berkelanjutan dengan strategi pengurangan risiko multifaktorial di luar kendali glikemik. Penyakit DM memerlukan managemen terapi yang tepat, salah satu upaya yang diberikan adalah Medication Therapy Management (MTM). Pasien yang mendapatkan MTM memiliki persepsi sakit terhadap penyakitnya menjadi lebih baik dan akan berpengaruh pada hasil terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelayanan farmasi berbasis MTM terhadap persepsi sakit dan outcome klinik pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kota Yogyakarta pada periode Maret-April 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experimental one group with pretest and posttest design. Analisa menggunakan uji paired sample t-test dengan signifikansi yang digunakan P<0,05. Responden berjumlah 20 orang, merupakan pasien diabetes melitus tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi dan mendapatkan pelayanan farmasi berbasis MTM oleh apoteker berupa asesmen, edukasi, dan konseling. Hasil penelitian diperoleh skor persepsi sakit pasien terhadap penyakitnya yang diukur menggunalan brief illness perception questionnaire (BPI-Q), sebelum mendapatkan pelayanan MTM 49,95±10,41 menjadi 50,45± 10,06 (P=0.780). Outcome klinik berupa kadar glukosa darah puasa semula 128,66±43,99 mg/dL menjadi 129,96±23,46 mg/dL (P=0,876) setelah mendapatkan pelayanan berbasis MTM. MTM pada penelitian ini bisa meningkatkan skor persepsi sakit pasien terhadap penyakitnya meskipun belum berbeda bermakna, sedangkan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa pasien belum memberikan perbaikan outcome klinik pasien. Diperlukan penelitian dengan periode waktu yang lebih lama dan jumlah responden yang lebih banyak.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5