Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Drug Related Problems (DRPs) dan Outcome Pengobatan Pada Pasien Tuberkulosis Dengan Diabetes Melitus Tista Ayu Fortuna; Fita Rahmawati; Nanang Munif Yasin
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 11, No 2
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.62602

Abstract

Tuberkulosis dan Diabetes adalah kondisi penyakit yang saling berkaitan sehingga diperlukan terapi agresif untuk mengatasinya. Adanya Drug Related Problems (DRPs) yang terjadi dapat mempengaruhi outcome pengobatan pasien Tuberkulosis-Diabetes Mellitus (TB-DM). Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan terjadinya DRPs dan outcome pengobatan pasien TB-DM. Penelitian menggunakan rancangan kohort retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan consecutive sampling  melalui catatan rekam medik pasien TB-DM pada 9 Puskesmas di Kota Malang. Sejumlah 100 kasus pasien TB-DM yang menjalani pengobatan  tahun 2017 hingga 2020 yang memenuhi kriteria inklusi selanjutnya  dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang mengalami DRPs dan kelompok pasien yang tidak mengalami DRPs sejumlah masing-masing 48 pasien dan 52 pasien. Jenis DRPs mengikuti klasifikasi Cipolle 2004. Outcome pengobatan dinilai berdasarkan hasil tes BTA (Bakteri Tahan Asam) pada akhir masa pengobatan bulan kedua. Analisis data menggunakan statistik Chis-quare dilanjutkan analisis multivariat untuk menganalisis adanya variabel perancu yang diprediksikan dapat mempengaruhi outcome pengobatan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kejadian DRPs dan outcome pengobatan pasien (p-value <0,05). Pasien dengan DRPs 5,41 kali lebih beresiko mengalami kegagalan terapi dibandingkan dengan pasien yang tidak mengalami DRPs (RR 5,417; 95% CI, 1,994-14,713). Keterlibatan farmasi klinis sangat diperlukan untuk mencegah dan menyelesaikan masalah terkait obat serta monitoring pengobatan pada pasien TB-DM yang ada di Puskesmas sehingga luaran pengobatan menjadi optimal
Studi Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Tahap Lanjutan pada Pasien Baru BTA Positif Tista Ayu Fortuna; Hidajah Rachmawati; Didik Hasmono; Hidayah Karuniawati
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 19, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v19i1.17907

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis will cause pain and death if not treated properly. OAT (Antituberculosis Drugs) is a treatment for tuberculosis patients. OAT has different dosage regimens and types of drugs. Treatment of TB patients consists of two phases (intensive and continuation phases). The continuation phase was at to kill dormant bacteria to prevent recurrence in patients. The purpose of this study was to determine and evaluate the pattern of using OAT in patients newly diagnosed rwith smear-positive at the continuation phase. This study is an observational descriptive study with results showing that the pattern of using OAT-KDT in patients was 89% and OAT-Separated was 11%. The pattern of using the OAT-KDT dose was 1x3 2KDT tablets. Another combination of antibiotics given to the patient is cotrimoxazole at a dose of 1x960mg. The side effect of OAT is an increase in serum transaminase and nausea each with a percentage of 23%. Based on the research, it can be concluded that the pattern of using OAT in Tuberculosis patients has followed the guidelines for the management of Tuberculosis treatment.
Pengobatan Gratis Sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Desa Potronayan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali Hidayah Karuniawati; H Haryoto; Tanti Azizah Sujono; Tista Ayu Fortuna; Khusnul Khotimah; Andi Suhendi; Burhanudin Ichsan; Dwi Sarbini; M Muhtadi; Mariska Sri Harlianti; Listiana Masyita Dewi; Erna Herawati; Raafika Studiviani; Haya Nabilah Utama; Marsilia Rosa Sinensis HI; Laila Dzafira; Haliza Arzeti Nurseptiria; Ardalia Rinanda Oktaviani; Rizki Ainun Fitriani; Lina Ayu Kusumastuti; Sayyidah Nurul Muslihah; A Anifatussaa'dah; Faridita khoirun Nisa'; Fahriza Mei Trihatmoko; Rahardian Surya Basusena; Fidhia Nur Rifaini; Tia Mella Citra; Ida Maesaroh; Vitania Marsya
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan penting setiap orang karena dengan tercapaianya kesehatan akan memungkinakan terlaksananya kegiatan atau aktifitas yang lain. Kesehatan merupakan hak setiap orang dengan tidak mengenal tingkat ekonomi seseorang. Ekonomi yang minim diprediksi menjadi salah satu hambatan dalam mendapatkan kesehatan yang maksimal. Peran tenaga kesehatan sangat diperlukan dalam mambantu pasien mendapatkan kesehatan yang optimal. Salah satu kegiatan yang dapat membantu masyarakat terutama dengan ekonomi yang minim adalah pengobatan gratis. Pengobatan gratis yang merupakan salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan di balai desa Potronayan kecamatan Nogosari, kabupaten Boyolali pada ahad 31 Juli 2022. Selain pengobatan gratis, kegiatan yang lain adalah pemeriksaan tanda-tanda vital, pelayanan obat dan konseling obat serta pelayanan gizi. Kegiatan ini diikuti oleh 105 pasien. Pasien kebanyakan adalah wanita (73,3%) dengan usia terbanyak adalah antara 51 tahun sampai 60 tahun sebanyak 32,38%.
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Komplikasi pada Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Dr. Moewardi Tista Ayu Fortuna; Hidayah Karuniawati; Desti Purnamasari; Devi Etivia Purlinda
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v20i1.21877

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a disease characterized by hyperglycemia and disturbances in the metabolism of carbohydrates, fats, and proteins associated with absolute or relative deficiencies of insulin action and or secretion. The main problem for DM sufferers is that more than 50% of diabetic patients do not know about the disease and its complications, so patients will return to the hospital with high blood glucose levels accompanied by various complications. The study aims to determine the factors that can cause complications in patients with diabetes mellitus. This research is a non-experimental study with a cross-sectional approach. The data were analyzed using SPSS with a Chi-square or Kruskal-Wallis and multivariate logistic regression test. Body mass index and duration of diabetes are significantly associated with the incidence of complications (p-value 0.05). Patients with an abnormal body mass index are 4.184x more at risk of complications than patients with a normal body mass index (RR 4.184 CI 1.581 – 11.070). In addition, patients with diabetes duration ≥5 years were 4.121 times more at risk of complications than patients with diabetes durations 5 years (RR 4.121 CI 1.570 – 10.816). The most common complication suffered by diabetic patients in this study was hypertension in 46 patients (41%), and the most common therapeutic regimen received by patients was oral hypoglycemia in 50 patients (52%). 
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE LEVEL OF KNOWLEDGE AND PERCEPTION OF THE USE OF TRADITIONAL MEDICINE IN THE PEOPLE OF KLATEN CITY IN 2022 Tista Ayu Fortuna; Arifah Sri Wahyuni; Nadya Tiara Putri
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 9 No 2 (May-August 2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v9i2.8647

Abstract

The use of traditional medicine in today's society is increasing with labels "back to nature" which is realized through the utilization of Indonesia's natural potential. Based on an incidental survey study in Klaten City, the affecting factor the use of traditional medicine in this region is knowledge and perception. Public knowledge related to the utilization of traditional medicine is assumed to be lacking because of the assumption that traditional medicine is much safer than chemical drugs. There is an assumption based on the side effects of traditional medicine being lower than chemical drugs. This study aims to assess the contribution of perception and knowledge to the use of traditional medicine. The research uses a cross-sectional study and the data collection instruments through questionnaires. The sampling technique used was purposive sampling with a total of 1089 respondents. Data collection used a questionnaire instrument whose results were analyzed using the Chi-Square statistical test. From these results can be concluded that types of knowledge involve definitions, type, efficacy, side effects, how to use, perceptions, convenience, currentness, and policy that can affect the use of traditional medicine. The results of data analysis show that the contribution of knowledge and perception to the use of traditional medicine has a coefficient of determination of 0.742
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DAN KEBERHASILAN TERAPI ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN DIABETES MELLITUS DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD DR. MOEWARDI TAHUN 2021 Refi Andriyani; Tista Ayu Fortuna
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.108

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu jenis penyakit kronis yang keberadaannya dapat menimbulkan risiko terhadap penyakit komplikasi lainnya. Diabetes mellitus seringkali menjadi salah satu penyakit komplikasi yang umum diderita oleh pasien. Tingginya kasus hipertensi tiap tahunnya serta dampak dari hipertensi dengan diabetes mellitus sehingga memungkinkan penggunaan obat yang tidak tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketepatan penggunaan obat antihipertensi dan mengetahui keberhasilan terapi pada pasien hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes mellitus di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian non eksperimental dengan analisis deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan data dari rekam medis pasien. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik purposive sampling, sampel ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi meliputi pasien rawat jalan usia diatas 40 tahun yang didiagnosis hipertensi dengan diabetes mellitus, serta pasien dengan data rekam medis yang lengkap. Sedangkan kriteria eksklusi meliputi pasien hipertensi dengan komorbid penyakit jantung, serta pasien dengan data rekam medis yang tidak lengkap. Diperoleh data sebanyak 147 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil evaluasi ketepatan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi dengan diabetes mellitus di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Moewardi tahun 2021 didapatkan hasil sebesar 93,88% tepat dan 6,12% tidak tepat. Ketepatan penggunaan obat meliputi tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 100% dan tepat dosis 93,88%. Regimen terapi antihipertensi yang paling banyak digunakan yaitu terapi antihipertensi tunggal sejumlah 84 pasien (45,40%), sedangkan terapi antihipertensi kombinasi sejumlah 101 pasien (54,60%). Candesartan merupakan obat antihipertensi tunggal yang paling banyak digunakan oleh 33 pasien (17,84%). Sementara itu, kombinasi amlodipin dengan candesartan adalah obat antihipertensi kombinasi yang paling banyak digunakan oleh 35 pasien (18,92%). Berdasarkan keberhasilan terapi antihipertensi hasilnya menunjukkan bahwa 89 pasien (60,54%) memiliki tekanan darah terkontrol, sedangkan 58 pasien (39,46%) memiliki tekanan darah yang tidak terkontrol.
EVALUASI DRUG RELATED PROBLEM (DRPs) PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI INSTALASI RAWAT INAP RSU ISLAM KLATEN PERIODE NOVEMBER 2021-OKTOBER 2022 Nabilla Marisya Affifah Putri; Tista Ayu Fortuna; Ni Nyoman Yudianti Mendra
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i2.318

Abstract

Demam tifoid adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi organisme Salmonella typhi. Ketidaktepatan pemberian terapi pada pasien dapat meningkatkan resiko kejadian Drug Related Problems (DRPs). Tingginya kejadian (DRPs) dapat mempengaruhi keberhasilan terapi pada pasien, sehingga penelitian ini sangat penting untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat kejadian DRPs yang meliputi kategori efek samping, interaksi pengobatan, dosis terlalu rendah serta dosis terlalu tinggi pada pasien demam tifoid di instalasi rawat inap periode November 2021-Oktober 2022. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif, dimana peneliti akan mengevaluasi pengobatan demam tifoid yang didapatkan oleh pasien. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling berdasarkan kriteria inklusi pasien meliputi usia lebih dari 18 tahun, pasien demam tifoid dengan atau tanpa penyakit penyerta dan pasien dengan rekam medis yang lengkap. Kiteria eksklusi meliputi pasien dengan data rekam medis yang tidak terbaca dan pasien dengan penyakit penyerta infeksi. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 67 pasien, sebanyak 36 pasien (53,73%) mengalami DRPs dan 31 pasien (46,27%) tidak mengalami DRPs. Antibiotik yang paling banyak digunakan adalah levofloksasin 67 pasien (100%), kemudian diikuti dengan ampisilin 3 pasien (4,48%) serta sefiksim 3 pasien (4,48%). Penggunaaan terapi suportif yang paling banyak diberikan adalah parasetamol 67 pasien (100%). Jumlah DRPs yang terjadi sebanyak 65 kasus dengan rincian kategori dosis terlalu rendah 13 kasus (20%), dosis terlalu tinggi 2 kasus (3,08%), efek samping 14 kasus (21,54%), dan interaksi obat 36 kasus (55,38%).
WASPADAI KOLESTEROL TINGGI : SEBUAH ARTIKEL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Prehanawan, Refian Putra; Rayidah, Tasya; Mulyani, Amelia Sri; Ariyanti, Rika; Safitri, Aisyah Nur; Maharani, Suciana; Renatasari, Distya Ayu; Sarif, Nabil Nawal; Sulistyani, Sulistyani; Fortuna, Tista Ayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 2. No. 1, Maret 2022
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.983 KB) | DOI: 10.23917/jpmmedika.v2i1.457

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) saat ini termasuk salah  satu  masalah  kesehatan  yang  menjadi perhatian tingkat nasional maupun global, peningkatan PTM erat kaitannya dengan konsumsi makanan mengandung tinggi kolesterol. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat tentang komplikasi serta pencegahan kolesterol. Pelaksanaan penyuluhan dilakukan secara offline atau tatap muka langsung dengan peserta. Data pretes dan postes dengan uji shapiro-wilk didapatkan p<0,05 untuk pretes dan p<0,05 untuk postes, artinya data berdistribusi tidak normal karena P>0,05. Hasil uji wilcoxon menunjukkan <0,05 ar tidak terdapat kendala yang berarti.   ABSTRACT Non-Communicable Diseases (NCD) is currently one of the health problems that are a concern at the national and global levels, the increase in PTM is closely related to the consumption of foods containing high cholesterol. This counseling aims to provide education and increase knowledge to the public about complications and cholesterol prevention. The counseling is carried out offline or face to face with participants. Pretest and posttest data with Shapiro-Wilk test obtained p<0.05 for pretest and p<0.05 for posttest, meaning that the data is not normally distributed because P>0.05. Wilcoxon test results showed p<0.05 where there was a significant difference between pretest and posttest. This counseling was carried out well without any significant problems.
PENYULUHAN OBAT ANTI-KOLESTEROL DAN “DAGUSIBU” DI MASJID NURUL HUDA IMAM MALIK, KADIPIRO, BANJARSARI, SURAKARTA Fortuna, Tista Ayu; Saputri, Gafrila Fani Eka; Nikita, Aulia Bea; Prabowo, Alifia Istiqomah; Utami , Anita Dwi; Adedhea, Marchita; Riskiana, Shafira Yuni; Syahidah, Shofia Rif'atusy; Utari, Berlian; Azzah, Millenia Syafirah Yunita; Faghfirlie, Faghfirlie; Sulistyani, Sulistyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 2. No. 1, Maret 2022
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.045 KB) | DOI: 10.23917/jpmmedika.v2i1.460

Abstract

ABSTRAK Kolesterol merupakan lemak yang terdapat di dalam aliran darah atau sel tubuh. Kadar kolesterol normal berada dibawah nilai 200 mg/dl, apabila kadarnya melebihi 240 mg/dl maka dapat meningkatkan resiko penyakit Kardiovaskuler. Pada era saat ini, selain menggunakan obat-obatan dengan resep seperti obat anti-kolesterol, masyarakat juga dapat melakukan pengobatan sendiri (swamedikasi). Kesalahan penggunaan obat dan terapi yang tidak rasional menjadi salah satu hal yang dapat terjadi apabila pasien tidak dibekali dengan pengetahuan yang memadai mengenai pengobatan. Tujuan dari penyuluhan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai obat – obat anti-kolesterol dan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang). Kegiatan ini diikuti oleh 42 perempuan lansia yang berasal dari sekitar daerah tersebut. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan tanya jawab. Evaluasi hasil kegiatan diukur dengan menggunakan hasil kuesioner sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan (pre -  test dan post - test). Dari hasil analisis didapatkan nilai rata-rata pretest sebesar 79,05 dan post-test sebesar 90,95. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dan didapatkan nilai p 0,01 (<0,05) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan masyarakat sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan sehingga dapat dikatakan penyuluhan ini efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat.   ABSTRACT Cholesterol is the fat found in the bloodstream or body cells. Normal cholesterol levels are below the value of 200 mg/dl, if the levels exceed 240 mg/dl it can increase the risk of cardiovascular disease. In this era, apart from using prescription drugs such as anti-cholesterol drugs, people could also take self-medication. Misuse of drugs and irrational therapy could happen if the patient is not equipped with adequate knowledge about treatment. The purpose of this outreach is to increase public knowledge about anti-cholesterol drugs and DAGUSIBU. This activity was attended by 42 elderly women from around the area. The method used is counseling, question and answer. Evaluation of activity results was measured using the results of questionnaires before and after counseling (pre-test and post-test). From the results of the analysis, the average value of the pre-test was 79.05 and the post-test was 90.95. The data were analyzed by using the Wilcoxon Signed Ranks Test and obtained p value of 0.01 (<0.05). In conclusion, there is a significant difference between public knowledge before and after counseling is carried out. Therefore, it could be said that counseling is effective at increasing public knowledge.
EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RS “X” SURAKARTA Sasmitha, Desya; Fortuna, Tista Ayu
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 4 (2024): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i4.431

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah sekelompok gangguan metabolisme yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah dalam tubuh akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Pengobatan pada pasien diabetes, merupakan pengobatan seumur hidup yang membutuhkan lebih dari satu jenis obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kejadian DRPs yang meliputi obat tanpa indikasi, indikasi tanpa obat, ketidaktepatan dosis dan interaksi obat. Penelitian ini merupakan studi non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif dari data rekam medis pasien rawat jalan periode 2022. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi meliputi pasien rawat jalan yang didiagnosa DM tipe 2 dengan atau tanpa penyakit penyerta, pasien menerima terapi minimal 2 obat dan pasien dengan data rekam medis lengkap. Data dievaluasi secara deskriptif dalam bentuk persentase. Jumlah pasien yang memenuhi inklusi sebanyak 340 pasien. Berdasarkan hasil penelitian, obat hipoglikemik yang banyak didapatkan oleh pasien adalah metformin sebanyak 82 pasien (24,42%) dan kombinasi metformin+glimepiride sebanyak 102 pasien (30,09%). Obat lain (non antidiabetes) yang paling banyak didapatkan oleh pasien yaitu lansoprazole sebanyak 107 pasien (8,81%). Jumlah pasien yang mengalami DRPs sebanyak 183 pasien (53,82%) dan 157 pasien (46,18%) tidak mengalami DRPs. DRPs kategori kategori indikasi tanpa obat sebesar 26 kasus (10,20%) ,obat tanpa indikasi 5 kasus (2,05%), dosis kurang 0 kasus (0%) dan dosis lebih 0 kasus (0%), serta interaksi obat potensial sebanyak 224 kasus (87,84%).
Co-Authors A Anifatussaa'dah Adedhea, Marchita Aflit Nuryulia Praswati Ahmad, Farhand Aisya, Fitria Shofwa Andi Suhendi Andriyani, Refi Anifatussaa'dah, A Ardalia Rinanda Oktaviani Arifah Sri Wahyuni Ariyanti, Rika Astuti, Dina Yuli Auliya, Dhiyahul Azzah, Millenia Syafirah Yunita Basusena, Rahardian Surya Broto Santoso Burhanudin Ichsan Citra, Tia Mella Desti Purnamasari Devi Etivia Purlinda Dewi, Triana Ariska Didik Hasmono Dwi Sarbini Dzafira, Laila Erna Herawati Erna Herawati, Erna Faghfirlie, Faghfirlie Fahriza Mei Trihatmoko Faridita khoirun Nisa' Fidhia Nur Rifaini Firdani, Tamza Aulia Nerisa Fita Rahmawati Fitriani Rizki Ainun Fitriani, Rizki Ainun Haliza Arzeti Nurseptiria Haryoto Haryoto Haryoto, H Haya Nabilah Utama HI, Marsilia Rosa Sinensis Hidajah Rachmawati Hidaya, Anggi Fajriatu Hidayah Karuniawati Ichsan, Burhanudin Ida Maesaroh Ida Maesaroh, Ida Keisya, Aulita Khusnul Khotimah khusnul khotimah Kusumastuti, Lina Ayu Laila Dzafira Lina Ayu Kusumastuti Listiana Masyita Dewi Maharani, Suciana Mariska Sri Harlianti Marisya Affifah Putri, Nabilla Marsilia Rosa Sinensis HI Marsya, Vitania Mubarok, Afrizal Mudhofir, Nisrina Salsabila Muhtadi Muhtadi Muhtadi, M Mulyani, Amelia Sri Muslihah, Sayyidah Nurul Nabilla Marisya Affifah Putri Nadya Tiara Putri Nanang Munif Yasin Nanang Munif Yasin Ni Nyoman Yudianti Mendra Nikita, Aulia Bea Nisa', Faridita khoirun Nuraini, Davina Lathifah Nuraini, Filla Rizky Nurseptiria, Haliza Arzeti Oktaviani, Ardalia Rinanda Prabowo, Alifia Istiqomah Prehanawan, Refian Putra Raafika Studiviani Rahardian Surya Basusena Rahmawati, Fita Ramadhini, Affida Rayidah, Tasya Refi Andriyani Renatasari, Distya Ayu Rifaini, Fidhia Nur Riskiana, Shafira Yuni Rizki Ainun Fitriani Safitri, Aisyah Nur Salsabila, Nandifa Azzahra Saputri, Gafrila Fani Eka Sarif, Nabil Nawal Sasmitha, Desya Sayyidah Nurul Muslihah Sri Kusuma Dewi, Sri Kusuma Studiviani, Raafika Sulistyani Sulistyani Syahidah, Shofia Rif'atusy Tanti Azizah Sujono Tia Mella Citra Trihatmoko, Fahriza Mei Utama, Haya Nabilah Utami , Anita Dwi Utari, Berlian Vitania Marsya Yudianti Mendra, Ni Nyoman