cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia
ISSN : 14128152     EISSN : 25801007     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Pendidikan (JAP) published on 2003 with the ISSN: p.1412-8152 e.2580-1007 and issued by Program Studi Administrasi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. JAP is a journal that focuses on publishing qualitative and quantitative research articles in the scope of Educational Administration including Leadership, Planning, Human Resources, Finance, Curriculum, Facilities and Infrastructure, Public Relations, Student Affairs, Learning and Management Education, and Organization.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012" : 14 Documents clear
MENGELOLA PERUBAHAN ORGANISASI (Sebuah Prespektif Perilaku) Asep Sudarsyah
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.875 KB) | DOI: 10.17509/jap.v14i1.6719

Abstract

Pendekatan instrumentalistik (teknikalistik) dalam mengelola perubahan organisasi sering gagal karena faktor human life dalam organisasi diabaikan. Perilaku organisasi membawa kita pada prespektif perilaku yang unik tentang manusia dalam mengelola perubahan, terutama terkait dengan seberapa jauh kesiapan anggota organisasi untuk melakukan perubahan (readiness for change). Kesiapan mereka ditentukan oleh banyak faktor determinasi dan faktor tersebut mungkin lebih merupakan probalitas yang setidaknya diperhitungan dalam mengelola perubahan. Tiga faktor determinasi yang diterima sebagai faktor yang menyebabkan terbentuknya kesiapan anggota organisasi untuk melakukan perubahan adalah change valence, change efficacy dan faktor kontektual. Change valence merupakan persepsi anggota organisasi terhadap outcome  dari suatu perubahan (what's in it for me?): apakah itu menguntungkan, dibutuhkan atau bermanfaat buat mereka. Tentunya banyak ragam alasan mengapa anggota organisasi memerlukan perubahan, penting bagi organisasi membentuk valensi sebagai alasan organisasional untuk berubah. Persoalan berikutnya adalah pengembangan change efficacy, yaitu kemampuan untuk melakukan perubahan yang ditentukan oleh tiga faktor picu (tuntutan tugas, ketersediaan sumber daya dan faktor situasional). Penilaian positif secara kolektif dari anggota organisasi terhadap ketiga faktor tersebut menyebabkan anggota mempunyai kemampuan untuk melakukan perubahan. Faktor ketiga adalah faktor situasional,  bahwa konteks organisasi dapat memberikan sumbangan yang postif terhadap pembentukan change valence, misalnya karena nilai budaya organisasi cocok dengan perubahan yang akan diusung dan memudahkan dalam mengelola perubahan. Terakhir, outcome dari kesiapan perubahan adalah sejumlah perilaku yang positif terkait dengan perubahan, seperti insiatif dan kerja kolaboratif yang efektif dari anggota organisasi.Instrumentalistic (technicalistic) approach in managing organizational change. Organizational behavior leads us to the unique behavioral perspective of human beings in change, related to the far-reaching experience of organizational members to make changes (readiness for change). Their readiness is determined by many factors of determination and that factor may be more of a calculated probability in change. Factors that cause the formation of readiness of members of the organization to make changes are changes in valence, changes in efficacy and contextual factors. The change of valence is the perception of the members of an organization toward the outcome of a change (what's in it for me?): Whether it's beneficial, necessary or beneficial to them. Of course, there are many reasons why organizational members need change, important for organizations formed valence as organizational reasons to change. The next problem is the development of changes in efficacy, namely the ability to make changes that are determined by three trigger factors (tasks, source factors and situational factors). A collective positive assessment of the organization's members of those factors leads to members having the ability to make changes. The third factor is situational factors, ie the organizational context can provide a positive contribution to the formation of valence changes, for example because of cultural changes in accordance with the changes that will be carried and facilitate the change. Finally, the outcome of change readiness is something related to change, such as effective initiative and collaborative work of the members of the organization.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN STRATEJIK BERBASIS KEMITRAAN DALAM MENINGKATKAN MUTU SMK (Studi Pada SMK Kelompok Teknologi Bidang Otomotif di Kota Yogyakarta) Zainal Arifin
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.817 KB) | DOI: 10.17509/jap.v14i1.6708

Abstract

Pada awal millenium ketiga ini dunia pendidikan Indonesia khususnya pendidkan kejuruan, dihadapkan pada tantangan global, dalam mengadapi  persaingan tenaga kerja di wilayah regional Asia, baik dalam konteks Asean Free Trade Association (AFTA) maupun Asean Free Labor Association (AFLA). Isu penting saat ini adalah seberapa besar penyelenggaraan pendidikan kejuruan (SMK) relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan dunia usaha maupun industri. Ketidaksesuaian (mismatch) ini telah menjadi isu utama yang menyebabkan polemik berkepanjangan antara dunia usaha, dunia industri dan dunia pendidikan. Salah satu upaya untuk mewujudkan keselarasan SMK dengan dunia industri yang perlu dikembangkan baik oleh lembaga pendidikan maupun dunia usaha dan masyarakat adalah mengembangkan jejaring kerjasama (cooperation networking) yang saling menguntungkan khususnya dalam mencapai tujuan bersama. Penelitian ini bertujuan ingin memperoleh gambaran empirik tentang kerjasama kemitraan antara SMK dengan dunia industri dalam perencanaan strategi, implementasi, efektifitas, hasil dan manfaat kerjasama kemitraan dalam pengembangan sekolah. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif naturalistik, dengan metode deskriptif dan studi kasus, serta tehnik penelitian menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada umumnya semua SMK di Kota Yogyakarta telah melakukan kerjasama kemitraan dengan industri pasangan khususnya dalam pelaksanaan program PKL/PSG. Sebagai wujud dari kerjasama kemitraan dengan dunia industri SMK telah memiliki skenario pengembangan kerjasama kemitraan  yang dituangkan dalam RIPS, sebagai wujud implementasi manajemen stratejik, dan kerjasama kemitraan dalam pengembangan sekolah. Namun  sebagian besar SMK belum mampu memberdayakan semua potensi industri pasangan untuk pengembangan sekolah, khususnya dalam pengembangan sumber belajar yang dibutuhkan dalam pengembangan PBM dan unit produksi dan jasa sebagai implementasi production base education dan work base education belum dapat diimpelementasikan.This study is aimed to obtain empirical overview of partnership between the vocational school and the industries in strategic planning, implementation, effectiveness, outcomes and benefits of partnership in development of the school. The study applies  qualitative naturalistic approac, with descriptive methods and case studies, obtained data by using interviews, observation and documentation. To analyzed data, the researcher used SWOT analysis and ethical-emic, in order to determine the strategic aspects, which then became the development of alternative conceptual model of partnership, namely the development of conceptual models developed a vision to empower all school stakeholders, especially the user, developing and revitalizing the structure function of the development team.The research shows that most of vocational schools, in the city of Yogyakarta, have  cooperating partnerships with industry partners, especially in the implementation of PKL/PSG (industrial job training). Most of SMK have not been able to empower all potential industry partners for school development cooperation programs of the most prominent is the implementation of the PKL/PSG, job training for teachers and technicians, curriculum validation, competency assessment and employees recruitment. While the development of learning resources needed in the development of the learning process and the unit of production and services as a production base implementation of work base education and production base education, has not been able implemented, and there is  only one has been able to empower industry partners in the development of school. The implications of this research, it is expected to the develop the alternative conceptual models of partnership can be implemented in vocational schools, so as to be driven and the driver in the development of the school.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA MENGAJAR GURU SEKOLAH DASAR Sobirin Sobirin
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v14i1.6715

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah kenyataan bahwa para guru sekolah dasar yang mengajar di Priangan Timur masih dalam kondisi rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mempelajari pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, iklim sekolah, kepuasan kerja, dan motivasi berprestasi terhadap kinerja guru sekolah dasar di Wilayah Priangan Timur Provinsi Jawa Barat. Populasi penelitian adalah guru SD Schooh di wilayah Priangan Timur. Teknik sampling yang digunakan adalah Cluster Random Sampling. Metode penelitian adalah survei dengan pendekatan kuantitatif dan analisis jalur. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) kepemimpinan utama, motivasi berprestasi, dan kinerja guru dalam kondisi tengah; Sedangkan iklim sekolah dan kepuasan kerja dalam kondisi baik; (2) Ada pengaruh positif dan signifikan dari kepemimpinan kepala sekolah, iklim sekolah, kepuasan kerja dan motivasi berprestasi terhadap kinerja guru Sekolah Dasar di Wilayah Priangan Timur, walaupun secara subyektif atau simultan. Rekomendasi yang diusulkan dari penelitian ini adalah: (1) diperlukan pengembangan kepemimpinan utama melalui kompetensi berbasis proses rekrutmen, peningkatan proses pelatihan dan pendidikan, dan penilaian kinerja; (2) diperlukan pengembangan motivasi berprestasi melalui pengelolaan kinerja penggerak jalan, penghargaan, dan insentif, pengelolaan fasilitasi sekolah, dan pengelolaan keselamatan lingkungan sekolah; (3) demi pengembangan ilmiah, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan.The background of the research is the fact that The Elementary School teachers teaching performance in East Priangan still in low conditions. The goal of the research is to analyze and study of the influence of principal leadership, school climate, job satisfaction, and achievement motivation to the elementary school teacher performance in East Priangan Area Jawa Barat Province. The population of the research is the Elementary Schooh teachers of East Priangan Area. Sampling tchnique used is Cluster Random Sampling. The method of the research is survey with quantitative approach and path analysis. The result of the research are as follow: (1) principal leadership, achievement motivation, and teacher performance are in middle condition; whereas school climate and job satisfaction are in good condition; (2) there is a positive and significant influence of the principal leadership, school climate, job satisfaction and achievement motivation to Elementary School teachers teaching performance in East Priangan Area, even though pactially or simultanously. Recommendation proposed from the research are: (1) there is needed to develop the principal leadership through recruitment process based competences, improving training and education process, and performance appraisal; (2) it is needed to develop achievement motivation through managing path carier, reward, and incentive system based performance, managing school facilitation, and managing school environment safety; (3) for the sake of scientific development, further research needs to be done.
MANAJEMEN PUSAT TIK JARDIKNAS DAN IMPLEMENTASI E-LEARNING DI SMK Studi Kasus Kebijakan Pusat TIK Jardiknas untuk E-learning pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Noor Hudallah
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v14i1.6709

Abstract

Pertanyaan yang akan ditelusuri dalam penelitian ini adalah: 1). Bagaimana manajemen pusat TIK Jardiknas di SMK?, 2). Bagaimana implementasai e-learning pada pusat TIK Jardiknas di SMK?, 3). Bagaimana model konseptual pembelajaran berbasis e-learning yang sesuai di SMK?. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan naturalistik dalam observasi dan pengumpulan datanya, dan peneliti dalam penelitian ini berfungsi sebagai instrumen utama. Hasil penelitian menghasilkan kesimpulan: 1). Pusat TIK Jardiknas SMK di Jawa Tengah belum berfungsi maksimal sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, 2). Pusat TIK Jardiknas SMK di Jawa Tengah belum bisa menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan implementasi e-learning, 3). Kegiatan-kegiatan di pusat TIK Jardiknas hanya berlangsung jika ada dana dari pusat, 4). Pada saat ini di Jawa Tengah baru ada 2 SMK (5,7 %) yang sudah merintis implementasi e-learning, 5). Guru-guru SMK di Jawa Tengah belum bisa melakukan implementasi e-learning, 6). Siswa-siswa SMK di Jawa Tengah belum optimal memanfaatkan pusat TIK Jardiknas untuk e-learning, 7). Pusat TIK Jardiknas SMK memerlukan biaya operasional tambahan selain dukungan dana dari Direktorat PSMK maupun Pustekom, 8). Sistem pengendalian dan tanggung jawab atas proses pembelajaran menggunakan e-learning di SMK belum berjalan, 9). Manajemen pusat TIK Jardiknas dan implementasi e-learning di SMK belum efektif ditinjau dari prinsip-prinsip manajemen, 10). Tidak ada evaluasi secara berkala oleh kepala sekolah terhadap capaian kinerja pusat TIK Jardiknas SMK. Rekomendasi penelitian meliputi: 1). Dibutuhkan kepala SMK yang berwawasan global dan mempunyai komitmen terhadap implementasi e-learning, 2). Mengoptimalkan Tupoksi pusat TIK Jardiknas sehingga bisa menjadi agen kemajuan pendidikan yang berbasiskan TIK, 3). Disusun standard operational procedure (SOP) untuk pengelolaan pusat TIK Jardiknas SMK, 4). Menjalin kerjasama dengan instansi lain untuk peningkatan kualitas guru, 5).Meningkatkan kesiapan guru-guru SMK dalam proses pembelajaran dengan e-learning lewat pelatihan dan workshop, 6). Mengoptimalkan kesiapan siswa SMK  dalam proses pembelajaran dengan menggunakan e-learning, 7). Membangun model manajemen e-learning yang efektif dan efisien, 8). SMK harus melakukan pengembangan dan penelitian lebih lanjut untuk mencari model implementasi e-learning.Question that will be traced in research this is the: 1). How ICT center Jardiknas management in SMK ?, 2). How implementasai e-learning at ICT center Jardiknas in SMK ?, 3). How conceptual model study bases on appropriate e-learning in SMK ?. Research Method that used by method qualitative with naturalistic approach in its observation and data collecting, and researcher in this research as the main instrument.  Research Result produces conclusion: 1). ICT center Jardiknas SMK in Central Java has not yet functioned maximal in accordance with its key task and function, 2). ICT center Jardiknas SMK in Central Java can not have yet centered implementation e-learning, 3). Activities ICT center Jardiknas only takes place if there is fund from center, 4). Today in new Central Java there is 2 SMKs (5,7 %) this time has blazed the way implementation e-learning, 5). Teachers SMK in Central Java have not yet can conduct implementation e-learning, 6). Students SMK in Central Java has not yet been optimal exploit ICT center Jardiknas for e-learning, 7). ICT center Jardiknas SMK cost moneys addition operational besides fund support from Direktorat PSMK and also Pustekom,8). Operation System and responsibility to the study process use e-learning in SMK not yet walked, 9). ICT center Jardiknas Management and implementation e-learning in SMK has not yet been effective evaluated from management principles, 10). There is no evaluation periodically by headmaster to performance of ICT center Jardiknas SMK. Research Recommendation covers: 1). Required head SMK that with vision of global and have comitment to implementation e-learning,2). Optimalization ICT center Jardiknas function so it's can become agent of education progress that based ICT, 3). Compiled procedure operational standard (POS) for ICT center Jardiknas SMK management, 4). Braid cooperation with other institution for improvement of teacher quality, 5). Improve readiness of teachers SMK in course of study with e-learning pass training and workshop,6). Optimalization readiness of student SMK in course of study by using e-learning, 7). Develop management model effective and efficient e-learning, 8). SMK must conducts furthermore development and research to look for implementation model e-learning. 

Page 2 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2024): OCTOBER 2024 Vol 21, No 1 (2024): APRIL 2024 Vol 20, No 2 (2023): OCTOBER 2023 Vol 20, No 1 (2023): APRIL 2023 Vol 19, No 2 (2022): OCTOBER 2022 Vol 19, No 1 (2022): APRIL 2022 Vol 18, No 2 (2021): OCTOBER 2021 Vol 18, No 1 (2021): APRIL 2021 Vol 28, No 3 (2021): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN: Volume 28 Special Issue: Forum ASN Internasiona Vol 27, No 2 (2020): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVII NO.2 OKTOBER 2020 Vol 27, No 1 (2020): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVII NO.1 APRIL 2020 Vol 17, No 2 (2020): OCTOBER 2020 Vol 17, No 1 (2020): APRIL 2020 Vol 26, No 2 (2019): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVI NO.2 OKTOBER 2019 Vol 26, No 1 (2019): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVI NO.1 APRIL 2019 Vol 16, No 2 (2019): OCTOBER 2019 Vol 16, No 1 (2019): APRIL 2019 Vol 25, No 2 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.2 OKTOBER 2018 Vol 25, No 2 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.2 OKTOBER 2018 Vol 25, No 1 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.1 APRIL 2018 Vol 25, No 1 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.1 APRIL 2018 Vol 15, No 2 (2018): OCTOBER 2018 Vol 15, No 1 (2018): APRIL 2018 Vol 24, No 2 (2017): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXIV NO.2 OKTOBER 2017 Vol 21, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.2 Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.1 April 2010 Vol 24, No 1 (2017): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIV No.I April 2017 Vol 24, No 1 (2017): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIV No.I April 2017 Vol 14, No 2 (2017): OCTOBER 2017 Vol 14, No 1 (2017): APRIL 2017 Vol 23, No 2 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.2 Oktober 2016 Vol 23, No 2 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.2 Oktober 2016 Vol 23, No 1 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.1 April 2016 Vol 13, No 2 (2016): OCTOBER 2016 Vol 13, No 1 (2016): APRIL 2016 Vol 22, No 2 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.2 Oktober 2015 Vol 22, No 1 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.1 April 2015 Vol 12, No 2 (2015): OCTOBER 2015 Vol 12, No 1 (2015): APRIL 2015 Vol 21, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.2 Oktober 2014 Vol 21, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.I April 2014 Vol 21, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.I April 2014 Vol 11, No 2 (2014): OCTOBER 2014 Vol 11, No 1 (2014): APRIL 2014 Vol 17, No 1 (2013): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XVII No.1 April 2013 Vol 10, No 1 (2013): APRIL 2013 Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIV No.I April 2012 Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012 Vol 14, No 2 (2011): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIV No.2 Oktober 2011 Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIII No.1 April 2011 Vol 8, No 2 (2011): OCTOBER 2011 Vol 8, No 1 (2011): APRIL 2011 Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.2 Oktober 2010 Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.2 Oktober 2010 Vol 7, No 2 (2010): OCTOBER 2010 Vol 7, No 1 (2010): APRIL 2010 Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.IX No.1 April 2009 Vol 6, No 2 (2009): OCTOBER 2009 Vol 6, No 1 (2009): APRIL 2009 Vol 8, No 2 (2008): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol VIII No 2 Oktober 2008 Vol 7, No 1 (2008): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.VII No.1 April 2008 Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008 Vol 5, No 1 (2008): APRIL 2008 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.V No.1 April 2007 Vol 4, No 1 (2007): APRIL 2007 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.III No.1 April 2005 Vol 3, No 2 (2005): OCTOBER 2005 Vol 3, No 1 (2005): APRIL 2005 Vol 2, No 1 (2004): OCTOBER 2004 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.I No.1 April 2003 Vol 1, No 1 (2003): APRIL 2003 More Issue