cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal An-Nahdhah
Published by STAI Ma'arif Jambi
ISSN : 19793391     EISSN : -     DOI : -
Jurnal An-Nahdhah adalah Jurnal dengan konsentrasi pendidikan dan hukum. Terbit 2 kali selama setahun. Dengan ISSN 1979-3391. Kajian yang dibahas dalam Jurnal An-Nahdhah adalah tulisan hasil penelitian dan kajian pustaka. Beberapa kajian dalam jurnal An-Nahdhah yang dipublikasi semoga bisa menjadi salah satu dari banyaknya referensi dalam proses pembelajaran. Untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan Ke-Islaman, sebagai sumber pembelajaran dalam setiap diskusi yang diadakan oleh pendidik, mahasiswa dan masyarakat secara umum. Memberikan bantuan sumber referensi juga bagi akademisi atau peneliti yang sedang melaksanakan kegiatan researchnya seputar tentang kajian pendidikan dan hukum Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 11, No 1 (2017)" : 8 Documents clear
IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DI LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI ISLAM Ariyani, Rika
Jurnal An-Nahdhah Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Total Quality Management merupakan sebuah konsep yang pada awalnya berasal dari dunia bisnis dan diterapkan dalam dunia perusahaan, tetapi seiring berjalannya waktu TQM juga diterapkan dalam dunia pendidikan. Penerapan TQM dalam pendidikan merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Prinsip umum Total Quality Management (TQM) meliputi beberapa hal, yaitu: mengutamakan kepuasan pelanggan (customer focus organization), keterlibatan seluruh anggota organisasi (people organization), pendekatan yang menekankan pada perbaikan proses (proses approach), pendekatan sistem (system approach), perbaikan secara terus menerus (continual improvement), pengambilan keputusan berdasarkan fakta (factual approach to decision making), dan hubungan dengan supplier yang saling menguntungkan (mutually beneficial relationship).Prosedur dalam mengimplementasikan TQM dalam lembaga pendidikan pada dasarnya menempuh tiga tahapan sebagai berikut: (1) tahap persiapan, yaitu membentuk tim dan melaksanakan pelatihan bagi tim, (2) Pengembangan sistem, yaitu melakukan pelatihan dan sosialisasi kepada tim yang telah ditentukan, (3) Implementasi sistem, yaitu melaksanakan berdasarkan siklus PDCA (plan, do, check, act). Jika penerapan prinsip-prinsip Total Quality Manajemen dilaksanakan dengan baik dan serius oleh lembaga pendidikan, diyakini peningkatan kualitas output yang diharapkan dapat tercapai dan dapat bersaing dengan lembaga pendidikan lain baik di tingkat Nasional maupun Internasional.Kata Kunci: TQM, Implementasi TQM, Total Quality Management Pendidikan Tinggi
LAYANAN TERHADAP ANAK BEKEBUTUHAN KHUSUS Sari, Sri Yulia
Jurnal An-Nahdhah Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada perkembangannya tidak setiap anak mengalami perkembangan normal. Banyak di antara mereka yang dalam perkembangannya mengalami hambatan, gangguan, kelambatan, atau memiliki faktor-faktor resiko sehingga untuk mencapai perkembangan optimal diperlukan penanganan atau intervensi khusus. Kelompok inilah yang kemudian dikenal sebagai anak berkebutuhan khusus. Memahami anak berkebutuhan khusus berarti melihat perbedaan individu, baik perbedaan antar individu (interindividual) yaitu membandingkan individu dengan individu lain baik perbedaan fisik, emosi maupun intelektual, dan perbedaan antar potensi yang ada pada individu itu sendiri (intraindividual). Hal ini sejalan dengan ajaran islam yang tidak membedakan antara makhluk satu dan yang lainnya. Sehingga anak berkebutuhan khusus tersebut juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak Karakteristik spesifik Anak berkebutuhan khusus pada umunya berkaitan dengan tingkat perkembangan fungsional. Karakteristik spesifik meliputi tingkat perkembangan sensorik motor, kognitif, kemampuan berbahasa, keterampilan, konsep diri, kemampuan berinteraksi sosial, serta kreatifitasnya. Adanya perbedaan karakteristik setiap peserta didik berkebutuhan khusus akan memerlukan kemampuan khusus guru. Guru dituntut memiliki kemampuan berkaitan dengan cara mengkombinasi kemampuan dan bakat setiap anak dalam beberapa aspek. Aspek-aspek tersebut meliputi kemampuan berpikir, melihat, mendengar, berbicara dan cara bersosialisasi. Hal-hal tersebut diarahkan pada keberhasilan dari tujuan akhir pembelajaran yaitu perubahan perilaku kearah pendewasaan.Kata kunci: Layanan, Anak Berkebutuhan Khusus
Membedah Identitas Santri Chamidi, Agus Salim
Jurnal An-Nahdhah Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English:In globalization era nowadays, matter of the santri’s identity related with existence of pesantren becomes so interesting. This article tries to explain it, moreover this tries to criticize its meaning. This article tries to use identity theory and ethics of Islam. The conclusion are: (1) the santri’s identity and pesantren are so inherent with developing culture and civilization, (2) the identity focuses on ethics of Islam (akhlâqu al-Islâmiyah) with Prophet Mohammad as the model, and (3) the santri’s identity is identity of the perfect person (insan kamil).Keywords: Social Identity, Ethics of Islam, Santri’s Identity Indonesia:Di era globalisasi sekarang ini persoalan identitas santri yang terkait dengan eksistensi pesantren menjadi sangat penting. Tulisan ini mencoba mengurai identitas santri itu, bahkan ini mencoba menggugat pemaknaannya. Tulisan ini mencoba menggunakan teori identitas dan etika Islam. Kesimpulannya adalah bahwa (1)indetitas santri dan pesantren itu sangat inheren dengan pembangunan kebudayaan dan peradaban, (2)identitas santri bertumpu pada etika Islam (akhlâqu al-Islâmiyah) dengan Nabi Muhammad SAW sebagai tauladan, dan (3)identitas santri itu adalah identitas insan kamil,Kata kunci: Identitas Sosial, Etika Islam, Identitas Santri
Menciptakan dan Memelihara Fun Learning dengan Kekuatan Motivasi Aisida, Sufinatin
Jurnal An-Nahdhah Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap individu adalah pribadi yang unik. Keanekaragaman idividu tidak terlepas dari kondisi internal yang berbeda, di mana kondisi internal tersebut turut berperan dalam aktivitas dirinya sehari-hari. Salah satu dari kondisi internal tersebut adalah “motivasi”. Motivasi memiliki peranan yang sangat penting dalam membangkitkan semangat belajar peserta didik, agar dapat belajar secara fun atau menyenangkan. Sukses belajar tidak hanya tergantung pada inteligensi anak, Belajar diperlukan suatu kesiapan dan kematangan, kesiapan dan kematangan seiring, seiraman yang menjadikan belajar fun jika didudukung adanya motivasi. Motivasi tersebut dapat berasal dari individu itu sendiri maupun dari luar individu. motivasi tidak akan berjalan secara efektif dan efisien, jika tanpa dibarengi dengan kesiapan dan kematangan.Untuk menciptakan suasana belajar yang fun, dapat dilakukan oleh guru sebagai pengajar yang berhubungan dengan cara memelihara dan peningkatan motivasi belajar siswa, yaitu: guru harus dapat menggairahkan siswa, memberikan harapan yang realistis, memberikan insentif, dan mengarahkan perilaku siswa kearah yang menunjang tercapainya tujuan pengajaran. memberi rasa persahabatan, adanya rasa humor, pengakuan akan keberadaan siswa, jauh dari celaan dan makian, serta adanya kompetisi yang sehat diantara para siswa.Hal ini akan dapat terwujud dengan baik seirama dengan kecakapan yang dimiliki oleh guru atau sang pengajar dalam melakukan proses pembelajaran. Karena tidak semua guru memiliki kemampuan dalam hal ini.Kata kunci: Fun Learning, Kekuatan Motivasi
PENGELOLAAN KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA KARYAWAN DALAM SEBUAH ORGANISASI Muspawi, Mohamad
Jurnal An-Nahdhah Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja karyawan/pegawai merupakan hal urgens yang harus menjadi perhatian serius bagi pimpinan. Sebab, jika keselamatan dan kesehatan sebagian besar karyawan bermasalah berarti organsisasi sedang menghadapi masalah serius. Terganggunya keselamatan dan kesehatan karyawan ikut menganggu kelancaran roda organisasi. Tujuan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, yaitu: a. Sebagai alat untuk mencapai derajat kesehatan tenaga kerja yang setinggi-tingginya, baik buruh, petani, nelayan, pegawai negeri, atau pekerja-pekerja bebas. b. sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit dan kecelakaan-kecelakaan akibat kerja, pemeliharaan, dan peningkatan kesehatan, dan gizi tenaga kerja, perawatan, dan mempertinggi efisiensi dan produktivitas tenaga manusia, pemberantasan kelelahan kerja, pelipatganda gairah dan kenikmatan kerja. Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja terdiri atas: 1. Komitmen dan kebijaksanaan. 2. Perencanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). 3. Penerapan atau pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). 4. Pengukuran dan Evaluasi. Strategi untuk menjamin keselamatan dan kesehatan karyawan antara lain: 1. Mempersiapkan dan menyesuaikan sarana dan prasarana. 2. Menghilangkan pusat utama yang mengakibatkan bahaya. 3. Membuat isolasi kegiatan atau unsur-unsur yang berbahaya.Keywords: Pengelolaan, Keselamatan & Kesehatan, Karyawan
Supervisi Akademik dalam Peningkatan Keterampilan Guru dalam Mendesain Bahan Ajar Berbasis IT Melalui Latihan Terbimbing Arif, Syamsul
Jurnal An-Nahdhah Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pembelajaran yang menjadi aspek utama adalah guru, maka layanan dan aktivitas kesupervisian harus diarahkan kepada upaya perbaikan dan meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar. Untuk itu guru harus memiliki kemampuan personal, kemampuan profesional dan kemampuan sosial. Maka dari itu “supervisi” dapat dirumuskan sebagai serangkaian usaha pemberian bantuan kepada guru dalam bentuk layanan profesional yang diberikan oleh supervisor (Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, dan Pembina lainnya) guna meningkatkan mutu proses dan hasil belajar mengajar.Supervisi Akademik lebih menekankan pada pembinaan guru, maka disebut juga “Pembinaan Profesional Guru” yaitu pembinaan yang lebih diarahkan pada upaya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan profesional guru. Dengan demikian supervisi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu supervisi umum (manajerial) dan supervisi akademik. Supervisi umum dilakukan untuk seluruh kegiatan teknis administrasi sekolah (manajerial), sedangkan supervisi akademik lebih diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran dan pembahasan lebih menekankan pada penyusunan perangkat perencanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru.Kata Kunci : Supervisi Akademik, Peningkatan Keterampilan Guru dan Latihan Terbimbing
TATA PEMERINTAHAN YANG BAIK (GOOD GOVERNANCE) Marthadinata, Randhy
Jurnal An-Nahdhah Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelenggaraan pemerintahan yang baik adalah landasan bagi pembuatan dan penerapan kebijakan negara yang demokratis dalam era globalisasi, fenomena globalisasi ditandai dengan saling ketergantungan antarbangsa. Indonesia sejak tahun 1990-an, dan mulai semakin bergulir pada tahun 1996, seiring dengan interaksi pemerintah Indonesia dengan Negara-Negara luar sebagai negara-negara pemberi bantuan yang banyak menyoroti kondisi obyektif perkembangan ekonomi dan politik Indonesia maupun Negara-Negara lainnya.Kata Kunci: Pemerintahan yang Baik
Benchmarking di Lembaga Pendidikan Islam Kholilah, Emmi
Jurnal An-Nahdhah Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengacu pada konsep-konsep kecakapan bencmarking kepala madrasah dalam kaitannya dengan kondisi riel yang terjadi di madrasah, mengindikasikan masih terjadi kesenjangan dalam tingkat pemahaman dan penerapannya. Hal ini terlihat dari beberapa indikasi sebagai berikut: (1) Madrasah Aliyah Negeri belum mengoptimalkan kinerjanya dalam pencapaian tujuan pendidikan sebagai mana diamanatkan konstitusi yaitu setiap peserta didik harus memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia. ”Winarno menegaskan bahwa pendidikan kita telah kehilangan roh-nya dan proses pendidikan telah berlangsung tanpa ilmu pendidikan, hal ini dipengaruhi oleh banyak hal, meliputi gaya kepemimpinan, iklim sekolah dan juga supervisi yang dilakukan kepala madrasah;(2) masih lemahnya kepemimpinan kepala madrasah, ditandai dengan rendahnya dalam menjalankan fungsinya sebagai edukator, manajer, supervisor, leader, inovator dan motivator; (3) masih rendahnya kinerja guru, lemahnya kreativitas siswa dalam pembelajaran dan rendahnya akhlak siswa, mengindikasikan pula bahwa iklim dan budaya madrasah belum terlaksana maksimal; (4) kurangnya pemahaman tentang potensi gaya kepemimpinan, kecerdasan kecerdasan emosional, dan pengambilan keputusan telah berdampak munculnya berbagai ketidak jujuran serta rendahnya kecakapan benchmarking kepala madrasah sehingga masih terjadi berbagai penyimpangan di madrasah.Kata Kunci: Benchmarking dan Lembaga Pendidikan Islam

Page 1 of 1 | Total Record : 8