cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan
ISSN : 2502647X     EISSN : 25031902     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan (P-ISSN 2502-647X dan E-ISSN 2503-1902) adalah jurnal ilmu kefarmasian dan kesehatan Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin yang dipublikasikan 2 kali dalam setahun (Maret dan Oktober) dalam bentuk cetak dan versi online. JIIS menerima artikel atau review yang meliputi bidang Farmasi dan Kesehatan. Artikel yang akan dimuat harus belum pernah dipublikasikan, original, dan tidak sedang dalam tahap review untuk kemungkinan dipublikasikan di jurnal lain. Artikel yang masuk akan direview oleh tim editor JIIS yang berasal dari dalam dan dari luar Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2016)" : 14 Documents clear
PENETAPAN KADAR SIKLAMAT DALAM SIRUP MERAH YANG DIJUAL DI BANJARMASIN UTARA Hamidah, Marina; Kumalasari, Eka; Musiam, Siska
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.258 KB)

Abstract

Bahan tambahan pangan adalah bahan yang ditambahkan ke dalam makanan untuk mempengaruhi sifat ataupun bentuk makanan. Salah satu bahan tambahan pangan adalah pemanis. Pemanis sintetis yang umumnya digunakan industri makanan maupun minuman adalah siklamat. Penggunaan siklamat yang berlebihan akan menyebabkan tumor dan kanker. Codex Alimentarius Commission (CAC) menetapkan bahwa kadar maksimal siklamat yang dapat dikonsumsi oleh tubuh adalah 500 – 3000 mg/kg berat badan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji kadar siklamat dalam sirup merah yang dijual di Banjarmasin Utara. Identifikasi siklamat menggunakan metode pengendapan dengan pereaksi HCl 10%, BaCl2 10% dan NaNO2 10%, dan pengujian kadar siklamat dilakukan dengan metode gravimetri. Hasil penelitian menunjukkan 6 sampel dari 15 sampel sirup merah yang dijual di Banjarmasin Utara mengandung pemanis siklamat. Kadar siklamat yang didapatkan pada sampel positif diuji dengan metode gravimetri dan didapatkan hasil berturut-turut adalah 46,21 mg/kg; 71,26 mg/kg; 97,86 mg/kg; 74,82 mg/kg; 84,46 mg/kg; dan 105,24 mg/kg berat badan. Hasil tersebut tidak melebihi ambang batas jika dibandingkan dengan kadar maksimal yang ditetapkan oleh CAC, yaitu 500 – 3000 mg/kg berat badan.Kata kunci:  bahan tambahan pangan, pemanis, siklamat, sirup merah, metode gravimetri
IDENTIFIKASI BORAKS DALAM BAKSO DI KELURAHAN BAHAGIA BEKASI UTARA JAWA BARAT DENGAN METODE ANALISA KUALITATIF Efrilia, Mega; Prayoga, Tria; Mekasari, Nur
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.258 KB)

Abstract

Dilakukan penelitian identifikasi kandungan boraks pada bakso yang dijual di Kelurahan Bahagia Bekasi Utara Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi boraks pada bakso dengan metode analisa kualitatif yaitu uji nyala api, pengujian warna dengan kertas kunyit tumerik, dengan menggunakan AgNO3, dan BaCl2. Sampel di ambil dengan metode sampling acak sederhana pada bakso yang di jual di Kelurahan Bahagia Bekasi Utara. Berdasarkan hasil pengujian secara organoleptik bakso dinyatakan negatif mengandung boraks karena bakso tidak kenyal, basi dalam waktu satu hari, warna tidak putih, dan berlendir dalam satu hari. Secara kualitatif pengujian 15 sampel bakso dengan pengujian nyala api, dengan pengujian warna menggunakan kertas kunyit tumerik, dan BaCl2 negatif mengandung boraks. Kata kunci : Bakso, Boraks, Analisa Kualitatif.
AKTIVITAS ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAUN MELINJO (Gnetum gnemon L.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus L.) JANTAN Safwan, Safwan; Adikusuma, Wirawan; Ananda, Dwi Rizki
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.258 KB)

Abstract

Daun melinjo (Gnetum gnemon L.) mengandung flavonoid yangberpotensi untuk mengurangi rasa nyeri dengan menghambat kerja enzim siklooksigenase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun melinjo terhadap efek analgetik pada mencit.Dua puluh lima ekor mencit yang dibagi dalam 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (CMC Na 0,5%), kelompok kontrol positif (asam mefenamat1,3 mg/kgBB) dan kelompok ekstrak daun melinjo (dosis 6,48 mg/kgBB, 25,92 mg/kgBB dan 51,84 mg/BB) pada mencit putih jantan. Pengujian efek analgetik dilakukan dengan cara memberikan rangsangan nyeri pada hewan uji, berupa rangsangan panas dengan suhu 55°C Pengamatan dilakukan sebelum pemberian zat uji, kemudian berturut-turut pada menit ke-30, 60, 90 dan 120 setelah pemberian zat uji. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanoldaun melinjo dengan dosis 51,84 mg/kgBB memiliki efek analgetik yang tidak berbeda signifikan dengan asam mefenamat dosis 1,3 mg/kgBB (P>0,05). Kata kunci: Analgetik, Antiinflamasi, Daun melinjo
ANALISIS KUANTITATIF BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA AIR MINUM ISI ULANG DI WILAYAH SUNGAI BESAR KOTA BANJARBARU Sari, Ratih Pratiwi
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.258 KB)

Abstract

             Air merupakan kebutuhan paling vital bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.Penyediaan air minum yang aman harus diupayakan karena kemungkinan adanya pencemaran mikroorganisme pada air minum, seperti pencemaran bakteri Escehrichia coli yang dapat menimbulkan diare.Menurut persyaratan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum bahwa kadar maksimum bakteri Escherichia coli pada air minum isi ulang yang diperbolehkan dalam per 100 ml sampel adalah 0/100 ml. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri Escherichia coli pada air minum isi ulang dan berapa kadar MPN/100 ml serta untuk mengetahui apakah air minum isi ulang yang dijual di wilayah Sungai Besar Kota Banjarbaru memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010.            Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif.Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2015.Teknik pengambilan datanya menggunakan accidental sampling dan pada penelitian ini menggunakan metode Most Probable Number MPN/100 ml.            Hasil penelitian ini yaitu sebanyak 2 sampel (15,38%)  positif mengandung bakteri Escherichia coli dan 11 sampel (65,78%) negatif mengandung bakteriEscherichia coli. Jumlah MPN/100 ml bakteri Escherichia coliyang tertinggi adalah 15 MPN/100 ml dan jumlah MPN/100 ml bakteri Escherichia coli yang terendahadalah 4 MPN/100 ml. Pada perhitungan jumlah koloni dengan tabel MPN/100 ml dari 2 sampel yang positif seluruhnya melebihi batas persyaratan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 dengan kadar maksimum yang diperbolehkan 0/100 ml. Kata kunci: Escherichia coli, MPN, water drinking refill

Page 2 of 2 | Total Record : 14