cover
Contact Name
Fitra Lestari, M.Eng, Ph.D
Contact Email
fitra.lestari@uin-suska.ac.id
Phone
+628116901601
Journal Mail Official
jti.fst@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Jl. HR. Subrantas KM 15 Kampus UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri : Jurnal Hasil Penelitian dan Karya Ilmiah dalam Bidang Teknik Industri
ISSN : 2460898X     EISSN : 27146235     DOI : http://dx.doi.org/10.24014/jti
(ISSN : 2460-898X) JTI merupakan jurnal akademik yang dipublikasikan 2 kali setahun, meliputi bulan Juni dan Desember. Tujuan jurnal ini menyediakan tulisan yang memiliki yang fokus pada bidang Teknik Industri. lebih lanjut jurnal ini dipulikasikan oleh Jurusan Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan syarif Kasim Riau. Tulisan yang diterima merupakan hasil originalitas dan memberikan kontribusi yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2016): DESEMBER 2016" : 12 Documents clear
Perancangan Strategi Pemasaran dengan Menggunakan Metode Swot di CV. Sekar Sari Roti Pekanbaru misra hartati hartati
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.624 KB) | DOI: 10.24014/jti.v2i2.5100

Abstract

CV. Sekar Sari Roti merupakan industri pembuatan roti seperti roti manis, tawar, selai dan lain-lain. CV. Sekar Sari Roti mempunyai target produksi sebesar 9000 unit/bulan. Dengan tingginya target yang ingin di capai, sehingga perusahaan harus mempunyai strategi pemasaran. Ketatnya persaingan industri yang berada dikawasan Pekanbaru menyebabkan berkurangnya pangsa pasar dan pemasaran produk tidak merata Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah Perusahaan dapat mengetahui posisi strategi organisasinya saat ini yang dilihat dari faktor ekternal dan faktor internal serta mengetahui posisi strategi perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode SWOT. Melalui penerapan metode SWOT ini, CV. Sekar Sari Roti dapat merancang strategi pemasaran dan posisi strategi perusahaan dengan tahapan penilaian faktor Internal dan eksternal serta diagram SWOT dan analisa diagram fishbone. Berdasarkan metode SWOT menunjukkan posisi strategi di CV. Sekar Sari Roti berada pada kuadran II Stability yaitu memanfaatkan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.
Analisa Lingkungan Kerja dan Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja Menggunakan Metode 5S (Studi Kasus : PT. Gemilang Artha Prima Lestari Rimbo Panjang, Kampar) Muhammad Nur
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2452.121 KB) | DOI: 10.24014/jti.v2i2.5103

Abstract

PT. Gemilang Artha Prima Lestari merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan daur ulang (Recycle) limbah ban bekas menjadi lembaran karet.Lingkungan kerja Pada perusahaan ini begitu kotor, tidak tertur dan tidak tertata sehingga kondisi ini juga berdampak kepada angka kecelakaan kerja.5S merupakan metode penataan lingkungan kerja yang berasal dari Jepang. 5S ini merupakan singkatan dari Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke yang secara bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin. Selain dengan metode 5S analisis permasalahan juga dilakukan dengan menggunakan metode Program Kesekamatan dan Kesehatan Kerja (K3).Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi awal lantai produksi PT. Gemilang Artha Prima Lestari tidak sesuai dengan kriteria yang tercantum pada metode 5S dan usulan perbaikan yang di usulkan berdasarkan berdasarkan hasil perbandingan metode 5S dengan kondisi aktual program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) pada lantai produksi PT. Gemilang Artha Prima Lestari untuk metode Seiri menyisihkan peralatan kerja ketika proses produksi berlangsung, serta menyingkirkan tumpukan-tumpukan besi dan kayu yang tidak diperlukan untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja, Metode Seiton meletakkan alat pembersihan pada satu tempat yang tetap, dan menyediakan tempat penyimpanannya, metode Seiso membersihkan butiran karet yang berterbaran dan menyediakan tempat sampah untuk butiran karet, metode Seiketsu melakukan perawatan secara berkala dan membuatkan perancangan display peringatan, dan untuk metode Shitsuke menerapkan sistem kaizen (perbaikan secara terus-menerus), penanaman jiwa kedisiplinan pada pekerja, pembuatan tabel ceklist, pemberian reward (penghargaan).
Pengendalian Waktu Proyek dengan Menggunakan Metode Critical Chain Project Management (Ccpm) (Studi Kasus: Pembangunan Jalan SMK IT Payakumbuh) Suherman Suherman
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.416 KB) | DOI: 10.24014/jti.v2i2.5093

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membuat perencanaan proyek jalan SMK IT Payakumbuh yang diharapkan tidak seperti proyek sebelumnya, dimana terjadi ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaksanaannya. Hal ini dikarenakan ada beberapa pekerjaan yang overlapping. Oleh karena itu dibuat penjadwalan ulang dengan menggunakan metode Critical Project Management(CCPM). Dari data primer dan sekunder diolah dengan software microsoft project 2007. Metode ini menghilangkan waktu aman (Safety Time) dan menggantinya dengan waktu penyangga (Buffer Time). Penambahan buffer time dengan menggunakan metode cut and paste yaitu menambahkan project buffer separuh durasi rantai kritis (critical chain) pada akhir rantai dan meletakan feeding buffer dengan separuh durasi aktivitas ke aktivitas pada rantai tidak kritis (non critical chain). Hasil dari penelitian bahwa apabila saat proyek berjalan tidak terdapat perubahan-perubahan maka proyek dapat diselesaikan selama 147 hari kalender. Apabila terjadi ketidaksesuaian, maka buffer time dapat dikonsumsi sebesar 10 minggu dan total penyelesaian proyek selama 197 hari kalender, waktu aman untuk proyek pembangunan jalan SMK IT Payakumbuh ini.
Analisis Kecacatan Produk Tiang Listrik Beton Menggunakan Metode Seven Tools dan New Seven Tools (Studi Kasus: PT. Kunango Jantan) Dewi Diniaty
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1415.019 KB) | DOI: 10.24014/jti.v2i2.5102

Abstract

PT. Kunango Jantan merupakan sebuah industri yang memproduksi Tiang Listrik Beton dan telah mendistribusikan hasil produksinya ke seluruh penjuru sumatra seperti Jambi, Palembang, Medan, Padang, Aceh dan daerah lainnya. Permasalahan pada perusahaan ini yaitu masih banyak terdapat jumlah produk cacat dan gagal (reject) ketika dalam proses produksinya.Tujuan penelitian ini adalah menganalisa faktor-faktor penyebab terjadinya produk gagal/reject dan menganalisa tindakan perbaikan yang harus dilakukan. Penulis menggunakan metode seven tools untuk mengetahui penyebab dari terjadinya produk gagal/rejectdan metode newseven toolsyang digunakan untuk melihat tindakan perbaikan yang harus dilakukan berdasarkan faktor penyebab terjadinya produk gagal/reject. Berdasarkan pengolahan data diperoleh bahwa perbaikan produk reject/gagal yang diprioritaskan untuk perbaiki adalah kategori pecah dengan persentasi sebanyak 35,97 %, kategori keropos/ bolong sebesar 35,25 % dan kategori tipis sebelah sebesar 12,95 %. Adapun solusi yang diusulkan kepada pihak manajemen perusahaan adalah dengan memeriksa dan merawat mesin atau tools yang digunakan secara berkala, meningkatkan kualitas bahan baku, memperbaiki lingkungan kerja, meningkatkan sumberdaya manusia (SDM) dengan melakukan pelatihan dan membuat SOP pada setiap stasiun serta unit kegiatan kerja.
Analisa Sistem Antrian Loket pada PT. Tiki Jalan Teuku Umar Pekanbaru dengan Menggunakan Software Arena Muhammad Nur
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2663.86 KB) | DOI: 10.24014/jti.v2i2.5104

Abstract

PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman barang (kurir), sudah memiliki pengalaman dalam melayani jasa pengiriman barang ke berbagai daerah di seluruh Indonesia, Sehingga menjadi suatu masalah bagi perusahaan ini mengenai sistem antriannya, terlihat bahwa rata-rata proses pelayanan sebesar 12,95 menit sedangkan rata-rata waktu kedatangan sebesar 2,5 menit. Maka terjadi antrian panjang karena adanya pelayanan yang membutuhkan waktu yang lama untuk bertransaksi dengan jumlah waktu yang terlalu besar, mengatasi masalah yang kaitan dengan antrian salah satunya adalah melakukan analisis pada sistem pelayanan dengan menggunakan teori antrian yang disimulasikan kedalam software ARENA 14.0. Dibandingkan skenario awal yang rata-rata waiting time sebesar 0,6 dan utilitas 0,8625 dengan skenario terpilih yaitu skenario 3 yang rata-rata waiting time didapatkan sebesar 0,119 dan utilitas sebesar 0,5686, karena pelanggan yang datang dengan pelanggan yang keluar hampir sama, tidak banyak pelanggan yang tertinggal didalam, sehingga semua pelanggan dapat terlayani. Dapat dikatakan pada skenario 3 loket tidak sibuk dan waktu tunggu pada skenario 3 dapat terasi baik dengan penambahan 3 loket lagi. Penerapan pada perusahaan akan mengalami keuntungan besar karena pelanggan merasa puas dengan pelayanan yang cepat dan baik.
Perancang Ulang Tata Letak Pabrik dengan Membandingkan Metode Grafik dan Computerized Relative Allocation of Facilities Technique (Craft) untuk Meminimasi Ongkos Material Handling di PT. Perindustrian dan Perdagangan Bangkinang Ekie Gilang Permata
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.164 KB) | DOI: 10.24014/jti.v2i2.5096

Abstract

Tata letak yang baik adalah tata letak yang dapat menangani sistem material handling secara menyeluruh. Sistem material handling yang kurang sistematis menjadi masalah yang cukup besar dan dapat menggangu kelancaran proses produksi. Selain itu juga dapat menyebakan peningkatan biaya yang dikeluarkan dalam perpindahan bahan. PT. Perindustrian dan Perdagangan Bangkinang mengalami permasalahan dalam hal penempatan departemen yang saling berkaitan dalam aliran produksi, yaitu jarak yang terlalu jauh dari satu departemen ke departemen lain, sehingga mengakibatkan besarnya biaya yang dikeluarkan. Perancangan ulang tata letak fasilitas pabrik di PT. Perindustrian dan Perdagangan Bangkinang menggunakan dua metode yaitu metode Grafik dan CRAFT. Tata letak alternatif yang dihasilkan oleh metode grafik dan CRAFT mendapatkan hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan tata letak yang telah diterapkan oleh perusahaan pada saat ini,. Alternatif layout metode grafik merupakan layout usulan yang terpilih karena berdasarkan perhitungan Total jarak, momen perpindahan, dan ongkos material handling (OMH) memiliki nilai terkecil. Jika dibandingkan dengan tata letak sekarang, metode grafik mengurangi ongkos material handling sebesar Rp. 111.022,5,- atau sebesar 40,94%.
Perbaikan Metode Kerja untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja Operator pada Stasiun Pengemasan di CV. Mie Sohun Ichlas Ismu Kusumanto
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4828.877 KB) | DOI: 10.24014/jti.v2i2.5099

Abstract

Perkembangan dunia industri manufaktur dan jasa semakin meningkat pesat dari waktu ke waktu sehingga setiap pelaku industri harus siap berkompetisi dengan kompetitornya. Oleh karena itu masalah dan faktor-faktor yang berhubungan dengan peningkatan produktivitas semakin menonjol dan perlu untuk diteliti. Penelitian ini dilaksanakan di industri pembuatan mie sohun “CV. Mie Sohun Ichlas Pekanbaru”. Pada penelitian ini yang diteliti yaitu metode kerja dan layout kerja operator. kemudian dilakukan perbaikan dengan menerapkan metode 5S pada lingkungan kerja. Setelah dilakukan pengolahan data dan pembahasan terhadap data pengukuran waktu pengemasan, analisis metode 5S pada layout baik sebelum dan sesudah perbaikan, dan jumlah output standar masing-masing operator pada stasiun tersebut. Ternyata jumlah output standar pada kondisi sesudah perbaikan mengalami peningkatan dibandingkan kondisi sebelum perbaikan. Hal ini terbukti dengan indeks produktivitas yang meningkat dari sebelum perbaikan dilakukan dimana indeks produktivitas sebelum perbaikan operator stasiun pengemasan 1 dan 2 adalah sebesar 94,1% dan 92,6%, sedangkan indeks produktivitas layout kerja sesudah perbaikan masing-masing operator stasiun pengemasan 1 dan 2 adalah sebesar 104,5% dan 100,9%. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa metode 5S dan micromotion study telah membawa efek yang baik bagi perbaikan metode kerja dengan menghilangkan gerakan kerja yang tidak efektif dan menata lingkungan kerja agar lebih tertata rapi dan bersih sehingga produktivitas kerja operator dapat meningkat.
Analisa Potensi Bahaya dan Upaya Pengendalian Kecelakaan Kerja pada Proses Penambangan Batu Adesit di PT. Dempo Bangun Mitra Muhammad Ihsan Hamdy
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.298 KB) | DOI: 10.24014/jti.v2i2.5101

Abstract

PT. Dempo Bangun Mitra merupakan sebuah perusahaan pertambangan yang telah menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Walaupun perusahaan telah menerapkan beberapa standar atau prosedur keselamatan kerja, dalam pelaksanaanya masih terdapat beberapa potensi bahaya yang dapat menimbulkan kasus kecelakaan kerja. Apabila potensi bahaya yang timbul dapat diidentifikasi dan dikendalikan, maka angka kemunculan kecelakaan pun dapat menurun. Identifikasi dan pengendalian potensi bahaya dapat dilakukan dengan menggunakan metode Hazard And Operability Study (HAZOP). Hasil obervasi menemukan 34 potensi bahaya (hazard) dan kemudian digolongkan menjadi 9 sumber hazard. Berdasarkan penilaian level risiko, terdapat 2 sumber hazard yang tergolong "Ekstrim", 5 sumber hazard yang tergolong "Risiko Tinggi", 2 sumber hazard yang tergolong "Risiko Sedang", dan 1 sumber hazard yang tergolong "Risiko Rendah". Penelitian ini menghasilkan rekomendasi perbaikan berupa pembuatan Standard Operating Procedure (SOP), jadwal pelatihan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), worksheet penggunaan APD, lembar kontrol penggunaan APD, pemberian rambu-rambu kondisi lalu lintas tambang, dan checklist lalulintas tambang.
Optimasi Waktu dan Biaya Menggunakan Metode Time Cost Trade Off pada Proyek Access Road Construction and Soil Clean Up Suherman Suherman
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.014 KB) | DOI: 10.24014/jti.v2i2.5094

Abstract

Salah satu proyek yang dijalankan oleh PT.Ikhtiar Mulia Kontruksi adalah proyek Access Road Construction and Soil Clean Up. Proyek Access Road Contruction and Soil Clean Up merupakan suatu proyek pengerjaan pembuatan akses jalan masuk dan pembersihan daerah area yang terkontaminasi oleh limbah minyak. Pada proyek sebelumnya terjadi keterlambatan penyelesaian proyek mengakibatkan adanya pertambahan biaya proyek sebesar 0,20%. Pada proyek access road construction and soil clean up yang akan diteliti, proyek direncanakan dimulai pada tanggal 1 maret 2016, namun dalam pelaksanaannya proyek mengalami penundaan pelaksanaan hingga 7 maret 2016. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif kepada perencana proyek untuk dapat menyusun perencanaan yang terbaik sehingga dapat mengoptimalkan waktu dan biaya dalam menyelesaikan suatu proyek, dengan melakukan perbandingan penambahan jam kerja, tenaga kerja, serta kapasitas alat yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode time cost trade off dengan bantuan software Microsoft Project 2007, untuk penyusunan jaringan kerja dan melihat lintasan kritis pada proyek. Dari hasil penelitian, didapat waktu dan biaya yang optimal untuk proyek yaitu dengan melakukan penambahan alat dengan durasi proyek 100 hari kerja dengan biaya total Rp. 4.895.673.552.
Analisis Penerapan Konsep 5S di Bagian Proses Maintenance PT. Traktor Nusantara Vera Devani
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.499 KB) | DOI: 10.24014/jti.v2i2.5095

Abstract

Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui persentase tanggapan positif dan negatif karyawan terhadap implementasi 5S, mengetahui masalah–masalah dalam penerapan 5S pada bagian proses maintenance, serta untuk menentukan proses pengendalian dan tindak lanjut penerapan 5S pada bagian proses maintenance di PT. Traktor Nusantara Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode 5S. 5S adalah teknik untuk menjaga mutu lingkungan sebuah perusahaan atau institusi dengan cara mengembangkan keterorganisirannya, perlunya tempat kerja yang aman dan nyaman, pengelolaan tempat kerja, dan pentingnya peningkatan efisiensi dan produktifitas. Responden pada penelitian ini adalah seluruh mekanik yang bekerja pada bagian maintenance PT. Traktor Nusantara Pekanbaru. Hasil pengolahan data terhadap konsep 5S secara keseluruhan indikator, dapat diketahui bahwa rata-rata yaitu sebanyak 84,91% responden memberikan tanggapan positif. Hal ini mengindikasikan bahwa pada umumnya mekanik PT. Traktor Nusantara sudah baik dalam memahami dan mengaplikasikan konsep 5S. Namun masih terdapat sekelompok mekanik yang memiliki respon negatif yaitu sebesar 15,08%. Masalah-masalah dalam penerapan 5S, mekanik kurang optimal dalam hal menerapkan prinsip-prinsip Seiketsu (pemantapan). Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan pengkodean peralatan dan mengaruskan setiap karyawan untuk mengembalikan perlengkapan kerja yang sudah digunakan ketempat asal.

Page 1 of 2 | Total Record : 12