Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 2 (2017): DESEMBER 2017"
:
10 Documents
clear
Usulan Strategi Perawatan Mesin Breaker dan Mesin Hammermill di PT. P&P Bangkinang
wresni anggraini
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (527.473 KB)
|
DOI: 10.24014/jti.v3i2.5562
PT. P & P Bangkinang merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam pengolahan karet PT. P & P Bangkinang merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam pengolahan karet mentah menjadi barang setengah jadi (Crumb Rubber) yang diekspor keluar negeri. Perusahaan ini menghadapi permasalahan berupa downtime mesin yang menyebabkan tindakan perawatan komponen dengan total biaya sebesar Rp. 236.974.518,-/tahun. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah menentukan strategi perawatan mesin breaker dan mesin hammermill yang menghasilkan biaya minimum dengan metode proyeksi biaya perawatan berdasarkan nilai MTTF dan MTTR. Hasil yang diperoleh dari perhitungan biaya perawatan adalah komponen yang menggunakan biaya perawatan secara corrective maintenance sebesar Rp. 84.787.237,-/tahun. Sedangkan biaya perawatan secara preventive maintenance sebesar Rp. 29.644.961,-/tahun. Strategi yang tepat adalah strategi penggabungan antara Corrective Maintenance dan Preventive Maintenance dengan menghasilkan biaya sebesar Rp. 157.154.298,-/tahun lebih kecil dibandingkan dengan biaya kondisi eksisting perusahaan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Siswa SMA Negeri Menjadi Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UIN SUSKA Riau
Ismu Kusumanto
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (307.822 KB)
|
DOI: 10.24014/jti.v3i2.5564
Minimnya minat siswa kelas XII sekolah unggulan yang ada di kota Pekanbaru untuk masuk ke Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau menjadi hambatan bagi pencapaian visi UIN Suska Riau, karena kualitas inputan mahasiswa tidak memenuhi standar yang ditetapkan. Terdapat beberapa factor, diantaranya biaya, fasilitas, basic keislaman, transportasi, cita-cita, teman, lingkungan tempat tinggal, peluang masuk, dan lokasi yang menjadi penentu dan mempengaruhi minat siswa masuk ke Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Metode yang di gunakan yaitu analisis linier regresi berganda, yang menunjukkan adanya pengaruh keseluruhan variabel bebas terhadap variabel terikat (minat siswa sekolah ungulan XII masuk ke Fakultas Sains dan Teknologi UIN SUSKA Riau). Berdasarkan uji secara parsial didapatkan masing-masing variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat (minat siswa sekolah ungulan XII masuk ke Fakultas Sains dan Teknologi UIN SUSKA Riau). Kesimpulannya yaitu didapatkan faktor biaya, transportasi, dan lokasi sebagai faktor-faktor yang memiliki pengaruh paling tinggi dari sembilang faktor yang diteliti.
Analisis Pengukuran Kinerja Aliran Supply Chain di PT. Asia Forestama Raya dengan Metode Supply Chain Operation Reference (SCOR)
misra hartati hartati
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1274.852 KB)
|
DOI: 10.24014/jti.v3i2.5574
PT. Asia Forestama Raya (AFR) adalah perusahaan yang memproduksi plywood (kayu lapis). Permasalahan yang sering dihadapi perusahaan antara lain, keterlambatan bahan baku, jumlah bahan baku yang tidak sesuai dengan permintaan, dan keterlambatan pengiriman produk. Dengan permasalahan yang terjadi di sepanjang aliran supply chain perlu dilakukan pengukuran kinerja aliran supply chain menggunakan metode Supply chain Operation Reference (SCOR). Pengukuran dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu identifikasi matrik SCOR, verifikasi Key Performance Indicator (KPI) dengan menyebarkan kuesioner indikator, perhitungan nilai normalisasi (skor), pembobotan KPI menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan menyebarkan kuesioner AHP. Nilai kinerja aliran supply chain yang didapatkan adalah 73,33 dengan kategori Good, dimana kinerja terendah terdapat pada proses source yaitu 69,29 dengan kategori Average.
Analisis Nilai Overall Equipment Effectiveness Pada Mesin Packer di PT. Semen Padang Unit Produksi dan Pengantongan Dumai
Muhammad Nur
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.729 KB)
|
DOI: 10.24014/jti.v3i2.5575
PT. Semen Padang Unit Produksi dan Pengantongan Dumai merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam produksi semen. Tingginya waktu downtime dari mesin packer menyebabkan tidak tercapainya target produksi, tertundanya proses pendistribusian, dan terjadi kegiatan yang non-produktif bagi karyawan. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dilakukan perhitungan nilai efektivitas pada mesin packer dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Yang bertujuan untuk mengetahui nilai OEE (Overall Equipment Effectiveness) dari mesin packer 1, untuk mengetahui perbandingan nilai OEE mesin packer 1 dengan nilai OEE internasional, dan untuk mengetahui faktor yang menjadi prioritas perbaikan serta akar penyebab permasalahan dan pemecahannya. Berdasarkan hasil pengolahan data maka dapat disimpulkan bahwa nilai OEE mesin packer 1 yaitu sebesar 74,01% yang diperoleh dari nilai availability ratio sebesar 79,86%, performance efficiency ratio sebesar 93,32% dan rate of quality product sebesar 99,19%. Maka diperlukan perbaikan pada mesin packer tersebut terutama pada faktor Availability yang menjadi prioritas perbaikan nilai OEE.
Analisis Total Produktive Maintenance (Tpm) pada Stasiun Kernel dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) di PT. Surya Agrolika Reksatengku
Dewi Diniaty
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1090.17 KB)
|
DOI: 10.24014/jti.v3i2.5561
PT. Surya Agrolika Reksa adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan kelapa sawit yang terdiri dari beberapa stasiun kerja yaitu Stasiun Loading Ramp, Sterilizer, Tippler, Thressing, Screw Press, Kernel plant, Klasifikasi, Power dan Water Treatment. Stasiun yang sering mengalami kerusakan adalah Stasiun Kernel. Stasiun Kernel terdiri dari beberapa mesin. Mesin yang sering mengalami kerusakan pada Stasiun Kernel adalah mesin Ripple Mill yang berfungsi sebagai mesin pemisah biji (nut).Tingginya waktu delay dan Downtime yang terjadi selama proses produksi berlangsung menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Hal ini dikarenakan kurangnya perawatan pada mesin produksi Kernel tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas mesin dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan maka diperoleh nilai OEE pada mesin Ripple Mill sebesar 77,028% yang didapatkan dari nilai Availibiity sebesar 78,804%, Performance sebesar 97,809%, dan Quality sebesar 100%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, mesin Rippel Mill memerlukan perbaikan terutama pada factor Availibility yang menjadi prioritas perbaikan nilai OEE.
Pengaruh Pelaksanaan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Produktivitas Kerja Karyawan pada PT. Bormindo Nusantara Duri
Muhammad Nur
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (379.685 KB)
|
DOI: 10.24014/jti.v3i2.5576
PT. Bormindo Nusantara Duri merupakan perusahaan yang telah menerapkan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).Tetapi, meskipun PT. Bormindo Nusantara ini telah melaksanakan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), tetap masih ada terjadi kecelakaan kerja yang disebabkan oleh beberapa faktor.Adanya fokus keselamatan dan kesehatan kerja (K3) zero accident diharapkan mampu meminimalisasikan resiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja karena kondisi pekerja yang sehat berdampak pada produksi kerja yang baik dari pekerja itu sendiri.Oleh karena itu, dalam upaya meningkatkan produktivitas dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada maintenance departement, perusahaan perlu evaluasi keselamatan dan kesehatan kerjanya terhadap produktivitas kerja karyawan. Berdasarkan permasalahan yang terdapat pada PT. Bormindo Nusantara Duri maka untuk mengetahui berapa jumlah jam kerja yang hilang akibat kecelakaan kerja digunakanlah perhitungan lost time injuryfrequency ratedan untuk mengetahui pengaruh variabel yang diteliti digunakanlah metode uji regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu keselamatan kerja (X1) dan kesehatan kerja (X2) sebagai variabel independent (X) dan produktivitas kerja karyawan sebagai variabel dependent (Y) dengan menggunakan softwareSPSS 16.00. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja mempunyai hubungan yang positif terhadap produktivitas kerja karyawan, hal itu dapat dilihat dari nilai r sebesar 0,736. Selain itu dari hasil pengolahan data dapat diketahui bahwa 26,4% produktivitas kerja karyawan dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya.
Perancangan Ulang Stasiun Kerja Pemotongan Bokar Menggunakan Pendekatan Ergonomi
nofirza nofirza
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3940.92 KB)
|
DOI: 10.24014/jti.v3i2.6431
PT. P&P Bangkinang memiliki beberapa stasiun kerja, yang salah satunya adalah stasiun pemotongan. Pada stasiun ini cukup banyak permasalahan ergonomi yang terjadi, antara lain: tidak adanya pelindung pada mesin potong sebagai antisipasi resiko kecelakaan pada saat pemotongan, proses pengangkatan karet olahan yang berat ke atas meja potong yang masih secara manual, dan permasalahan pada alur produksi yang mengalami arus bolak-balik sehingga mengakibatkan waktu produksi menjadi lama. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah usulan perancangan perbaikan stasiun kerja pemotongan dengan pendekatan ergonomi. Pengumpulan data diawali dengan menganalisa kondisi sistem kerja sekarang, dari sisi postur kerja, resiko keselamatan kerja, dan antropometri pekerja. Kemudian dengan menggunakan formulasi NIOSH diketahui nilai RWL dan LI yang mengindikasikan bahwa kondisi kerja berada dalam kategori “mengandung resiko cidera tulang belakang”. Hal ini dilanjutkan dengan menganalisa kemungkinan solusi untuk perbaikan dan dengan menggunakan prinsip ekonomi gerakan, dan data antropometri dirancanglah perbaikan pada mesin potong dan alat bantu gancu. Sedangkan untuk permasalahan alur produksi, dengan memanfaatkan Activity Relationship Chart (ARC) dan Activity Relationship Diagram (ARD) didapatkan perubahan tata letak di stasiun pemotongan yang dapat mengefesienkan jarak sebesar 42.42%.
Analisis Model Kehalalan Proses Potong Ayam di Rumah Potong Ayam (RPA) di Samarinda
etwin Fibrianie
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (536.381 KB)
|
DOI: 10.24014/jti.v3i2.9181
Mengingat semakin meningkatnya konsumsi daging ayam di Samarinda, maka berkembang pula bisnis rumah potong ayam di Samarinda. Dalam masa sekarang ini persoalan kehalalan dalam penyembelihan ayam sering dipertanyakan dan diragukan seiring semakin berkembangnya tata cara penyembelihan dan alat-alat yang digunakan dalam kegiatan penyembelihan. Kegiatan penyembelihan yang terjadi pada rumah potong ayam di Samarinda perlu untuk mendapatkan perhatian serius dari pihak yang berwenang seperti halnya LPPOM MUI. Dalam penelitian ini diambil populasi dan sampelnya adalah RPA di Pasar Segiri dan Pasar Pagi Samarinda. Hasil penelitian menyatakan bahwa Pemotongan ayam di Pasar Pagi dan Pasar Segiri semuanya bersifat illegal dan tidak tersertifikasi halal oleh LPPOM MUI Samarinda. Melalui metode kualitatif yang digunakan dalam menganalisis masalah tersebut, maka terjawab kesimpulan ayam hasil pemotongan di Pasar Pagi dan Pasar Pagi tidak dapat dikatakan tidah halal, karena semua syarat pemotongan cukup dilakukan, hanya saja petugas maupun rumah potong tidak tersertifikasi halal MUI.
Value Stream Mapping untuk Mereduksi Waste Dominan dan Meningkatkan Produktivitas Produksi di Industri Kayu
Melfa Yola ST., M.Eng
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (512.092 KB)
|
DOI: 10.24014/jti.v3i2.9184
Value Stream Mapping (VSM) merupakan alat yang dapat digunakan untuk meminimasi waste (pemborosan) dalam proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan VSM untuk mereduksi waste dominan dalam proses produksi sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Industri kayu ini menghasilkan produk-produk seperti kayu finger joint stick , Sawntimber dan Moulding. Pada proses produksi finger joint stick terindikasi beberapa masalah yang terkait dengan adanya pemborosan (waste) waiting time, processing, defect dan motion. Berdasarkan permasalahan yang terjadi, pendekatan lean manufacturing dipergunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.Pertama-tama Pemborosan diidentifikasi dengan Value Stream Mapping dan Process Activity Mapping. Hasil penelitian diketahui bahwa waste yang dominan terjadi adalah waiting time, processing, defect dan motion. Setelah dirancangfuture-state process activity terjadi peningkatan setelah diberikan usulan untuk aktivitas bernilai tambah (Value Added) dari 52.510 detik menjadi 55.162, untuk aktivitas yang tidak bernilai tambah (NonValue Added) dihilangkan dan untuk aktivitas yang tidak bernilai tambah tetapi dibutuhkan(Necessary Non Value Added) dari 98.517,9 menjadi 95.267 detik. Setelah future state value stream mapping dirancang maka terjadi penurunan Total lead time dari 101.649 detik menjadi 70.220 detik dan total distance dari 180,4 meter menjadi 162,4 meter, sehingga dengan perbaikan telah diusulkan maka terjadi peningkatan pada process cycle efficiency (PCE) dari 28,85% menjadi sebesar 36,67%.
Optimasi Waktu dan Biaya Menggunakan Metode Time Cost Trade Off pada Proyek Access Road Construction and Soil Clean Up
Suherman ST., MT
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (544.741 KB)
|
DOI: 10.24014/jti.v3i2.9185
Salah satu proyek yang dijalankan oleh PT.Ikhtiar Mulia Kontruksi adalah proyek Access Road Construction and Soil Clean Up. Proyek Access Road Contruction and Soil Clean Up merupakan suatu proyek pengerjaan pembuatan akses jalan masuk dan pembersihan daerah area yang terkontaminasi oleh limbah minyak. Pada proyek sebelumnya terjadi keterlambatan penyelesaian proyek mengakibatkan adanya pertambahan biaya proyek sebesar 0,20%. Pada proyek access road construction and soil clean up yang akan diteliti, proyek direncanakan dimulai pada tanggal 1 maret 2016, namun dalam pelaksanaannya proyek mengalami penundaan pelaksanaan hingga 7 maret 2016. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif kepada perencana proyek untuk dapat menyusun perencanaan yang terbaik sehingga dapat mengoptimalkan waktu dan biaya dalam menyelesaikan suatu proyek, dengan melakukan perbandingan penambahan jam kerja, tenaga kerja, serta kapasitas alat yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode time cost trade off dengan bantuan software Microsoft Project 2007, untuk penyusunan jaringan kerja dan melihat lintasan kritis pada proyek. Dari hasil penelitian, didapat waktu dan biaya yang optimal untuk proyek yaitu dengan melakukan penambahan alat dengan durasi proyek 100 hari kerja dengan biaya total Rp. 4.895.673.552.Kata Kunci: Time Cost Trade Off, Crash Duration, Crash Cost, Cost Slope