cover
Contact Name
Fitra Lestari, M.Eng, Ph.D
Contact Email
fitra.lestari@uin-suska.ac.id
Phone
+628116901601
Journal Mail Official
jti.fst@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Jl. HR. Subrantas KM 15 Kampus UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri : Jurnal Hasil Penelitian dan Karya Ilmiah dalam Bidang Teknik Industri
ISSN : 2460898X     EISSN : 27146235     DOI : http://dx.doi.org/10.24014/jti
(ISSN : 2460-898X) JTI merupakan jurnal akademik yang dipublikasikan 2 kali setahun, meliputi bulan Juni dan Desember. Tujuan jurnal ini menyediakan tulisan yang memiliki yang fokus pada bidang Teknik Industri. lebih lanjut jurnal ini dipulikasikan oleh Jurusan Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan syarif Kasim Riau. Tulisan yang diterima merupakan hasil originalitas dan memberikan kontribusi yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
Articles 358 Documents
Analisis Nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Mesin Ripple Mill Muhammad Ihsan Hamdy
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 1 (2017): JUNI 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.248 KB) | DOI: 10.24014/jti.v3i1.5570

Abstract

PT. Surya Agrolika Reksa II adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan kelapa sawit yang terdiri beberapa stasiun kerja yaitu Stasiun Loading Ramp, Sterilizer, Tippler, Thresser, Screw Press, Klarifikasi dan Kernel. Mesin yang sering mengalami kerusakan dan dilakukan perbaikan pada stasiun kernel adalah mesin Ripple Mill yang berfungsi sebagai mesin pemisah biji (nut). Pengukuran efektifitas mesin Ripple Mill menggunakan metode OEE. Dalam perhitungan, OEE mengukur efektifitas dengan menggunakan tiga sudut pandang untuk mengidentifikasi six big losses (enam kerugian), yaitu Availability Ratio, Performance Effeciency Ratio dan Rate of Quality Product. Berdasarkan hasil pengolahan data nilai OEE mesin Ripple Mill adalah 71,96%. Persentase tersebut belum memenuhi standar Internasional sebesar 85% disebabkan tidak ada nilai OEE yang mencapai atau melebihi 85%. Faktor-faktor dasar penyebab kerusakan atau permasalahan yang ada pada mesin Ripple Mill agar mesin dapat bekerja lebih optimal adalah Material disk samble dan rotor bar yang kurang keras menyebabkan komponen mudah aus ketika terjadi gesekan dengan biji kelapa sawit sehingga dilakukan perawatan berupa pengelasan apabila disk samble dan rotor bar tidak terlalu aus dan diganti apabila sudah terlalu aus dan penundaan produksi yang disebabkan kurangnya bahan baku. Agar nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) mengalami peningkatan Perusahaan disarankan untuk melakukan pemupukan secara menyeluruh pada perkebunan perusahaan. menjaga ketersediaan bahan baku dengan memperbanyak jumlah pemasok. Memberikan pelatihan kepada petani tentang bagaimana cara merawat kelapa sawit yang benar. Melakukan penyiraman kelapa sawit secara rutin untuk memenuhi kebutuhanm air yang diserap kelapa sawit. Menggunakan rotor bar dengan tingkat kekerasan material yang lebih tinggi. Menggunakan disk samble dengan tingkat kekerasan material yang lebih tinggi dan pembersihan mesin dilakukan lebih awal sebelum mesin beroperasi. menggunakan rotor bar dengan tingkat kekerasan material yang lebih tinggi. Menggunakan disk samble dengan tingkat kekerasan material yang lebih tinggi dan pembersihan mesin dilakukan lebih awal sebelum mesin beroperasi.
Analisis Nilai Overall Equipment Effectiveness Pada Mesin Packer di PT. Semen Padang Unit Produksi dan Pengantongan Dumai Muhammad Nur
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.729 KB) | DOI: 10.24014/jti.v3i2.5575

Abstract

PT. Semen Padang Unit Produksi dan Pengantongan Dumai merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam produksi semen. Tingginya waktu downtime dari mesin packer menyebabkan tidak tercapainya target produksi, tertundanya proses pendistribusian, dan terjadi kegiatan yang non-produktif bagi karyawan. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dilakukan perhitungan nilai efektivitas pada mesin packer dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Yang bertujuan untuk mengetahui nilai OEE (Overall Equipment Effectiveness) dari mesin packer 1, untuk mengetahui perbandingan nilai OEE mesin packer 1 dengan nilai OEE internasional, dan untuk mengetahui faktor yang menjadi prioritas perbaikan serta akar penyebab permasalahan dan pemecahannya. Berdasarkan hasil pengolahan data maka dapat disimpulkan bahwa nilai OEE mesin packer 1 yaitu sebesar 74,01% yang diperoleh dari nilai availability ratio sebesar 79,86%, performance efficiency ratio sebesar 93,32% dan rate of quality product sebesar 99,19%. Maka diperlukan perbaikan pada mesin packer tersebut terutama pada faktor Availability yang menjadi prioritas perbaikan nilai OEE.
Analisis Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Masyarakat atau Pasien di RSUD Tengku Rafi’an Kabupaten Siak Menggunakan Metode Importance Performance Analysis dan Potential Gain in Customer Value Dewi Diniaty
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 1 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.498 KB) | DOI: 10.24014/jti.v2i1.5048

Abstract

RSUD Tengku Rafi’an Kabupaten Siak merupakan satu-satu nya rumah sakit yang ada di Kabupaten Siak. Karena keterbatasan rumah sakit di Kabupaten Siak maka banyak masyarakat yang berobat di RSUD Tengku Rafi’an Kabupaten Siak. Namun setelah masyarakat berobat di RSUD Tengku Rafi’an Kabupaten Siak, terdapat beberapa keluhan masyarakat tentang pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian antara kepentingan (Importance) dan kepuasan (Satisfaction) pasien terhadap kinerja (Performance) kualitas pelayanan RSUD Tengku Rafi’an Kabupaten Siak dan menganalisis atribut-atribut yang menjadi prioritas perbaikan layanan berdasarkan metode Potential Gain in Customer Value (PGCV) dalam meningkatkan kualitas pelayanan RSUD Tengku Rafi’an Kabupaten Siak. Dari hasil pengolahan data didapatkan bahwa terdapat enam urutan prioritas perbaikan kualitas yang harus dilakukan oleh RSUD Tengku Rafi’an Kabupaten Siak berdasarkan metode IPA dan PGCV yaitu ruangan di rumah sakit memiliki peralatan yang lengkap, dokter memberikan waktu pelayanan yang cukup memuaskan pasien, rumah sakit memiliki papan petunjuk yang jelas, WC Rumah sakit bersih, rumah sakit memiliki ruang tunggu yang nyaman, serta tenaga medis dan petugas lainnya membantu jika ada permasalahan pasien.
Analisis Kelayakan Usaha Particle Board Sebagai Pemanfaatan Limbah Kayu (Studi Kasus: CV. Riau Pallet) Ismu Kusumanto
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 1 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.071 KB) | DOI: 10.24014/jti.v2i1.5065

Abstract

CV Riau Pallet merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam pengolahan hasil kayu hutan menjadi pallet dengan sistem produksinya adalah Make To Order. Industri pengolahan kayu seperti CV. Riau Pallet tidak hanya menghasilkan pallet tetapi juga akan menghasilkan limbah berupa sisa serbuk kayu yang tidak dapat digunakan lagi untuk membuat pallet. Sisa serbuk kayu pallet ini pada CV. Riau Pallet hanya ditumpuk pada tempat pembuangan,dan dibakar. Berdasarkan permasalahan-permasalahan tersebut CV. Riau Pallet ingin mendirikan usaha untuk pemanfaatan limbah serbuk kayu yang dijadikan papan partikel (Particle board). Papan partikel adalah produk panil yang dihasilkan dengan menempatkan partikel-partikel kayu dan sekaligus mengikatnya dengan suatu perekat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelayakan produksi particle board di CV. Riau Pallet berdasarkan aspek pemasaran, aspek teknis, aspek legal dan lingkungan, aspek manajemen sumber daya manusia dan aspek finansial. Dari hasil pengolahan data, Aspek pemasaran yang didapat dari hasil kuisioner yang disebar ke 27 orang pemilik industri perabot dari kayu, yang didominasi oleh laki-laki dan berumur lebih dari 25 tahun beradasarkan pernyataan-pernyataan yang diberikan berada di atas 67% yang berarti pernyataan-pernayataan yang diberikan kepada setiap responden, responden menyetujuinya. Dari segi aspek teknis produksi setiap 1 particle board ukuran standar dibutuhkan 31.974 cm3 serbuk kayu dan 3202 cm3 resin atau setara dengan 3,2 liter resin, dengan hasil produksi berdasarkan limbah yang ada setiap bulannya rata-rata bisa menghasilkan 470 lembar papan. Aspek legal dan lingkungan tidak lagi di butuhkan pengurusan ulang SIUP dan surat tanda daftar Industri karena jenis usaha yang terdaftar sama. Berdasarkan aspek manajemen, produksi particle board tidak membutuhkan pendidikan formal atau pengetahuan khusus tetapi lebih memerlukan ketrampilan dan ketekunan. Tenaga kerja yang di butuhkan dalam memproduksi pupuk kompos sebanyak 9 orang. Berdasarkan aspek finansial, dengan kebutuhan investasi awal sebesar Rp 548.850.000,- dan diperoleh nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp 586.551.152,-, merupakan nilai yang positif. Nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 40%, nilai ini lebih besar dari MARR 7,1%. Payback period diperoleh dengan metode trial and error yaitu dalam waktu 1 tahun 1 bulan
Perbaikan Metode Kerja untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja Operator pada Stasiun Pengemasan di CV. Mie Sohun Ichlas Ismu Kusumanto
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4828.877 KB) | DOI: 10.24014/jti.v2i2.5099

Abstract

Perkembangan dunia industri manufaktur dan jasa semakin meningkat pesat dari waktu ke waktu sehingga setiap pelaku industri harus siap berkompetisi dengan kompetitornya. Oleh karena itu masalah dan faktor-faktor yang berhubungan dengan peningkatan produktivitas semakin menonjol dan perlu untuk diteliti. Penelitian ini dilaksanakan di industri pembuatan mie sohun “CV. Mie Sohun Ichlas Pekanbaru”. Pada penelitian ini yang diteliti yaitu metode kerja dan layout kerja operator. kemudian dilakukan perbaikan dengan menerapkan metode 5S pada lingkungan kerja. Setelah dilakukan pengolahan data dan pembahasan terhadap data pengukuran waktu pengemasan, analisis metode 5S pada layout baik sebelum dan sesudah perbaikan, dan jumlah output standar masing-masing operator pada stasiun tersebut. Ternyata jumlah output standar pada kondisi sesudah perbaikan mengalami peningkatan dibandingkan kondisi sebelum perbaikan. Hal ini terbukti dengan indeks produktivitas yang meningkat dari sebelum perbaikan dilakukan dimana indeks produktivitas sebelum perbaikan operator stasiun pengemasan 1 dan 2 adalah sebesar 94,1% dan 92,6%, sedangkan indeks produktivitas layout kerja sesudah perbaikan masing-masing operator stasiun pengemasan 1 dan 2 adalah sebesar 104,5% dan 100,9%. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa metode 5S dan micromotion study telah membawa efek yang baik bagi perbaikan metode kerja dengan menghilangkan gerakan kerja yang tidak efektif dan menata lingkungan kerja agar lebih tertata rapi dan bersih sehingga produktivitas kerja operator dapat meningkat.
Penentuan Jumlah Tenaga Kerja Berdasarkan Waktu Standar dengan Metode Work Sampling di Stasiun Repair Overhoul Gearbox (Studi Kasus: PT. IMECO Inter Sarana) Dewi Diniaty
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 1 (2017): JUNI 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.459 KB) | DOI: 10.24014/jti.v3i1.5557

Abstract

PT. IMECO Inter Sarana merupakan perusahaan yang merakit Pumping Unit dan melakukan proses Repair Overhoul Gearbox. Gearbox adalah suatu alat yang mengubah daya dari motor yang berputar menjadi tenaga yang lebih besar. Namun pada prosesnya masih mengalami permasalahan dimana sebagian besar jumlah pesanan tidak dipenuhi perusahaan. Hal ini disebabkan karena adanya waktu menunggu atau antrian pada Gearbox dan keterbatasan jumlah operator dibagian Repair Overhoul Gearbox. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pengukuran kerja untuk mengetahui berapa jumlah tenaga kerja standar pada stasiun tersebut untuk mengurangi waktu menunggu pada Gearbox dengan menggunakan metode work sampling. Dari hasil pengolahan data diperoleh bahwa waktu standar untuk operator I sebesar 1328 menitdan operator II sebesar 1310 menit, denganjumlah tenaga kerja yang dibutuhkan berdasarkan waktu standar untuk operator I sebesar 1,14 dan operator II sebesar 1,13. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor yang menyebabkan terjadinya antrian Gearbox bukan disebabkan oleh kekurangan operatortetapi ada faktor yang lebih mempengaruhi yaitu produktifitas yang belum maksimal.
Analisis Total Produktive Maintenance (Tpm) pada Stasiun Kernel dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) di PT. Surya Agrolika Reksatengku Dewi Diniaty
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1090.17 KB) | DOI: 10.24014/jti.v3i2.5561

Abstract

PT. Surya Agrolika Reksa adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan kelapa sawit yang terdiri dari beberapa stasiun kerja yaitu Stasiun Loading Ramp, Sterilizer, Tippler, Thressing, Screw Press, Kernel plant, Klasifikasi, Power dan Water Treatment. Stasiun yang sering mengalami kerusakan adalah Stasiun Kernel. Stasiun Kernel terdiri dari beberapa mesin. Mesin yang sering mengalami kerusakan pada Stasiun Kernel adalah mesin Ripple Mill yang berfungsi sebagai mesin pemisah biji (nut).Tingginya waktu delay dan Downtime yang terjadi selama proses produksi berlangsung menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Hal ini dikarenakan kurangnya perawatan pada mesin produksi Kernel tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas mesin dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan maka diperoleh nilai OEE pada mesin Ripple Mill sebesar 77,028% yang didapatkan dari nilai Availibiity sebesar 78,804%, Performance sebesar 97,809%, dan Quality sebesar 100%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, mesin Rippel Mill memerlukan perbaikan terutama pada factor Availibility yang menjadi prioritas perbaikan nilai OEE.
Pengaruh Pelaksanaan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Produktivitas Kerja Karyawan pada PT. Bormindo Nusantara Duri Muhammad Nur
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.685 KB) | DOI: 10.24014/jti.v3i2.5576

Abstract

PT. Bormindo Nusantara Duri merupakan perusahaan yang telah menerapkan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).Tetapi, meskipun PT. Bormindo Nusantara ini telah melaksanakan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), tetap masih ada terjadi kecelakaan kerja yang disebabkan oleh beberapa faktor.Adanya fokus keselamatan dan kesehatan kerja (K3) zero accident diharapkan mampu meminimalisasikan resiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja karena kondisi pekerja yang sehat berdampak pada produksi kerja yang baik dari pekerja itu sendiri.Oleh karena itu, dalam upaya meningkatkan produktivitas dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada maintenance departement, perusahaan perlu evaluasi keselamatan dan kesehatan kerjanya terhadap produktivitas kerja karyawan. Berdasarkan permasalahan yang terdapat pada PT. Bormindo Nusantara Duri maka untuk mengetahui berapa jumlah jam kerja yang hilang akibat kecelakaan kerja digunakanlah perhitungan lost time injuryfrequency ratedan untuk mengetahui pengaruh variabel yang diteliti digunakanlah metode uji regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu keselamatan kerja (X1) dan kesehatan kerja (X2) sebagai variabel independent (X) dan produktivitas kerja karyawan sebagai variabel dependent (Y) dengan menggunakan softwareSPSS 16.00. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja mempunyai hubungan yang positif terhadap produktivitas kerja karyawan, hal itu dapat dilihat dari nilai r sebesar 0,736. Selain itu dari hasil pengolahan data dapat diketahui bahwa 26,4% produktivitas kerja karyawan dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya.
ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR LANTAI PRODUKSI PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN METODE NASA-TLX DI PT. BINA PRATAMA SAKATO JAYA, DHARMASRAYA Diniaty, Dewi
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 4, No 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : JTI: Jurnal Teknik Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Bina Pratama Sakato Jaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit. PT. Bina Pratama Sakato Jaya memiliki kapasitas 600 ton/hari atau 50.000 Kg minyak mentah yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan terhadap operator lantai produksi yaitu pada stasiun Loading Ramp, Setrilizer, Tippler, Threshing, Press, Clarification, Nut & Kernel dan Boiler, dimana pada mesin produksi ini memiliki satu operator setiap stasiun. Dari hasil observasi yang dilakukan di PT. Bina Pratama Sakato Jaya bahwasanya pada stasiun lantai produksi inilah pekerjaan yang harus memiliki ketelitian, mental dan tenaga yang tinggi dalam melakukan produksi. Pekerja harus bekerja selama 7 jam/hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat beban kerja mental dari operator lantai produksi PT. Bina Pratama Sakato Jaya dengan menggunakan metode NASA-TLX, yang diukur melalui 6 indikator yaitu kebutuhan fisik, kebutuhan mental, usaha, tingkat frustasi, kebutuhan waktu, dan performansi. Dari hasil pengukuran terhadap 8 orang operator lantai produksi mendapatkan nilai WWL kategori sangat tinggi yaitu Loading Ramp 92,6, Clarification 92,6, sedangkan kategori tinggi yaitu Setrilizer 76, Tippler 78, Threshing 77,3, Press 74, Nut & Kernel 84,6 dan Boiller 72,0. Karena rata-rata beban kerja yang dialami tergolong tinggi, peneliti memberikan alternatif perbaikan diantaranya menambah karyawan dilantai produksi dan diberikan pelatihan-pelatihan tentang kondisi pabrik dan kondisi mesin yang ada pada lantai produksi.
Analisis Kapasitas Dan Karakteristik Fasilitas Parkir Fakultas Sains Dan Teknologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau Jasri, Harpito
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 4, No 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : JTI: Jurnal Teknik Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah mahasiswa, dosen dan pegawain di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau berbanding lurus dengan bertambahnya jumlah pengguna kendaraan baik itu kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Laju pertumbuhan kendaraan menimbulkan permasalahan dalam sistem perparkiran baik dari segi kapasistas maupun pengelolaan. Untuk mengevaluasi kapasitas dan mengidentifikasi kebutuhan parkir analisis kapasitas dan karakteristik parkir pada fasilitas parkir Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau dilakukan dalam penelitian ini. Survey inventarisasi  dan survey kebutuhan parkir dilakukan sebagai data dalam analisis ini. Kebutuhan area parkir mengaju kepada standar satuan ruang parkir (SRP) yang dikeluarkan oleh Ditjen Perhubungan Darat,1996. SRP untuk kendaraan roda-4 yang tersedia di Fakultas Sains dan Teknologi telah memenuhi kebutuhan. SRP yang tersedia adalah 736m2 dengan kapasitas 64 mobil sedangkan kebutuhan adalah sebesar 471,5m2 dengan kapasitas 41 mobil. Kelebihan SRP adalah 264,5m2 dengan kapasitas 23 mobil atau 56,10%. SRP untuk sepeda motor yang tersedia di Fakultas Sains dan Teknologi belum bahkan jauh kekurangan dari yang dibutuhkan. SRP yang tersedia adalah 300m2 dengan kapasitas 200 sepeda motor sedangkan kebutuhan adalah sebesar 3.616,5m2 dengan kapasitas 2.412 sepeda motor. Kekurangan SRP adalah sebesar 3.316,5m2 dengan kapasitas 2.212 sepeda motor atau 92,70%. Dengan memanfaatkan semua  kawasan Fakultas Sains dan teknologi yang tersedia didapatkan SRP jumlah setelah ditambahkan adalah sebesar 1.260m2 dengan kapasitas 840 kendaraan roda-2 atau 34,84%. Artinya SRP untuk kendaraan roda-2 masih kekurangan sebesar 65,16%.Pihak fakultas perlu melakukan koordinasi dengan pihak rektorat untuk menentukan kawasan yang bisa dimanfaatkan dalam rangka memenuhui kebutuhan SRP sepeda motor tersebut. Kata Kunci:   Kapasitas, Karakteristik, Parkir

Page 3 of 36 | Total Record : 358