cover
Contact Name
Drs. Agus Salim Lubis, M.Ag
Contact Email
lp2miain.padangsidimpuan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fitrah@uinsyahada.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
FITRAH:Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman
ISSN : 24426997     EISSN : 24602345     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 2 (2014)" : 11 Documents clear
URGENSI KONSELING ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK Siregar, Risdawati
FITRAH:Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.722 KB) | DOI: 10.24952/fitrah.v8i2.355

Abstract

Abstrak: Counselling is guidance on holistic personal development in an effort to foster the human personality in accordance with the values in the society and culture and religious norms. The more advanced or modren a society more and more of life guidance that must be met and the more complex mental life, with the growing need for guidance and counseling Islamic. In the process of implementation of the counseling Islam, of course, leads to an increase in faith, worship and way of life in ridhoi Allah. With the guidance and counseling has an important significance to develop the human personality including also depraved. Islamic counseling geared towards the realization of a healthy life, with a healthy soul will develop its own individual character, because the healthy condition of the soul lies in minds that terpinpin and illuminated by divine light, that life developed and mentored students with a way of life that is filled with kataqwaan, it will evolve into a moral person. To foster personal morals do need some method counselor among other methods conversational method, metodepembiasaan, methods of Quranic and Prophetic stories, exemplary methods and so forth.Keywords: urgency, Islamic counseling, coaching Morals  Abstrak : Konseling adalah panduan tentang pengembangan pribadi holistik dalam upaya membina kepribadian manusia sesuai dengan nilai-nilai dalam masyarakat dan budaya dan norma agama. Semakin maju atau modern masyarakat semakin banyak bimbingan hidup yang harus dipenuhi dan kehidupan mental yang lebih kompleks, dengan meningkatnya kebutuhan bimbingan dan konseling Islam. Dalam proses pelaksanaan konseling Islam, tentu saja, mengarah ke peningkatan iman, ibadah dan cara hidup di dalam ridho Allah. Dengan bimbingan dan konseling memiliki makna penting untuk mengembangkan kepribadian manusia termasuk juga bejat. Konseling Islam diarahkan pada terwujudnya kehidupan yang sehat, dengan jiwa yang sehat akan mengembangkan itu karakter individu sendiri, karena kondisi sehat jiwa terletak pada pikiran yang terpimpin dan diterangi oleh cahaya ilahi, bahwa kehidupan berkembang dan dibimbing siswa dengan cara kehidupan yang penuh dengan ketaqwaan, itu akan berkembang menjadi orang yang bermoral. Untuk membina moral pribadi perlu beberapa konselor metode antara metode lain metode percakapan, Metode pembiasaan, metode Quran dan Nabi cerita, metode teladan dan sebagainya.Kata kunci : urgensi, konseling Islam, pembinaan Akhlak
STATUS PERKAWINAN YANG SALAH SATU PASANGAN MURTAD (Perspektif UU No. 1 Tahun 1974, KHI dan Fiqh) Siregar, Ramadhan Syahmedi
FITRAH:Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.798 KB) | DOI: 10.24952/fitrah.v8i2.346

Abstract

Abstract: Marital status is one of the partners or switching religious apostate in view of ordinance No.1 1974 is different from the view of fiqh. In view of the law does not necessarily decided in a marriage, but must go through the court process. while fiqh see if one partner occurs automatically lapsed rupture  marriage after one partner has stated that he or she lapsed without waiting for a trial. Because ordinance No.1 1974 states that: Divorce can only be performed in front of the trial court. next on Article 39 paragraph (2) mentioned, to make divorce   there must be  sufficient reason, that between husband and wife   not be able to live together as husband and wife. Surprisingly in the case as of this writing, the stairway remained harmonious and peaceful as husband and wife. Keywords: Status, Marital, Apostate, Legal, Law No.1 of 1974, KHI, Fiqh Abstrak: Status perkawinan yang salah satu pasangan murtad atau beralih agama dalam pandangan UU No.1 tahun 1974 berbeda dengan pandangan fiqh. Dalam pandangan UU tidak serta merta terjadi putusnya perkawinan, akan tetapi harus melalui proses pengadilan.Sementara fiqh memandang jika salah satu pasangan murtad otomatis terjadi putusnya perkawinan setelah salah satu pasangan menyatakan bahwa dianya telah murtad tanpa menunggu adanya proses pengadilan. Sebab UU No.1 tahun 1974 menyebutkan bahwa: Perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang Pengadilan. Selanjutnya pada pasal 39 ayat (2) disebutkan, untuk melakukan perceraian harus ada cukup alasan, bahwa antara suami istri itutidak dapat hidu rukun sebagai suami istri. Anehnya dalam kasus pada tulisan ini, rumah tangganya tetap rukun dan damai sebagai suami dan istri Kata kunci: Status, Perkawinan, Murtad, Sah, UU No.1 tahun 1974, KHI, Fiqh
ELEMEN-ELEMEN HUKUM ISLAM DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Harahap, Ikhwanuddin
FITRAH:Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.053 KB) | DOI: 10.24952/fitrah.v8i2.356

Abstract

Abstract: Islam is comprehensive religion that regulates all of the human life aspects. It concerns about politic, law, social, economic, and also family life. In Islamic perspective, family is the safety home for all member of the family.  But in fact, the family can be “ the hell” for the member of the family; such as husbands, wives or childen. Facts show that most of the violence is done by husbands to wives.  In Indonesia, the victims of the violence in family life do not exposs the violence. The cases of violences in family life make the government regulate Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 about the  Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). It restrics all kinds of violences in family, namely physical violence such as beating, slaping, kick, biting, marital rape, etc., and non- physical violence such as intimidation, threat, terror, etc. This article tries to describe the Islamic  law angels on Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 about the  Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).Keywords: Islamic law, violence, domestic Abstrak: Islam adalah agama yang komprehensif yang mengatur semua aspek kehidupan manusia. Ini menyangkut tentang politik, hukum, sosial, ekonomi, dan juga kehidupan keluarga. Dalam perspektif Islam, keluarga adalah rumah aman untuk semua anggota keluarga. Namun pada kenyataannya, keluarga dapat menjadi "neraka" bagi anggota keluarga; seperti suami, istri dan anak-anak. Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar kekerasan yang dilakukan oleh suami kepada istri. Di Indonesia, para korban kekerasan di dalam kehidupan keluarga tidak mengekspos kekerasan. Kasus kekerasan yang dalam kehidupan keluarga membuat pemerintah mengatur Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Ini membatasi semua jenis kekerasan yang dalam keluarga, kekerasan yaitu fisik seperti pemukulan, menampar, menendang, menggigit, perkosaan, dll. Kekerasan fisik non seperti intimidasi, ancaman, teror, dll. Artikel ini mencoba untuk menggambarkan Islam malaikat hukum pada Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).Kata Kunci : hukum Islam, kekerasan, rumah tangga
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN MENGEKSPORASI PENGALAMAN SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK Saputro, Hanri Eko
FITRAH:Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.786 KB) | DOI: 10.24952/fitrah.v8i2.347

Abstract

Abstract: The result of the optimal learning of Islamic Religious Education would be a major capital for student’s practice in the daily life. On the other hand the presentation of teaching religious education tends to be assessed indoctrinative and did not meaningful. So that, the result of learning is very low, especially on Shalat Jamak Qashar matter. The average mark is  only 72.06, the percentage of completeness is 34.71%, the students who are actively involved in learning is only 42.29%, and no students who expressed very interested in this way. This research try to explore the last students experiences by contructivistic learning. The result indicates that an increase in student learning outcomes, the average mark to be 85.28, the percentage of completeness to be 100%, and the students who are actively involved in learning to be 99%. Besides, the majority of students, in the interview, also stated that learning with contructivistic learning is very interesting.Keywords: Results of learning, the ability to explore, konstruktivistik Abstrak: Hasil belajar pendidikan Agama Islam yang optimal akan menjadi modal utama untuk berlatih siswa dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain presentasi mengajar pendidikan agama cenderung akan dinilai indoktrinasi dan tidak bermakna. Sehingga, hasil belajar sangat rendah, terutama pada Shalat Qashar JAMAK. Nilai Rata-rata hanya 72,06, persentase kelengkapan adalah 34,71%, siswa yang terlibat secara aktif dalam pembelajaran hanya 42,29%, dan tidak ada siswa yang menyatakan sangat tertarik dengan cara ini. Penelitian ini mencoba untuk mengeksplorasi siswa pengalaman terakhir dengan pembelajaran konstruktivis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa, tanda-rata menjadi 85,28, persentase kelengkapan untuk menjadi 100%, dan siswa yang terlibat secara aktif dalam pembelajaran menjadi 99%. Selain itu, sebagian besar siswa, dalam wawancara, juga menyatakan bahwa pembelajaran dengan pembelajaran konstruktivis sangat menarik.Kata Kunci: Hasil belajar, kemampuan mengeksplorasi, konstruktivistik
PENGAJARAN MORAL DALAM SURAT AL-BAQARAH AYAT 153 Hamidah, Hamidah
FITRAH:Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.999 KB) | DOI: 10.24952/fitrah.v8i2.352

Abstract

AbstractMoral teaching in surah Al-Baqarah verse 153 is  religious morals of faith, prayer and patience. Faith is a personal believer in the subject matter. In order for the faith sturdy then it must be tested by a variety of exams. Among these exams is fear, hunger, the drawback of property, death, and the lack of fruit. Each test must be faced with patience that the tests come from God and will be revoked and rewarded by God. After that someone must take pray in order to get peace after going through the test.Keyword: Teaching, Moral, Al-Baqarah 153 AbstrakAjaran moral dalam surat Al-Baqarah ayat 153 adalah moral agama iman, doa dan kesabaran. Iman adalah percaya pribadi dalam materi pelajaran. Agar iman kokoh maka harus diuji oleh berbagai ujian. Di antara ujian ini adalah ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, kematian, dan kurangnya buah. Setiap pengujian harus dihadapi dengan kesabaran bahwa tes datang dari Allah dan akan dicabut dan dihargai oleh Allah. Setelah itu seseorang harus mengambil berdoa untuk mendapatkan ketenangan setelah melalui tes.Kata Kunci: Pengajaran, Moral, Al-baqarah 153
FENOMENA NIKAH SIRI DI INDONESIA DARI ASPEK SOSIOLOGI HUKUM DAN KAITANNYA DENGAN LEGISLASI PENCATATAN PERKAWINAN Zulfan, Zulfan
FITRAH:Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.759 KB) | DOI: 10.24952/fitrah.v8i2.353

Abstract

AbstractSirri marriage is also known under the hand of the marriage is marriage practices that occurred in some communities in Indonesia are carried out by an employee is not recorded through marriage registrar. the practice of marriage Sirri in society is a matter that dilemma. This is because by jurisprudence, marriage Sirri done with harmony and fulfill the requirements of marriage is a valid marriage in religion, however, legally valid marriage in Indonesia, Sirri marriage is not a legally recognized marriage.Keywords: Nikah Siri; Sociology of Law; Marriage Registration Abstrak Pernikahan sirii juga dikenal pernikahan bawah tangan, pernikahan ini adalah praktek pernikahan yang terjadi di sebagian masyarakat Indonesia yang dilakukan oleh seorang karyawan yang tidak dicatat melalui Panitera pernikahan. Praktik pernikahan sirri di masyarakat adalah masalah dilema itu. Hal ini karena dengan yurisprudensi, pernikahan sirri dilakukan dengan harmoni dan memenuhi persyaratan pernikahan adalah pernikahan yang sah dalam agama, namun, secara hukum perkawinan yang sah di Indonesia, Sirri pernikahan bukanlah pernikahan diakui secara hukum.Kata Kunci: Nikah Siri; Sosiologi Hukum; Pencatatan Perkawinan
AKAD DAN PRODUK PERBANKAN SYARIAH Nofinawati, Nofinawati
FITRAH:Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.804 KB) | DOI: 10.24952/fitrah.v8i2.349

Abstract

AbstractContract and pruduct in sharia banking are two matter inseperable because each product in sharia banking must be based on the contract and Islam sharia principles. If looked from aspect product, aspect contract and sharia principles are differentiate between sharia bank product and conventional bank product. Based on purpose of sharia bank, there are to get profit in the world and profit in the hereafter (profit and fallah oriented). So contract in sharia bank has also become two, there are tabarru’ contract (fallah oriented) and tijarah contract (profit oriented). Tabarru’ contract generally used at sharia banking activity in sector social like as service product and give good deeds loan to their costumers. Tijarah contract generally used at financing product are based profit sharing, trade, business of renting things out. Keywords : contract, product, sharia banking Abstrak Kontrak dan produk di perbankan syariah adalah dua hal yang tak terpisahkan karena setiap produk di perbankan syariah harus didasarkan pada kontrak dan prinsip syariah Islam. Jika melihat dari aspek produk, aspek kontrak dan prinsip syariah yang membedakan antara produk perbankan syariah dan produk perbankan konvensional. Berdasarkan tujuan bank syariah, ada untuk mendapatkan keuntungan di dunia dan keuntungan di akhirat (profit dan Fallah oriented). Jadi kontrak di bank syariah juga menjadi dua, ada kontrak tabarru (berorientasi Fallah) dan tijarah kontrak (profit oriented). Kontrak tabarru umumnya digunakan pada kegiatan perbankan syariah di sektor sosial seperti sebagai produk layanan dan memberikan pinjaman perbuatan baik kepada pelanggan mereka. Kontrak tijarah umumnya digunakan pada produk pembiayaan berbasis bagi hasil, perdagangan, bisnis menyewa segala sesuatunya.Kata Kunci: kontrak, produk, perbankan syariah
EMOSI POSITIF KELUARGA SIMANUNGKALIT, MISRAN
FITRAH:Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.834 KB) | DOI: 10.24952/fitrah.v8i2.354

Abstract

Abstract: The emotions of Father is urge competition for each father in education presses. The Competency of education, ethic readiness, knowledge, and professional of teach group is cualification of father. Keywords: Emotions, Positive, Family Abstrak: Emosi seorang Bapak adalah dorongan kompetisi untuk setiap ayah dalam menekan pendidikan. Kompetensi pendidikan, kesiapan etika, pengetahuan, dan profesional kelompok mengajar adalah kualifikasi ayah. Kata Kunci: Emosi, Positif , Keluarga
MUHAMMAD RASYID RIDHA ANTARA MODERNISME DAN TRADISIONALISME Harahap, Sumper Mulia
FITRAH:Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.1 KB) | DOI: 10.24952/fitrah.v8i2.351

Abstract

AbstractModernism in Western society presupposes mind, flow, movement and efforts to revamp understanding, customs, and so long institutions to suit the new environment brought by advances in science and modern technology. This idea emerges in the Western with the aim of adjusting the teachings found in Catholicism and Protestantism with modern science. The flow of ideas and eventually lead to the emergence of secularism in Western societies. Islamic modernists are as people who commit a conscious effort to formulate the values and principles of Islam (Islamic values) in accordance with modern thinking or integrate the ideas and institutions into modern Islam. It is regarded as an attempt to make Islam flexible and people can play a role in the current flowing modernity tightly. This effort is to create latitude for Muslims and can get out of a claim, stagnant, not grounded and conservative.Meanwhile, Islamic traditionalism, sometimes called traditional Islam, is covering a broad sense. Traditional Islam is believed to be authentic. It contains the sanctity of tradition, eternity, truth is certain; perennial wisdom, and also the application of sustainable principles of eternal on diverse conditions of space and time. A traditionalist can be defined as a person who has committed the sharia is the source of all religious teachings and morality. Rashid Rida (1865-1935) is known as a traditionalist thinkers because of his ideas and his desire to establish a caliphate institutions. It lived during the Islamic world is facing the rise of Western imperialism and colonialism while traditional Islamic political order is disintegrating. After the defeat of the Ottoman dynasty in World War I and the advent of Kemalism in Turkey, the Turkish Grand National Assembly decided in 1924 to dissolve the caliphate. These events led to a crisis of identity and give political meaning for Muslims, and encourage the rise of Islamic movements such as the movement Salafiah and the Caliphate. Keywords: Muhammad Rashid Rida, Modernism, Traditionalism AbstrakModernisme dalam masyarakat Barat mengasumsikan pikiran, aliran, gerakan dan usaha untuk merubah pemahaman, kebiasaan, dan lembaga begitu lama untuk menyesuaikan dengan lingkungan baru yang dibawa oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Ide ini muncul di Barat dengan tujuan menyesuaikan ajaran ditemukan di Katolik dan Protestan dengan ilmu pengetahuan modern. Aliran ide dan akhirnya menyebabkan munculnya sekularisme dalam masyarakat Barat.Modernis Islam adalah sebagai orang yang melakukan upaya sadar untuk merumuskan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam (nilai-nilai Islam) sesuai dengan pemikiran modern atau mengintegrasikan ide-ide dan institusi dalam Islam modern. Hal ini dianggap sebagai upaya untuk membuat Islam fleksibel dan orang dapat berperan dalam arus yang mengalir modernitas erat. Upaya ini adalah untuk menciptakan lintang bagi umat Islam dan bisa keluar dari klaim, stagnan, tidak beralasan dan konservatif.Sementara itu, tradisionalisme Islam, kadang-kadang disebut Islam tradisional, meliputi arti luas. Islam tradisional diyakini otentik. Ini berisi kesucian tradisi, keabadian, kebenaran yang pasti; kebijaksanaan abadi, dan juga penerapan prinsip-prinsip berkelanjutan abadi pada kondisi yang beragam ruang dan waktu. Sebuah tradisionalis dapat didefinisikan sebagai orang yang telah melakukan syariah adalah sumber dari semua ajaran agama dan moralitas.Rasyid Ridha (1865-1935) dikenal sebagai pemikir tradisionalis karena ide-idenya dan keinginannya untuk mendirikan sebuah lembaga kekhalifahan. Ini hidup pada dunia Islam menghadapi munculnya imperialisme Barat dan kolonialisme sementara pesanan politik Islam tradisional hancur. Setelah kekalahan dari dinasti Ottoman dalam Perang Dunia I dan munculnya Kemalisme di Turki, Turki Grand Majelis Nasional memutuskan pada tahun 1924 untuk membubarkan kekhalifahan. Peristiwa ini menyebabkan krisis identitas dan memberikan makna politik bagi umat Islam, dan mendorong munculnya gerakan-gerakan Islam seperti gerakan Salafi dan Khilafah. Kata Kunci : Muhammad Rasyid Ridha, Moderenisme, Tradisonalisme
PROFIL RASULULLAH SAW SEBAGAI PENDIDIK IDEAL DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Efendi, Zainal
FITRAH:Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.254 KB) | DOI: 10.24952/fitrah.v8i2.348

Abstract

Abstract: This research about profiles the Prophet as an ideal educator is a very important research. This is due to the position of educators in the management and development of education are in the frontline. Without the presence of educators, the education process does not mean anything. To realize the professional educators based ruh-Islam, need milihat side of life or the Prophet profile as the ideal educator and as an ideal manager to manage education, because of the nature of the coming of the Prophet on the earth are as al-uswat al-hasanat and grace lil-ālamīn. Therefore, this paper will reveal a picture of Islamic education in the era of the Prophet Muhammad and the concept of the ideal educator in Islamic education.Keywords: Profile of the Prophet Muhammad, Educators Ideal, Islamic Education in Indonesia Abstrak: Riset tentang profil Rasulullah sebagai pendidik ideal merupakan riset yang sangat penting. Hal tersebut disebabkan posisi pendidik dalam pengelolaan dan pengembangan pendidikan berada di garda terdepan. Tanpa keberadaan pendidik, proses pendidikan tidak berarti apa-apa. Untuk mewujudkan pendidik profesional berdasarkan ruh-Islam, perlu milihat sisi kehidupan atau profil Rasulullah sebagai pendidik ideal dan sebagai manejer ideal dalam mengelola pendidikan, karena hakikat diutusnya Rasulullah ke atas muka bumi adalah sebagai al-uswat al-hasanat dan rahmat lil-‘ālamīn. Karena itu, tulisan ini akan mengungkapkan gambaran pendidikan Islam pada era Rasulullah SAW dan konsep pendidik ideal dalam pendidikan Islam.  Kata Kunci: Profil Rasulullah SAW, Pendidik Ideal, Pendidikan Islam di Indonesia

Page 1 of 2 | Total Record : 11