cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat]
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2021)" : 7 Documents clear
Pengaruh Penggunaan Kurtepung (Kursi Terapi Punggung) Dalam Menurunkan Keluhan Low Back Pain (LBP) Pada Pekerja Batik Tulis Cici Wuni; Ratna Sari Dewi; Putri Sahara Harahap
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v6i2.6195

Abstract

ABSTRAK Nyeri punggung bawah dapat menyerang siapa saja baik anak-anak hingga dewasa. Salah satu jenis pekerjaan yang berisiko untuk terkena LBP adalah pembatik dikarenakan pembatik bekerja dengan posisi duduk dalam jangka waktu yang lama dan dilakukan secara berulang-ulang setiap hari dengan ketelitian yang tinggi, dengan posisi tersebut tenaga kerja mempunyai resiko terjadinya LBP. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan Kurtepung terhadap keluahan LBP pada pembatik di Kota Jambi. Metode penelitian menggunakan quyas eksperinment dengan rancangan pretest dan post test. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan melihat karakteristik yang sama. Uji Statistik menggunakan uji beda paired test dengan tingkat kemaknaan (α=0,05). Hasil uji statistik pada kelompok yang menggunakan Kurtepung selama 1 bulan diperoleh p-value = 0,013 (<0,05), pada kelompok yang menggunakan Kurtepung selama 1,5 bulan diperoleh p-value = 0,006 (<0,05), dan pada kelompok yang menggunakan Kurtepung selama 1,5 bulan diperoleh p-value = 0,005 (<0,05). Maka dapat disimpulkan ada pengaruh penggunaan kurtepung terhadap menurunkan keluhan Low Back Pain (LBP) pada pekerja batik tulis di Kota Jambi. Kata kunci: Low Back Pain, Kurtepung, Pembatik
Implementasi Program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Berly Nisa Srimayarti; Ririn Afrima Yenni
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v6i2.6264

Abstract

ABSTRAK Anak usia sekolah merupakan investasi dan generasi emas penerus bangsa. Kualitas bangsa dimasa depanditentukan oleh kualitas anak-anak sejak usia dini. Masalah kurang gizi sangat merisaukan karena mengancam kwalitas sumber daya manusia dimasa mendatang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, informasi penelitian didapatkan melalui wawancara, serta telaah dokumen Kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2016 dengan sekolah yang menjadi sasaran program PMT-AS berjumlah 13 sekolah dari 6 Kecamatan di Kota Padang, jumlah siswa sebanyak 2.482 orang. keseluruhan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan sudah bisa dikatakan bagus meskipun masih ada sedikit kendala dalam menentukan dana, sekolah sasaran dan jumlah makan anak. Pemberian makanan kudapan sudah berjalan dengan baik, tetapi dalam pelaksanaannya perlu memperhatikan cita rasa dari rasa kudapan yang akan diberikan. Makanan yang diberikan juga kurang bervariasi. Kata Kunci: makanan tambahan, anak sekolah, gizi
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Obesitas Pada Remaja Usia 10-19 Tahun Firda Nuzula; Gisely Vionalita
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v6i2.6389

Abstract

ABSTRAK Obesitas adalah penimbunan lemak yang berlebihan sehingga gula tidak dapat diangkut ke dalam sel danmenumpuk dalam peredaran darah, diukur berdasarkan hasil indeks massa tubuh sesuai diagram organisasikesehatan dunia. Berdasarkan data yang diperoleh dari puskesmas kecamatan Palmerah tercatat jumlah remaja usia 10-19 tahun yang obesitas pada bulan Januari-Oktober 2019 sebanyak 109 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan obesitas pada remaja usia 10-19 tahun di poli pelayanan kesehatan peduli remaja puskesmas kecamatan Palmerah tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain potong lintang, untuk memperoleh data di lapangan dilakukan dengan cara kuesioner, observasi dan wawancara kepada 77 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian dari uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara Riwayat obesitas (P = 0,01), aktivitas fisik (P = 0,01), konsumsi fast food (P = 0,05) dengan obesitas pada remaja. Hasil penelitian dari uji fisher exact menunjukkan tidak terdapat hubungan antara asupan energi (P = 0,637) dengan obesitas pada remaja. Diharapkan puskesmas dapat melakukan screening dan konseling kesehatan keliling terkait Riwayat obesitas dan membuat program tentang aktivitas fisik serta konsumsi fast food yang bekerjasama dengan sekolah. Kata kunci: Obesitas, Remaja
Faktor Risiko Gender, Outdoor Work, Dan Trauma Mata Dengan Kejadian Katarak Herlinda Mahdania Harun
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v6i2.7189

Abstract

ABSTRAK Kesehatan mata penting bagi manusia sebagai informasi visual, tetapi seringkali tidak diperhatikan. Jumlahkebutaan dan gangguan penglihatan terbesar di dunia adalah katarak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko gender, outdoor work, dan trauma mata terhadap kejadian katarak di Balai Kesehatan Mata Masyarakat Kota Makassar. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan pada Maret-Mei 2017 dengan menggunakan desain penelitian case control. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara sistematik random sampling. Jumlah sampel sebanyak 150 responden berusia ≥ 40 tahun dan memenuhi kriteria inklusi yang terdiri dari 75 kasus katarak dan 75 kontrol. Data dianalisis dengan ukuran Odds Ratio. Hasil penelitian diperoleh bahwa faktor yang signifikan berisiko terhadap kejadian katarak, yaitu outdoor work (OR=3,5, 95%CI:1,76-6,95), dan riwayat trauma mata (OR=3,8, 95%CI:1,31-10,98) dan jenis kelamin perempuan adalah faktor protektif terhadap kejadian katarak (OR=0,4; 95%CI:0,18-0,68). Kesimpulan penelitian ini adalah riwayat trauma mata dan outdoor work merupakan faktor signifikan berisiko terhadap kejadian katarak. Kata kunci: Gender, outdoor work, trauma mata
Jenis Kelamin Dan Panjang Badan Lahir Sebagai Faktor Kejadian Stunting Di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018 (Analisis Data Riskesdas 2018) Dian Kholika Hamal; Nunung Nursyarofah; Aulia Qualifa
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v6i2.7685

Abstract

ABSTRAK Kejadian stunting pada balita usia 0-59 bulan di Provinsi Sulawesi Barat menduduki posisi pertama di Indonesia dan Kabupaten Majene merupakan Kabupaten diwilayah Provinsi Sulawesi Barat yang mempunyai prevalensi paling tinggi diantara Kabupaten lainnya (46%). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prediktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita usia 0-59 bulan di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat tahun 2018 (analisis data Riskesdas 2018). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif cross sectional menggunakan data sekunder dari data Riskesdas tahun 2018 di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat 2018. Terdapat sebanyak 132 responden balita yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Gambaran karakteristik umum responden dilakukan dengan pendekatan analisis univariat. Hubungan faktor prediktor stunting dilihat dari hasil analisis bivariat Kai Kuadrat. Terdapat 51,5% balita dengan usia 0-59 bulan di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat tahun 2018. Analisis bivariat kemudian dilanjutkan ke analisis multivariat. Pada hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang mempunyai hubungan yang bermakna terhadap kejadian stunting pada balita usi 0-59 bulan adalah jenis kelamin laki- laki (P= 0,033; PR= 1,15; IK95%= 1,09 – 2,19) dan panjang badan lahir tidak normal (P= 0,002; PR=2,65; IK95% (1,09 – 6,46). Sedangkan variabel pendidikan ibu, pekerjaaan ibu, pekerjaan ayah, jumlah anggota keluarga, pemeriksaan kehamilan tidak mempunyai hubungan dengan kejadian stunting. Kata kunci: Jenis Kelamin, Panjang Badan Lahir, Stunting, Balita
Hubungan Faktor Keluarga Dan Teman Sebaya Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Nia Musniati; Mega Puspa Sari; Hamdan Hamdan
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v6i2.7736

Abstract

ABSTRAK Prevalensi perokok pada remaja usia 10-18 tahun di Indonesia terus meningkat secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor keluarga dan faktor teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja. Penelitian ini dilakukan pada Juni - November 2020 dengan pengumpulan data pada Oktober 2020. Responden penelitian ini adalah remaja di SMK Muhammadiyah 09 Jakarta, Indonesia. Penelitian ini merupakan analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 114 siswa dengan teknik sampling simple random sampling. Penelitian ini menggunakan data primer hasil kuesioner. Analisis yang dilakukan adalah univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku merokok remaja dengan perilaku merokok ibu (p = 0,021), perilaku merokok ayah (p = 0,023), perilaku merokok saudara (kakak) (p = 0,032), peran keluarga (p = 0,020), perilaku merokok teman sebaya (p = 0,006), peran teman sebaya (p = 0,000). Hasil multivariat menunjukkan peran teman sebaya merupakan faktor paling dominan yang berpengaruh dalam perilaku merokok remaja (p = 0,002, OR = 12,273, CI = 2,520-59,780). Diperlukan peran keluarga dan teman sebaya yang memberikan edukasi dan menjadi role model dalam mendukung remaja untuk tidak merokok. Kata Kunci: Keluarga, Perilaku Merokok, Teman Sebaya, Remaja.
Pengaruh Penundaan Pemotongan Tali Pusat Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Bayi Baru Lahir Marlina Santi; Zenderi Wardani; Nilam Permata Sari
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v6i2.7916

Abstract

ABSTRAK Penundaan pemotongan tali pusat secara signifikan meningkatkan cadangan zat besi dan meningkatkan transfer sel induk (stem cells) pada bayi baru lahir. Pencatatan waktu dan efek penjepitan tali pusat yang tertunda belum dijelaskan dalam banyak referensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penundaan pemotongan tali pusat terhadap kadar hemoglobin pada bayi baru lahir. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experiment dengan desain Non-Equivalent Control Group Design. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Pengaruh penundaan pemotongan tali pusat terhadap kadar haemoglobin dilakukan dengan menggunakan uji independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar hemoglobin bayi baru lahir yang mengalami penundaan penjepitan tali pusat lebih tinggi (21,18 g/dL) dibandingkan rerata kadar hemoglobin bayi baru lahir yang dilakukan penjepitan tali pusat dini (19,13 g/dL). Analisis statistik menunjukkan pengaruh yang signifikan dari penundaan penjepitan tali pusat terhadap kadar hemoglobin bayi baru lahir (p-value = 0,048). Penelitian ini merekomendasikan Penundaan pemotongan tali pusat sebagai salah satu tahapan prosedur perawatan persalinan standar. Kata kunci : Penundaan pemotongan tali pusat; Hemoglobin; Anemia; Bayi baru lahir

Page 1 of 1 | Total Record : 7