cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat]
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2022)" : 11 Documents clear
Perbedaan Siklus Menstruasi Antara Akseptor Suntik 3 Bulan Depo Medroxy Progesteron Acetate (DMPA) dengan Implant di Puskesmas Baumata Kabupaten Kupang Siti Nur Asyah Jamillah Ahmad; Dina Melanieka Sintikhe Henukh
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v7i1.5600

Abstract

ABSTRAK Laporan data menyatakan bahwa di Provinsi NTT akseptor KB aktif (59,27%), menggunakan suntikan, (17,31%) menggunakan implant, (8,05%) menggunakan IUD, (17,24%) menggunakan Pil, (4,50%)MOW, (0,64%) MOPdan (0,45%) kondom. Penelitian menganalisis perbedaan siklus menstruasi kontrasepsi suntik 3 bulan DMPA dengan implant di Puskesmas Baumata. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 40 ibu akseptor KB suntik 3 bulan DMPA dan implant di Puskesmas Baumata Kabupaten Kupang dengan teknik pengambilan sampel Purposive sampling. Data diukur menggunakan Test of Normality ShapiroWilk kemudian diuji menggunakan uji Mann-Whitney. Siklus menstruasi pada ibu akseptor kontrasepsi Suntik 3 Bulan DMPA nilai mean-nya 42,2. Median-nya 40,0 dan standar deviationnya 5,7, adapun siklus menstruasi pada ibu akseptor kontrasepsi Implant nilai mean-nya 31,0. Median-nya 28,0 dan standar deviationnya 7,5. Berdasarkan uji Mann-Whitney didapatkan Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0,000 < α (0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan siklus menstruasi pada ibu akseptor Kontrasepsi Suntik 3 Bulan DMPA dan Implant di Puskesmas Baumata. Kata Kunci: Akseptor Kontrasepsi Suntik DMPA, Implant dan Siklus Menstruasi,
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Minat Masyarakat Berkunjung ke Pelayanan Kesehatan Selama Covid-19 di Kota Tangerang Selatan Tahun 2020 Ranita Darma Sari; Fini Fajrini; Moor Latifah; Suherman
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v7i1.6939

Abstract

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seks Pranikah pada Remaja JakartaTahun 2020 Hanifah Rizti Aliyani; Nur Asiah
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v7i1.7476

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penelitian pendahuluan yang menunjukkan bahwa siswapernahmelakukan aktivitas seksual. Peneliti tertarik untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada remaja di SMK X Jakarta Utara Tahun 2020. Desain penelitian yangdigunakan adalah cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-Juni 2020. Sampel dalam penelitian ini adalah 167 siswa SMK X Jakarta Utara yang diambil secara stratified random sampling.Data yang dikumpulkan merupakan data primer dengan menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Uji bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan dengan nilai p = 0,415,sikap dengan nilai p = 0,641, religiusitas dengan nilaip = 0,392, terpaan media porno dengan nilaip = 0,108, peran orang tua dengan nilai p = 0,000 dan peranteman sebaya dengan nilai p = 0,000.Sehingga dapat disimpulkan bahwa peran orang tua dan peran teman sebaya merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada remaja di SMKX Jakarta Utara tahun 2020.Disarankan agar orang tua dapat memberikan informasi tentang kesehatanreproduksi dan seksualitas sedini mungkin dan mengawasi anak dalam pergaulan. Kata Kunci : Perilaku, Seks Pranikah, Remaja
Gambaran Pemanfaatan Antenatal Care dan Hubungannya dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Indonesia Rimawati Aulia Insani Sadarang
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v7i1.7788

Abstract

Antenatal Care (ANC) merupakan pelayanan khusus kepada ibu untuk kehamilan yang lebih sehat dan hasil kehamilan yang baik, namun tidak semua ibu bisa mendapatkan ANC yang komprehensif. Ada banyak faktor yang memengaruhi pemanfaatan ANC yang berpotensi berdampak pada luaran kehamilan, seperti Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan ANC dan hubungannya dengan kejadian BBLR di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data dari Survei Demografi dan Kesehatan (SDKI 2017) dengan desain studi cross sectional. Analisis data dilakukan pada wanita usia subur yang pernah memanfaatkan ANC. Potensi hubungan antara karakteristik pengguna ANC dengan BBLR berdasarkan hasil analisis regresi logistik dengan interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan 83,5% responden memanfaatkan ANC pada trimester pertama. Keterlambatan inisiasi ANC diidentifikasi pada responden berusia 35-39 tahun ke atas, tinggal di pedesaan dan dari indeks kesejahteraan terendah. Terdapat peningkatan risiko BBLR secara linier karena keterlambatan inisiasi ANC. Dibandingkan dengan responden yang memulai ANC pada trimester pertama, responden yang memulai ANC pada trimester ketiga memiliki risiko 1,46 kali lebih tinggi untuk mengalami BBLR. Evaluasi terhadap pelayanan ANC berdasarkan ciri-ciri yang teridentifikasi di atas diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan ini guna mencegah terjadinya masalah kesehatan, seperti BBLR.
Pengaruh “Kulwap” (Kuliah Whatsapp) Terhadap Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Pencegahan Balita Stunting Di Kelurahan Rajeg Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang Ayatun Fil Ilmi; Tri Okta Ratnaningtyas; Muhammad Cahyadi Yanuar
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v7i1.7922

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah keadaan gagal tumbuh dan malnutrisi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak adekuat diakibatkan pola makan yang tidak sesuai dengan angka kecukupan gizi dalam rentang waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian “kulwap” (kuliah whatsapp) terhadap pengetahuan wanita usia subur tentang pencegahan stunting. Desain penelitian preexperimental design dengan rancangan one group pretest-posttest dalam penelitian ini. Subjek penelitian sebanyak 30 wanita usia subur diperoleh dengan teknik purposive sampling. Data pengetahuan wanita usia subur mengenai stunting diperoleh dari kuesioner pre-test dan post-test. Pemberian “kulwap” (kuliah whatsapp) dengan metode edutainment dan brainstorming. Rerata skor pengetahuan wanita usia subur pada saat pre-test 56,27±6,119, terjadi kenaikan skor pada post-test63,33±7,355. Analisis statistik menggunakan paired sample t-test menunjukkan adanya perubahan signifikan antara pengetahuan wanita usia subur tentang stunting pada waktu sebelum dan sesudah dilakukan intervensi (p=0,001). Kata Kunci: Stunting, Whatsapp, Brainstorming, Edutainment
Perbedaan Siklus Menstruasi Antara Akseptor Suntik 3 Bulan Depo Medroxy Progesteron Acetate (DMPA) dengan Implant di Puskesmas Baumata Kabupaten Kupang Siti Nur Asyah Jamillah Ahmad; Dina Melanieka Sintikhe Henukh
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v7i1.5600

Abstract

ABSTRAK Laporan data menyatakan bahwa di Provinsi NTT akseptor KB aktif (59,27%), menggunakan suntikan, (17,31%) menggunakan implant, (8,05%) menggunakan IUD, (17,24%) menggunakan Pil, (4,50%)MOW, (0,64%) MOPdan (0,45%) kondom. Penelitian menganalisis perbedaan siklus menstruasi kontrasepsi suntik 3 bulan DMPA dengan implant di Puskesmas Baumata. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 40 ibu akseptor KB suntik 3 bulan DMPA dan implant di Puskesmas Baumata Kabupaten Kupang dengan teknik pengambilan sampel Purposive sampling. Data diukur menggunakan Test of Normality ShapiroWilk kemudian diuji menggunakan uji Mann-Whitney. Siklus menstruasi pada ibu akseptor kontrasepsi Suntik 3 Bulan DMPA nilai mean-nya 42,2. Median-nya 40,0 dan standar deviationnya 5,7, adapun siklus menstruasi pada ibu akseptor kontrasepsi Implant nilai mean-nya 31,0. Median-nya 28,0 dan standar deviationnya 7,5. Berdasarkan uji Mann-Whitney didapatkan Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0,000 < α (0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan siklus menstruasi pada ibu akseptor Kontrasepsi Suntik 3 Bulan DMPA dan Implant di Puskesmas Baumata. Kata Kunci: Akseptor Kontrasepsi Suntik DMPA, Implant dan Siklus Menstruasi,
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Minat Masyarakat Berkunjung ke Pelayanan Kesehatan Selama Covid-19 di Kota Tangerang Selatan Tahun 2020 Ranita Darma Sari; Fini Fajrini; Moor Latifah; Suherman
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v7i1.6939

Abstract

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seks Pranikah pada Remaja JakartaTahun 2020 Hanifah Rizti Aliyani; Nur Asiah
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v7i1.7476

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penelitian pendahuluan yang menunjukkan bahwa siswapernahmelakukan aktivitas seksual. Peneliti tertarik untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada remaja di SMK X Jakarta Utara Tahun 2020. Desain penelitian yangdigunakan adalah cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-Juni 2020. Sampel dalam penelitian ini adalah 167 siswa SMK X Jakarta Utara yang diambil secara stratified random sampling.Data yang dikumpulkan merupakan data primer dengan menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Uji bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan dengan nilai p = 0,415,sikap dengan nilai p = 0,641, religiusitas dengan nilaip = 0,392, terpaan media porno dengan nilaip = 0,108, peran orang tua dengan nilai p = 0,000 dan peranteman sebaya dengan nilai p = 0,000.Sehingga dapat disimpulkan bahwa peran orang tua dan peran teman sebaya merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada remaja di SMKX Jakarta Utara tahun 2020.Disarankan agar orang tua dapat memberikan informasi tentang kesehatanreproduksi dan seksualitas sedini mungkin dan mengawasi anak dalam pergaulan. Kata Kunci : Perilaku, Seks Pranikah, Remaja
Gambaran Pemanfaatan Antenatal Care dan Hubungannya dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Indonesia Rimawati Aulia Insani Sadarang
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v7i1.7788

Abstract

Antenatal Care (ANC) merupakan pelayanan khusus kepada ibu untuk kehamilan yang lebih sehat dan hasil kehamilan yang baik, namun tidak semua ibu bisa mendapatkan ANC yang komprehensif. Ada banyak faktor yang memengaruhi pemanfaatan ANC yang berpotensi berdampak pada luaran kehamilan, seperti Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan ANC dan hubungannya dengan kejadian BBLR di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data dari Survei Demografi dan Kesehatan (SDKI 2017) dengan desain studi cross sectional. Analisis data dilakukan pada wanita usia subur yang pernah memanfaatkan ANC. Potensi hubungan antara karakteristik pengguna ANC dengan BBLR berdasarkan hasil analisis regresi logistik dengan interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan 83,5% responden memanfaatkan ANC pada trimester pertama. Keterlambatan inisiasi ANC diidentifikasi pada responden berusia 35-39 tahun ke atas, tinggal di pedesaan dan dari indeks kesejahteraan terendah. Terdapat peningkatan risiko BBLR secara linier karena keterlambatan inisiasi ANC. Dibandingkan dengan responden yang memulai ANC pada trimester pertama, responden yang memulai ANC pada trimester ketiga memiliki risiko 1,46 kali lebih tinggi untuk mengalami BBLR. Evaluasi terhadap pelayanan ANC berdasarkan ciri-ciri yang teridentifikasi di atas diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan ini guna mencegah terjadinya masalah kesehatan, seperti BBLR.
Pengaruh "Kulwap” (Kuliah Whatsapp) Terhadap Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Pencegahan Balita Stunting Di Kelurahan Rajeg Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang Ayatun Fil Ilmi; Tri Okta Ratnaningtyas; Muhammad Cahyadi Yanuar
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v7i1.7922

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah keadaan gagal tumbuh dan malnutrisi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak adekuat diakibatkan pola makan yang tidak sesuai dengan angka kecukupan gizi dalam rentang waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian "kulwap” (kuliah whatsapp) terhadap pengetahuan wanita usia subur tentang pencegahan stunting. Desain penelitian preexperimental design dengan rancangan one group pretest-posttest dalam penelitian ini. Subjek penelitian sebanyak 30 wanita usia subur diperoleh dengan teknik purposive sampling. Data pengetahuan wanita usia subur mengenai stunting diperoleh dari kuesioner pre-test dan post-test. Pemberian "kulwap” (kuliah whatsapp) dengan metode edutainment dan brainstorming. Rerata skor pengetahuan wanita usia subur pada saat pre-test 56,27±6,119, terjadi kenaikan skor pada post-test63,33±7,355. Analisis statistik menggunakan paired sample t-test menunjukkan adanya perubahan signifikan antara pengetahuan wanita usia subur tentang stunting pada waktu sebelum dan sesudah dilakukan intervensi (p=0,001). Kata Kunci: Stunting, Whatsapp, Brainstorming, Edutainment

Page 1 of 2 | Total Record : 11