cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat]
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2022)" : 14 Documents clear
The Hubungan Ability to Pay dan Willingness to Pay Dengan Kepatuhan Membayar Iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional: Hubungan Ability to Pay dan Willingness to Pay Dengan Kepatuhan Membayar Iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional Witri Dewi Mentari
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v7i2.10002

Abstract

ABSTRAK Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mulai diberlakukan sejak Januari 2014. Dalam rogram JKN ini, pemerintahmenargetkan angka Universal Health Coverage (UHC) sebesar 95% pada 2019. Sampai dengan tahun 2020,cakupan nasional program JKN baru mencapai 85% dan Sumedang menjadi salah satu daerah dengan cakupanterendah. Masalah lainnya adalah rendahnya kepatuhan peserta dalam membayar iuran JKN. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui hubungan antara ATP dan WTP dengan kepatuhan membayar, serta untukmengetahui faktor mana yang lebih menentukan kepatuhan membayar jaminan kesehatan. Jenis penelitianadalah analitik dengan desain correlational. Populasi penelitian ini adalah peserta mandiri program JKN diKelurahan Situ yang berjumlah 1551 KK, dengan jumlah sampel 100 yang dihitung menggunakan rumusSlovin.Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji range spearman dan analisis multivariat dengan regresi logistikberganda. Hasil penelitian menunjukkan p-value sebesar 0.000 untuk variabel ATP dan WTP sehinggadibuktikan bahwa ada hubungan antara ATP ataupun WTP dengan kepatuhan membayar. Uji regresi logistikberganda menunjukkan hasil hahwa faktor WTP determinan dengan kepatuhan membayar. Disimpulkan bahwaada hubungan antara ATP dan WTP dengan kepatuhan peserta mandiri program JKN. WTP determinan dengankepatuhan membayar. Kata Kunci: ATP, WTP, Kepatuhan Membayar.
Hubungan Karakteristik Sosial Ekonomi dan Keterpaparan Informasi Kesehatan dengan Penerimaan Vaksinasi Covid-19 pada Masyarakat di Kecamatan Medan Tuntungan Sarah Patumona Manalu; Meutia Nurfahasdi; Silda Adi Rahayu; Ade Citra Nadhira
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v7i2.10003

Abstract

ABSTRAK Vaksinasi covid-19 merupakan salah satu upaya untuk memperkuat daya tahan tubuh terhadap penyakittersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik sosial ekonomi dan keterpaparaninformasi kesehatan dengan penerimaan vaksinasi covid-19 pada masyarakat di Kecamatan Medan Tuntungan.Penelitian ini merupakan penelitian survei cross sectional. Populasi masyarakat berusia di atas 18 tahun diKecamatan Medan Tuntungan yang berjumlah 68.000 jiwa. Data yang masuk dianalisis dengan analisisunivariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan sumber informasi mengenai covid-19dengan pendidikan (p-value 0,001), adanya hubungan sumber informasi dengan pekerjaan (p-value 0,001),adanya hubungan pekerjaan dengan status vaksin (p-value 0,040), adanya hubungan pendidikan dengan kejadian terinfeksi (p-value 0,001), adanya hubungan pendidikan dengan asuransi kesehatan yang dimiliki (p-value 0,001), dan adanya hubungan pekerjaan dengan asuransi kesehatan yang dimiliki (p-value 0,001). Kesimpulan yang diperoleh adalah adanya hubungan karakteristik tingkat pendidikan, pekerjaan, dan keterpaparan informasi dengan penerimaan vaksinasi covid-19 pada masyarakat di Kecamatan Medan Tuntungan. Kata Kunci: Sosial ekonomi, keterpaparan informasi, vaksinasi covid-19
Penerimaan Vaksinasi COVID-19 Pada Ibu Hamil Tahun 2022 Annisa Putri S; Rora Asyulia; Amalia Ratna Alfiandary; Meidina Sinaga; Imas Qurrata Ayuni; Nendy Anora Nilantini; Liza Meutia; Paskalinda Bandur; Hadi Pratomo
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v7i2.10014

Abstract

ABSTRAK Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah penyebab jenis penyakit menularCoronavirus Disease 2019 (COVID-19). Sampai Juni 2022, dari 208.265.720 total target vaksinasi, 95,16% telahmenerima vaksin dosis 1; 78,15% menerima dosis 2, dan 14,86% menerima dosis 3 atau booster. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengkaji lebih dalam penerimaan ibu hamil di Kota Depok dalam menerima vaksinasiCOVID-19. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif lapangandengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian ini berdasarkan wawancara mendalam yang dilakukan timpeneliti dengan 7 informan, ditemukan salah satu informan yang berpendapat bahwa ibu hamil tidak wajibmendapatkan vaksin COVID-19 karena menimbulkan efek samping bagi sebagian orang. Empat di antaranyamenyebutkan bahwa vaksin COVID-19 wajib untuk melindungi ibu dan janin dari virus COVID-19. Duadiantaranya menyatakan kewajiban vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil bergantung pada kondisi kesehatan ibu.Terdapat perbedaan persepsi penerimaan vaksin antar informan. Diterimanya vaksinasi COVID-19 informandikarenakan kebutuhan: 1) administrasi; 2) kesadaran; 3) bekerja. Kata Kunci: COVID-19, Penerimaan Vaksin, Ibu Hamil
Pembelajaran Organisasi—Peningkatan Berkelanjutan Bagi Iklim Keselamatan Pasien: Analisis Menggunakan PLS-SEM Suryo Wibowo; Michael Christian; Sunarno Sunarno; Rima Melati; Susanty Dewi Winata
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v7i2.10724

Abstract

ABSTRACT The same awareness and perception of health professionals in hospitals regarding a patient-centered safetyclimate is very likely to be found to be non-uniform. Indeed, this will have an impact on organizational learning—continuous improvement, which is also linked to management support. Using these two aspects, this study intendsto investigate the determinants of organizational learning—continuous improvement. This is a quantitative studythat used a randomized survey of 48 health professionals working in hospitals throughout Indonesia. Data wascollected using a questionnaire as a research instrument, and the analysis tool in this study was structuralequation modeling—partial least squares with SmartPLS. The findings of this study support that safety climatehas a significant impact on organizational learning—continuous improvement (p = 0.007). This study's nextfinding explains that management support has a significant effect on organizational learning—continuousimprovement (p = 0.003). In this study, management support had no moderating effect (p = 0.127). According tothis study, 70.4 percent of organizations use safety climate and management support to measure organizationallearning and continuous improvement. Keywords: Safety Climate, Safety Management, Patient Safety, Organizational Learning, Health Professionals

Page 2 of 2 | Total Record : 14