cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian
ISSN : 20866968     EISSN : 26219816     DOI : -
Core Subject : Health,
Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian is an national journal published by Faculty of Pharmacy and Science University of Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian is aimed at being a medium for research results dissemination and scientific paper exchanges on the pharmaceutical field among academics, practitioners, regulators, and public. Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian is issued two times annually, i.e., in April, and October.The Editor receives rigorous research manuscripts that have not been offered for publication elsewhere. Since its first issue published in 2010. Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian has become a CrossRef Member since 2019. Therefore, all articles published by Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian will have unique DOI number with p-ISSN 2086-6968 dan e-ISSN 2621-9816
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2022)" : 9 Documents clear
the PENGARUH KOMBINASI PEMANIS ASPARTAM - XYLITOL TERHADAP SIFAT FISIK TABLET HISAP EKSTRAK BUAH KAPULAGA Frisca Vidya Ningrum; Pramulani Mulya Lestari; Fitria Nugrahaeni
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrak kental buah kapulaga dibuat dalam sediaan tablet hisap dengan berbagai variasi konsentrasi xylitol untuk meningkatkan rasa serta menghasilkan tablet yang memenuhi persyaratan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi xylitol terhadap sifat fisik granul dan tablet. Tablet hisap dibuat dalam 5 formula berdasarkan variasi konsentrasi xylitol yaitu F1 (6%), F2 (9%), F3 (12%), F4 (15%), F5 (18%). Pembuatan tablet hisap menggunakan metode granulasi basah. Sifat fisik granul yang diuji meliputi susut pengeringan, waktu alir, sudut diam, kompresibilitas dan distribusi ukuran partikel. Sifat fisik tablet yang diuji meliputi organoleptis, kekerasan, kerapuhan, waktu larut serta tanggap rasa kemudian dibandingkan dengan pustaka yang diacu. Hasil evaluasi granul dan tablet pada semua formula telah memenuhi persyaratan. Hasil analisa One Way ANOVA data kekerasan, kerapuhan serta waktu larut menunjukkan adanya perbedaan antar formula dengan p-value 0,000 < 0,05. Hasil analisa Chi Square menunjukkan nilai p-value 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa variasi konsentrasi xylitol berpengaruh terhadap sifat fisik granul dan tablet terutama pada kekerasan, kerapuhan, waktu larut serta tingkat kesukaan terhadap rasa tablet.
DETEKSI CEMARAN TIKUS PADA SAMPEL SOSIS DENGAN REAL TIME PCR Hadi Sunaryo; Nurul Azmah Nikmatullah; Samiratul Mufidah
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam ajaran Islam daging tikus merupakan bahan pangan yang tidak halal atau tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi, sehingga kehadirannya dalam suatu olahan makanan merupakan isu yang sangat penting. Olahan daging sering kali dipalsukan dengan penambahan daging tikus, hal ini dilakukan untuk menekan biaya produksi olahan daging. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cemaran Tikus pada sampel sosis menggunakan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Identifikasi ini terbagi menjadi 2 tahap yaitu tahapan ekstraksi menggunakan kit Progenus EasyFastTM Extraction Kit for Meat Products dan tahapan amplifikasi menggunakan kit EASYFASTTM Rat detection kit. Pada penelitian ini sampel yang diidentifikasi sebanyak 30 sampel. Dari 30 sampel yang telah diidentifikasi terdapat 1 sampel yang positif mengandung cemaran DNA tikus dengan nilai Ct 36,16
SISTEM PENGHANTARAN OBAT KOAMORF : PREPARASI DAN PEMILIHAN KOFORMER Muhammad Lukman Nur Hakim; Taofik Rusdiana
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini berbagai macam metode dan teknik untuk memperbaiki sifat fisik seperti kelarutan dan disolusi dari obat-obat golongan BCS (Biopharmaceutical Classification System) kelas II dan IV telah banyak dikaji, diantaranya sistem penghantaran obat ko-amorf. Sistem penghantaran obat ko-amorf (co-amorphous drug delivery system) adalah sistem penghantaran obat dengan kombinasi dari dua atau lebih komponen dengan bobot molekul yang rendah dan membentuk sistem fase tunggal homogen. Sistem ko-amorf memiliki keunggulan kelarutan dan kestabilan yang tinggi dibandingkan sistem lain seperti kokristal karena interaksi antarmolekul yang spesifik. Tujuan review ini adalah untuk mengkaji aspek preparasi dan pemilihan co-former dalam menghasilkan sistem ko-amorf yang baik. Metode pada review ini yaitu studi literatur dengan hasil berupa teknik preparasi, pemilihan zat aktif, kombinasi dengan eksipien, sampai dengan metode serta mekanisme yang diperoleh harus diperhatikan dalam formulasi. Parameter yang berpengaruh dalam pemilihan co-former yang baik adalah sifat fisikokimia zat aktif serta eksipien dan tendensi kristalisasi materi.
POTENSI DAUN TANAMAN PUCUK MERAH (Syzygium myrtifolium Walp.) SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI TERHADAP Streptococcus mutans Vilya Syafriana; Yayu Wiranti
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pucuk merah merupakan tanaman yang memiliki dua warna daun, yaitu bagian pucuk berwarna merah dan bagian lainnya berwarna hijau. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa daun dari tanaman ini memiliki aktivitas antibakteri, namun aktivitasnya terhadap Streptococcus mutans belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak daun merah dan daun hijau tanaman pucuk merah terhadap bakteri S. mutans. Ekstraksi daun dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram untuk menentukan nilai Diameter Daya Hambat (DDH) dan dilanjutkan dengan uji Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dengan metode dilusi padat. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun hijau memiliki nilai DDH pada konsentrasi 10%, 20%, 40%, 80% secara berurutan sebesar 8,51±0,26 mm; 10,30±0,08  mm; 11,21±0,06 mm; dan 12,57±0,15 mm; sedangkan daun merah dengan konsentrasi yang sama memiliki DDH sebesar 9,04±0,45 mm; 10,79±0,63 mm; 11,87±0,39 mm; dan 13,35±0,93 mm.  Hasil uji KHM menunjukkan bahwa ekstrak daun hijau dan daun merah memiliki hasil yang sama, yaitu pada konsentrasi 2% masih mampu menghambat pertumbuhan S. mutans. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai KHM ekstrak daun pucuk merah belum dapat ditentukan. Akan tetapi, data ini mengindikasikan bahwa daun tanaman pucuk merah berpotensi sebagai agen antibakteri terhadap S. mutans.
Outcome Klinik Berdasarkan Pemilihan Jenis Insulin pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 ida yuliasari; Yusi Anggriani; Hesty Utami R
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v9i2.6931

Abstract

Penggunaan insulin mengalami perubahan dimana insulin analog meningkat sedangkan insulin manusia mengalami penurunan. Hal ini perlu dikaji mengingat harga insulin analog lebih tinggi sehingga berdampak pada kenaikan biaya dan menyebabkan keterbatasan dalam penggunaannya yang akhirnya berdampak pada hasil terapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan insulin dan outcome kliniknya. Penelitian dilakukan secara longitudinal time series dari data retrospektif  yang meliputi data pasien, data obat dan data pemeriksaan laboratorium. Jumlah sampel sebanyak 86 pasien terdiri dari 28 pasien pengguna insulin manusia dan 56 pasien pengguna insulin analog. Outcome klinik yang dianalisa adalah GDP, GDPP, dan HbA1C yang dinilai berdasarkan kategori terkendali baik, terkendali sedang dan terkendali buruk. Outcome klinik dianalisis dengan uji normalitas Kolmogorov Smirnov, selanjutnya dilakukan uji komparatif statistik non parametrik Kruskal Wallis dan uji Mann Whitney untuk melihat signifikansi perbedaan antar kategori. Insulin analog yang paling banyak digunakan adalah insulin analog tunggal. Hasil analisis menunjukkan tidak ditemukan perbedaan outcome klinik dari penggunaan insulin analog dan insulin manusia pada nilai GDP, GDPP dan HbA1C.
SISTEM PENGHANTARAN OBAT KOAMORF : PREPARASI DAN PEMILIHAN KOFORMER Muhammad Lukman Nur Hakim; Taofik Rusdiana
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v9i2.7121

Abstract

Saat ini berbagai macam metode dan teknik untuk memperbaiki sifat fisik seperti kelarutan dan disolusi dari obat-obat golongan BCS (Biopharmaceutical Classification System) kelas II dan IV telah banyak dikaji, diantaranya sistem penghantaran obat ko-amorf. Sistem penghantaran obat ko-amorf (co-amorphous drug delivery system) adalah sistem penghantaran obat dengan kombinasi dari dua atau lebih komponen dengan bobot molekul yang rendah dan membentuk sistem fase tunggal homogen. Sistem ko-amorf memiliki keunggulan kelarutan dan kestabilan yang tinggi dibandingkan sistem lain seperti kokristal karena interaksi antarmolekul yang spesifik. Tujuan review ini adalah untuk mengkaji aspek preparasi dan pemilihan co-former dalam menghasilkan sistem ko-amorf yang baik. Metode pada review ini yaitu studi literatur dengan hasil berupa teknik preparasi, pemilihan zat aktif, kombinasi dengan eksipien, sampai dengan metode serta mekanisme yang diperoleh harus diperhatikan dalam formulasi. Parameter yang berpengaruh dalam pemilihan co-former yang baik adalah sifat fisikokimia zat aktif serta eksipien dan tendensi kristalisasi materi.
the PENGARUH KOMBINASI PEMANIS ASPARTAM - XYLITOL TERHADAP SIFAT FISIK TABLET HISAP EKSTRAK BUAH KAPULAGA Frisca Vidya Ningrum; Pramulani Mulya Lestari; Fitria Nugrahaeni
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v9i2.7755

Abstract

Ekstrak kental buah kapulaga dibuat dalam sediaan tablet hisap dengan berbagai variasi konsentrasi xylitol untuk meningkatkan rasa serta menghasilkan tablet yang memenuhi persyaratan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi xylitol terhadap sifat fisik granul dan tablet. Tablet hisap dibuat dalam 5 formula berdasarkan variasi konsentrasi xylitol yaitu F1 (6%), F2 (9%), F3 (12%), F4 (15%), F5 (18%). Pembuatan tablet hisap menggunakan metode granulasi basah. Sifat fisik granul yang diuji meliputi susut pengeringan, waktu alir, sudut diam, kompresibilitas dan distribusi ukuran partikel. Sifat fisik tablet yang diuji meliputi organoleptis, kekerasan, kerapuhan, waktu larut serta tanggap rasa kemudian dibandingkan dengan pustaka yang diacu. Hasil evaluasi granul dan tablet pada semua formula telah memenuhi persyaratan. Hasil analisa One Way ANOVA data kekerasan, kerapuhan serta waktu larut menunjukkan adanya perbedaan antar formula dengan p-value 0,000 < 0,05. Hasil analisa Chi Square menunjukkan nilai p-value 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa variasi konsentrasi xylitol berpengaruh terhadap sifat fisik granul dan tablet terutama pada kekerasan, kerapuhan, waktu larut serta tingkat kesukaan terhadap rasa tablet.
DETEKSI CEMARAN TIKUS PADA SAMPEL SOSIS DENGAN REAL TIME PCR Hadi Sunaryo; Nurul Azmah Nikmatullah; Samiratul Mufidah
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v9i2.7960

Abstract

Dalam ajaran Islam daging tikus merupakan bahan pangan yang tidak halal atau tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi, sehingga kehadirannya dalam suatu olahan makanan merupakan isu yang sangat penting. Olahan daging sering kali dipalsukan dengan penambahan daging tikus, hal ini dilakukan untuk menekan biaya produksi olahan daging. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cemaran Tikus pada sampel sosis menggunakan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Identifikasi ini terbagi menjadi 2 tahap yaitu tahapan ekstraksi menggunakan kit Progenus EasyFastTM Extraction Kit for Meat Products dan tahapan amplifikasi menggunakan kit EASYFASTTM Rat detection kit. Pada penelitian ini sampel yang diidentifikasi sebanyak 30 sampel. Dari 30 sampel yang telah diidentifikasi terdapat 1 sampel yang positif mengandung cemaran DNA tikus dengan nilai Ct 36,16
POTENSI DAUN TANAMAN PUCUK MERAH (Syzygium myrtifolium Walp.) SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI TERHADAP Streptococcus mutans Vilya Syafriana; Yayu Wiranti
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v9i2.8392

Abstract

Pucuk merah merupakan tanaman yang memiliki dua warna daun, yaitu bagian pucuk berwarna merah dan bagian lainnya berwarna hijau. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa daun dari tanaman ini memiliki aktivitas antibakteri, namun aktivitasnya terhadap Streptococcus mutans belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak daun merah dan daun hijau tanaman pucuk merah terhadap bakteri S. mutans. Ekstraksi daun dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram untuk menentukan nilai Diameter Daya Hambat (DDH) dan dilanjutkan dengan uji Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dengan metode dilusi padat. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun hijau memiliki nilai DDH pada konsentrasi 10%, 20%, 40%, 80% secara berurutan sebesar 8,51±0,26 mm; 10,30±0,08  mm; 11,21±0,06 mm; dan 12,57±0,15 mm; sedangkan daun merah dengan konsentrasi yang sama memiliki DDH sebesar 9,04±0,45 mm; 10,79±0,63 mm; 11,87±0,39 mm; dan 13,35±0,93 mm.  Hasil uji KHM menunjukkan bahwa ekstrak daun hijau dan daun merah memiliki hasil yang sama, yaitu pada konsentrasi 2% masih mampu menghambat pertumbuhan S. mutans. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai KHM ekstrak daun pucuk merah belum dapat ditentukan. Akan tetapi, data ini mengindikasikan bahwa daun tanaman pucuk merah berpotensi sebagai agen antibakteri terhadap S. mutans.

Page 1 of 1 | Total Record : 9