cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Empowerment
ISSN : 22524738     EISSN : 25807692     DOI : -
Core Subject : Education,
Empowerment Journal publishes original research or theoretical papers about : 1. non formal education 2. community education 3. community development 4. training and course 5. informal education 6. social communication to support community learning process
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, No 2, September 2014" : 8 Documents clear
PENGGUNAAN MEDIA MANIPULATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN PADA ANAK USIA DINI (Studi Kasus di POS PAUD MELATI Kecamatan Regol Kota Bandung) Nenden Susilowati
Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, No 2, September 2014
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.053 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v3i2p152-170.582

Abstract

This research is motivated by problems found in Pos Paud Melati Kecamatan Regol Kota Bandung, is the ability to recognize the concept of number of children in Pos Paud Melati is mean . It can be seen from the child 's response when asked about dealing with numbers . Therefore, research is conducted aiming to determine the increase in the ability to know the concept of numbers in early childhood with the use of manipulative media. The focus of his research are: 1 ) what media is used by teachers in improving the ability to know the number concept in children ? 2) How the application of manipulative media in children? 3) How the progress of the ability to recognize the concept of numbers in children after using manipulative media? The approach used in this study is a qualitative approach with descriptive analytical method. The collected data is the data observation, interview and documentation. The use of manipulative media is the application of the use of multiple media to improve the ability to recognize the concept of numbers that are given to children in Pos Paud Melati Kecamatan Regol Kota Bandung.The results showed that the use of manipulative media can increase the ability to know the concept of numbers in early childhood. Children can count many objects from 1-10 , counting by pointing objects ( familiar concept of numbers with objects ) to 10 , pointing to the symbol of numbers 1-10 , connect / pair emblem numbers with pictures of objects up to 10 ( no children were told to write ) better.The use of manipulative media has the advantage in the learning process, the child has learned and enthusiastic spirit better, as indicated by the response of the child when the teacher asks, actively involved in each activity and active cooperation with friends. The interaction between the child and her or teachers becomes more intertwined. This suggests that children learn in a fun atmosphere, so that the children can get to know and understand the concept of numbers either. That a barrier is the lack of creativity of teachers in creating and providing an attractive medium for children's learning.Efforts to overcome the above problems, it is recommended to increase the creativity of teachers internally in various ways to mastery (mastery) media , engage teachers in a variety of training and provide opportunities for teachers to continue to a higher level .
PERAN PG-TK BPI DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU MELALUI PELATIHAN TARI TRADISIONAL SUNDA Tati Suharti
Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, No 2, September 2014
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.742 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v3i2p161-180.583

Abstract

Penelitian ini mengangkat permasalahan tentang Peran PGTK BPI dalam meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan tari tradisional Sunda. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengidentifikasi bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dari  Pelatihan Tari Tradisional Sunda Bagi Guru TK  yang diselenggarakan oleh  PG-TK BPI Kota Bandung. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Yang menjadi subyek penelitian berjumlah 10 0rang yang terdiri dari  6 orang peserta pelatihan, 2 orang narasumber dan 2 orang pelaksana kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian ini mengacu kepada : (1) Perencanaan  pelatihan tari tradisional Sunda, (2) Pelaksanaan pelatihan tari tradisional Sunda, (3) Evaluasi pembelajaran tari tradisional Sunda. Pada tahap perencanaan proses pelatihan telah disusun oleh pelatih bagaimana menciptakan iklim pelatihan. Pada tahap pelaksanaan pelatihan penyajian materi dilakukan di dalam ruangan baik secara teoritis maupun praktik. Evaluasi yang  dilakukan oleh pelatih dilakukan dalam bentuk penguasaan gerakan dengan cara memperagakan gerakan tari oleh peserta secara satu persatu.Berdasarkan temuan penelitian tersebut dapat  bahwa Peran PG-TK BPI dalam meningkatkan kompetensi guru melalui Tari Tradisional Sunda (studi deskriptif kualitatif tentang pembelajaran tari tradisional sunda bagi guru TK di Kota Bandung) telah terlihat keberhasilan yang positif baik dilihat dari  penilaian  terhadap peserta pelatihan Tari Tradisional sunda maupun terhadap penilaian pada perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pelatihan tari tradisional sunda.
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK USIA DINI MELAUI METODE BERCERITA (STUDI KASUS PADA SATUAN PAUD SEJENIS (SPS) AL MUSLIMUN KECAMATAN CISARUA KABUPATEN BANDUNG BARAT) Sri Wahyuni
Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, No 2, September 2014
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.878 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v3i2p120-127.578

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi pengetahuan guru yang masih kurang dan belum efektif atau tepat guna terhadap pengembangan pendidikan karakter pada peserta didik di SPS Al Muslimun.Tujuan penelitian ini adalah  ingin memperoleh gambaran tentang perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan hasil metode bercerita terhadap pengembangan pendidikan karakter pada anak usia dini. Landasan teori penelitian ini merujuk pada :Konsep-konsep pendidikan karakter pada anak usia dini,  Bercerita  Metode Bercerita , Metode Bercerita dalam Pendidikan Karakter dan Konsep APE dalam kaitannya dengan metode bercerita. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya dilakukan triangulasi untuk meminimalkan terjadinya bias dan untuk meningkatkan reliabilitas dan validitas data yang diperoleh.Subjek penelitian ini adalah Pengelola, Guru dan Peserta Didik Kelas A sedangkan lokasi penelitian ini adalah Satuan PAUD Sejenis (SPS) Al Muslimun yang berlokasi di Kampung Panyandaan Desa Jambudipa Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung BaratHasil penelitian ini adalah a) Perencanaan pengembangan karakter melalui metode bercerita direncakan pada awal tahun ajaran yang disusun dalam KTSP (Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan) yang didalamnnya terdapat Rencana Kegiatan Mingguan dan Rencana Kegiatan Harian (RKM dan RKH). b) Pelaksanaan Metode Bercerita berlangsung pada saat pembelajaran berlangsung,. Pelaksanaan metode bercerita dalam penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 kali. c) Penilaian metode bercerita dilakukan terhadap Guru dan peserta didik.Terdapat peningkatan pengembangan karakter setelah dilaksanakan metode bercerita pada peserta didik. d) Hasil pengembangan pendidikan karakter dengan  metode bercerita akan lebih efektif jika dilakukan melalui pembiasaan. Adapun tujuannnya adalah agar anak mempraktekkan langsung nilai-nilai tersebut dan terbiasa untuk melakukan ha-hal yang baik dengan harapan nilai tersebut dapat terinternalisasi dalam kehidupan anakKesimpulan penelitian ini adalah nilai-nilai karakter dasar yang penting pada anak seperti tanggung jawab, disiplin dan kemandirian pada anak dapat ditingkatkan melalui metode bercerita. Hal ini akan berjalan lebih baik lagi apabila setiap peserta didik memiliki minat serta motivasi untuk mengembangkan karakter, serta ada dukungan dan kerjasama dengan orang tua dan guru. Rekomendasi untuk untuk Guru dan Pengelola adalah peningkatan pemahaman terhadap materi cerita dan peningkatan terhadap keratifitas pembuatan APE yang bahannnya ada di lingkungan sekitar untuk menunjang penyajian materi cerita yang menarik dan bermutu. 
PENERAPAN METODE BERMAIN BALOK DALAM MENGEMBANGKAN NILAI KOGNITIF ANAK USIA DINI PADA PAUD NUANSA KOTA BANDUNG Eni Rohaeni
Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, No 2, September 2014
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.292 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v3i2p181-197.584

Abstract

Penggunaan metode bermain balok di dalam proses pembelajaran di pendidikan anak usia dini belum dikuasai oleh setiap guru PAUD. Berdasarkan masalah tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana langkah-langkah mekanisme penerapan metode bermain balok dalam mengembangkan nilai kognitif anak usia dini, untuk mengetahui bagaimana strategi penerapan metode bermain balok dalam mengembangkan nilai kognitif anak usia dini, dan untuk mengetahui bagaimana tingkat efektivitas penerapan metode bermain balok dalam mengembangkan nilai kognitif anak usia dini pada PAUD Nuansa di kota Bandung. Landasan teori yang dipergunakan sebagai bahan kajian dalam penelitian ini adalah konsep bermain sambil belajar, konsep pembelajaran, konsep anak usia dini, dan konsep kognitif anak.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang diharapkan dapat menghasilkan suatu gambaran tentang objek yang diteliti secara utuh dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan.Hasil penelitian dipaparkan sebagai berikut: penerapan metode bermain balok dilaksanakan oleh tutor dalam mengembangkan nilai kognitif anak, strategi bermain balok dengan diadakannya simulasi atau praktek penyusunan balok, dan efektivitas metode bermain balok yang sangat menunjang terhadap pengembangan nilai kognitif anak usia dini.Kesimpulan penelitian adalah metode bermain balok dapat meningkatkan kemampuan daya kreatifitas dan berpikir anak usia dini serta dapat melatih berpikir anak secara terstruktur atau konstruktif. Sedangkan Rekomendasi, meskipun dari penerapan metode bermain balok dalam mengembangkan nilai kognitif pada anak usia dini masih belum memenuhi harapan padahal secara potensial PAUD ini memiliki guru-guru yang terlatih dan fasilitas yang memadai, oleh karena itu perlu adanya peningkatan kemampuan pengembangan kreatifitas dalam membuat kontruksi melalui pelatihan ataupun penataran dan perlu adanya pengembangan dan penambahan sarana prasarana khususnya permainan balok.
METODE BERMAIN LEGO DALAM UPAYA MENUMBUHKEMBANGKAN KECERDASAN KINESTETIK PADA ANAK USIA DINI (Sudi Kasus di Lembaga Pendidikan Manusia Unggul) Fitria Yulianti Ningtyas
Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, No 2, September 2014
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.111 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v3i2p128-134.579

Abstract

Penelitian ini membahas tentang upaya menumbuhkembangkan kecerdasan kinestetik pada anak usia dini melalui metode bermain Lego di Lembaga Pendidikan Manusia Unggul. Melalui permainan Lego, anak yang memiliki gaya belajar kinestetik akan terstimulasi kecerdasan dan kemampuannya, terutama kecerdasan kinestetiknya. Sebab pada dasarnya, anak dengan gaya belajar kinestetik, memiliki kelebihan dalam ruang gerak serta berlebih energinya. Sehingga saat belajar, anak membutuhkan ruang yang cukup luas, serta permainan yang menantang. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana langkah-langkah dalam menerapkan metode bermain Lego dalam upaya menumbuhkembangkan kecerdasan kinestetik pada anak usia dini di Lembaga Pendidikan Manusia Unggul. 2) Untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pelaksanaan dalam menerapkan metode bermain Lego dalam upaya menumbuhkembangkan kecerdasan kinestetik pada anak usia dini di Lembaga Manusia Unggul. 3) Untuk mengetahui dan menganalisis dampak dan hasil dari penerapan metode bermain Lego dalam upaya menumbuhkembangkan kecerdasan kinestetik pada anak usia dini di Lembaga Pendidikan Manusia Unggul. 4) Untuk mengetahui dan menganalisis apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam menerapkan metode bermain Lego dalam upaya menumbuhkembangkan kecerdasan kinestetik pada anak usia dini di Lembaga Manusia Unggul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik. Ciri yang menonjol dari penelitian ini adalah cara pengamatan dan pengumpulan datanya dilakukan dalam latar/setting alamiah. Artinya tanpa memanipulasi subyek yang diteliti. Penelitian ini mencakup juga keyakinan terhadap sifat dasar dari realitas (yang diamati), hubungan antara orang yang mencoba mengetahui sesuatu (peneliti) dan hal yang mereka coba ketahui (yang diteliti), peranan/pengaruh dari nilai-nilai (yang dianut peneliti) dan variable-variabel lainnya yang serupa itu.Kajian data pada penelitian ini didapat dari hasil pengamatan langsung kegiatan belajar mengajar guru di Lembaga Pendidikan Manusia Unggul dan dari hasil wawancara. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui metode bermain Lego dalam upaya menumbuhkembangkan kecerdasan kinestatik anak usia dini, sangat berpengaruh. Pola pikir anak lebih kreatif dan imaginatif. 
STUDI PEMBELAJARAN RUMAH QURANI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK USIA DINI DI RA ASSAKINAH SEJAHTERA KAB. BANDUNG BARAT Heryanto Heryanto
Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, No 2, September 2014
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.736 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v3i2p198-215.585

Abstract

This research was motivated by the problems in early childhood language skills in RA Assakinah Sejahtera, namely the tendency of interest in learning language skills, especially speaking skills are still relatively low and there is still the teacher’s ability or competence is not optimal. So, we need a model of learning that is more effective in the learning process. The approach used in this study is a qualitative descriptive approach using the techniques of observation data collection, interviews, documentary studies, and literature studies.This study aimed to describe: 1) the learning objective of quranic home conditions in RA Assakinah Sejahtera, 2) implementation of the quranic home method in RA Assakinah Sejahtera in order to improve language skills, 3) the results achieved from the use of the quranic home method, and 4) using barriers of quranic home method. The theoretical basis of this study, researchers refer to several concepts: 1) learning theory, Law 20 of 2003 on National Education System chapter 1, verse 2002, 2) The concept of Quranic home learning, pusdiklatrumahqurani 2012, 3) The concept of early childhood education, curriculum 2004 of kindergarten and Raudlatul Afhtal (Depdiknas, 2004: 2), and 4) Language Concepts, Strategies Mastery Speak, Suwarna 2002.The results of this study indicate that in improving language skills for early childhood needed teacher guidance and parents collaboration. Guidance by the teacher implemented is designed to be more flexible in the sense of a child can learn with class organization that vary in individual activities, classical, and groups. Cooperation with the parents conducted to establish communication through the development of children's ability liaison books are competitors by providing stimulation reward as maintaining cooperative school with his parents. Conclusions from this research is the Quranic home learning can improve language skills in early childhood in RA Assakinah Sejahtera and in delivering learning material formulated with a variety of themes that can applied with other lessons or other themes.
POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSI PADA ANAK USIA DINI DI DESA TANIMULYA KECAMATAN NGAMPRAH KABUPATEN BANDUNG BARAT Mulyani Mulyani
Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, No 2, September 2014
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.152 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v3i2p135-140.580

Abstract

Kecerdasan emosi yang tinggi akan membuat anak lebih mampu mengatasi berbagai tantangan dalam hidupnya. 1. Peran orang tua tentang konsep pendidikan keluarga merujuk pada teori Daniel Goleman (2005). 2. Konsep penmdidikan anak usia dini, berdasarkan UU Perlindungan anak nomor 23 tahun 2002 pasal 4 dan pasal 9 ayat 1. 3. Konsep kecerdasan emosi merujuk pada teori B.S. Sidjabat. Berdasarkan latar belakang tersebut pertanyaan penelitian ini adalah; 1. Bagaimana kondisi objektif keluarga yang dijadikan subjek penelitian. 2. Bagaimana pola asuh orang tua yang berprofesi sebagai TNI Angkatan Darat yang ditetapkan sebagai subjek riset dalam meningkatkan kecerdasan emosi pada anak usia dini. Bagaimana dampak yang dihasilkan dari pola asuh orang tua yang berprofesi sebagai TNI Angkatan Darat terhadap peningkatan emosi anak usia dini.Penelitian ini bertujuan, 1. Mengungkap kondisi objektif keluarga yang dijadikan subjek penelitian. 2. Membahas tentang pola asuh orang tua yang beprofesi sebagai TNI Angkatan Darat dalam meningkatkan kecerdasan emosi anak usia dini. 3. Menguraikan dampak/hasil dari pola asuh orang tua yang berprofesi sebagai TNI Angkatan Darat tehadap peningkatan kecerdasan emosi anak usia dini. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu; 1. Observasi. 2. Wawancara. 3. Dokumentasi. 4. Literatur. Dengan empat keluarga yang menjadi objek penelitian.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1. Kondisi objektif orang tua/keluarga sebagai objek penelitian tidak memiliki pemahaman, pengetahuan yang cukup berkaitan dengan pola asuh yang dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan emosi pada anak usia dini. 2. Deskripsi pola asuh orang tua adalah otoriter, permisif, perfeksionisme, 3. Dampak/hasil pola asuh orang tua.Setelah mendeskripsikan hasil penelitian maka sampailah pada pembahasan data penelitian adalah sebagai berikut. 1. 75% – 100% jawaban responden adalah sama. 2. Responden memiliki kesamaan pandangan, pendapat, serta pemahaman atas setiap pertanyaan quissioner. 3. Data penelitian menunjukan temuan model pola asuh otoriter, perrmisif, perfeksionis.Dengan demikian maka kesimpulan dan saran adalah sebagai berikut; Kesimpulan; 1. Kondisi keluarga/orang tua menunjukkan tidak mampu menciptakan suasana kehangatan dan kasih sayang terhadap anak. 2. Kondisi keluarga/orang tua bersikap masa bodoh atas perannya sebagai orang tua. 3. Kondisi keluarga/orang tua belum memberikan model pola asuh yang tepat. Saran; 1.a. Masalah, orang tua tidak memiliki pemahaman yang benar tentang pola asuh. 1.b. Potensi, Kemampuan intelektual yang dimiliki orang tua cukup baik. 1.c. Saran, Orang tua berbesar hati membuka diri untuk memperoleh wawasan tentgang pola asuh. 2.a. Masalah, bersikap masa bodoh atas perannya sebagai orang tua. 2.b. Potensi, memiliki tingkat ekonomi yang baik. 2.c. Saran, Orang tua harus termotivasi belajar sepanjang hayat melalui membeli dan membaca buku. 3.a. Masalah, Orang tua belum menciptakan suasana hangat penuh kasih sayang. 3.b. Potensi, memiliki pergaulan dan wawasan yang luas di masyarakat. 3.c. Saran,  Orang tua berkomitmen membangun diri untuk menjadi teladan, melalui kegiatan keagamaan, seminar berkaitan dengan pola asuh.
PENERAPAN METODA BERNYANYI DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN BERBAHASA PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (Studi Deskriptif tentang Penerapan Metoda bernyanyi di PAUD Al Azhar Syfa Budi Parahyangan) Susilawati, Susilawati
EMPOWERMENT : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, No 2, September 2014
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.386 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v3i2p141-151.581

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah : untuk mengungkap data tentang kondisi objektif dalam proses pembelajaran,tentang penggunaan metoda bernyanyi tentang hasil pembelajaran melalui metoda bernyanyi dalam menumbuhkan keterampilan anak usia dini di Paud Al Azhar Syfa Budi Parahyangan, Landasan teori dalam penelitian ini, peneliti merujuk kepada beberapa konsep yaitu : konsep Pendidikan Anak Usia Dini, konsep pembelajaran, konsep bermain, konsep perkembangan bahasa, konsep perkembangan berbahasa, dan peran tutor dalam menumbuhkan bahasa anak.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metoda studi kasus., teknik pengunpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasiHasil penelitian ini adalah bahwa kondisi objektif pemebelajaran anak usia dini pada umumnya menggunakan prinsip bermain sambil belajar, pembelajaran dilaksanakan melalui perencanaan, yaitu melalui rencana kegiatan harian, penggunaan metoda bernyanyi dilakukan guna menumbuhkan keterampilan berbahasa anak usia dini, Metoda bernyanyi adalah salah satu alternatif untuk meningkatkan keterampilan bahasa anak usia dini, sebab bahasa anak dapat berkembang cepat jika anak memilki kemampuan dan didukung oleh lingkungan yang baik.Kesimpulan dari penelitian ini  Proses belajar dan pembelajaran yang dilakukan oleh kepala PAUD Al Azhar Syfa Budi Parahyangan dan para tutornya yaitu melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan kegiatan belajar melalui simulasi atau peraktek dengan bernyanyi 

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 1 (2025): February 2025 Vol 13 No 2 (2024): September 2024 Vol 13 No 1 (2024): February 2024 Vol 12, No 1 (2023): February 2023 Vol 11, No 2 (2022): September 2022 Vol 11, No 1 (2022): February 2022 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 September 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1, February 2020 Vol 8, No 2 (2019): Vol 8 No. 2 September 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, No 1, Februari 2019 Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, No 2, September 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, No 1, Februari 2018 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, No 2, September 2017 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, No 1, Februari 2017 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, No 1, Februari 2017 Vol 6, No 1 (2017): Vol 6 No 1, Edisi Februari 2017 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, No 2, September 2016 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, No 2, September 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5, No 1, Februari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, No 2, September 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, No 2, September 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4, No 1, Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4, No 1, Februari 2015 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, No 2, September 2014 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, No 1, Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, No 1, Februari 2014 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, No 2, September 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, No 2, September 2013 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, No 1, Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, No 1, Februari 2013 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, No 2, September 2012 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, No 2, September 2012 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, No 1, Februari 2012 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, No 1, Februari 2012 More Issue