cover
Contact Name
Hendra
Contact Email
-
Phone
+6281375150018
Journal Mail Official
amj_fk@umsu.ac.id
Editorial Address
Gedung Kampus 1 Lantai II Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran (FK) UMSU Jl. Gedung Arca No. 53 Medan-Sumatera Utara , Kode Pos 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Anatomica (Anatomica Medical Journal)
ISSN : -     EISSN : 26145219     DOI : https://doi.org/10.30596/anatomica
Core Subject : Health, Science,
Anatomica Medical Journal (AMJ) ini merupakan jenis jurnal ilmiah berskala nasional dan dipublikasi via online, memiliki e-issn yang terdaftar di PDII-LIPI. Anatomica Medical Journal ini juga terdaftar dalam jurnal Online Journal System (OJS) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Ruang Lingkup jurnal ini fokus pada bidang Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan secara umum. AMJ menerima naskah/manuscript artikel dalam meliputi/scope artikel original (original article) dalam bentuk artikel penelitian (research article), tinjauan artikel (article review), laporan kasus (case report) dan tinjauan pustaka (literature review) yang relevan dengan bidang Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan lainnya.
Arjuna Subject : Kedokteran - Anatomi
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2021)" : 6 Documents clear
Pemeriksaan Kadar Asam Urat Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Rsu Bandung Medan Tiara Rajagukguk; Dicky Wiratma Yuswardi Wiratma; Erlan Aritonang; Erlan Aritonang
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v4i2.7928

Abstract

Diantara beberapa jenis penyakit degeneratif, hipertensi masih menjadi salah satu penyakit yang paling banyak terjadi pada usia lanjut. Asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin yang tidak boleh berlebih kadarnya di dalam tubuh. Lansia yang menderita hipertensi perlu mendapatkan perhatian lebih karena seiringnya usia yang bertambah maka semakin menurunnya fungsi organ tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar asam urat pada pasien lanjut usia yang menderita hipertensi di RSU Bandung Medan. Metode: Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai dengan bulan Juni. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif. Sampel yang diperiksa adalah darah kapiler dari penderita hipertensi dengan jumlah 15 orang. Pemeriksaan dilakukan dengan metode strip test. Hasil: kadar asam urat yang meningkat sebanyak 6 orang (40%), normal sebanyak 7 orang (47%), dan yang menurun sebanyak 2 orang (13%). Kesimpulan: Meningkatnya kadar asam urat pada lansia disebabkan karena mengkonsumsi makanan yang tinggi purin dan juga karena menurunnya fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang secara sempurna sisa metabolisme tubuh.Kata Kunci:  Asam Urat, Lanjut Usia, Hipertensin
Hubungan Antara Kekuatan Genggaman Tangan Dengan Indeks Massa Tubuh Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Irfan Darfika Lubis; Danty Mandasari Pangaribuan
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v4i2.6514

Abstract

Kekuatan genggaman tangan sebagai parameter klinis untuk menilai status gizi seseorang. Indeks massa tubuh bermanfaat untuk menggambarkan komposisi tubuh. Perbedaan indeks massa tubuh dapat mempengaruhi kinerja motorik, keseimbangan postural, kekuatan dan kualitas otot genggaman tangan. Metode: Metode penelitian ini adalah penelitian observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 118 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran UMSU angkatan 2016 yang terdiri dari laki-laki dan perempuan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling.Hasil: Kekuatan genggaman tangan dengan IMT pada sampel laki-laki diperoleh nilai p=0,013 dan nilai r=0,360. Kekuatan genggaman tangan dengan IMT pada sampel perempuan diperoleh nilai p=0,937 dan nilai r=-0,009. Kekuatan genggaman tangan dengan IMT secara keseluruhan diperoleh nilai p=0,000 dan r=0,332 Kesimpulan: Ada korelasi bermakna antara kekuatan genggaman tangan dengan IMT dengan tingkatan keeratan adalah sedang (p=0,000; r=0,332).. Semakin besar kekuatan genggaman tangan, maka semakin besar IMT.Kata Kunci: Kekuatan genggaman tangan, IMT, Regresi, Korelasi.
Unilateral temporal muscle hypertrophy in a child with bruxism: a case report with literature review Muhammad Khadafi
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v4i2.6876

Abstract

Hypertrophies in masticatory muscles are usually seen with variations in the masseter, temporalis and pterygoid muscles and are usually bilaterally.   The most common presentation of these cases being bilateral whether isolated or combined.  However, unilateral and isolated temporal muscle hypertrophy is still an extremely rare condition.   The exact etiology has not been identified but theoretically, parafunctional movements like bruxism have been considered.
Gambaran Karakteristik Kejang Demam Pada Rumah Sakit Pendidikan Di Medan Nurcahaya Sinaga; Nurcahaya Sinaga
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v4i2.6639

Abstract

Kejang demam merupakan tipe kejang yang mencapai 2-5% dari keseluruhan penyebab kejang. Penting diketahui faktor faktor yang mempengaruhi kejadian kejang demam, etiologi dan tatalaksana. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kejang demam berdasarkan karakteristik klinis anak di 5 rumah sakit pendidikan di Medan. Penelitian deskriptif terhadap variabel kasus kejang demam dalam satu tahun di 5 rumah sakit pendidikan di medan. Terdapat 727 kasus dengan usia terbanyak < 5 tahun, usia pertama kali kejang pada > 1 tahun, bentuk kejang umum, dan merupakan kejang demam berulang.   Kasus kejang demam kompleks lebih sedikit, terjadi pada usia > 1 tahun, bentuk kejang umum, tidak status epileptikus dan tanpa kelainan neurologi. Etiologi terbanyak oleh virus dengan penyakit infeksi saluran napas.  Kejang demam kompleks bukan merupakan kasus yang sering terjadi, mengenai usia > 1 tahun, merupakan kejang demam berulang, etiologi demam paling banyak oleh virus   dengan penyakit infeksi saluran napas.Kata kunci: etiologi ,kejang demam dan karakteristik
Efektifitas Peer Feedback Pada Pembelajaran Tutorial Problem Based Learning (PBL) Desi Isnayanti
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v4i2.6922

Abstract

Masih banyak mahasiswa yang belum berperan aktif dalam diskusi tutorial. Hal ini mungkin dikarenakan feedback yang diberikan tutor belum efektif dan metode atau strategi pembelajaran mahasiswa yang kurang efektif. Peer Feedback dapat mendorong dan memotivasi mahasiswa pada pembelajaran tutorial PBL dengan mengetahui kemampuan atau usaha mereka pada proses tutorial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas peer feedback pada pembelajaran tutorial melalui pengukuran motivasi dan skor Maastricht-Peer Activity rating Scale (MPARS). Penelitian merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan metode one group pretest-posttest design. Intervensi peer feedback diberikan dengan menggunakan MPARS sebanyak 4 kali pada pembelajaran tutorial PBL. Populasi terdiri dari 98 mahasiswa tahun ketiga FK UMSU.  Metode penarikan sampel dengan systematic random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner motivasi (SMQ II) yang diberikan pada pre dan post intervensi. Uji analisis yang digunakan adalah uji t dan uji Friedman. Hasil analisis uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang bermakna motivasi pretest dan postest mahasiswa dengan nilai p= 0,000. Hasil analisis Friedman didapatkan perbedaan  yang bermakna skor MPARS antara intervensi 1, 2, 3, dan 4 dengan nilai p= 0,001. Hasil pemberian feedback dengan  M-PARS efektif dalam meningkatkan motivasi belajar di tutorial, hal ini karena adanya peningkatan motivasi belajar pada mahasiswa dan adanya peningkatan rerata M-PARS pada setiap intervensi.Kata kunci: peer feedback, M-PARS, motivasi belajar.
Penyakit – Penyakit Penyebab Demam Pada Anak Penderita Kejang Demam Di Rs Haji Medan Periode 2019 – 2020 Mutiara Yusfah Putri; Ance Roslina
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v4i2.7412

Abstract

Penyakit – penyakit infeksi masih sering ditemukan pada anak dan dapat bermanifestasi menjadi kejang dikarenakan penyakit – penyakit tersebut mempunyai gejala klinis demam. Tujuan: Mengetahui penyakit – penyakit penyebab demam pada anak penderita kejang demam di RS Haji Medan periode 2019-2020. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Hasil: Didapatkan bahwa penyakit penyebab demam terbanyak adalah infeksi saluran pernapasan atas 44,73% (34 anak), berdasarkan usia, anak dengan rentang usia 1 – 2 tahun 53,43% (70 anak) paling banyak menderita kejang demam dan berdasarkan jenis kelamin, anak dengan jenis kelamin laki – laki 60,3% (79 anak) lebih banyak dibandingkan anak dengan jenis kelamin perempuan 39,69% (52 anak).  Kesimpulan: Penyakit yang paling banyak menyebabkan demam pada anak penderita kejang demam yaitu infeksi saluran pernapasan atas. Berdasarkan usia, anak dengan rentang usia 1 – 2 tahun lebih banyak menderita kejang demam. Berdasarkan jenis kelamin anak dengan jenis kelamin laki – laki lebih banyak menderita kejang demam dibandingkan dengan anak jenis kelamin perempuan.Kata kunci: Kejang demam, penyakit penyebab demam.

Page 1 of 1 | Total Record : 6