cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA
ISSN : -     EISSN : 25980165     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ilmiah Ibnu Sina Biomedika menerima artikel ilmiah dari hasil penelitian, laporan/studi kasus, kajian/tinjauan pustaka, maupun penyegar ilmu kedokteran, yang berorientasi pada kemutakhiran ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, agar dapat menjadi sumber informasi ilmiah yang mampu memberikan kontribusi dalam mengatasi permasalahan kedokteran yang semakin kompleks.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2017)" : 13 Documents clear
TRAUMA TUMPUL Parinduri, Abdul Gafar
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.753 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i2.1650

Abstract

Trauma tumpul merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh karena kekerasan mekanik dari benda tumpul  (benda-benda yang mempunyai permukaan tumpul/ keras/ kasar seperti : batu, kayu, martil, kepalan tangan, kuku, dll) terhadap jaringan tubuh yang mengakibatkan luka/ cedera/ trauma. Trauma tumpul menyebabkan Abration (Luka Lencet), Contution (Luka Memar), Laceration (Luka Robek), dan Fracture (Patah Tulang). Pemeriksaan luar pada suatu kasus trauma tumpul ditemukan luka lecet gores yang terjadi akibat goresan atau garukan benda berujung tajam yang bergerak secara mendatar atau miring memberikan gambaran bentuk luka yang luas pada bagian awal dibandingkan dengan bagian akhir. Diduga luka lecet gores disebabkan oleh cakaran kuku tersangka.Kata kunci: Luka tumpul, luka lecet gores
UJI EFEKTIVITAS ANTIBIOTIK EKSTRAK JINTAN HITAM (Nigella sativa Linn) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO Sentoso, Andika Budi; Siregar, Tegar Adriansyah Putra
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.218 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i2.1654

Abstract

Latar belakang. Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif, sering berada di dalam tubuh orang yang sehat pada kulit dan mukosa, 20-75% ditemukan pada saluran pernafasan atas, muka, tangan, rambut dan vagina. Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi nasokomial dan keracunan makanan. Jintan hitam (Nigella sativa Linn) adalah tanaman yang telah terbukti secara empiris maupun medis oleh para peneliti Timur Tengah, Afrika, Eropa, bahkan Amerika Serikat. Para peneliti di Eropa menyatakan bahwa jintan hitam (The Black Seed) bekerja sebagai antimikroba dan antimikotik. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak jintan hitam terhadap pertumbuhan S. aureus. Metode. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Hasil. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak jintan hitam (Nigella sativa Lin) dengan konsentrasi 9 mg/mL, 7 mg/mL, 5 mg/mL, 3 mg/mL dan 1 mg/mL menghasilkan rata-rata diameter zona bening masing-masing yaitu 9,94 mm, 9,59 mm, 9,47 mm dan 8,56 mm dan 8,80 mm. Sedangkan diameter zona bening sefotaksim yaitu 31,82 dan pada aquadest tidak diperoleh zona bening. Pada penelitian ini menunjukan perbedaan daya hambat yang signifikan antara sefotaksim dengan aquadest (p= 0,021) , sefotaksim dengan ekstrak konsentrasi 9 mg/mL, 7 mg/mL, 5 mg/mL, 3 mg/mL dan 1 mg/mL (p= 0,014), aquadest dengan ekstrak jintan hitam konsentrasi 9 mg/mL, 7 mg/mL, 5 mg/mL, 3 mg/mL dan 1 mg/mL (p= 0,014) sedangkan perbedaan daya hambat tidak signifikan antara seluruh konsentrasi jintan hitam (p>0,05). Kesimpulan. Ekstrak jintan hitam terbukti memiliki efek antibiotik terhadap pertumbuhan S.aureus. Esktrak jintan hitam dengan konsentrasi 9 mg/mL memiliki zona bening tertinggi pada kelompok perlakuan. Efek antibiotik ekstrak jintan hitam seluruh konsentrasi tidak berbeda nyata sedangkan sefotaksim dengan ekstrak jintan hitam seluruh konsentrasi memiliki daya hambat yang nyata.Kata kunci: Stapyhlococcus aureus, ekstrak jintan hitam  
GAMBARAN PEMANFAATAN FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA (FKTP) PADA PESERTA PENERIMA BANTUAN IURAN (PBI) DAN Non-PENERIMA BANTUAN IURAN (Non-PBI) DI PUSKESMAS MEDAN DENAI Taufiqul, Taufiqul; Siti, Siti; Putri, Putri; Humairah, Humairah; Lestari, Lestari; Irma, Irma; Novi, Novi; Regina, Regina; Boy, Elman
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.074 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i2.1659

Abstract

Latar belakang. Program Jaminan Kesehatan Nasional yang diluncurkan pada 1 januari 2014 merupakan program jaminan perlindungan kesehatan secara komprehensif, meliputi layanan promotif, promotif, kuratif, serta rehabilitatif. Jenis kepesertaan BPJS sebenarnya dibagi menjadi beberapa kategori kepesertaan yaitu  peserta BPJS PBI (Penerima bantuan iuran) dan Non PBI (non penerima bantuan iuran), Peserta BPJS PBI disebut juga sebagai peserta penerima bantuan iuran dari pemerintah yang iuran bulanannya dibayarkan oleh pemerintah, sedangkan non-pbi adalah iuran dibayar masing –masing perbulanannya. Metode. Penelitian ini bersifat deskriptif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Medan Denai, jalan Medan denei, jermal XV mulai tanggal 20 s/d 28 November 2017. Hasil. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa peserta PBI lebih banyak memanfaatkan FKTP di Puskesmas Medan Denai. Kesimpulan. Peserta BPJS terbanyak yang menggunakan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) adalah jenis peserta PBI.Kata kunci : BPJS, FKTP, PBI dan Non PBI.   
Gambaran Kadar Bilirubin pada Ikterus Neonatorum Sebelum dan Pasca Fototerapi di Rumah Sakit Pertamina Cirebon Periode Januari-Agustus 2014 Pusparani, Hessty; W, Tri Ariguntar
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.722 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i2.1649

Abstract

Latar Belakang. Ikterus terdapat pada kira-kira 50 % dari semua bayi baru lahir di mana sekitar 60% bayi cukup bulan dan 80% bayi preterm mengalami ikterus selama minggu pertama usianya. Fototerapi merupakan modalitas terapi dengan menggunakan sinar yang dapat digunakan untuk pengobatan hiperbilirubinemia pada neonatus. Fototerapi saat ini merupakan standar pengobatan untuk bayi dengan hiperbilirubiemia neonatal. Efeknya secara bertahap dapat menurunkan kadar bilirubin. Tujuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kadar bilirubin pada ikterus neonatorum sebelum dan pasca fototerapi di Rumah Sakit Pertamina Cirebon periode Januari-Agustus 2014. Metode. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross sectional dengan waktu penelitian bulan November 2014. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang berasal dari Medical Record. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yang memenuhi kriteria inkusi dan ekslusi sebanyak 89 pasien. Hasil. Hasil penelitian diperoleh kadar bilirubin pada pasien Ikterus Neonatorum sebelum fototerapi didapatkan hasil paling banyak pada kadar bilirubin antara 12-15 mg/dL sebanyak 31 pasien (34,8%). Setelah dilakukan fototerapi didapatkan penurunan kadar bilirubin paling banyak terjadi antara 7-10 mg/dL sebanyak 47 pasien (52,8%). Setelah ditabulasi didapatkan rerata kadar bilirubin sebelum fototerapi sebesar 16,15 mg/dL dan setelah dilakukan fototerapi sebesar 8,21. Di mana terjadi penurunan rerata kadar bilirubin sebesar 7,94 mg/dL. Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan adanya penurunan kadar bilirubin pada Ikterus Neonatorum setelah dilakukan fototerapi sebesar 49,16 %.Kata Kunci : Ikterus Neonatorum, Kadar Bilirubin, Fototerapi
PERBANDINGAN ANTARA NEOPLASMA JINAK DAN GANAS PADA PAYUDARA BERDASARKAN PEMERIKSAAN FISIK DIAGNOSTIK DAN BIOPSI ASPIRASI JARUM HALUS Chairani, Rizki; Delyuzar, Delyuzar
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.058 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i2.1655

Abstract

Latar Belakang. Tumor ganas (kanker) payudara merupakan keganasan pada wanita yang paling umum terjadi hampir semua negara dengan kejadian yang disesuaikan menurut umur tertinggi di negara maju sebanyak 73% dan termasuk 23% dari semua kanker. Pada masyarakat khususnya pada wanita kanker payudara merupakan kanker kedua paling banyak setelah kanker serviks. Tumor ganas (kanker) payudara umumnya menyerang wanita yang telah berumur >40 tahun. Namun demikian, wanita dengan usia muda bisa terserang kanker ini, tetapi pada usia muda lebih sering terkena tumor jinak payudara. Pada masyarakat khususnya pada wanita. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara neoplasma jinak dan ganas pada payudara berdasarkan pemeriksaan fisik diagnostik dan pemeriksaan biopsi aspirasi jarum halus. Metode. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel adalah pasien di RSUD Deli Serdang, yang berjumlah 25 orang. Teknik pegambilan sampel dengan metode total sampling. Analisis penelitian menggunakan uji fisher exact test. Hasil. Distribusi frekuensi yang terbanyak berdasarkan pekerjaan 21 orang (84%) dan terendah berdasarkan usia 14 orang (82,4%) dari faktor fisiko kanker payudara. Kesimpulan. Didapatkan bahwa tumor jinak dan ganas paling banyak terjadi pada ibu rumah tangga.Kata kunci: pemeriksaan fisik payudara, faktor risiko kanker, pemeriksaan biopsi aspirasi jarum halus
UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN MASYARAKAT TERHADAP PENYAKIT MALARIA DI DESA TELAGAH KECAMATAN NAMU UKUR KABUPATEN LANGKAT TAHUN 2016 Siregar, Nur Fitriani; Nurfadly, Nurfadly; Yulfi, Hemma; Boy, Elman
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.05 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i2.1660

Abstract

Latar Belakang. Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya tindakan pencegahan dan penanganan masyarakat terhadap penyakit malaria di Desa Telagah Kecamatan Namu Ukur Kabupaten Langkat tahun 2016. Metode. Penelitian deskriptif dengan desain cross sectional, sampel penelitian masyarakat Desa Telagah Kecamatan Namu Ukur Kabupaten Langkat dengan metode simple random sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil. Hasil penelitian memperlihatkan upaya tindakan pencegahan di Desa Namu Ukur tergolong kategori kurang yaitu 51,0%. Untuk upaya tindakan penanganan di Desa Namu Ukur tergolong kategori cukup yaitu 74,0%. Kesimpulan. Upaya tindakan pencegahan di Desa Namu Ukur tergolong kategori kurang yaitu. Untuk upaya tindakan penanganan di Desa Namu Ukur tergolong kategori cukup. Kata Kunci: Upaya tindakan pencegahan, upaya tindakan penanganan malaria
Petunjuk Untuk Penulis Penulis, Petunjuk Untuk
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.765 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i2.1648

Abstract

Petunjuk penulisan
PEMETAAN KESEHATAN LINGKUNGAN SEKOLAH MUHAMMADIYAH DI WILAYAH KERJA DIKDASMEN KOTA MEDAN 2017 Boy, Elman
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.469 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i2.1656

Abstract

Salah satu tujuan Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah adalah menciptakan “Sekolah Sehat Muhammadiyah” yaitu sehat lingkungan sekolah, akademik,  non Akademik, serta pengelolaan. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan data keadaan kesehatan lingkungan sekolah, namun selama ini belum pernah dilakukan pemetaan keadaan kesehatan lingkungan sekolah di wilayah kerja Dikdasmen Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Medan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan lingkungan sekolah yang berada di wilayah kerja Dikdasmen PDM Kota Medan.  Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan metode survey dan disajikan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 60 sekolah tingkat dasar dan menengah yang berada di wilayah kerja Dikdasmen PDM Kota Medan dengan rincian sekolah dasar sebanyak 33 sekolah, SMP dan sederajatnya sebanyak 18 sekolah serta SMA dan sederajatnya sebanyak 9 sekolah. Keadaan  kesehatan lingkungan sekolah di tingkat sekolah dasar di wilayah kerja Dikdasmen PDM Kota Medan dengan kategori baik sebanyak 1 sekolah (3,03%), kategori cukup sebanyak 15 sekolah (45,45%)  dan kategori kurang sebanyak 17 sekolah (51,52%). Untuk tingkat SMP dan sederajat di wilayah kerja Dikdasmen PDM Kota Medan dengan kategori baik sebanyak 1 sekolah (5,56%), kategori cukup sebanyak 4 sekolah (22,22%) dan kategori kurang sebanyak 13 sekolah (72,22%). Untuk tingkat SMA sederajat di wilayah kerja Dikdasmen PDM Kota Medan dengan kategori baik sebanyak 0 (0%), kategori cukup sebanyak 6 sekolah (66,67%) dan kategori kurang sebanyak 3 sekolah (33,33%). Kesimpulan penelitian ini adalah keadaan kesehatan lingkungan sekolah di wilayah kerja Dikdasmen pada umumnya masih kurang dan perlu ditingkatkan.Kata kunci: kesehatan lingkungan, sekolah, PDM
IMUNOTERAPI PADA ASMA ANAK Airlangga, Eka
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.033 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i2.1652

Abstract

Asma pada anak merupakan proses inflamasi kronis dan remodelling saluran nafas yang membutuhkan terapi yang tidak hanya sesaat (jangka pendek) tapi juga terapi jangka panjang. Imunoterapi merupakan salah satu penanganan pada asma anak yang dicetuskan oleh faktor alergi yang sudah diketahui. Imunoterapi dilaksanakan dengan kriteria tertentu dan umumnya aman namun penggunaannya masih sangat terbatas.
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR PADA MAHASISWA YANG MENGIKUTI GRAND REMEDIAL DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Isnayanti, Desi; Ulfa, Aulia
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.827 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i2.1657

Abstract

Latar Belakang Remedial sebagai sebuah metode untuk memperbaiki prestasi belajar sehingga mencapai kriteria ketuntasan yang telah ditetapkan. Setiap Fakultas Kedokteran memiliki metode remedial yang berbeda-beda. Berdasarkan data yang diperoleh dari divisi assessment  FK UMSU, masih ada mahasiswa yang tidak lulus sehingga mahasiswa harus memperpanjang masa studi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar pada mahasiswa yang mengikuti ujian grand remedial di Fakultas Kedokteran UMSU. Metode. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2011, 2012 dan 2013 di Fakultas Kedokteran UMSU yang mengikuti ujian grand remedial. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Pengambilan data penelitian dengan melihat data sekunder yang diperoleh dari divisi assessment Fakultas Kedokteran UMSU berupa data IPK mahasiswa. Hasil. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini pada setiap angkatan didapatkan perbedaan yang bermakna antara IPK sebelum dan setelah dilakukan ujian grand remedial dengan nilai signifikansi pada angkatan 2011 p<0,001, angkatan 2012 p<0,001 dan angkatan 2013 p<0,001. Sedangkan hasil analisis IPK mahasiswa secara keseluruhan didapatkan nilai signifikansi p<0,001. Kesimpulan. Ujian grand remedial dapat membantu mahasiswa dalam memperbaiki prestasi belajar.Kata Kunci: Remedial, Assessment, Penilaian Sumatif, Prestasi Belajar 

Page 1 of 2 | Total Record : 13